
Mahira berjalan ditepi jalan sampai dia kelelahan. Dia sudah tak kuat jalan lalu dia memutuskan untuk duduk ditepi jalan itu, dua orang preman menghampiri Mahira yang sedang duduk.
"Adik kecil mau permen?"tanya Anto.
"Gak Om, Mahira gak boleh sembarangan nerima pemberian orang, kata Mama"ucap Mahira.
"Nih bocah pinter amat"ucap Roni.
"Udah paksa aja"ucao Anto.
"Ayo ikut Om"ucap Roni menarik tangan Mahira.
"Gak mau Om, Mahira mau ketemu Mama"ucap Mahira.
"Pokoknya cepet ikut"ucap Anto.
"Gak mau....tolong....tolong....."ucap Mahira.
"Seret aja"ucap Rino.
Rino dan Anto menyeret Mahira hingga lulutnya terseret dijalan.
"Aw.....sakit Om...hik....hik....."ucap Mahira.
"Lepaskan anakku"ucap Alex yang baru datang.
"Siapa kau berani sekali"ucap Anto.
"Hajar aja dia, kita berdua ini"ucap Rino.
"Om....tolong Mahira hik...hik...."ucap Mahira pada Alex.
"Berani sekali kau menyakiti putriku"ucap Alex dengan tatapan dingin.
"Bro serem juga"ucap Anto.
"Udah kita berdua ini"ucap Rino.
Alex langsung menendang kedua orang itu yang berjalan mendekatinya.
Bruuuuug............
Mereka berdua terjatuh dijalan, mereka berdua kembali bangun dan melawan Alex. Sekali dua kali pukul dan tendang mereka berdua tumbang.
Alex langsung melumpuhkan mereka berdua yang memang bukan tandingan Alex. Selesai membereskan kedua preman itu, Alex menghampiri Mahira dan membopongnya masuk ke mobilnya. Alex duduk dibelakang mobil bersama Mahira.
"Om makasih ya"ucap Mahira.
"Panggil aku Papa"ucap Alex.
"Papa? tapi aku sudah punya Papa"ucap Mahira.
"Mahira, aku ini Papamu yang sebenarnya nak"ucap Alex.
"Lalu Papa Gibran?"tanya Mahira.
"Dia Papa yang merawatmu, saat Papa tidak ada disisimu"ucap Alex.
"Jadi Om, Papaku?"tanya Mahira.
"Iya nak"ucap Alex.
"Papa"ucap Mahira memeluk Alex.
Alex membalas pelukan Mahira.
"Kau ingin bertemu Mamakan?"tanya Alex.
"Iya Pa"ucap Mahira.
"Ayo kita bertemu Mama"ucap Alex.
"Asyik......"ucap Mahira.
Alex membawa Mahira ke rumah besarnya. Dia menggendong Mahira naik ke kamarnya. Disana Lara sedang duduk bersantai sambil merajut sweater.
"Sayang coba kau tebak siapa yang ku bawa?" tanya Alex.
"Mama......"ucap Mahira melihat Lara.
"Mahira....."ucap Lara langsung berdiri dan menghentikan kegiatannya. Dia langsung berjalan menghampiri Alex dan Mahira.
__ADS_1
Alex menurunkan Mahira dari punggungnya. Kemudian Mahira langsung memeluk Lara.
"Mama aku kangen"ucap Mahira.
"Mama juga kangen sama Mahira"ucap Lara.
"Mama sekarang tinggal sama Papa ya?"tanya Mahira.
"Iya sayang"ucap Lara.
"Aw........sakit"ucap Mahira melepas pelukannya.
"Kenapa sayang?"tanya Lara.
Lara melihat kedua lutut Mahira baret hingga berdarah. Dia mengajak Mahira duduk disofa dikamar itu. Kemudian dia mengambil obat luka untuk Mahira. Lara mengobati luka Mahira.
"Aw.....perih Mama"ucap Mahira.
"Mama akan mengoleskannya pelan-pelan ya"ucap Lara.
"Iya Ma"ucap Mahira.
Lara mengoleskan obat luka itu pelan-pelan. Setelah selesai Lara kembali memeluk Mahira, Alex menghampiri keduanya dan memeluk mereka berdua.
"Aku senang bisa berkumpul lagi dengan kalian"ucap Alex.
"Iya sayang"ucap Lara pada Alex.
"Papa, Mahira boleh tinggal sama Mama?"tanya Mahira.
"Boleh nak, kita akan tinggal bersama dan takkan terpisahkan lagi"ucap Alex.
Alex merasa senang sekian tahun penebusan dosanya, akhirnya bisa bersama istri dan anaknya lagi.
************
Dianka bangun dari tidur langsung berlari ke toilet. Dia berkali-kali muntah. Mendengar suara Dianka muntah, Zion bangun dari ranjang menuju toilet. Dia melihat Dianka muntah-muntah, Zion memijat lehernya.
"Sayang apa kau sedang sakit?"tanya Zion.
"Enggak, cuma akhir-akhir ini setiap pagi aku mual"ucap Dianka.
"Jangan-jangan kau hamil sayang"ucap Zion.
"Yes....."ucap Zion.
"Zion, jangan seneng dulu, kita harus Test Pack dan pergi ke rumah sakit biar akurat"ucap Dianka.
"Mau hamil atau tidak aku tetap senang sayang, bisa bersamamu dan Dafa itu yang terpenting"ucap Zion.
Dianka langsung memeluk Zion.
"Zion I Love You"ucap Dianka.
"I Love You Too sayang"ucap Zion.
"Zion bisakah kau ambilkan Test Pack meja riasku?"tanya Dianka.
"Siap sayang"ucap Zion.
Zion mengambil Test Pack di meja rias Dianka, lalu memberikannya padanya.
"Zion keluar dulu"ucap Dianka.
"Oke"ucap Zion.
Zion keluar dari toilet, dia berdiri didepan pintu toilet menunggu Dianka. Tak lama suara kebahagiaan terdengar dari toilet, kemudian pintu toilet itu terbuka dan Dianka menunjukkan hasil test pack pada Zion.
"Sayang garis dua, apa maksudnya?"tanya Zion.
"Aku hamil Zion"ucap Dianka.
"Kau hamil?"tanya Zion sekali lagi.
"Iya"ucap Dianka.
Zion langsung menggendong Dianka.
"Yes...."ucap Zion.
"Apa kau senang Zion?"tanya Dianka.
__ADS_1
"Tentu sayang, aku senang sekali, sebentar lagi akan ada Zion junior"ucap Zion.
"Zion....."ucap Dianka.
"Makasih ya sayang kau sudah memberiku kebahagiaan"ucap Zion.
"Iya Zion"ucap Dianka.
"Kau mau makan apa? kita booking restoran, kalau perlu hanya aku dan kamu yang makan direstoran itu"ucap Zion.
"Aku ingin makan masakanmu Zion"ucap Dianka.
"Sayang, kau yakin, gimana kalau tidak enak?"tanya Zion.
"Papa dede bayi harus usaha dong"ucap Dianka.
"Demi dede bayi dan dirimu, oke masak masakan gosong tidak masalah"ucap Zion.
"Jangan gosong juga Zion"ucap Dianka.
"Beres"ucap Zion.
Zion dan Dianka berada didapur. Zion mulai menyiapkan bahan dan bumbu untuk memasak.
"Lihatlah sayang kemahiranku memasak"ucap Zion.
"Zion jangan sombong dulu, kau yakin bisa?" tanya Dianka.
"Bisa tapi gak yakin enak"ucap Zion.
"Semangat"ucap Dianka.
"Semangat"ucap Zion.
Zion memasak semua bahan, dia mau membuat capcay dan ayam goreng untuk Dianka.
"Sayang memang menggoreng ayam meletup seperti ini, rasanya kaya kena omel Emak nih"ucap Zion.
"Itu karena kau tidak tutup saat menggorengnya, seharusnya kau tutup pakai tutup wajannya"ucap Dianka.
"Aku pakai baju astronot dulu biar aman"ucap Zion.
"Kau ini ada-ada saja Zion"ucap Dianka.
"Lihat saja nanti ayam goreng buatanku dijamin tidak enak"ucap Zion.
Dianka tersenyum, dia menghampiri Zion dan memeluknya dari belakang .
"Zion, terimakasih"ucap Dianka.
"Terimakasih karena aku mahir memasak?"tanya Zion.
"Karena kau membuat hidupku penuh tawa"ucap Dianka.
"Sayang kalau gitu kau harus membayarku, lawakanku ini tidak gratis"ucap Zion.
"Kau mulai matre"ucap Dianka.
"Aku belajar darimu"ucap Zion.
"Zion...."ucap Dianka gemas pada Zion.
"Nah udah matang semuanya sayang dijamin kau kenyang rasa nomor dua"ucap Zion.
"Oke"ucap Dianka.
Zion menyajikan makanan itu dimeja makan. Kemudian Dianka mulai memakannya.
"Gimana sayang apa perlu ku ambilkan tempat sampah?"tanya Zion.
"Enak"ucap Dianka.
"Yang betul aku saja takut memakannya"ucap Zion.
"Coba makan nih"ucap Dianka menyuapi Zion.
"Yam...yam....yam....rasanya....rasanya....hambar" ucap Zion.
"Enak banget sayang"ucap Dianka begitu lahap memakan masakan Zion.
"Padahal rasanya gajebo kok Dianka lahap bener"batin Zion.
__ADS_1
Dianka menghabiskan semua masakan yang dimasak Zion.