
Dianka berada dikamar yang disediakan William untuknya. Kamar itu begitu bagus, luas, elegant,
mewah dan indah. Sepertinya William benar-benar ingin menjadikan Dianka ratu diistananya. William masuk ke kamar Dianka dan menghampirinya.
Dia memeluk Dianka tapi Dianka mendorong dadanya.
"Dianka maaf, aku selalu tak bisa menahan diri jika berdekatan denganmu"ucap William.
"William kenapa kau mau menolongku?"tanya Dianka.
"Karena aku mencintaimu"ucap William.
"Tapi kita belum lama bertemu"ucap Dianka.
"Dianka kita pernah bertemu sebelumnya,
mungkin kau lupa karena itu sudah sangat lama sekali, tepatnya puluhan tahun yang lalu"ucap William.
Dianka memikirkan ucapan William. Dia coba mengingat kejadian puluhan tahun lalu.
"Dianka kau masih ingat anak bernama Willy?"
tanya William.
"Willy?......."ucap Dianka masih kebingungan.
"Kau hanya ingat Alex dipikiran dan hatimu jadi kau lupa aku"ucap William.
Dianka benar-benar belum mengingat Willy.
Walaupun nama itu terdengar familiar untuknya.
"Kau tak perlu mengingat nama itu nanti aku pasti akan memberitahumu siapa aku dan apa hubunganku denganmu dimasa lalu"ucap William.
"William aku minta maaf jika membuatmu kecewa"ucap Dianka.
"Dianka sayang, dengan kau berada disisiku saat ini, itu sudah cukup untukku"ucap William.
Dianka mengangguk. Dia mau berada disisi William. Lelaki yang mencintainya. Dari pada bersama Alex yang terus menyiksanya. William begitu senang Dianka sudah mulai menerima kehadirannya.
"Dianka menikahlah denganku, aku janji akan membuatmu bahagia"ucap William.
"William beri aku waktu untuk yakin melangkah sejauh itu bersamamu"ucap Dianka.
William memegang kedua lengan Dianka. Dia menatap mata wanita yang dicintainya.
__ADS_1
"Dianka aku akan menunggunya, sampai kau mau menikah denganku"ucap William.
Setelah bicara seperti itu William keluar dari kamar Dianka. Sementara Dianka memikirkan keputusan yang akan diambilnya.
"Menikah dengan William? dia memang baik padaku dan hanya dia yang selalu peduli padaku.
Alex, mungkin semua telah berakhir diantara kita.
Cintaku padamu harus ku akhiri, hanya bayi ini yang akan selalu mengingatkanku padamu.
Kenapa harus ada dendam diantara kita?
Kenapa kita harus bersama sebelumnya?
Aku sulit melupakanmu Alex, andai aku bisa," ucap Dianka.
**********
Dianka keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan itu. Dia bertemu dengan pelayan muda dirumah itu bernama Vania. Dianka berbincang dengan Vania yang sedang memotong sayuran.
"William suka makan apa ya? biar aku memasak untuknya"ucap Dianka.
"Tuan suka makan apa saja yang penting harus ada sepotong roti dipiring"ucap Vania.
"Kenapa harus ada sepotong roti dipiring?"tanya Dianka.
"Oo...rotinya memiliki kenangan untuknya"ucap Dianka.
"Tuan akan sangat marah jika tak ada sepotong roti dipiringnya"ucap Vania.
"........."Dianka hanya diam mendengar ucapan Vania.
"Nona masih perawan?"tanya Vania.
"Memang kenapa kalau perawan atau tidak?" tanya Dianka.
"Tuan hanya akan tidur sekali dengan seorang wanita perawan, dia tak akan mengulanginya lagi"
ucap Vania.
"Jika Nona tak ingin terbuang pertahankan keperawanan anda,jika tidak Tuan tidak akan tidur dengan anda untuk kedua kalinya"ucap Vania.
"Aku pernah mendengar soal itu tentang William.
Tapi aku tidak begitu memperdulikannya"ucap Dianka.
__ADS_1
Dianka membantu Vania dan pelayan lainnya memasak untuk William. Dia ingin berterimakasih pada William dengan berusaha untuk membuatnya senang.
***********
Lara bangun tidur melihat Alex ada didepan wajahnya menunggunya bangun. Alex memberi senyuman yang tulus dari hatinya sampai Lara merasa Alex begitu hangat tidak seperti sebelumnya yang dingin dan kejam. Wajahnya berseri-seri dan tatapan matanya penuh kelembutan. Alex mencium kening Lara saat dia terbangun.
"Sayang, ayo kita jalan-jalan pagi lalu beli makanan untuk sarapan dijalan seperti orang-orang pasti menyenangkan. Ada yang bilang bubur ayam dijalan Lavender enak"ucap Alex.
Seketika Lara terdiam melihat Alex sangat berbeda, dia terlihat terbuka dan begitu hangat.
Gaya bicaranya juga sangat berbeda,Lara seperti melihat Alex yang baru.
"Baiklah, aku mau mandi dulu ya"ucap Lara.
"Kalau begitu kita mandi bersama, kebetulan aku juga belum mandi, bau keringat"ucap Alex.
Lara masuk ke toilet disusul Alex ikut mandi bersamanya. Alex menyiram Lara dengan air seolah ingin menggodanya. Lara hanya diam,
tapi Alex tetap berusaha membuat Lara tersenyum dengan membopongnya dan hendak memasukkannya ke bak mandi.
"Alex turunkan aku"ucap Lara.
"Sayang kau jangan cemberut terus, kita berendam bersama ya biar basah bersama lebih menyenangkan"ucap Alex.
"Alex tunggu dulu....."ucap Lara.
Alex langsung melompat ke bak itu bersama Lara.
Byuuuuuuuur...........
Mereka terjatuh dibak mandi itu, basah semua tubuh mereka terkena air dibak mandi itu.
"Alex kau mulai menggodaku"ucap Lara.
"Habis kau diam saja, jadi aku ingin menggodamu Lara"ucap Alex sambil memeluk Lara.
"Aku ingin kita memulai semuanya dari awal Lara"
ucap Alex.
"Baiklah, asal jangan ada rahasia diantara kita.Kau harus beritahu aku semua hal yang kau lakukan Alex. Aku ingin tahu semuanya,akukan istrimu"ucap Lara.
"Setelah aku tahu semuanya kau harus mendekam dipenjara Alex"ucap Lara dalam hatinya.
"Iya,pelan-pelan aku akan memberitahumu semuanya sayang"ucap Alex.
__ADS_1
Lara senang Alex akan memberitahu padanya semua hal tentangnya.Setelah dia masuk dalam buaian,Lara akan berusaha mencari cara agar Alex bisa dijebloskan ke penjara.