
Pagi itu Emak Titin bangun dan masuk ke dapur. Dia tidak melihat Rahel ada didapur, karena itu Emak Titin berjalan menuju kamar Rahel. Dia memutar gagang pintu kamar itu. Saat pintu terbuka Emak Titin kaget melihat seorang lelaki tidur disamping Rahel dan memeluknya.
"Asyiiiiiiiik...........bakal punya mantu"ucap Emak Rahel.
Karena Emak Titin berteriak, Rahel sampai terbangun sementara William asyik tidur.
"Mak ada apa? pagi-pagi gini udah rame banget" ucap Rahel belum menyadari William memeluknya.
"Kalau punya pacar bilang dong ma Emak, jadi Mak gak mergokin kalian lagi ehm...ehm...gini" ucap Emak Titin.
"Ehm...ehm....?"ucap Rahel kebingungan.
Emas Titin menunjuk ke arah William yang memeluk Rahel. Seketika Rahel menoleh ke samping dan melihat William memeluknya.
"Eh....ini pria cabul dari kapan ngelonin gue?"ucap Rahel.
"Apa sih sayang berisik"ucap William belum sepenuhnya sadar.
"Oh....sayang?"ucap Emak Titin terharu dengan ucapan romantis William yang belum nyadar itu.
"Emak ini gak seperti yang Emak lihat"ucap Rahel sambil menyingkirkan tangan William dari tubuhnya.
"Iya juga gak papa, cepetan nikah sekalian"ucap Emak Titin.
"Apa nikah?"ucap Rahel kaget.
"Sayang ayo lagi"ucap William ngelindur.
"Hah....lagi"ucap Emak Titin sampai melongo.
"Emak, tidak terjadi sesuatu, beneran. Pria cabul ini saja yang aneh"ucap Rahel.
William baru terbangun dan melihat Emak Titin.
"Cah bagus, apa tuh yang semalam dilakukan, nikahin anak Emak"ucap Emak Titin.
William memandang Rahel yang duduk disampingnya. William bangun dan merangkul Rahel.
"Semalam saya melakukan malam yang indah bersama anak Emak"ucap William.
"Apa pria cabul?"ucap Rahel sambil menatap William.
"Kalau begitu nikahi anak Emak, jangan kabur tar Mak tampol pake gayung"ucap Emak Titin.
"Ampun Mak, aku pasti nikahin anak Mak"ucap William.
"Apa nikah denganmu?"ucap Rahel semakin kaget.
"Kalau gitu Emak urus persiapannya"ucap Emak Titin.
"Emak...tunggu.....ini...."ucap Rahel langsung ditutup mulutnya oleh William.
"Lanjutkan Mak"ucap William.
"Oke...cus nih Emak"ucap Emak Titin keluar dari kamar itu.
Rahel langsung menggigit tangan William yang menutup mulutnya.
"Aw.........."ucap William.
"Rasain, makanya jangan macam-macam denganku"ucap Rahel.
"Hei kau wanita tidak ada lembut-lembutnya, lihat saja nanti malam aku akan menerkammu semalaman"ucap William.
__ADS_1
"Najis....., aku tidak mau denganmu"ucap Rahel.
"Kalau begitu sekarang pembukaan dulu"ucap William.
William menyudutkan Rahel dan menerkamnya.
"Pria cabul lepaskan aku......."ucap Rahel berusaha melawan.
"Wanita tenanglah aku hanya bercanda, tapi nanti malam aku takkan melepasmu"ucap William.
William melepas Rahel dari cengkramannya.
"Hampir saja"ucap Rahel ngos-ngosan.
"Aku lapar, siapkan sarapan untuk calon suamimu"ucap William.
"Apa? kau ini memerintahku lagi"ucap Rahel.
"Wanita sebelum menikah aku harus sarapan" ucap William.
"Aku tidak sudi menikah denganmu"ucap Rahel.
"Benarkah?.....Emakmu akan kecewa"ucap William.
Rahel langsung mendekati William dan menarik kerah bajunya.
"Kau sengaja menyulitkanku untuk membalaskukan"ucap Rahel.
"Sayang kau akan jadi budak cintaku selamanya" ucap William.
"Sial sekali nasibku bertemu denganmu"ucap Rahel.
Rahel melepas tangannya dari kerah baju William kemudian menuju dapur untuk memasak. William menyusul Rahel ke dapur. Dia memperhatikan ruangan-ruangan dirumah yang kecil itu lalu dia masuk ke dapur.
"Babeku udah meninggal sejak aku masih kecil" ucap Rahel.
"Itu sebabnya kau bekerja jadi ini itu"ucap William.
"Iya, aku ini tak kaya sepertimu, jadi aku harus bekerja serabutan apa saja untuk mencukupi kebutuhan ku dan Emakku"ucap Rahel.
"Jadilah budak cintaku, aku akan memberimu segalanya"ucap William.
"Bisakah kau menghargai wanita? sikapmu itu selalu meremehkan wanita dan menganggap kami hanya pemuas nafsumu"ucap William.
"Bukannya wanita juga menganggap lelaki bank uangnya"ucap William.
"Aku ingin dicintai bukan dibeli dengan uang"ucap Rahel.
"Wanita, apa pentingnya cinta?"tanya William.
"Mungkin aku miskin dan tidak berpendidikan tapi aku selalu bermimpi suatu hari nanti dicintai seseorang dan menghabiskan waktuku bersamanya"ucap Rahel.
"Sweeet banget ucapanmu"ucap William.
"Aku serius bukan bercanda"ucap Rahel langsung diam dan terus memasak.
William terdiam dengan ucapan Rahel. Dia memperhatikan Rahel yang memasak untuknya. Kemudian dia mendekati Rahel.
"Jika ada seseorang yang masih belum sepenuhnya jatuh hati padamu, apa kau mau menantinya sampai dia jatuh hati padamu?"tanya William.
"Tergantung, kalau dia serius, aku akan menantinya"ucap Rahel.
"Wanita menikahlah denganku"ucap William.
__ADS_1
"Apa?"ucap Rahel.
"Mungkin aku belum bisa mencintaimu, tapi aku ingin bersamamu"ucap William.
"Siapa juga yang mau menikah denganmu?"ucap Rahel.
"Kau tidak bisa menolak"ucap William.
"Kau benar-benar seenakmu"ucap Rahel.
Setelah memasak dan menyajikan makanan dimeja, Rahel dan William sarapan bersama. Tak lama Emak Titin menghampiri mereka untuk memberitahu persiapan pernikahan yang akan dilaksanakan sore hari.
***********
Lara berdiri dibalkon kamarnya sambil merenungkan apa yang diingatnya kemarin. Dia merasa begitu dekat dengan Mahira. Seakan hatinya terpaut dengan Mahira.
"Kenapa ya aku merasa begitu dekat dengan Mahira? rasanya sayang banget sama Mahira tanpa alasan"ucap Lara.
"Mahira bilang aku mirip Mamanya, apa ada orang yang semirip itu? anak kecil tidak mungkin berbohong"ucap Lara.
"Haruskah aku menyelidikinya"ucap Lara.
Tak lama Alex menghampiri Lara yang sedang melamun dibalkon kamar itu.
"Sayang, kau sedang apa?"tanya Alex.
"Sedang bersantai menikmati udara pagi"ucap Lara.
"Mau jalan-jalan?"tanya Alex.
"Tidak sayang, aku ingin dirumah saja"ucap Lara.
Alex berdiri didekatnya lalu merangkulnya.
"Ada apa denganmu? kau terlihat murung"ucap Alex.
"Sayang, kau bilang anak kita ada ditempat yang jauh. Bisakah kita bertemu dengannya?"tanya Lara.
"Nanti ya, aku akan mempertemukanmu dengannya disaat yang tepat"ucap Alex.
"Apa dia mirip denganku?"tanya Lara.
"Iya, dia cantik sepertimu"ucap Alex.
"Apa dia merindukanku?"tanya Lara.
"Iya"ucap Alex.
"Aku ingin bertemu dengannya dan bermain bersama dengannya, sayang"ucap Lara.
"Secepatnya aku akan mempertemukan kalian" ucap Alex.
"Makasih sayang"ucap Lara.
"Iya sayang"ucap Alex.
"Maafkan aku Lara, aku harus menunggumu sampai kau mengandung anakku lagi biar saat kau mengingat semuanya kau tidak meninggalkanku. Aku sudah merelakan Dianka dengan Zion. Tapi beri aku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku padamu"batin Alex.
"Sayang laper"ucap Lara.
"Kalau begitu ayo sarapan sayang"ucap Alex.
Lara dan Alex pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama. Mereka duduk dikursi dan makan makanan yang tersedia dimeja. Alex senang bisa bersama Lara walaupun dia takut suatu hari nanti Lara akan mengingat semuanya lagi.
__ADS_1