ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Dilelang


__ADS_3

Dianka berbaring diranjang kamar Alex yang berada di Markas Tengkorak Berdarah. Dia tidur dengan nyaman sambil memegang perutnya. Alex datang ke Markas Tengkorak Berdarah lalu berjalan masuk ke kamarnya. Matanya melihat Dianka yang sedang tidur dengan nyaman. Alex menghampirinya. Dia membangunkan Dianka yang sedang tidur.


"Dianka...mangsaku bangunlah!"ucap Alex.


"Alex...kau datang"ucap Dianka lalu duduk menghadap Alex.


"Dengar Dianka, biaya berobat Ibumu sangat mahal jadi kau harus melakukan sesuatu untukku"ucap Alex.


"Apa?...tolong jangan hentikan biaya berobat Ibuku, aku akan melakukan apapun untukmu"


ucap Dianka.


Alex memberikan sebuah dress cantik dan alat make up untuk Dianka.


"Untuk apa dress ini Alex?"tanya Dianka.


"Jangan berani bertanya, cepat pakai dan berdandanlah yang cantik"ucap Alex.


"Baiklah Alex asal kau memenuhi janjimu tadi"


ucap Dianka.


Alex keluar dari kamar itu, Dianka langsung mengganti bajunya dengan dress itu. Dia juga berdandan secantik mungkin sesuai permintaan Alex.


"Apa Alex akan menjualku? aku kenal sekali Alex,


dia tak mungkin bersikap baik pada musuhnya dari dulu"ucap Dianka.


"Jika benar dia akan menjualku, haruskah aku mengikuti kemauannya atau?"ucap Dianka.


Dianka keluar dari kamar itu menemui Alex yang berada diruang tamu. Sesaat Alex terpesona dengan kecantikan Dianka yang dari dulu tak pernah berdandan kini terlihat sangat cantik setelah berdandan. Tak lama dia tersadar dari lamunannya. Alex berdiri dan berjalan menghampiri Dianka.


"Ikut aku"ucap Alex.


Alex menarik lengan Dianka berjalan keluar dari markas itu. Dia dan Dianka naik ke mobil pribadi milik Alex. Sepanjang perjalanan Dianka cemas,


dia tahu Alex bukan orang yang mudah memaafkan orang lain. Apalagi menyangkut dendam.Sampai disebuah gedung dipinggiran kota. Gedung itu jauh dari pemukiman penduduk. Diparkiran gedung itu penuh mobil-mobil mewah berjejer. Dianka pernah datang ke tempat itu,dia langsung menebak sesuatu dipikirannya.


"Ini tempat pelelangan gelap, apa saja dilelang ditempat ini bahkan manusia"ucap Dianka dalam hatinya.


"Apa Alex akan????"ucap Dianka dalam hatinya.


Alex dan Dianka masuk ke gedung itu. Di dalam gedung itu sudah dipenuhi para lelaki kaya.


Mereka berpenampilan rapi dan semua barang yang dikenakannya branded. Alex mengantarkan Dianka ke podium. Setelah itu Alex turun dari podium dan duduk diantara semua orang yang hadir. Dia duduk dikursi paling depan. Acara itu dimulai oleh seorang pembawa acara.Pembawa acara itu berdiri disamping Dianka.


"Selamat malam Tuan-tuan besarku"ucap Carli.


"Malam"ucap Semua yang hadir.


"Malam ini kita akan melelang seorang gadis cantik didepan saya ini. Mulai dibuka dari harga 100 juta, silahkan melakukan penawaran"ucap Carli.


"Benar, aku akan jual oleh Alex"ucap Dianka dalam hatinya.

__ADS_1


"300 juta"ucap Bos Cu.


"500 juta"ucap Bos Gongsu.


"800 juta"ucap Bos Rion.


"Ada lagi?"tanya Carli.


"1 Milyar"ucap Bos Tengfo.


"3 Milyar"ucap Bos Zoka.


"5 Milyar"ucap Bos Buya.


"10 Milyar"ucap Bos Hexa.


"20 Milyar"ucap Bos Cu.


"30 Milyar"ucap Bos Gongsu.


"30 Milyar,ada lagi yang berani dari ini?"tanya Carli.


"50 Milyar"ucap Bos Tengfo.


"1 Trillion"ucap Buya.


"1 Trillion pertama, 1 Trillion kedua, 1 Trillion ketiga, terjual pada Bos Buya"ucap Carli mengetok palu tiga kali.


Tok...tok...tok...


Dianka hanya bisa menurut karena dia tidak mungkin melawan Alex demi Ibunya. Bos Buya membawa Dianka turun dari podium.


"Cantik malam ini kau akan jadi milikku sayang"


ucap Bos Buya.


"Alex..."ucap Dianka dalam hatinya sambil melihat ke arah Alex.


Bos Buya membawa Dianka keluar dari gedung itu. Dia membawa Dianka masuk ke mobilnya.


Mereka pergi ke Hotel Barbian Night. Sampai dihotel itu Bos Buya langsung tak sabaran cepat-cepat membawa Dianka ke kamar hotel.


Dikamar hotel itu, Bos Buya sudah tak sabar ingin bermalam dengan Dianka. Tapi Dianka merayunya untuk mengajaknya minum-minuman beralkohol.


Bos Buya setuju, dia dan Dianka duduk disofa kamar hotel itu. Dianka menuangkan Bos Buya minuman itu.


"Ayo Bos minum lagi"ucap Dianka sambil menuang minuman beralkohol itu.


Bos Buya sesekali mencium pipi Dianka. Dianka hanya tersenyum palsu padanya.


"Ayo Bos minum lagi"ucap Dianka sambil menuang minuman beralkohol itu.


Setelah beberapa kali dituangkan minuman beralkohol itu Bos Buya tepar karena kebanyakan minum.

__ADS_1


"Akhirnya dia KO juga, tinggal ku ikat, beres deh" ucap Dianka.


Dianka mengikat tangan dan kaki Bos Buya itu.


"Selesai juga, aku harus segera pergi dari sini sebelum dia sadarkan diri"ucap Dianka.


Dianka keluar dari kamar hotel itu. Baru berjalan beberapa langkah Alex langsung menarik lengannya dan membawanya masuk ke kamar hotel lain. Alex melempar Dianka ke ranjang dikamar itu.


Bruuuuuug...


Suara tubuh Dianka terjatuh diranjang itu.


"Alex"ucap Dianka memandang Alex yang terlihat sangat dingin.


"Dianka, ternyata kau pintar sekali membebaskan diri dari Bos Buya.Seharusnya aku tidak meremehkanmu"ucap Alex.


"Aku hanya melindungi diriku"ucap Dianka.


"Dianka kau begitu tak mau disentuh laki-laki lain. Mungkin kau hanya ingin disentuh olehku"


ucap Alex.


Alex melepas semua kancing bajunya. Dia menanggalkan baju atasnya. Lalu mendekati Dianka.


"Alex kau mau apa?"tanya Dianka.


Alex tidak menjawab ucapan Dianka dan malah mencium Dianka. Dianka berusaha melawan tapi tangannya dipegang Alex. Setelah dengan puas mencium bibir cantik Dianka.


"Alex apa yang akan kau lakukan padaku?"tanya Dianka.


"Karena kau tak mau disentuh laki-laki lain maka biarkan aku memuaskanmu malam ini Dianka"


ucap Alex.


"Tidak..., jangan Alex ku mohon"ucap Dianka.


Alex tak mendengar ucapan Dianka. Dia langsung merobek dress yang dikenakan Dianka.Karena dressnya robek, Dianka langsung menampar Alex sekuat tenaga hingga mulut Alex berdarah dan pipinya membiru.


"Dianka"ucap Alex berteriak.


"Kau ingin menyakitiku lagi Alex, tidak puas tadi kau sudah melelangku"ucap Dianka.


"Aku akan membuatmu menderita seperti yang dilakukan ayahmu pada keluargaku"ucap Alex.


"Lenyapkan aku sekarang biar kau puas, atau biarkan aku menjatuhkan diri dari hotel ini semuanya akan berakhir dan dendammu terbalaskan"ucap Dianka.


Alex langsung mencengkram tangan Dianka dan mengikatnya dengan dasi miliknya.Dia membawa Dianka keluar dari hotel dan naik ke mobilnya. Mereka pergi ke suatu tempat, dia meminta supirnya berhenti didepan danau dekat jalan raya itu. Dia membawa Dianka ke danau itu dan menyuruhnya berendam semalaman.


"Karena kau tadi membuatku marah, maka berendam lah didanau itu semalaman sampai kau memohon padaku untuk memaafkanmu"ucap Alex.


"Aku tak akan meminta maaf padamu, aku tidak takut jika harus berendam semalaman disini"ucap Dianka.


Dianka akhirnya berendam didanau itu semalaman.

__ADS_1


Esok harinya pengawal Alex membawanya pulang ke rumah besar itu.


__ADS_2