
Dianka sedang memasak didapur rumahnya. Sudah tiga minggu dia tidak lagi bekerja pada Alex. Dia belajar memasak dan melakukan banyak kegiatan yang dulu tak pernah dilakukan karena banyaknya misi yang diberikan Alex padanya. Dianka mulai menggoreng bawang merah dan putih. Baru digoreng, Dianka langsung merasa mual.Dia langsung mematikan kompor dan berlari ke toilet.
Hoeekk...hoeekk...hoeekk...
Dianka muntah beberapa kali sampai dia lemas.
Dia merasa kepalanya pusing, tubuhnya lemas dan perutnya mual.
"Kenapa yang akhir-akhir ini aku kurang fit?" ucap Dianka.
"Apa aku harus berobat ke Dokter?" ucap Dianka.
Dianka keluar dari rumahnya mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit. Sampai dirumah sakit, Dokter umum memeriksa kondisinya. Lalu menyarankannya ke Dokter spesialis kandungan.
Dianka heran kenapa Dokter umum menyarankan Dianka ke Dokter spesialis kandungan. Dia tak mau berpikir lama, lalu mendaftar ke Dokter spesialis kandungan.
Dianka duduk diruang tunggu, dia melihat begitu banyak Ibu hamil memeriksakan kandungannya.
Dianka senang melihat pemandangan yang jarang dilihatnya.
"Nona Dianka Labela"ucap Suster itu.
"Iya, saya"ucap Dianka.
Dianka masuk ke ruangan Dokter spesialis kandungan. Lalu dia menceritakan semua keluhannya pada Dokter itu. Dokter mulai memeriksa Dianka. Lalu dia menjalani USG kandungan. Dokter memperlihatkan adanya kehidupan baru dirahim Dianka. Dianka langsung meneteskan air matanya.
Setelah diperiksa Dokter itu, Dianka kembali duduk mendengarkan penjelasan Dokter itu.
"Selamat Nona Dianka, Anda hamil 4 minggu"
__ADS_1
ucap Dokter itu.
"Saya hamil beneran Dok?" tanya Dianka.
"Iya,tadi Anda lihat sendiri USG nya kan" ucap Dokter itu.
"Iya" ucap Dianka.
"Saya akan meresepkan obat mual, obat pusing, obat maag, obat penguat janin, penambah darah, dan vitamin untuk Anda"ucap Dokter itu.
"Iya Dok"ucap Dianka.
"Jaga pola makan, istirahat yang cukup, berpikir positif, dan hindari stress untuk kesehatan bayi Anda"ucap Dokter itu.
"Baik"ucap Dianka.
Setelah itu Dianka keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ke bagian administrasi untuk membayar jasa konsultasi Dokter dan menebus obatnya. Selesai mendapatkan obatnya, Dianka menuju keluar rumah sakit. Dia mengendarai mobilnya menuju rumah pribadinya.
"Dirahimku ada anak Alex, gimana ini? hubunganku dengan Alex sudah berakhir. Apa yang harus kulakukan dengan anak ini? apa aku harus senang atau tidak mengandung anak ini?" ucap Dianka sambil meneteskan air matanya.
"Aku akan merawat anakku meski Alex tidak mengetahuinya, anak ini tidak bersalah, aku akan membesarkannya"ucap Dianka.
Dianka menangis dikamarnya,dia harus mengandung anak dari Alex. Meskipun hubungannya dan Alex telah berakhir tapi anak yang dikandungnya adalah darah daging Alex yang akan dilahirkan Dianka. Dianka harus bisa melewati semua ini sendiri.
***********
William sedang berjemur di pantai dengan dipijat para gadis cantik. Dia berbaring dikursi santainya dan dilayani makan dan minum oleh para gadis cantik itu. Datang Ricard menghadap William. Ricard membungkukkan kepalanya memberi penghormatan pada William, lalu memberi laporan padanya.
"Bos, Alex sudah masuk ke dalam perangkap"
__ADS_1
ucap Ricard.
"Bagus, berarti Lara tinggal mencari bukti saja" ucap William.
"Dianka juga sudah meninggalkan Alex"ucap Ricard.
"Dimana gadis cantik itu sekarang?"tanya William.
"Ada dirumah pribadinya Bos"ucap Ricard.
"Aku rindu ingin melihat muka galaknya"ucap William.
"Bos, apa Anda menyukai Dianka?"tanya Ricard.
"Aku suka gadis yang galak dan kuat, dia pasti menyenangkan saat diranjang. Aku tertarik padanya"ucap William.
"Tapi Bos, dia begitu setia pada Alex, apa nanti tidak membahayakan posisi Bos?"tanya Ricard.
"Gadis itu sulit ditaklukan, membuatku tertantang untuk membuatnya datang ke ranjangku"ucap William.
"Bos, ada kabar lain juga"ucap Ricard.
"Kabar apa?"tanya William.
"Istri Giorgio masih hidup dan sekarang Alex sedang mencarinya"ucap Ricard.
"Aku akan menyuruh Kron untuk mengurus itu. Tugasmu mencari informasi yang ku butuhkan"ucap William.
"Baik Bos"ucap Ricard.
__ADS_1
Setelah melapor Ricard pergi meninggalkan William. William hanya tersenyum mendengar kabar dari Ricard. Sepertinya rencananya untuk menjebloskan Alex ke penjara akan segera terlaksana.