ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Mengetahui Anak Giorgio


__ADS_3

Alex sedang berada dimarkas Tengkorak Berdarah. Markas Tengkorak Berdarah adalah markas yang didirikan Alex untuk kepentingan bisnis kerajaan bawahnya. Dia sedang duduk di singgasananya sambil mengecek laporan tentang bisnis ilegalnya. Alex senang semua berjalan sesuai rencananya. Datang Martin menghadap Alex.


"Kak Alex, aku sudah berhasil menangkap Ibu Laura"ucap Martin.


"Bagus, bawa dia padaku sekarang Martin"ucap Alex.


"Baik Kak Alex"ucap Martin.


Martin membawa masuk Ibu Laura menghadap Alex. Ibu Laura diseret ke depan Alex. Martin berdiri dibelakang Ibu Laura.


"Siapa kau apa maumu?" tanya Ibu Laura.


"Mauku membuat hidupmu menderita" ucap Alex.


"Apa salahku? kenapa kalian membawaku seperti ini?" tanya Ibu Laura.


Alex langsung berdiri dan berjalan menghampiri Ibu Laura. Dia berada tepat didepan Ibu Laura. Lalu berbicara pada Ibu Laura dengan menunjuk ke muka Ibu Laura dengan jari telunjuknya.


"Salahmu adalah menjadi istri Giorgio" ucap Alex.


"Aku memang istri Giorgio tapi aku tak pernah mengakuinya sebagai suamiku. Orangtuaku berhutang pada Giorgio dan memaksaku harus menikah dengannya. Aku tak ada sangkut pautnya dengan urusan Giorgio" ucap Ibu Laura.


"Aku tak peduli, seperti apa hubunganmu dengan Giorgio, yang jelas kau istrinya dan kau harus menderita atas dendamku pada Giorgio" ucap Alex.


"Nak, lepaskan Ibu. Aku ini sudah tua, apa yang kau dapatkan dari Ibu tua sepertiku?" ucap Ibu Laura.


"Justru bagus, aku lebih mudah membuatmu semakin menderita"ucap Alex.


"Kak Alex aku menemukan ini ditas milik Ibu Laura. Mungkin ini penting untukmu"ucap Martin.


Martin menghampiri Alex dan memberikan sebuah amplop pada Alex. Alex menerima amplop itu dan membukanya. Itu adalah laporan hasil tes DNA Dianka dan Ibu Laura.Alex langsung kaget setengah mati bagai disambar petir disiang bolong melihat hasil tes DNA itu. Dia langsung marah seketika dan mencekik Ibu Laura.


"Apa ini?" tanya Alex.


"Aa..itu....hasil tes DNA milikku dan anakku" ucap Ibu Laura.


"Anakmu? jadi anakmu dan Giorgio adalah Dianka?" tanya Alex.

__ADS_1


"Iya"ucap Ibu Laura.


Alex langsung mendorong tubuh Ibu Laura ke lantai.


Bruuuuuug.......


Ibu Laura langsung terjatuh ke lantai didepan Alex.


"Aw..."ucap Ibu Laura.


"Martin bawa dia, kurung dipenjara bawah tanah"ucap Alex.


"Baik Kak Alex"ucap Martin.


Martin membawa Ibu Laura ke luar dari ruangan itu dan membawanya ke penjara bawah tanah di markas Tengkorak Berdarah.


Alex langsung menendang semua barang diruangan itu. Dia juga melempar apa saja yang ada didepannya. Salah satu pengawal mendekatinya.


"Bos Alex ada apa?"tanya Pengawal itu.


"Diam kau"ucap Alex langsung menghajar pengawal itu.


Alex langsung melepas pengawal itu dan memukulkan tangannya ke tembok sekeras mungkin.


"Kenapa aku membalas dendam pada orang yang salah? aku...aku telah menyakiti Lara yang tak tahu apa-apa, sialan"ucap Alex.


Alex memanggil Martin kembali. Martin masuk keruangan itu dan menghadap pada Alex.


"Martin tangkap Dianka hidup-hidup, bawa dia padaku sekarang"ucap Alex.


"Baik Kak Alex"ucap Martin.


Martin pergi meninggalkan markas Tengkorak Berdarah untuk mencari Dianka.


************


Dianka mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya. Tapi ada dua mobil membuntutinya dari tadi. Dianka curiga mobil itu berniat buruk padanya. Dia mengendarai mobilnya secepat mungkin dan berusaha menjauh dari jangkauan kedua mobil itu. Dua mobil itu menembaki mobil Dianka.Dianka terus berusaha kabur.

__ADS_1


Martin langsung menembak ban mobil milik Dianka dan mobil itu terguling hingga terbakar, Dianka keluar dari mobil itu dengan merayap dan berbaring dijalan raya yang sepi itu. Tubuh Dianka dipenuhi luka baret ditangan dan kakinya. Martin dan pengawal Alex menghampirinya. Dianka sangat lemas dan tak bertenaga hingga dia pingsan dijalan raya itu.


Dianka terbangun dari pingsannya dan sudah berada disebuah kamar yang bagus. Luka baretnya juga sudah diobati. Dia melihat William didepannya.


"Kau lelaki yang waktu itu bukan?" tanya Dianka.


"Ya, ingatanmu bagus cantik" ucap William.


"Apa kau yang menolongku tadi?"tanya Dianka.


"Betul sekali, para pengawal Alex mengincarmu dan ingin menangkapmu" ucap William.


"Tapi kenapa? apa karena aku gagal menjalankan misi saat itu?" tanya Dianka.


Willian mendekati Dianka dan memegang dagunya.


"Cantik, asal kau tahu Alex mengincarmu karena kau anak Giorgio"ucap William.


Dianka langsung kaget dan meneteskan air matanya. William melepas tangannya dari dagu Dianka dan berdiri kembali didepan Dianka.


"Aku...aku putri Giorgio? bagaimana bisa?" tanya Dianka sambil menangis.


"Aku tidak tahu pasti tapi hasil tes DNA mu dan Ibu Laura istri Giorgio menunjukkan kalau kau adalah anaknya" ucap William.


"Jadi akulah yang seharusnya menjadi mangsa Alex bukan Lara, pantas pengawalnya mau menangkapku" ucap Dianka.


"Kau tidak usah takut, selama berada disisiku, kau aman cantik"ucap William.


"Apa bedanya aku ditangan Alex dan ditanganmu?" tanya Dianka.


"Kau tau maukukan,datanglah ke ranjangku malam ini. Aku ingin bersenang-senang denganmu"ucap William.


"........."Dianka hanya diam.


"Kau tak perlu takut cantik, aku tidak akan memaksamu untuk membuat pilihan yang sulit. Disisiku atau kau tahu kejamnya Alex seperti apa?" ucap William meninggalkan Dianka dikamar itu.


Dianka menangis dikamar itu. Dia tidak menyangka dialah mangsa Alex yang sebenarnya. Sekarang dia harus membuat pilihan bersama William atau menyerahkan diri pada Alex.

__ADS_1


"Apa yang harus ku lakukan, aku sedang hamil. Aku takut terjadi sesuatu pada anakku. Seandainya aku tidak sedang hamil mungkin aku akan menyerahkan diriku pada Alex meskipun dia nanti menyiksaku dan membunuhku. Tapi anak ini harus tetap hidup" ucap Dianka sambil menangis.


Dianka tidak tahu apa yang harus dia pilih. Dua-duanya pilihan yang penuh resiko untuk dia dan anak yang dikandung Dianka.


__ADS_2