ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Rencana Busuk


__ADS_3

Zion dan Dianka sore itu sedang bermain bersama Dafa dihalaman rumahnya. Zion menaiki mobil-mobilan bersama Dafa. Mereka asyik bermain bersama. Sementara Dianka duduk ditepi halaman.


"Sayang kemarilah, kau mau naik gak?"tanya Zion.


"Ayo Bunda naik mobil-mobilan juga kaya Papa" ucap Dafa.


"Oke Bunda kesitu"ucap Dianka.


Dianka menghampiri Zion dan Dafa yang sedang naik mobil-mobilan. Dia menaiki mobil-mobilan lainnya dan mulai balapan bersama Zion dan Dafa.


"Ayo Bunda kejar Dafa dan Papa"ucap Dafa.


"Sayang kau lelet sekali, kalau sampai kalah aku akan memberimu hukuman manis nanti malam"ucap Zion.


"Dafa juga akan memberi hukuman manis nanti malam buat Bunda"ucap Dafa.


"Zion pakai membahas itu lagi didepan Dafa, lihatin aja aku akan membalasmu ya"batin Dianka.


Dianka menyusul mobil-mobilan yang dinaiki Zion dan Dafa.


"Sayang semangatmu membara, pasti kau ingin dekat dengankukan"ucap Zion.


"Bunda tadi Papa bilang mau nyium Bunda kalau udah deket"ucap Dafa.


"Sialan Zion mulutnya harus diplaster biar gak ember sama Dafa"batin Dianka.


"Sayang cepetan, nanti ciumannya double kalau kau bisa mengalahkan kami"ucap Zion.


"Zion......lihat saja aku akan menangkapmu yang menyebalkan itu"ucap Dianka


"Ayo sayang, kau seperti siput betina lambat, sampai tahun depan kau baru bisa menyusulku" ucap Zion.


"Zion kau membuatku marah, lihat saja nanti" ucap Dianka.


Dianka akhirnya bisa lebih duluan dari Zion dan Dafa. Tak lama pengawal Zion menghampiri mereka. Zion menghentikan mobil-mobilannya bersama Dafa, Dia turun dari mobil-mobilan itu  dan berbicara dengan pengawalnya.


"Bos ada yang mencari Anda"ucap Pengawal itu.


"Siapa?"tanya Zion.


"Dia tidak menyebutkan namanya, tapi dia seorang wanita"ucap Pengawal itu.


"Seorang wanita"ucap Zion.


"Dia akan tetap menunggu sampai Bos mau menemuinya"ucap Pengawal itu.


"Oke, suruh dia masuk ke ruang tamu, aku akan segera kesana"ucap Zion.


"Baik Bos"ucap Pengawal itu lalu meninggalkan tempat itu.


Zion kembali menghampiri Dianka yang asyik main mobil-mobilan bersama Dafa.

__ADS_1


"Sayang aku menemui tamu dulu ya"ucap Zion.


"Oke"ucap Dianka.


Zion meninggallkan Dianka dan Dafa dihalaman itu. Dia masuk ke ruang tamu untuk bertemu wanita yang ingin bertemu dengannya. Saat masuk ke dalam ruang tamu itu, Zion kaget dan tak percaya melihat wanita itu.


"Katrine......."ucap Zion.


"Zion lama tak bertemu"ucap Katrine.


Zion menghampiri Katrine yang sedang berdiri melihat foto pernikahan Zion dan Dianka.


"Istrimu cantik juga Zion, aku senang kau sudah melupakanku"ucap Katrine.


"Kenapa kau kembali lagi dihidupku setelah aku susah payah melupakanmu"ucap Zion.


"Aku hanya rindu padamu dan ingin memberitahu sesuatu padamu Zion"ucap Katrine.


"Apa?"tanya Zion.


"Dihari saat aku meninggalkanmu, aku sedang mengandung anakmu"ucap Katrine.


"Apa?......."ucap Zion terpaku dengan penyataan Katrine.


"Sekarang dia sudah berusia 6 tahun Zion, dia selalu menanyakan dimana ayahnya"ucap Katrine.


"........."Zion hanya diam.


"Kenapa saat itu kau malah memutuskan hubunganmu denganku, kenapa Katrine?"tanya Zion.


"Aku terpaksa Zion, aku dan kau sangat berbeda, aku hanya wanita miskin yang terlalu mencintaimu, dan saat kita menghabiskan malam bersama, saat itu hidupku hancur. Aku tidak yakin ibumu akan merestui kita. Apalagi aku sudah hamil duluan. Aku pikir meninggalkanmu itu jalan yang terbaik, tapi saat aku sadar kalau aku tak bisa hidup tanpamu kau sudah pergi ke negara ini, aku kehilangan kontak denganmu selama tujuh tahun. Aku terus mencarimu, hingga akhirnya sekarang aku menemukanmu"ucap Katrine.


"Aku tidak tahu kalau kau hamil, mungkin kalau aku tahu tak mungkin aku pergi kesini, kau tahu alasanku pergi ke negara ini adalah untuk melupakanmu. Kalau saat itu kau memberitahuku kau hamil, aku aku akan berusaha menyakinkanmu dan hidup bersamamu"ucap Zion.


Katrine mendekati Zion dan memeluknya.


"Zion maafkan aku......aku menyesal.....hik.....


hik...."ucap Katrine.


"............"Zion hanya diam saja saat Katrine memeluknya.


Tak lama Dianka masuk ke ruang tamu dan melihat Zion yang sedang dipeluk Katrine.


"Zion, kita punya anak, aku harap kita bisa seperti dulu lagi"ucap Katrine sengaja membuat Dianka cemburu.


"Zion"ucap Dianka.


Zion tersadar dan melepas pelukan Katrine.


"Dianka"ucap Zion.

__ADS_1


Dianka menghampiri Zion dan Katrine .


"Siapa dia?"tanya Dianka.


"Dia........"ucap Zion ragu.


"Aku kekasihnya Zion sebelum dia mengenalmu" ucap Katrine.


"Kekasih?"ucap Dianka.


"Ya, bahkan kami sangat lama bersama, dan kami memiliki seorang anak"ucap Katrine.


"Anak"ucap Dianka.


"Dulu kami saling mencintai bahkan kami hampir menikah, tapi karena sesuatu hal kami terpaksa berpisah"ucap Katrine.


"Benarkah itu Zion?"tanya Dianka.


"Benar"ucap Zion.


"Lalu apa maumu datang kemari?"tanya Dianka.


"Aku hanya ingin mengambil kembali Zion, karena anak kami membutuhkannya"ucap Katrine.


".........."Dianka hanya terdiam.


"Zion ikutlah bersamaku, anak kita ingin bertemu denganmu, dia sedang sakit, dia terus memanggilmu, ku mohon"ucap Katrine.


"Zion, apa kau akan pergi bersamanya?"tanya Dianka.


"Zion aku mohon pergilah bersamaku, kalau tidak kau akan menyesal ketika anak kita pergi untuk selamanya"ucap Katrine.


"Dianka maafkan aku, aku harus menemui anakku"ucap Zion.


Katrine menarik lengan Zion meninggalkan rumah itu. Sementara Dianka hanya diam membisu, dia tak percaya Zion meninggalkannya. Dia tak tahu seberapa berartinya wanita itu sampai Zion meninggalkannya. Dianka juga tidak tahu seperti apa hubungan Zion dan Katrine dimasa lalu.


***********


Gibran menemui tempat Nona Zelina ditahan oleh penculik itu. Dia pergi ke sebuah rumah besar. Gibran turun dari mobil memasuki rumah besar itu. Baru masuk ke ke dalam rumah besar itu dia langsung dibekap mulut dan hidungnya menggunakan sapu tangan dari belakang. Gibran langsung pingsan. Dua orang membawa Gibran naik ke lantai atas dan memasukkannya ke dalam kamar. Nona Zelina ada dikamar itu menunggunya. Kedua orang itu membaringkan Gibran diranjang disamping Nona Zelina.


"Bos ada lagi tugas untuk kita?"tanya Orang itu.


"Untuk sementara cukup, kalian boleh keluar" ucap Nona Zelina.


"Oke Bos"ucap Dua orang itu.


Dua orang itu berjalan keluar dari kamar itu. Sementara Nona Zelina mendekati tubuh Gibran dan mulai menanggalkan pakaian Gibran.


"Kau membuat aku harus melakukan ini Gibran, hanya dengan cara ini aku membuatmu jadi milikku"ucap Nona Zelina.


Nona Zelina juga menanggalkan pakaiannya.

__ADS_1


"Setelah ini kau akan jadi milikku Gibran"ucap Nona Zelina.


__ADS_2