
Alex mengendarai mobilnya menuju ke toko bunga. Dia ingin membeli sebuah bunga untuk Lara.Dia memilih-milih bunga yang ingin dibeli. Pilihannya jatuh pada bunga mawar merah. Dia membeli seikat bunga mawar merah untuk Lara. Selesai membeli seikat bunga itu Alex mengendarai mobilnya pulang ke rumah besarnya.
Alex turun dari mobilnya berjalan menuju ke rumahnya. Matanya melirik ke semua sudut ruangan di rumah itu mencari Lara. Dia melihat Lara sedang berdiri didepan jendela kaca lantai atas. Lara terlihat murung. Alex langsung menghampirinya. Tangan kanannya menutup mata Lara dari belakang. Tangan kirinya memberikan seikat bunga itu ke tangan Lara.
"Alex" ucap Lara langsung menebak tangan yang menutup matanya itu.
"Kau bisa tahu kalau itu aku Lara" ucap Alex.
"Hanya tangan ini yang sudah menyakitiku" ucap Lara.
Alex langsung membalikkan tubuh Lara menghadap ke arahnya.
"Aku ingin kau melihat diriku yang sekarang ingin membahagiakanmu, Lara"ucap Alex.
"Apa orang yang telah terluka parah bisa sembuh seketika, jika ada obatnya mungkinkah aku harus meminumnya, agar aku melupakan semua yang telah kau lakukan padaku"ucap Alex.
Alex langsung menyodorkan Lara sebuah pistol.
"Tembak aku jika itu bisa mengobati luka hatimu Lara"ucap Alex.
"Aku tak ingin kau mati begitu saja Alex tanpa tahu artinya sebuah penderitaan. Orang sepertimu mana tahu rasanya sakit saat harga diri kita berada dititik yang terendah dan orang yang kita sayangi dibunuh didepan kita padahal dia orang baik dan ingin menolongku"ucap Lara.
"Apa yang bisa ku lakukan agar kau bisa memaafkanku Lara?"tanya Alex.
"Aku hanya ingin melihatmu membusuk dengan semua kesalahanmu padaku"ucap Lara.
Alex langsung memeluk Lara dengan erat.
__ADS_1
"Lara, aku akan terus berusaha memperbaiki semuanya sampai kau bisa memaafkanku"ucap Alex.
Lara hanya meneteskan air matanya mendengar kata-kata Alex. Seandainya kata-kata itu didengarnya dari dulu mungkin Lara masih bisa memaafkan Alex.
***********
Alex sedang duduk diranjangnya sambil memeriksa beberapa dokumen kerjanya. Dia terlihat serius saat memeriksa dokumen-dokumen itu. Lara penasaran dengan dokumen-dokumen yang sedang diperiksa Alex.
"Apa dokumen itu ada hubungannya dengan bisnis ilegal Alex? haruskah aku bersikap manis untuk mendekatinya?"ucap Lara dalam hatinya.
Lara keluar dari kamar itu menuju ke dapur untuk membuatkan Alex kopi dan camilan. Setelah itu Lara membawa kopi dan camilan itu ke kamarnya. Dia menghampiri Alex dan berbicara pada Alex.
"Alex, apa kau ingin minum kopi? aku sudah membuatkanmu kopi dan camilan"ucap Lara.
Alex langsung menghampiri Lara dan mencium pipinya.
"Terimakasih sayang kau sangat perhatian padaku"ucap Alex.
"Lara, camilannya enak aku suka. Bisakah besok-besok kau buatkan lagi?"tanya Alex.
"Tentu, aku akan membuatkanmu lebih sering lagi"ucap Lara.
Selesai minum kopi dan makan camilan, Alex pergi ke toilet. Lara memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksa dokumen-dokumen itu.
"Apa ini ada hubungannya dengan bisnis ilegal Alex, haruskah ku kirim pada William?"batin Lara.
Lara memfoto dokumen itu dan mengirimnya pada William untuk memastikan apa dokumen itu ada hubungannya dengan bisnis ilegal. Tak lama Alex keluar dari toilet dan langsung memeluk Lara.
__ADS_1
"Lara, gimana kalau kita memiliki seorang anak pasti rumah ini sangat hangat dan dipenuhi suara-suara kecil mereka berlari-lari dirumah ini"
ucap Alex.
"Kenapa kau berpikir sejauh itu Alex, bahkan aku saja tidak pernah berharap ada buah hati diantara kita. Bisakah seorang pemangsa dan mangsanya memiliki seorang anak?"ucap Lara.
"Lara, ayo kita mulai semuanya dari awal.Aku ingin memiliki sebuah keluarga denganmu. Memiliki beberapa anak yang akan mengisi hari-hari kita, Lara"ucap Alex.
"Jika aku tidak ingin, apa kau akan memaksaku Alex?"tanya Lara.
"Tentu tidak, aku akan menunggumu sampai kau siap mengandung anak-anakku"ucap Alex.
"Sebelum semua itu terjadi aku akan mengirimmu ke penjara Alex"ucap Lara dalam hatinya.
Alex melepas pelukannya dan menariknya ke ranjang. Dia langsung membaringkan Lara, lalu mencium bibir cantiknya. Dia mengajak Lara merajut cinta.
"Hal ini yang membuatku tidak nyaman, aku takut terjebak dalam cintanya Alex padaku. Aku harus segera menemukan bukti itu"ucap Lara dalam hatinya.
Setelah selesai merajut cinta, Alex memeluk Lara dalam pelukannya. Lara memikirkan sesuatu tentang Alex yang kemarin tak pulang ke rumah.
"Kemarin malam dia kemana?kenapa dia tak pulang?apa dia bersama wanita liar diluar sana?kenapa juga aku harus peduli?"ucap Lara.
Sikap hangat Alex yang sekarang terkadang membuat Lara merasa memiliki keluarga lagi, tapi jika ingat apa yang dilakukan Alex padanya dulu, dia sangat membencinya dan ingin menjebloskan Alex ke penjara.
"Ya Allah aku takut terjebak dalam cinta. Aku belum bisa memaafkannya atas kesalahannya pada Ardi. Dia sudah menyakiti orang yang tak bersalah. Menyiksaku dengan keji, merendahkanku, dan menjadikanku hewan peliharaannya. Haruskah aku menjebloskan suamiku sendiri ke penjara?" batin Lara.
Ditempat lain Dianka hanya sendirian dirumah besar yang bahkan tanpa penerangan lampu. Alex sengaja mematikan listriknya, agar Dianka ketakutan didalam rumah besar yang gelap gulita itu.
__ADS_1
"Gelap sekali bahkan tak ada lilin disini, perutku juga lapar, aku harus menahan lapar sampai besok pagi Alex datang kemari. Apa besok dia akan memberiku makan? jika tidak, gimana dengan anakku?"ucap Dianka.
Dianka coba untuk tidur meskipun perutnya sedang lapar. Dirumah itu tidak ada makanan yang bisa dimakan. Dianka hanya bisa tidur lemas