
Ibu Laura pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA.Dia berjalan masuk ke rumah sakit menuju ke laboratorium untuk mengambil hasil tes DNA itu.Saat dia membuka hasil tes DNA itu,dia langsung kaget dan menangis.Ternyata gadis yang terluka masuk kerumahnya itu adalah putri kandungnya.
"Pantas saja aku merasa tidak asing saat bertemu dengannya,dia begitu mirip denganku saat muda.Dunia ini begitu sempit,dia bahkan datang menemuiku dengan sendirinya.Aku harus segera menemuinya,aku ingin sekali memeluk dan mencium keningnya,anakku"ucap Ibu Laura.
Ibu Laura meninggalkan rumah sakit itu.Dia mau mencari keberadaan Dianka.Dia harus menemukan Dianka dan memberitahunya kalau Dianka adalah putri kandungnya.
Dianka berada dirumah pribadinya dipinggiran kota.Dia berbaring diranjangnya sambil memegangi pundaknya.
"Rasanya sakit sekali padahal sudah beberapa hari,apa karena aku tidak fit akhir-akhir ini.Biasanya aku sering kena peluru tapi tak separah ini"ucap Dianka.
Tak lama Dianka mendapat telpon dari seseorang yang tak dikenalnya.Dia mengangkat telpon itu.
"Hallo"ucap Dianka.
"Temui aku di Club Cixios malam ini"ucap William.
"Siapa kau?"tanya Dianka.
"Nanti kau akan tahu siapa aku"ucap William.
Setelah itu telponnya terputus,Dianka coba mengecek no telpon itu tapi tidak ada.
"Siapa orang yang menelponku tadi?apa tujuannya ingin bertemu denganku?haruskah aku menemuinya?"tanya Dianka.
Dianka tidak tahu siapa orang yang menelponnya.Tapi dia penasaran dengan orang itu.Dia berpikir untuk menemui orang itu.
************
Dianka datang ke Club Cixios untuk menemui orang yang tidak dikenal itu.Dia berjalan masuk ke dalam club malam itu.Baru dia berjalan sebentar ada dua laki-laki menggodanya.
"Gadis cantik mau kemana?"tanya Lelaki 1.
"Temani kita minum,nanti ku beri bayaran lebih"ucap Lelaki 2.
"Apalagi kau mau menemani menghangatkan kita,aku kasih bonus lebih"ucap Lelaki 1.
"Iya gadis cantik,ayo ikut kita"ucap Lelaki 2.
__ADS_1
Tanpa bicara sepatah katapun Dianka langsung menarik lengan kedua orang itu dan membanting tubuh mereka ke lantai.
Bruuuuuuug............
"Aw.............."ucap Kedua lelaki itu.
"Dua ekor buaya seperti kalian memang pantas mendapatkan ini"ucap Dianka.
Setelah itu Dianka meninggalkan mereka.Seorang lelaki mengarahkan jalannya ke ruangan VVIP untuk bertemu dengan William.Dianka masuk ke dalam dan menemui William.Saat Dianka masuk,William sedang duduk ditemani banyak gadis cantik.
"Kau sudah datang,kemarilah duduk disitu"ucap William.
Dianka langsung duduk menghadap William.
"Apa maumu?kenapa kau ingin aku menemuimu?"tanya Dianka.
"Aku senang kau langsung to the point"ucap William.
"............."Dianka hanya diam.
"Kerjasama apa?jangan buang waktuku"ucap Dianka.
"Jadilah orangku,aku suka orang sepertimu yang setia,loyalitas dan juga cantik"ucap William.
Dianka langsung berdiri dan menghampiri William lalu menarik kerah bajunya.Gadis-gadis disekiling William pada kabur.
"Anda berani sekali memberikan penawaran seperti itu padaku,kau mau aku memberimu ini"ucap Dianka.
Dianka langsung menonjok muka William dengan tangannya tapi langsung ditangkap dengan tangan kiri William.
"Tanganmu begitu halus,tapi mampu mematikan banyak orang.Aku suka wanita yang seperti ini.Kuat diluar tapi mampu menghangatkan diranjang"ucap William.
"Kau......."ucap Dianka.
Dianka kembali mau memukul William menggunakan tangan kirinya tapi ditangkap lagi dengan tangan kanan William.Lalu William menjatuhkan Dianka disofa.Dianka berbaring dan William berada diatas tubuhnya.Lalu William menciumi bibir Dianka.Tapi Dianka mengigit bibir William.
"Aw.........."ucap William.
__ADS_1
"Beraninya kau menciumku,aku akan membunuhmu"ucap Dianka.
"Gadis galak tapi aku suka,biasanya aku tertarik perawan tapi kini aku tertarik gadis galak dan kuat sepertimu.Aku tak sabar menunggumu datang dengan suka rela ke ranjangku"ucap William.
Dianka langsung menendang William sampai terjatuh dan dia langsung berdiri.
"Sekarang aku berada diatasmu,pistol ini siap meledakkan kepalamu"ucap Dianka.
"Dianka,jangan terlalu galak,aku cuma ingin mengajakmu bermesraan"ucap William.
"Pistol ini yang akan bermesraan denganmu"ucap Dianka.
Tak lama para pengawal William masuk ke dalam ruangan itu dan mengepung Dianka dengan pistol.
"Kau pikir aku takut dengan semua pengawalmu" ucap Dianka.
"Sudah,turunkan pistol kalian biar aku bicara dengan si cantik ini"ucap William.
Para pengawal William menurunkan pistolnya.
William langsung berdiri dan memegang pistol Dianka dengan tangannya.
"Kalau kau mau bekerjasama denganku dan meninggalkan Alex,aku akan memberimu segalanya.Termasuk cintaku untukmu gadis cantik"ucap William.
"Aku tidak tertarik sampai kapanpun"ucap Dianka.
"Yasudah,kau boleh pergi dan pikirkan lagi tawaranku"ucap William.
Dianka meninggalkan ruangan itu dengan kesal.William hanya tersenyum melihat Dianka keluar dari ruangan itu.
"Apa fotonya sudah siap?"tanya William.
"Iya Bos,sesuai permintaanmu"ucap Ricard keluar dari persembunyiannya diruangan itu.
"Ini akan jadi hadiah untuk Alex"ucap William.
Ricard dari tadi ada diruangan itu bersembunyi sesuai perintah William.William akan menjalankan rencananya untuk menjatuhkan Alex.
__ADS_1