
Dianka terbangun dari pingsannya dan melihat satu tangan dan satu kakinya telah dirantai. Dia berada dipenjara bawah tanah di Markas Tengkorak Berdarah. Penjara itu gelap, lembab,
kotor dan bau. Banyak hewan melata dipenjara itu. Tikus, kecoak, lintah, kelabang, semut, jangkrik dan kaki seribu ada di dalam penjara itu. Belum lagi disel seberangnya ada tulang belulang yang menumpuk. Dianka hanya bisa diam dan menjalani semua ini.
"Alex pasti tadi memasukkanku ke penjara bawah tanah ini"ucap Dianka.
Tap...tap...tap......
Suara langkah kaki seseorang mendekati sel tempat Dianka berada. Orang itu adalah Alex, dia masuk ke sel itu dan bicara pada Dianka.
"Dianka, Ibumu masih hidup, dia sekarang sedang kritis dirumah sakit. Jika kau ingin Ibumu selamat, kau harus mengikuti semua kemauanku" ucap Alex.
"Aku akan mengikuti semua kemauanmu, asalkan Ibuku selamat, kau puas dengan jawabanku"ucap Dianka.
"Bagus, kau memang tidak bisa menolak kemauanku, sekarang kaulah mangsaku.
Jika kau berani melawan atau kabur, kau tanggung akibatnya, kau tahu betul aku seperti apakan Dianka"ucap Alex.
"........."Dianka hanya diam.
"Apa yang bisa ku lakukan kalau ibuku ditanganmu" batin Dianka.
Alex keluar dari sel itu dan meninggalkan Dianka.
Dianka hanya bisa mengikuti kemauan Alex demi Ibunya yang sedang ada dirumah sakit.
"Perutku lapar sekali, apa anakku juga lapa? apa yang harus ku makan? Alex tidak mungkin memberiku makan. Apa aku harus memakan serangga itu?" ucap Dianka.
Dianka akhirnya mengambil jangkrik-jangkrik itu untuk dimakan demi anak yang dia kandung. Dia melupakan rasa dan bau yang tak enak dari serangga itu.
"Rasanya membuatku mual dan eneg tapi aku harus makan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anakku"ucap Dianka.
Dianka terpaksa memakan jangkrik-jangkrik itu meskipun menjijikkan dan membuatnya mual. Tapi dia tidak punya pilihan, perutnya sangat lapar,anak yang dikandungnya pasti juga lapar.
************
__ADS_1
Alex pulang ke rumah besarnya, Dia bergegas turun dari mobilnya menuju ke ke dalam rumah. Dia mencari keberadaan Lara. Pelayan memberitahu kalau Lara ada dikamarnya. Alex langsung naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.
Dia masuk ke dalam kamar, Lara sedang berdiri dibalkon kamarnya sambil melamun. Alex menghampirinya lalu memeluknya dari belakang.
"Lara ternyata kau disini, tadi aku mencarimu kesana kemari" ucap Alex.
"Kau sudah pulang?"tanya Lara.
"Ya,...ayo kita jalan-jalan ke Mall biar kau tidak jenuh hanya dirumah saja. Wanita biasanya suka shopping, aku akan menemanimu"ucap Alex.
Lara tidak menjawab hanya diam. Kemudian Alex mencium Lara dan memeluknya.
"Lara gantilah bajumu, ku tunggu dibawah"ucap Alex.
Alex melepas pelukannya dan keluar dari kamar itu. Lara diam dan memikirkan sesuatu dipikirannya.
"Kenapa Alex tiba-tiba baik padaku akhir-akhir ini, sikapnya bahkan sangat manis. Dia juga memanjakan aku. Bahkan dia melarang Ibu Maria dan Sila menyakitiku dan mendekatiku.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Alex?" batin Lara.
Lara langsung berganti pakaian dan berdandan.
Sampai di Mall, Alex menggandeng tangan Lara dan tersenyum padanya. Mereka seperti pasangan yang romantis.
"Lara kau mau nonton film dibioskop atau mau beli baju atau tas?"tanya Alex.
"Aku tidak ingin apa-apa"ucap Lara.
"Kalau begitu kita nonton film saja"ucap Alex.
Alex mengajak Lara nonton film dibioskop. Alex sengaja membooking satu ruangan untuk menonton film berdua saja dengan Lara.
"Filmnya baguskan Lara?"tanya Alex.
"Lumayan"ucap Lara.
__ADS_1
"Kau mau minum, aku sudah membelikan minuman dan camilan untukmu"ucap Alex.
Alex memberikan minuman yang sudah dibelinya untuk Lara. Lara meminum minuman itu, Alex senang melihat Lara bisa duduk bersamanya menonton film itu. Film itu mulai memunculkan adegan romantis. Alex langsung mencium Lara. Lara menerima ciuman itu dan merasa nyaman.
"Aku tidak boleh terlena oleh kehangatan Alex yang sekarang, ingat dengan apa yang sudah dilakukan paduku dan Ardi"ucap Lara dalam hatinya.
Lara langsung melepas ciuman itu. Alex coba meraih kembali bibir Lara tapi Lara langsung berdiri dan berjalan menjauh dari Alex. Alex mengejar Lara dan menghampirinya.
"Lara ada apa? kenapa kau menolak ciuman dariku?"tanya Alex.
"Haruskah seorang mangsa sepertiku memiliki hubungan dengan pemangsa yang akan memakannya. Seperti kisah dalam dongeng serigala dan domba"ucap Lara.
"Lara, kau bukan mangsaku, kau istriku"ucap Alex.
"Istrimu? kemana saja kau dari kemarin hingga baru menganggapku istri sekarang"ucap Lara.
Alex langsung memeluknya dengan erat dan kembali minta maaf pada Lara. Dia merasa Lara benar-benar sakit hati.
"Lara, maafkan aku telah menyakitimu. Aku tidak akan menyakitimu lagi. Aku akan membuat hidupmu bahagia untuk selamanya"ucap Alex.
Alex melepas pelukannya dan mengajak Lara pergi ke sebuah butik. Dia meminta Lara untuk memilih semua yang dia inginkan.
"Lara pilihlah semua yang kau mau! aku akan membayarnya. Bahkan jika harus membeli seisi butik ini, akan ku bayar"ucap Alex.
Lara hanya diam saja dan mengikuti pelayan butik itu. Pelayan itu menawarkan berbagai baju,tas dan sepatu branded pada Lara. Tapi karena Lara hanya diam, Alex yang baru menghampiri Lara langsung menyuruh pelayan itu membungkus apa saja yang tadi ditawarkan pada Lara.
Selesai membayar, Alex mengajak Lara untuk makan malam direstoran. Lara dan Alex duduk bersampingan. Alex memesan semua hidangan terbaik direstoran itu untuk Lara. Semua pesanan diletakkan dimeja oleh pelayan restoran itu.
Alex mengajak Lara untuk menyantap hidangan itu.
"Lara dulu saat kita pacaran kau suka makan gurame asam maniskan?"ucap Alex.
"Pacaran? perangkap yang kau sediakan untukku agar bersedia menikah denganmu lalu kau bisa membalas semuanya padakukan"ucap Lara.
"Lara, aku minta maaf, aku tahu aku salah. Kau pasti masih sakit hati padaku"ucap Alex.
__ADS_1
"Sekarang kita makan ya, kau pasti lapar"ucap Alex.
Alex meletakkan lauk pauk dipiring Lara, lalu dia menyuapi Lara. Lara hanya menerima makanan yang disuapi suaminya. Alex berjanji akan berusaha membahagiakan Lara dan menebus semua kesalahannya pada Lara.