ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Romantis


__ADS_3

Gibran mengajak Zidan pergi ke warung kopi didepan TK untuk minum kopi sambil berbincang disana. Sementara Lara dan Dianka masih tetap berdiri terdiam. Mereka sama-sama bingung untuk memulai kembali pembicaraan yang sudah lama tak pernah dilakukan.


"Sudah lama tak bertemu denganmu"ucap Lara memulai pembicaraan.


"Iya, sekarang kau sudah bahagia Lara, aku ikut senang"ucap Dianka.


"Kau juga sudah bahagia sepertinya sekarang" ucap Lara.


"Maafkan semua kesalahanku dimasa lalu ya Lara"ucap Dianka.


"Aku juga minta maaf atas kesalahanku dimasa lalu"ucap Lara.


"Semuanya yang telah berlalu, kini kita punya kehidupan baru masing-masing. Semoga kedepan kita bisa menjadi teman baik"ucap Dianka.


"Ya, mari kita berteman. Oya Zion itu mirip sekali dengan Alex"ucap Lara.


"Awalnya aku mengira dia Alex, tapi setelah aku tahu asal usul dan masa lalunya serta foto masa kecil bersama orangtuanya semua itu membuktikan kalau dia bukan Alex. Dia hanya mirip, bahkan sifatnya pun berbeda"ucap Dianka.


"Tadi saat melihatnya aku kaget, aku pikir dia masih hidup. Tapi saat Gibran begitu ramah padanya, aku yakin dia bukan Alex. Gibran kan juga kenal Alex, tapi dia tidak menganggap Zion itu Alex. Dan bahkan dia terlihat akrab dengan Zion"ucap Lara.


"Anakmu sekolah TK disini juga ya"ucap Dianka.


"Iya, Mahira yang memilih sekolah TK disini, anakmu yang mana Dianka?"tanya Lara.


"Itu yang duduk diayunan sebelah kanan"ucap Dianka.


"Mirip sekali dengan Alex, maafkan aku sudah membuat Alex dihukum mati dan membuatmu berpisah dengan Alex"ucap Lara.


"Dafa memang anaknya Alex, semua yang terjadi pada Alex memang sudah seharusnya sesuai dengan apa yang telah diperbuatnya, khususnya padamu"ucap Dianka.


"Jadi saat Alex dipenjara kau sedang hamil, pasti itu berat untukmu saat kau membutuhkan sosok suami tapi malah sendirian menjalani kehamilanmu, kau wanita yang kuat dan hebat Dianka"ucap Lara.


"Kau juga wanita yang kuat dan hebat, tidak mudah menjalani hidupmu dengan segala penderitaan yang diberikan Alex padamu"ucap Dianka.


"Mari kita lupakan masa lalu dan sambut masa depan"ucap Lara.


"Kau benar mari kita lupakan masa lalu dan sambut masa depan, semangat"ucap Dianka sambil tersenyum.

__ADS_1


"Semangat"ucap Lara sambil tersenyum juga.


Lara dan Dianka akhirnya mampu mencarikan suasana. Mereka sudah sepakat untuk berteman dan melupakan masa lalu.


**********


Setelah mengantar Mahira sekolah, Gibran dan Lara pulang ke rumah. Mereka langsung masuk ke kamar. Lara membantu Gibran membereskan baju dan barang-barang yang akan dibawa ke dalam koper. Sambil membereskan itu, Lara berbincang dengan Gibran.


"Sayang kau mengenal Zion dari mana?"tanya Lara.


"Dulu saat konflik sengketa lahan didaerah Kendari. Zion itu datang dari luar negeri untuk membangun sebuah perusahaan disini, dia kesulitan untuk mengusir bangunan liar dilahan yang telah dibelinya untuk didirikan perusahaan. Karena permasalahan itu Sekretarisnya menghubungi polisi, kebetulan aku dan timku yang ditugaskan. Akhirnya terjadi negoisasi dan kesepakatan antara pihak Zion dan warga yang tinggal dibangunan liar itu"ucap Gibran.


"Tapi dia itu mirip Alex ya"ucap Lara.


"Awalnya juga aku berpikir seperti itu, tapi setelah dia menunjukkan semua identitasnya, aku yakin dia bukan Alex, cara dia berbicara dan berpikir sangat berbeda dengan Alex"ucap Gibran.


"Dianka juga bilang seperti itu, kalau Zion itu bukan Alex"ucap Lara.


"Sayang kau jadi teringat masa lalumu ya?"tanya Gibran.


"Iya, tapi ada kau disisiku aku tidak perlu bersedih lagi"ucap Lara.


"Sayang, nanti setelah kau sampai kabari aku ya" ucap Lara.


"Siap sayang, kalau perlu setiap jam aku telpon biar kau bisa melepas rindu"ucap Gibran.


"Ah, sayang"ucap Lara.


"Oya sayang memang siapa saksi yang kau lindungi itu?"tanya Lara.


"Seorang wanita, suaminya meninggal karena pembunuhan. Dan dia jadi saksi atas pembunuhan suaminya. Karena pembunuh suaminya itu bukan orang biasa jadi kasus ini cukup sulit dipecahkan. Aku ditugaskan melindunginya selama dia diluar kota untuk mengurus bisnisnya"ucap Gibran.


"Oh, apa dia cantik?"tanya Lara.


"Kau cemburu sayang?"tanya Gibran.


"Tidak, aku....."ucap Lara.

__ADS_1


"Kau tak perlu khawatir, bagiku kau wanita tercantik yang mengisi penuh hatiku. Apalagi kita punya putri kecil yang menggemaskan. Aku tak mungkin mengorbankan kebahagiaanku sekarang untuk hal kecil seperti itu sayang"ucap Gibran.


"Sayang, aku makin cinta"ucap Lara.


"Aku juga makin dan makin cinta sampai penuh hatiku dengan namamu"ucap Gibran.


Lara tersenyum dipelukan suami tercintanya. Dia tahu suaminya sangat menyayanginya dan Mahira, dia tak perlu ragu dengan kesetiaannya.


**********


Zion sedang mengerjakan pekerjaan kantornya diruangan kerja dirumahnya. Dia terus menatap layar laptopnya, tangannya terus bergerak mengecek semua data dilaptop itu. Ibu Terry masuk ke ruangan kerjanya. Dia menghampiri Zion yang sedang fokus bekerja.


"Zion, kau ini selalu bekerja dan bekerja. Kaku banget pantas istrimu gak terlihat romantis padamu. Harusnya sebagai laki-laki kau itu lebih perhatian padanya. Istrimu itukan cantik bisa saja digoda lelaki lain diluar sana"ucap Ibu Terry.


"Memang aku harus gimana Ma?"tanya Zion.


"Beli bunga gitu terus berikan pada istrimu, hal kecil seperti itu sangat penting demi kelangsungan rumah tanggamu. Apalagi kalian punya Dafa, kalian harus mempererat hubungan cinta diantara kalian"ucap Ibu Terry.


"Nanti aku beli bunga untuk Dianka"ucap Zion.


Ibu Terry langsung menjewer telinga Zion.


"Aw.....aw.....Mama ampun jangan lagi"ucap Zion.


"Heh namanya sebuah hubungan kalau tak dipupuk dan dirawat akan terasa membosankan, kalau sudah bosan larinya keperselingkuhan, kamu mau kehilangan istri cantikmu. Cepat sana beli bunga, Mama gak mau tahu"ucap Ibu Terry.


"Oke Ma, tapi lepasin dulu telinga Zion"ucap Zion.


Ibu Terry pun melepas tangannya dari telinga Zion. Dia tahu anaknya itu akan melakukan perintahnya.


Zion pergi ke toko bunga, dia melihat-lihat bunga yang akan dibelinya. Ini pertama kalinya dia membeli bunga untuk seorang wanita. Dia tak tahu harus membeli bunga yang mana, akhirnya bertanya pada penjaga toko bunga itu.


"Mba mau tanya, bunga untuk orang yang dicintai yang mana ya?"tanya Zion.


"Oh, untuk orang yang dicintai biasanya bunga mawar merah"ucap Penjaga toko bunga itu.


"Kalau begitu saya beli semua bunga mawar merah disini"ucap Zion.

__ADS_1


"Oke"ucap Penjaga toko bunga itu.


Zion tak berpengalaman soal cinta, dia tak tahu harus membeli berapa banyak bunga mawar merah itu. Baginya selama mampu membelinya, dia akan membeli semua bunga mawar merah itu.


__ADS_2