
Dianka bangun tidur melihat Alex masih memeluknya erat. Dia coba memeriksa demam ditubuhnya,ternyata sudah turun. Dia hendak melepas pelukan itu,tapi sulit. Akhirnya Dianka mencium bibir Alex dengan perlahan, Alex bangun dan membalas ciuman Dianka sampai lama, Dianka berusaha melepas ciuman itu hingga terlepas.
"Alex aku sulit bernafas"ucap Dianka.
"Dianka sayang kau sudah membangunkan insting laki-lakiku, maka dari itu kau harus tanggungjawab"ucap Alex.
"Yasudah, kalau begitu lepaskan pelukanmu, aku akan membuatkanmu sup"ucap Dianka.
"Aku akan melepasnya setelah kau bermesraan denganku"ucap Alex.
"Tidak, kau sedang sakit, istirahat lebih dibutuhkan olehmu"ucap Dianka.
Alex tak menggubris ucapan Dianka. Dia mengajak Dianka merajut Cinta. Akhirnya Dianka menuruti kemauan Alex. Mereka merajut cinta. Beberapa kali hingga lelah. Dianka bangun mengambil handuk setelahnya.
"Alex aku mau mandi dulu"ucap Dianka setelah selesai melakukan itu.
"Kita mandi bersama saja ya"ucap Alex.
"Terserah, tapi aku harus segera membuat sup untukmu"ucap Dianka.
"Iya Dianka sayang"ucap Alex.
Alex dan Dianka akhirnya mandi bersama,setelah mandi Dianka pergi ke dapur. Dia memeriksa sayuran yang tersedia dikulkas dan ternyata habis semua. Dianka akhirnya memutuskan untuk membeli sayuran ke pusat perbelajaan.
Dianka mengendarai mobil milik Alex, menuju ke pusat perbelanjaan. Ditengah jalan mobilnya dihentikan oleh mobil anak buah William. Kron turun dari mobil dan menemui Dianka.
"Nona Dianka ikutlah denganku, Bos mencarimu"ucap Kron.
"Baik, aku akan mengendarai mobil ini ke rumah William"ucap Dianka.
"Baik Nona Dianka"ucap Kron.
Dianka pergi ke rumah besar William.Sampai dirumah itu, dia langsung menemui William yang sedang ada dikamarnya. Melihat Dianka, William langsung memeluknya.
"William lepaskan aku, ku mohon"ucap Dianka meminta William melepas pelukannya.
William melepas pelukannya itu, dia berbicara pada Dianka.
"Dianka, kita akan melanjutkan pernikahan yang tertunda"ucap William.
"Tidak bisa William, aku.....aku sudah menikah dengan Alex"ucap Dianka.
"Apa?....."ucap William kaget mendengar ucapan Dianka.
"Iya, aku sudah menikah dengan Alex"ucap Dianka.
__ADS_1
William langsung menarik tubuh Dianka dan membaringkan tubuhnya diranjang. William melepas paksa baju Dianka. Dan mencengkram lengannya hingga tak bisa melawan, Dianka berusaha melawan.
"Dianka, biarkan aku melakukan ini denganmu, biar tak ada lagi yang boleh memilikimu selain aku"ucap William.
"William, aku mohon lepaskan aku"ucap Dianka.
William mulai melakukan pemanasan pada Dianka.
"William, jangan seperti ini kalau kau memang mencintaiku"ucap Dianka.
William langsung berhenti melakukan pemanasan itu.Dia langsung berdiri dan menjauh dari tubuh Dianka.
"Pakai lagi pakaianmu Dianka"ucap William.
Dianka kembali memakai pakaiannya.Setelah itu dia menjelaskan pada William kenapa memilih menikah dengan Alex.
"William, aku dan Alex adalah target incaran Gengster Kalajengking, aku tidak mau melibatkanmu dalam pembalasan dendam Tom Snike. Aku tahu kau baik padaku, tapi aku tidak ingin kau juga jadi sasarannya karena aku. Biarlah hanya aku dan Alex yang menjadi sasarannya"ucap Dianka.
"Dianka, aku tak peduli kau sudah menikah dengan Alex ataupun tidak, aku akan tetap berusaha merebutmu dari tangannya"ucap William.
"Aku tidak tahu harus menjelaskan apa lagi, tapi ku mohon lupakan aku, kau berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku"ucap Dianka.
"Aku tidak pernah bisa mencintai perempuan lain dihidupku Dianka, meskipun aku bahkan pernah tidur dengan banyak perawan yang bersedia melepas kehormatannya untukku, tapi aku tetap saja memikirkanmu"ucap William.
Dianka keluar dari kamar William.Dia meninggalkan rumah besar itu.William sangat marah dan memanggil Kron.
"Kron beri aku seorang gadis perawan, aku ingin bersenang-senang dengan mereka malam ini"ucap William.
"Oke Bos, aku akan segera mengirim seorang gadis perawan untukmu"ucap Kron.
Kron pergi meninggalkan William untuk menjalankan perintahnya.William merasa Alex telah mengambil segalanya darinya, pertama ayahnya, posisi yang seharusnya dipegangnya, dan yang paling penting adalah Alex mengambil Dianka.
"Kau selalu mengambil semua yang ku punya Alex, lihat saja secepatnya aku menjebloskanmu ke penjara"ucap William.
**********
Lara pulang bekerja diantarkan supir pribadinya naik mobilnya. Ditengah jalan yang sepi, mobilnya dikepung beberapa mobil. Lara bingung dan keluar dari mobil itu. Seorang lelaki dengan mata yang cacat, berbaju hitam dengan simbol kalajengking menghampirinya.
"Kau istri Alex?"tanya Tom.
"Iya benar, memang ada urusan apa?"tanya Lara.
"Urusannya adalah membunuhmu"ucap Tom.
"Kenapa kau ingin membunuhku?"tanya Lara.
__ADS_1
"Karena kau adalah istri Alex. Tenang aku akan mengakhiri hidupmu dengan cepat hingga kau tak merasa sakit"ucap Tom.
Tom menyuruh dua anak buahnya menangkap Lara.
"Bunuh dia jangan tersisa"ucap Tom.
"Lepaskan aku, aku tak ada hubungannya dengan Alex dan masalahnya denganmu"ucap Lara.
"Dengan menjadi istri Alex, itulah masalahmu" ucap Tom.
Saat Lara ditangkap kedua anak buah Tom. Terdengar suara pistol ditembakkan ke udara.
Doooor...................
Gibran datang menghampiri mereka semua.
"Lepaskan gadis itu, aku polisi"ucap Gibran sambil menunjukkan ID Card kepolisiannya.
"Kau polisi, kau pikir aku takut, tangkap dia juga"ucap Tom menyuruh anak buahnya.
Anak buah Tom menghampiri Gibran untuk menangkapnya, Gibran langsung menghajar anak buah Tom. Dia berlari ke arah Lara dan melepaskannya dari cengkraman anak buah Tom.
Gibran menghajar anak buah Tom satu persatu.
Anak buah Tom mulai menggunakan pistol untuk melukai Gibran dan Lara.Gibran membawa Lara untuk kabur dari tempat itu karena tak mungkin melawan anak buah Tom yang begitu banyak dan membawa pistol. Dia tak ingin membahayakan nyawa Lara. Dia membawa Lara berlari menjauh dari kejaran anak buah Tom.
Doooor......doooor...........doooor..........
Suara pistol yang terus menghujani Gibran dan Lara yang terus berlari. Sampai disebuah jembatan. Gibran mengajak Lara untuk melompat ke sungai besar itu.
"Tapi Gibran"ucap Lara tak yakin.
"Tak ada waktu Lara, mati ditangan mereka atau kita coba berusaha untuk hidup"ucap Gibran.
Lara mengangguk, mereka berdua lompat ke sungai besar itu.
Byuuuuuur...................
Gibran dan Lara terbawa arus sungai itu. Anak buah Tom kehilangan mereka.
"Sial, mereka bunuh diri"ucap Anak buah Tom.
"Ayo kita kembali, dan melapor pada Bos" ucap Anak buah yang lain.
Anak buah Tom akhirnya pergi. Sementara Gibran dan Lara hanyut terbawa air sungai itu.
__ADS_1