
Hari pernikahan Zion dan Dianka pun tiba. Dianka begitu cantik mengenakan gaun pengantin yang indah itu. Dia tersenyum melihat Dafa yang terus memujinya. Zion masuk ke ruangan rias melihat Dianka yang sedang duduk menunggu acara dimulai.
"Sayang kau cantik sekali"ucap Zion.
"Benarkah?"tanya Dianka.
"Benar, tanya saja pada Dafa"ucap Zion.
"Bunda cantik banget"ucap Dafa.
"Tuh kan yang aku katakan benar"ucap Zion.
"Zion aku grogi, ini pertama kali aku menikah disaksikan banyak orang nantinya"ucap Dianka.
"Pegang tanganku kalau kau grogi"ucap Zion.
Dianka tersenyum tulus pada Zion, ini pertama kalinya dia benar-benar bahagia dan merasa hidup barunya begitu berharga.
"Dianka aku dan Dafa kembali ke ruangan acara pernikahan ya, nanti saat acara sudah dimulai akan ada yang menjemputmu"ucap Zion.
"Iya"ucap Dianka.
Zion dan Dafa keluar dari ruangan rias itu. Dianka masih didandani lagi dan dirapikan lagi penampilannya. Tak lama William masuk ke ruangan rias itu.
"Pengantinku cantik sekali"ucap William.
"William"ucap Dianka.
William menghampiri Dianka, para penata rias takut dan keluar dari ruangan itu.
"Seharusnya akulah yang akan menikah denganmu hari ini"ucap Willliam.
"Hentikan ucapanmu William, aku ini akan menikah dengan Zion"ucap Dianka.
"Apa kau begitu mencintai Zion? atau karena dia begitu mirip dengan Alex?"tanya William.
"Bukan urusanmu"ucap Dianka.
"Dianka aku punya hadiah pernikahan untukmu"ucap William.
William langsung menepukkan kedua tangannya.
Prooook.....prooooook.......proooook........
Seorang lelaki masuk ke ruangan rias itu, dia adalah Alex. Dianka langsung kaget dan meneteskan air matanya.
"Dianka kita bertemu lagi"ucap Alex.
"Tidak mungkin"ucap Dianka.
Meskipun Alex dan Zion mirip tapi nada bicaranya dan gerak gerik tubuhnya berbeda apalagi cara mereka tersenyum juga berbeda. Dianka tau lelaki yang berdiri didepannya itu Alex.
"Sekarang kau harus memilih ikut aku, dengan begitu kau bisa bertemu Alex atau menikah dengan Zion hari ini"ucap William.
Dianka bingung dengan perasaannya sendiri, dia tidak tahu harus memilih siapa. Kedua saudara kembar itu telah ada dihatinya. Baik Alex dan Zion keduanya memiliki tempat khusus dihatinya.
Dianka terdiam dan mematung.
"Alex ayo kita pergi, sepertinya Dianka akan memilih menikah Dengan Zion"ucap William.
William dan Alex berjalan keluar dari ruangan itu.
Dianka langsung memangil mereka.
"Tunggu"ucap Dianka.
"Kau berubah pikiran"ucap William.
Dianka tidak bicara apapun dan menghampiri Alex.
"Aku ikut kalian"ucap Dianka.
William membawa Dianka pergi dari tempat itu bersama Alex.
Zion dan Dafa berdiri dipanggung pelaminan menunggu Dianka keluar. Mereka menunggu tapi Dianka tak kunjung hadir. Seorang pengawal Zion memberi tahu kalau Dianka tidak ada diruangan rias. Zion meminta pengawalnya memanggil penata riasnya. Tak lama penata rias itu datang menghampiri Zion.
"Bos tadi ada seorang lelaki berpenampilan rapi masuk keruangan rias pengantin. Dia sepertinya sangat mengenal Nona Dianka"ucap Penata rias itu.
__ADS_1
"William"ucap Zion langsung menebak.
"Tadi saya tak sengaja melihat seseorang mirip Bos masuk ke ruangan rias pengantin itu"ucap Penata rias.
"Alex"ucap Zion kembali menebak.
Yuma langsung menghampiri Zion yang sedang berbicara dengan penata rias ditepi panggung pelaminan.
"Zion dimana Dianka, semua tamu mulai resah, ini sudah lebih dari waktu yang ditentukan" ucap Yuma.
"Kau boleh pergi"ucap Zion pada penata rias itu.
Penata rias itupun pergi meninggalkan Zion.
"Yuma sepertinya Dianka tidak akan menikah denganku, mungkin dia memilih bersama Alex" ucap Zion.
"Alex"ucap Yuma kaget.
"Iya Alex dan William datang kesini, mereka membawa pergi Dianka"ucap Zion.
"Kalau begitu ayo kita cari Dianka, kita kerahkan semua pengawalmu"ucap Yuma.
"Tidak perlu"ucap Zion.
"Kau menyerah Zion?"ucap Yuma.
"Bukan begitu"ucap Zion.
"Lalu kenapa? kau biarkan Wiliam dan Alex membawa Dianka?"tanya Yuma.
"Dianka sudah memilih, aku tidak bisa memaksakan kehendakku. Aku ingin dia bahagia, jika bersama Alex membuatnya bahagia aku rela" ucap Zion.
"Hei, ini bukan Zion"ucap Yuma.
"Yuma tolong bubarkan tamu undangan"ucap Zion.
"Aku tak menyangka kau menyerah secepat ini, tapi itu hakmu, aku akan membubarkan tamu undangan, semoga kau tak menyesal"ucap Yuma.
"Yuma tolong bawa Dafa pulang ya"ucap Zion.
Yuma akhirnya membubarkan tamu undangan. Semua tamu mulai meninggalkan gedung pernikahan itu. Gibran dan Lara bingung kenapa acara pernikahan itu dibubarkan, mereka menghampiri Yuma.
"Sekretaris Yuma kenapa acara ini dibubarkan bukannya Zion dan Dianka akan menikah?"tanya Gibran.
"Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda, tapi acara ini menang harus dibubarkan karena urusan pribadi"ucap Yuma.
"Begitu ya, sampaikan salam kami pada Zion"ucap Gibran.
"Baik"ucap Yuma.
Gibran dan Lara meninggalkan gedung pernikahan itu. Mereka masuk ke mobil dan menuju ke ke rumah mereka. Diperjalanan Lara dan Gibran berbincang.
"Sayang apa yang sedang terjadi antara Zion dan Dianka ya?"tanya Lara.
"Mungkin ada masalah yang sedang dihadapi mereka"ucap Gibran.
"Tapi masalah apa sampai mereka membatalkan acara pernikahan itu?"tanya Lara.
"Kau benar, tapi sepertinya ini masalah serius, tak mungkin seorang Zion membatalkan acara pernikahan yang sudah dihadiri begitu banyak rekan bisnisnya tiba-tiba dibatalkan"ucap Gibran.
"Entah kenapa perasaanku jadi tidak enak, aku merasa bayang-bayang masa lalu yang kelam seakan hadir kembali"ucap Lara.
"Sayang kau tidak usah berpikir macam-macam, ada aku yang akan selalu menjaga dan melindungimu"ucap Gibran.
"Makasih sayang"ucap Lara.
***********
Dianka diajak ke rumah William. Disana dia dan Alex berbicara berdua. Dianka menatap wajah Alex yang sudah lama tak dijumpainya. Dia tak menyangka Alex masih hidup.
"Dianka apa kau rindu padaku?"tanya Alex lalu mendekatinya.
"Alex ini benar-benar dirimu?"tanya Dianka.
"Apa kau ragu, pegang mukaku"ucap Alex sambil mengambil tangan kanan Dianka dan diletakkan dipipi Alex.
Dianka hanya diam dan matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Dianka ini aku, Alex"ucap Alex.
"Alex"ucap Dianka meneteskan air matanya.
"Aku mencintaimu Dianka"ucap Alex.
Dianka terdiam, dia coba menjernihkan pikirannya. Alex mendekati wajah Dianka untuk menciumnya. Bibir Alex menyentuh bibir Dianka.
Seketika Dianka sadar dan merasakan sesuatu yang berbeda yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
"Zion"ucap Dianka dalam hatinya.
Dianka melepas ciuman Alex padanya dan mendorong tubuh Alex menjauh darinya.
"Dianka kenapa? bukannya kita saling mencintai"ucap Alex.
"Dulu aku memang mencintaimu Alex, tapi saat kau menciumku, aku sadar ada seseorang yang tanpa disadari telah mengisi hatiku, bahkan aku selalu mengira kalau aku membencinya tapi ternyata dia berada dihatiku yang terdalam"ucap Dianka.
"Dianka aku mencintaimu"ucap Alex.
"Alex maafkan aku, aku harus pergi, Zion menungguku disana"ucap Dianka.
Dianka keluar dari ruangan itu meninggalkan Alex.
"Dianka......"ucap Alex.
Dianka berlari keluar dari ruangan itu hingga ke halaman rumah William. Dia dihadang pengawal William, Dianka langsung menghajar para pengawal William sampai bertumbangan. Setelah itu dia berlari keluar dari rumah William. Dia berlari sepanjang jalan menuju ke gedung pernikahan itu.
Zion duduk berlutut dilantai depan panggung pelaminan itu, kepalanya menunduk ke bawah.
Yuma menghampirinya dan menyemangatinya.
"Zion, aku tahu yang kau rasakan saat ini, tapi kau harus tetap semangat. Mungkin Dianka bukan jodohmu. Tapi kalau dia jodohmu pasti dia akan kembali padamu"ucap Yuma.
Zion hanya diam tak berbicara satu katapun.
"Aku sudah mengantar Dafa pulang ke rumah, kau mau pulang juga tidak, biar kuantar kau pulang"ucap Yuma.
"Tolong tinggalkan aku sendirian Yuma"ucap Zion.
"Baik"ucap Yuma.
Baru Yuma melangkah beberapa langkah, Dianka terlihat diujung pintu masuk ruangan itu. Yuma langsung tersenyum melihat Dianka.
"Zion......."ucap Dianka berteriak.
Zion langsung menoleh ke belakang, dia melihat Dianka berlari ke arahnya. Zion langsung berdiri dan berlari ke arah Dianka. Mereka bertemu disatu titik dan saling menatap. Dianka meneteskan air matanya saat melihat Zion, begitupun Zion, matanya berkaca-kaca saat melihat Dianka.
"I Love You"ucap Mereka bersamaan.
Prooook...proook...prooook.....
Suara tepuk tangan Yuma untuk mereka berdua.
"Apa kalian akan tetap berdiri atau mau melanjutkan pernikahan, biar ku panggil penghulunya"ucap Yuma.
"Yuma cepat panggil penghulunya, jangan buat aku marah kalau kau tidak mau ku potong gajimu"ucap Zion.
"Ini baru Zion"ucap Yuma.
Yuma kembali memanggil penghulu itu, Zion dan Dianka menikah tanpa dihadiri tamu undangan. Tapi yang terpenting mereka bisa menikah secara hukum. Zion langsung memeluk Dianka dengan erat.
"Dianka bolehkah sekarang aku menciummu" ucap Zion.
Dianka tidak menjawab tapi malah mencium bibir Zion duluan. Zion begitu senang saat Dianka menciumnya duluan, merekapun berciuman mesra satu sama lain. Selesai berciuman, Zion langsung membopong Dianka.
"Zion turunkan aku"ucap Dianka.
"Tidak akan, jangan harap. Hari ini aku akan membawamu ke tempat kesukaanku"ucap Zion.
"Tempat kesukaanmu?"ucap Dianka.
"Aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya"ucap Zion.
"Zion"ucap Dianka.
Zion membopong Dianka sambil berjalan keluar dari gedung pernikahan itu. Yuma hanya tersenyum melihat kebahagiaan mereka, dia senang akhirnya Zion bisa mendapatkan Dianka.
__ADS_1