ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Menemui Mahira


__ADS_3

Dafa sedang menunggu dijemput Dianka. Dia bermain diplayground TK Almanda. Alex masuk ke dalam TK dan menghampiri Dafa yang sedang main perosotan. Dafa melihat ke arah Alex, dia mengira itu Zion.


"Papa yang menjemput Dafa ya"ucap Dafa.


"Benar, Papa akan mengantar Dafa pulang"ucap Alex.


"Suara Papa kok beda?"tanya Dafa.


"Karena aku Papa kandungmu Dafa"ucap Alex.


"Papa kandungku?"ucap Dafa.


"Apa Ibumu tidak memberitahumu kalau siapa Papa kandungmu"ucap Alex.


"Bunda bilang ayahku sudah meninggal"ucap Dafa.


"Papa belum meninggal hanya pergi jauh dan sekarang sudah kembali"ucap Alex.


"Tapi Papa mirip Papa Zion"ucap Dafa.


"Itu karena kita kembar"ucap Alex.


"Jadi Papa saudaranya Papa Zion"ucap Dafa.


"Benar, sekarang ikutlah dengan Papa"ucap Alex.


"Jangan mau Dafa"ucap Dianka.


Dianka baru saja datang dan dia melihat Alex dan Dafa sedang berbincang.


"Bunda"ucap Dafa.


Dianka langsung merangkul Dafa dan menatap Alex dengan kesal.


"Alex kau mau apa?"tanya Dianka.


"Aku hanya ingin bertemu anakku, apa salah?" tanya Alex.


"Aku mohon biarkan kami hidup tenang Alex"ucap Dianka.


"Kenapa? aku hanya ingin mengantar Dafa pulang"ucap Alex.


"Oh terimakasih, tapi sekarang ada aku jadi kau boleh pulang"ucap Dianka.

__ADS_1


"Dianka aku berhak atas Dafa, kau lupa akulah ayahnya Dafa"ucap Alex.


"Bunda apa benar dia ayahku?"tanya Dafa.


"..........."Dianka hanya diam.


"Kau takut memberitahu Dafa yang sebenarnya, kalau aku ayahnya"ucap Alex.


"Aku rasa pembicaraan kita cukup sampai disini" ucap Dianka.


Dianka menarik lengan Dafa meninggalkan tempat itu. Dia tidak ingin Alex mencuci otak Dafa. Masih terlalu kecil untuk Dafa mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Dianka masuk ke mobilnya bersama Dafa. Mobil itu melaju meninggalkan TK Almanda. Di dalam mobil Dafa berbicara pada Dianka.


"Bunda apa lelaki yang mirip Papa Zion itu adalah Papaku?"tanya Dafa.


"Papamu sudah meninggal Dafa, dia bukan orang baik, jangan sekali-kali bicara dengannya, ingat kata Bunda"ucap Dianka.


"Bunda memangnya wajah Papaku mirip Papa Zion ya?"tanya Dafa.


"Dafa sayang yang terpenting sekarang Dafa sudah punya Papa Zion, dia sangat menyayangimu"ucap Dianka.


"Tapi Dafa ingin bertemu dengan Papaku sebentar saja Bunda"ucap Dafa.


"Tidak Boleh, dia belum tentu Papamu, dengarkan Bunda, bisa saja dia orang yang jahat"ucap Dianka.


"Seperti penculik ya Bunda"ucap Dafa.


**************


Sepulang menjemput Mahira, Lara mengajak Mahira berbelanja mainan ke toko mainan.


Mahira berjalan kesana kemari memilih mainannya. Sementara Lara sedang mengobrol dengan pemilik toko mainan itu. Alex memberikan Mahira sebuah boneka barbie.


"Makasih Om"ucap Mahira.


"Om? aku Papamu Mahira bukan Om"ucap Alex.


"Papaku sedang bekerja, Om siapa?"tanya Mahira.


"Papamu yang sebenarnya aku, sayang"ucap Alex.


Lara berjalan mencari Mahira, dia melihat Alex sedang berbincang denfan Mahira. Dia bergegas menghampiri Mahira.


"Alex kau mau apa lagi? tidak puaskah kau mengganggu hidupku"ucap Lara sambil memeluk Mahira.

__ADS_1


"Mama Om ini memberiku boneka barbie"ucap Mahira.


Lara hanya mengelus kepala Mahira dengan tangannya.


"Lara ternyata kau menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya bahwa akulah ayah biologis Mahira"ucap Alex.


"Hentikan....., kau selalu membuatku menderita. Apa kau tak senang melihat hidupku sekarang bahagia"ucap Lara.


"Aku hanya ingin anakku tahu siapa ayahnya, apa salah"ucap Alex.


"Ku mohon dengan sangat pergilah dari hidupku dan keluargaku, biarkan aku hidup tenang"ucap Lara.


"Aku hanya ingin kau dan sikecil kembali bersamaku"ucap Alex.


"Jangan mimpi, aku takkan kembali ke dalam neraka lagi"ucap Lara.


"Neraka? aku tidak akan sekeji itu, aku akan membuatmu bahagia bersamaku"ucap Alex.


"Tidak, hidupku sekarang sudah sangat bahagia justru kedatanganmu membuat hidupku tak nyaman lagi"ucap Lara.


"Bunda jangan marah sama Om, dia tadi sudah memberi Mahira boneka"ucap Mahira.


"Sayang kau tak mengenalnya, dia bukan orang yang baik"ucap Lara.


"Alex jangan pernah temui aku dan anakku lagi"ucap Lara.


Lara membawa Mahira pergi dari tempat itu. Dia tak mau Mahira terpengaruh ucapan Alex. Lara takut semuanya akan seperti dulu lagi.


***********


William sedang asyik meminum anggur digelas miliknya sambil duduk didekat balkon rumahnya.


Alex menhampirinya untuk memberi laporan pada William. Tanpa basa basi Alex langsung bicara pada William.


"Aku sudah menjalankan perintahmu"ucap Alex.


"Bagus, permainan ini akan semakin menarik. Aku suka bermain-main dengan mereka, ini seru mengusir kebosananku"ucap William.


"Ada tugas lainnya Bos?"tanya Alex.


"Nanti aku akan memberimu perintah lagi, untuk hari ini sudah cukup membuatku puas"ucap William.


"Baik Bos"ucap Alex.

__ADS_1


"Kau memang sangat berguna untukku"ucap William.


William tersenyum, dia senang permainannya semakin menarik dan menyenangkan. Alex ternyata berguna untuknya.


__ADS_2