ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Kehamilan


__ADS_3

Semenjak menikah dengan William, Rahel tinggal dirumah besar milik William. Dia membawa Emaknya tinggal bersamanya. Rumah besar itu jadi tak sepi lagi semenjak ada Rahel dan Emak Titin. Ada saja yang membuat William merasa senang bersama Rahel dan Emak Titin. Pagi itu William, Rahel dan Emak Titin sarapan diruang keluarga.


"Rahel makanmu sedikit banget akhir-akhir ini, jangan-jangan kamu hamil nak"ucap Emak Titin.


"Hamil? kamu hamil sayang?"tanya William.


"Belum tahu sayang, tapi aku memang telat datang bulan"ucap Rahel.


"Sayang kau harus ke rumah sakit denganku hari ini, aku cuti hari ini ya"ucap William.


"Betul nak Willy, kalian harus ke rumah sakit. Kalau sepengetahuan Emak sih ini Rahel lagi hamil. Dari kemarin sering gak enak badan, mual dan kurang ***** makan, itukan tanda-tanda wanita hamil"ucap Emak Titin.


"Jadi gak sabar, ayo sayang kita secepatnya sarapan dan memeriksakan kehamilanmu"ucap William.


"Iya sayang"ucap Rahel.


Rahel terlihat sedikit pucat karena sering mual dan kurang ***** makan. William mengkhawatirkan kondisi Rahel. Setelah sarapan mereka pergi ke rumah sakit.


Rumah Sakit First It'S Health


William mengantar Rahel ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya. Tempat pendaftaran begitu penuh, William meminta ajudannya untuk mendaftar, sementara dia mengajak Rahel langsung ke ruang tunggu diluar ruangan Dokter Kandungan. Tak sengaja William bertemu Zion dan Dianka yang juga sedang diruangan itu.


"William"ucap Dianka.


"Dianka"ucap William.


"Kau tidak sedang membuntuti istrikukan?"tanya Zion.


"Maaf, tentu tidak. Sekarang aku juga sudah punya istri, kenalkan ini Rahel istriku"ucap William.


"Rahel, senang bertemu kalian"ucap Rahel.


Dianka yang tadi sedang duduk langsung berdiri dan memperkenalkan diri.


"Dianka, senang berkenalan denganmu, ini suamiku Zion"ucap Dianka.


"Zion"ucap Zion langsung berdiri memperkenalkan diri.


"Senang sekali bisa bertemu kalian disini, kebetulan aku juga mau memeriksakan kandungan istriku"ucap William.


"Istrimu sedang hamil juga?"tanya Zion berubah akrab pada William.


"Kemungkinan"ucap William.


"Semoga Rahel memang hamil"ucap Dianka.


"Terimakasih"ucap William.


"Dianka ke sini apa juga mau memeriksakan kandungan?"tanya Rahel.


"Iya, aku sedang hamil dua bulan"ucap Dianka.


"Selamat ya Dianka, semoga kau dan bayimu sehat selalu"ucap Rahel.


"Iya, terimakasih"ucap Dianka.


Zion mengajak William bicara berdua diatap gedung rumah sakit. Dia ingin menyelesaikan permasalahannya selama ini dengan William.

__ADS_1


"Willam aku harap kau hidup bahagia bersama Rahel"ucap Zion.


"Terimakasih Zion, aku juga minta maaf selama ini berusaha memisahkanmu dengan Dianka dengan berbagai cara, tapi kedepan aku tidak akan mengulanginya lagi dan akan lebih baik lagi"ucap William.


"Aku dan Dianka sudah memaafkanmu William, lebih baik kita hidup damai dan membesarkan anak-anak kita"ucap Zion.


"Kau benar, kita akan memiliki seorang anak"ucap William.


"Semoga kita bisa terus bersilaturrahmi ya"ucapZion.


"Oke, kapan-kapan datanglah ke rumahku, aku dan istri akan mengadakan barberque bersama kalian"ucap William.


"Boleh juga, sepertinya akan seru jika kita barberque bersama"ucap Zion.


Zion dan William akhirnya memutuskan berdamai.


William menemani Rahel masuk ke ruangan Dokter Kandungan. Rahel mengikuti pemeriksaan USG, setelah itu Dokter Kandungan berbicara dengan William dan Rahel.


"Selamat ya Tuan William, Nyonya Rahel sedang hamil 4 minggu"ucap Dokter Maya.


"Terimakasih Dok"ucap William dan Rahel.


"Karena ini trisemester pertama, jadi harus berhati-hati, jaga kesehatan dan jangan beraktifitas terlalu berat"ucap Dokter Maya.


"Iya Dok"ucap William dan Rahel.


"Saya akan meresepkan obat dan vitamin"ucap Dokter Maya.


"Baik Dok"ucap William dan Rahel.


Setelah itu William dan Rahel kembali ke rumah mereka. Sampai diirumah, Emak Titin sudah menunggu mereka diruang tamu.


"Selamat nak, kau akan jadi seorang ibu, hidupmu kini sudah sempurna. Kau punya suami dan anak" ucap Emak Titin.


"Iya Mak"ucap Rahel.


"Selamat ya nak Willy, kau akan jadi seorang ayah"ucap Emak Titin.


"Iya Mak"ucap William.


"Sekarang pergilah ke kamar, kalian pasti lelah"ucap Emak Titin.


"Iya Mak"ucap Rahel dan William.


William dan Rahel masuk ke kamar mereka. William langsung memeluk Rahel didalam kamar itu.


"Sayang, makasih ya, kau sudah membuatku jadi seorang ayah"ucap William.


"Kau juga sudah membuatku jadi seorang ibu, terimakasih sayang"ucap Rahel.


"Kau merubah hidupku yang berantakan dan gelap menjadi bahagia, sekarang aku punya keluarga kecilku sendiri"ucap William.


"Iya sayang, aku juga senang bisa bersamamu, kini aku punya suami dan anak yang ku sayangi"ucap Rahel.


"I Love You"ucap William.


"I Love You Too"ucap Rahel.

__ADS_1


"Aku akan selalu menjagamu dan buah hati kita" ucap William.


"Aku juga akan selalu disisimu dan menyemangatimu"ucap Rahel.


"Iya sayang"ucap William.


William dan Rahel begitu bahagia akan hadirnya buah hati diantara mereka. Kini hidup mereka jadi sempurna, keluarga kecil mereka akan semakin ramai dengan hadirnya buah cinta diantara mereka.


*************


Alex, Lara dan Mahira sedang bermain diplayground halaman rumah besar itu. Alex menemani Mahira perosotan. Sementara Lara sedang makan buah-buahan dikursi dekat playground itu.


"Papa ayo merosot sama Mahira"ucap Mahira.


"Iya sayang"ucap Alex.


Alex naik ke atas perosotan memangku Mahira merosot bersama.


"Satu...dua...tiga....."ucap Alex dan Mahira.


"Asyik........"ucap Mahira senang merosot bersama Alex.


"Mahira, Papa menghampiri Mama dulu ya"ucap Alex.


"Iya Pa"ucap Mahira.


Alex menghampiri Lara yang asyik makan buah-buahan. Dia duduk disamping Lara.


"Sayang, akhir-akhir ini kau senang sekali makan buah"ucap Alex.


"Habis seger rasanya makan buah"ucap Lara.


"Sayang, jangan-jangan kau hamil"ucap Alex.


"Iya ya, aku telat datang bulan sayang"ucap Lara.


"Wah Mahira akan punya adik"ucap Alex.


"Kau benar"ucap Lara.


"Besok kita ke rumah sakit ya, biar akurat"ucap Alex.


"Iya sayang"ucap Lara.


"Suaping buahnya dong sayang, jadi pengen ngelihat kamu lahap banget makannya"ucap Alex.


"Nih sayang buka mulutnya"ucap Lara.


Lara menyuapkan buah itu ke mulut Alex.


"Yam...yam...enaknya disuapi istri"ucap Alex.


"Sayang"ucap Lara lalu memeluk Alex.


"Sayang aku bahagia banget bisa bersamamu dan Mahira"ucap Alex.


"Aku juga sayang"ucap Lara.

__ADS_1


"Tapi aku takut, suatu saat kau akan ingat semuanya, mungkinkah kau akan meninggalkanku"batin Alex.


Alex takut suatu hari Lara akan ingat semuanya. Dia mungkin akan kehilangan istri dan anaknya. Tapi Alex akan berusaha agar keluarga kecilnya yang sekarang bahagia. Hanya takdir yang akan tahu apa yang akan terjadi dihari esok.


__ADS_2