ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Hilang


__ADS_3

Zion menemani Katrine mengajak Kevin jalan-jalan pagi. Mereka berjemur dibawah matahari pagi. kevin senang sekali bisa bersama Katrine dan Zion. Kaki dan tangan Kevin membengkak, Zion mendekati Kevin dan melihat kondisinya.


"Katrine, kaki dan tangan Kevin bengkak"ucap Zion.


"Itu karena penyakit ginjalnya, Kevin harus cuci darah"ucap Katrine.


"Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit untuk cuci darah"ucap Zion.


"Tidak usah Papa, Kevin maunya sama Papa, Kevin gak mau ke rumah sakit, cuci darah sakit"ucap Kevin.


"Kevin kau harus cuci darah biar tidak bengkak, dan kita akan mencari cara agar Kevin sembuh" ucap Zion.


"Zion entah berapa kali Kevin cuci darah tapi hanya untuk mempertahankan hidupnya, Kevin membutuhkan donor ginjal, untuk menggantikan ginjalnya yang sekarang"ucap Katrine.


"Kalau begitu ayo kita check ginjalku, mungkin cocok dengan Kevin"ucap Zion.


"Tidak, tidak usah Zion. Kevin tidak mau dioperasi, iyakan Kevin?"tanya Katrine.


"Iya Ma, Kevin cuma ingin bisa bersama Papa" ucap Kevin.


"Baiklah kalau begitu Papa akan disini menemanimu"ucap Zion.


"Kenapa Katrine seolah tidak mau anaknya dibawa ke rumah sakit, apa mungkin....?"batin Zion.


Setelah jalan-jalan pagi, mereka kembali lagi ke rumah. Zion mengantarkan Kevin ke kamarnya. Dia membantu Kevin berbaring diranjang kamar itu.


"Kevin apa yang kau rasakan?"tanya Zion.


"Lemes, sesak nafas dan pusing Pa"ucap Kevin


"Kalau gitu Kevin cepetĀ  istirahat ya"ucap Zion.


Kevin mengangguk, tak lama dia tertidur diranjangnya. Kemudian Zion keluar dari kamar itu dan duduk di sofa ruang keluarga. Katrine mengenakan dress seksi menghampiri Zion. Dia langsung duduk dipangkuan Zion.


"Katrine turunlah, jangan buat aku marah"ucap Zion.


"Zion dulu kita sering melakukan hal ini"ucap Katrine.


"Itu dulu dan sekarang keadaan dan situasinya sudah berbeda"ucap Zion.


"Kemana harus berbeda? aku masih bisa memuaskanmu seperti dulu"ucap Katrine.


"Katrine bukankah kau sendiri yang meninggalkanku dulu, kenapa sekarang seolah keadaan masih sama, aku bukan barang yang kau tinggalkan dijalanan dan ingin kau pungut kembali"ucap Zion.


"Zion, maafkan aku, ayo kita mulai dari awal lagi" ucap Katrine.


"Kau ingin mulai dari awal? aku tidak bisa, dihatiku sudah ada Dianka, dia orang yang ku cintai sekarang"ucap Zion.


"Apa istimewanya dia dariku Zion?"tanya Katrine.


"Dia mampu membuat hidupku lebih menyenangkan dan penuh warna, dia baik dan penyayang itulah yang membuatku jatuh cinta padanya"ucap Zion.


"Zion aku akan berubah lebih baik, ku mohon kembalilah seperti dulu lagi, hanya mencintaiku seorang"ucap Katrine.


"Katrine kau tahu piring yang pecah tak bisa kembali utuh, nah seperti itu perasaanku padamu, telah remuk dan tak bisa kembali lagi"ucap Zion.


Karena Zion masih saja menolaknya Katrine langsung melakukan pemanasan pada tubuh Zion. Zion langsung melepas tubuh Katrine dari pangkuannya dengan kasar.


"Jangan jadi wanita murahan hanya karena kau ingin aku kembali"ucap Zion.


Zion langsung berdiri dan meninggalkan Katrine dari tempat itu.


"Zion, aku takkan melepasmu, kau harus jadi milikku kembali dan mencintaiku"ucap Katrine.


Katrine begitu marah saat mendapati Zion tak seperti dulu lagi bahkan dia tak bisa menggodanya lagi.


**********

__ADS_1


Lara pergi ke lokasi syuting tempat Carlos berada di daerah Pegunungan Citutuan. Dia masih harus memantau Carlos sesuai perjanjiannya dikontrak kerjasamanya. Sampai dilokasi syuting Lara menghampiri Carlos yang sedang beristirahat setelah bagiannya selesai.


"Carlos"ucap Lara.


"Lara"ucap Carlos.


Lara duduk disamping Carlos dan melihat pemandangan didepannya yang begitu indah.


"Tempat syutingnya sangat indah ya"ucap Lara.


"Iya, daerahnya masih asri dan penduduknya ramah juga"ucap Carlos.


"Gimana? ada kesulitan tidak dalam proses syutingnya?"tanya Lara.


"Tidak, hanya ada sedikit gerakan yang belum ku kuasai sepenuhnya"ucap Carlos.


"Kalau begitu ayo berlatih kembalo"ucap Lara.


"Oke"ucap Carlos.


Lara kembali melatih Carlos, setelah selesai melatih Carlos, dia pergi berjalan-jalan didaerah pegunungan itu. Tak sengaja Lara melihat seekor kelinci putih yang lucu, Lara mengikuti kelinci putih itu hingga ke tepi jurang. Kakinya terpeleset dan jatuh ke dalam jurang yang dalam.


"Aaaaaaaa................."teriak Lara.


Bluuuuuuug...................


"Aw.................."ucap Lara kesakitan terjatuh dari ketinggian itu.


Lara terjatuh dalam posisi berbaring, dia berusaha bangun walaupun kakinya terluka.


"Aw.........sakit sekali, apa kakiku patah?"ucap Lara.


Lara akhirnya merangkak sedikit demi sedikit menahan rasa sakitnya. Hampir berjam-jam Lara merangkak, dia sangat kelelahan dan menahan rasa sakit dikakinya.


"Mataku mulai gelap, tidak......,aku tidak boleh pingsan....."ucap Lara.


Setelah selesai syuting, Carlos mencari keberadaan Lara, dia tak menemukan Lara setelah mencarinya kesana kemari. Carlos akhirnya mencari Lara ke tempat parkir mobilnya.


Carlos melihat mobil Lara masih ada ditempat parkir itu tapi Lara tidak ada didalam mobilnya.


"Lara kemana ya? tidak mungkin dia pulang tanpa mobilnya"ucap Carlos.


Carlos menanyakan pada kru yang bekerja ditempat itu. Dia juga bertanya pada penduduk yang ada disana tapi mereka semua tidak melihat Lara. Akhirnya Carlos menelpon Gibran.


"Hallo"ucap Carlos.


"Hallo"ucap Gibran.


"Gibran, tadi Lara datang ke lokasi syuting di daerah Pegunungan Citutuan, tadi dia melatihku menari setelah itu dia pergi untuk jalan-jalan sebentar saat aku sedang syuting. Setelah aku selesai syuting, aku tak menemukan keberadaan Lara tapi mobilnya masih ada diparkiran"ucap Carlos.


"Oke, aku akan kesana secepatnya"ucap Gibra.


"Ya"ucap Carlos.


Gibran menutup telponnnya dan langsung mengendarai mobilnya menuju ke daerah Pegunungan Citutuan. Dia secepat mungkin mengendarai mobilnya. Sampai dilokasi syuting sudah ada beberapa orang yang sedang mencari Lara. Gibran menghampiri Carlos yang juga sedang mencari Lara.


"Carlos"ucap Gibran.


"Gibran"ucap Carlos.


"Apa sudah mendapatkan petunjuk keberadaan Lara?"tanya Gibran.


"Belum, tapi tas milik Lara ada didekat tepi jurang. Apa mungkin Lara jatuh ke jurang"ucap Carlos.


"Bisa jadi"ucap Gibran.


Gibran dan Carlos langsung mendatangi tepi jurang itu.

__ADS_1


"Jurangnya lumayan dalam"ucap Carlos.


"Sepertinya harus memanggil petugas pencarian orang hilang dan aku juga membutuhkan alat untuk menuruni jurang ini"ucap Gibran.


"Benar, kita tak mungkin turun secara manual terlalu berbahaya"ucap Carlos.


Gibran menghubungi petugas pencarian orang hilang. Setelah petugas pencarian orang hilang datang, mereka semua mencari Lara menuruni jurang itu. Gibran dan Carlos juga menuruni jurang itu. Setelah sampai didasar jurang, mereka semua berpencar mencari Lara. Sudah seharian mencari tapi belum juga menemukan Lara. Hingga pencarian itu dihentikan karena sudah mulai gelap.


"Gibran, ayo kembali, kita tak mungkin mencari dalam keadaan gelap. Besok kita lanjutkan lagi pencariannya"ucap Carlos.


"Tidak, Lara pasti dalam bahaya, tempat ini berbahaya mungkin saja ada ada binatang buas, gimana kalau terjadi sesuatu padanya"ucap Gibran.


"Aku juga berpikir seperti itu, tapi kita sudah seharian mencarinya hampir ke semua sudut tempat ini, aku rasa mungkin Lara tidak ada disini"ucap Carlos.


"Baiklah, aku akan kembali ke atas tapi mungkin akan berkemah di daerah sini"ucap Gibran.


"Oke, aku akan menemanimu berkemah"ucap Carlos.


Gibran dan Carlos naik kembali ke atas. Dia membuat kemah didekat tepi jurang itu bersama Carlos. Gibran terlihat mencemaskan Lara, Carlos mengajaknya bicara.


"Gibran aku tahu kau sangat mencemaskan Lara, aku juga merasakan yang sama. Lebih baik sekarang kita berdoa saja semoga Lara baik-baik saja ditempatnya berada saat ini"ucap Carlos.


"Iya kau benar Carlos"ucap Gibran.


Gibran mendoakan Lara yang entah dimana keberadaannya. Dia begitu mencemaskan Lara.


***********


Dianka berangkat ke perusahaan milik Zion. Untuk sementara waktu, Dianka yang memimpin perusahaan Zion. Dia masuk ke dalam ruangan kerja Zion. Dianka duduk dikursi kerjanya Zion.


Dia melihat foto pernikahannya dengan Zion terpajang didinding ruangan itu.


"Zion aku kangen, cepatlah kembali"ucap Dianka.


Tak lama suara handphonenya berdering, Dianka langsung mengangkat telpon yang masuk.


"Hallo sayang"ucap Dianka.


"Hallo sayangku"ucap Zion.


"Aku kangen, kapan kau kembali?"tanya Dianka.


"Secepatnya sayang, aku juga kangen padamu"


ucap Zion.


"Sayang video call"ucap Dianka.


"Oke"ucap Zion.


Zion dan Dianka mengalihkan telponnya ke mode video call.


"Bu Boss sedang duduk disinggasananya ya"ucap Zion.


"Habis Pak Boss tak ada, jadi singgasana ini milikku, jika kau tak kembali juga semua hartamu milikku dan aku akan menikah dengan pria kaya lainnya"ucap Dianka.


"Cantik kau marah ya, aku belum kembali"ucap Zion.


"Cepatlah pulang Zion"ucap Dianka merengek manja.


"Melihat wajah cantikmu itu membuatku tergoda ingin segera membawamu ke bilik cinta"ucap Zion.


"Kalau begitu kembalilah, aku akan menantimu selalu Zion"ucap Dianka.


"Iya sayang, I Love You"ucap Zion.


"I Love You Too"ucap Dianka.

__ADS_1


Zion dan Dianka berciuman didalam video call itu. Mereka begitu merindukan satu sama lain tapi jarak dan waktu terpaksa memisahkan mereka sementara waktu.


__ADS_2