ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Hilang Ingatan


__ADS_3

Lara terbangun dan melihat sekelilingnya. Dia melihat interior kamar yang begitu mewah. Lara bangun kemudian berdiri, dia tidak tahu sedang berada dimana. Kakinya melangkah melihat seisi ruangan kamar itu. Tiba-tiba seorang lelaki masuk ke dalam kamar itu. Lara kaget saat melihat lelaki itu.


"Kau sudah bangun"ucap Alex.


"Iya, siapa kau ?"tanya Lara.


"Aku Betrand Antonio, suamimu"tanya Alex.


"Suamiku?......"ucap Lara kebingungan.


"Namamu Kania Ayusita, istriku"ucap Alex.


"Aku istrimu?"tanya Lara.


Alex mendekati Lara yang kebingungan.


"Sayang, kita sudah menikah selama tujuh tahun dan kita saling mencintai"ucap Alex.


"Benarkah?"tanya Lara.


"Iya sayang"ucap Alex.


Alex memeluk Lara dalam dekapannya.


"Aku rindu padamu Lara"batin Alex.


"Aku lapar"ucap Lara.


"Kau lapar sayang, ayo ikut denganku"ucap Alex.


Alex mengajak Lara keluar dari kamar itu dan membawanya ke lantai bawah. Dia mengajak Lara ke ruang makan. Disana ada beberapa pelayan yang melayani mereka.


"Duduklah sayang, kau sudah laparkan"ucap Alex.


"Iya, aku lapar"ucap Lara.


Lara duduk dikursi bersama Alex, lalu pelayan mengambilkan makanan untuknya.


"Sayang makanlah makananmu, ku lihat kau kurusan sekarang"ucap Alex.


"Iya makasih sayang"ucap Lara.


Lara memakan makanan yang dihidangkan dipiringnya. Alex menemaninya makan sambil tersenyum melihat Lara ada bersamanya. Setelah makan Alex mengajak Lara pergi ke lantai atas.


Dia mengajak Lara masuk ke kamarnya.


"Sayang lihatlah foto pernikahan kita, kau lihat kita sudah menikahkan"ucap Alex.


"Ini foto pernikahan kita, aku tidak ingat apapun" ucap Lara.


"Itu karena kau kecelakaan dan hilang ingatan" ucap Alex.


"Maafkan aku tidak bisa mengingatmu"ucap Lara.


"Kau tidak usah memikirkan hal itu, aku tetap mencintaimu meskipun kau tidak ingat aku"ucap Alex.


"............."Lara hanya terdiam.

__ADS_1


Alex mendekati wajah Lara dan menciumnya dengan hangat lalu melepasnya perlahan.


"Sekarang kau istirahat, aku mau berangkat bekerja dulu. Nanti pulang bekerja kita jalan-jalan biar kau tidak bosan dirumah"ucap Alex.


Lara hanya mengangguk, lalu Alex mencium pipinya dan meninggalkan kamar itu.


"Ciumannya terasa hangat, sepertinya aku pernah merasakan ciuman itu, apa dia benar-benar suamiku?"ucap Lara.


Lara beristirahat diranjang itu. Dia memikirkan ucapan Alex dan mencoba mengingat semuanya.


***********


Dianka mengerjakan semua pekerjaan yang dikerjakan Zion sebelumnya. Dia mengecek semua laporan keuangan perusahaan. Tak lama Sekretaris Yuma masuk ke ruangannya. Dia memberikan beberapa berkas yang harus ditanda tangani Dianka.


"Dianka ini berkas-berkas yang harus kau tanda tangani"ucap Sekretaris Yuma.


"Letakkan dimeja"ucap Dianka.


"Dianka, jam 10 pagi ini kau dijadwalkan bertemu CEO dari Perusahaan Three Stars Group"ucap Sekretaris Yuma.


"Oke"ucap Dianka.


Sekretaris Yuma keluar dari ruangan itu. Kemudian Dianka melanjutkan pekerjaannya.


***********


Gibran mencari Lara kembali bersama tim pencarian orang hilang. Mereka menuruni jurang kembali. Gibran mencari Lara mengelilingi hutan belantara dijurang itu. Dia tidak menemukan Lara. Sampai setengah hari dia berjalan tapi belum juga menemukan Lara. Hingga seorang tim berteriak memanggil rekan lainnya.


"Ada mayat"ucap Dodi.


"Mayat"ucap Gibran.


"Ini baju yang dikenakan Lara, bahkan kalung yang dipakainya kalung pemberianku, tidak mungkin......"ucap Gibran tak percaya.


"Mas apa mayat istri Anda?"tanya Pak Tio pemimpim tim pencarian orang hilang.


"Kemungkinan, karena dari baju dan kalung yang dipakainya milik istri saya"ucap Gibran.


"Kalau begitu kami akan membawa mayatnya naik ke atas"ucap Pak Tio.


"Iya Pak"ucap Gibran.


Merekapun kembali ke atas. Carlos menghampiri tim itu dan Gibran. Dia melihat mayat yang ditemukan itu.


"Gibran ini baju yang dikenakan Lara kemarin, kalungnya juga, apa dia Lara?"tanya Carlos.


".........."Gibran hanya terdiam dan bersedih.


"Gibran jawab pertanyaanku?"tanya Carlos.


"Seharusnya kemarin aku terus mencarinya sampai menemukannya. Pasti semua ini takkan terlambat seperti ini, aku bodoh membiarkannya dalam bahaya hingga seperti ini"ucap Gibran menyesal.


"Padahal baru saja aku memiliki seorang sahabat yang baik, tapi kini dia telah pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun"ucap Carlos.


Gibran dan Carlos bersedih atas kepergian Lara.


Pemakaman Mawar Hitam

__ADS_1


Siang itu mayat Lara dimakamkan ditempat peristirahatan terakhirnya. Gibran, Ibu Yuliana dan Mahira menangisi kepergian Lara. Begitupun dengan Carlos. Mereka tidak menyangka akan pergi secepat itu. Carlos menghampiri Gibran yang duduk di dekat batu nisan itu.


"Gibran, yang sabar ya, Lara pasti sudah tenang dan bahagia disana"ucap Carlos.


"Terimakasih Carlos"ucap Gibran.


"Aku pulang dulu, masih ada syuting siang ini" ucap Carlos.


"Iya"ucap Gibran singkat.


Carlos meninggalkan tanah pemakaman itu. Mahira mendekati Gibran dan menangis melihat nisan itu.


"Papa, Mama pergi gak akan kembali lagi ya hik.....hik....."ucap Mahira menangis.


"Mama akan selalu ada dihati kita Mahira sayang, sekarang kita doakan Mama ya"ucap Gibran.


"Iya Papa hik....hik......"ucap Mahira.


Ibu Yuliana juga menghampiri Gibran dan berdiri dibelakangnya.


"Gibran yang kuat dan sabar ya nak, kau masih punya Mahira yang harus kau rawat dengan baik. Lara pasti sudah tenang disana"ucap Ibu Yuliana.


"Iya Bu"ucap Gibran.


Setelah beberapa saat Gibran, Mahira dan Ibu Yuliana meninggalkan pemakaman itu.


**********


Siang itu Dianka dan Sekretaris Yuma meninggalkan perusahaan. Mereka pergi ke sebuah restoran untuk urusan bisnis. Sampai di Restoran Widson, mereka masuk ke restoran itu. Dianka dan Sekretaris Yuma berjalan menuju ruangan VIP direstoran itu. Didalam ruangan itu sudah ada CEO dari Perusahaan Three Stars Group. Dianka dan Sekretaris Yuma langsung menghampirinya dan duduk bersamanya.


"Selamat siang"ucap Dianka.


"Siang"ucap Alex.


"Saya Dianka Lajuba dari Perusahaan Sky Blue Group dan ini Sekretaris Yuma"ucap Dianka.


"Saya Betrand Antonio dari Perusahaan Three stars Group"ucap Alex.


"Silahkan duduk"ucap Alex.


"Ya"ucap Dianka.


Dianka dan Sekretaris Yuma duduk dikursi satu meja dengan Alex.


"Kemarin utusan saya sudah mengirimkan proposal kerja sama yang saya ajukan"ucap Alex.


"Perusahaan kami sudah mempelajari proposalnya kerjasama itu" ucap Dianka.


"Kalau begitu bagaimana tanggapan Anda?"tanya Alex.


"Saya tertarik dengan kerjasama ini"ucap Dianka.


"Baguslah kalau Anda tertarik, kalau begitu tinggal penandatangan kerjasama ini"ucap Alex.


"Baik"ucap Dianka.


Sekretaris Sarah dari Perusahaan Three Stars Group mengeluarkan surat kontrak kerjasama dua perusahaan itu. Dianka dan Alex menandatangani kontrak kerjasama itu.

__ADS_1


"


__ADS_2