
Alex mengajak Lara liburan ke pantai. Lara senang sekali diajak Alex berlibur. Mereka berdua berjalan ditepi pantai sambil bermain ombak. Alex mengejar Lara kesana kemari saling kejar mengejar.
"Kena"ucap Alex menangkap Lara ke dalam pelukannya.
"Sayang kau curang, lepaskan aku"ucap Lara.
"Itu karena kau larinya pelan sayang"ucap Alex
Alex mencium pipi Lara berkali-kali.
Cup
Cup
Cup
"Sayang kau menciumku dari tadi"ucap Lara.
"Aku hanya meminta hadiah karena aku berhasil menangkapmu"ucap Alex.
"Sayang ayo membuat istana pasir"ucap Lara.
"Oke"ucap Alex.
Lara mengajak Alex membuat istana pasir ditepi pantai.
"Sayang istana pasirmu kenapa banyak pagarnya?"tanya Lara.
"Biar tidak ada yang mengganggu dirimu, aku tidak ingin kau dalam bahaya sayang"ucap Alex.
"Memangnya akan ada bahaya, aku kan bersamamu terus"ucap Lara.
"Kau benar sayang selama kau bersamaku aku akan menjagamu"ucap Alex.
"Sayang sini ku buatkan orang-orangannya"ucap Lara.
Lara membuat orang-orangan dari pasir.
"Nah sayang ini orang-orangan yang tinggal diistana pasir ini"ucap Lara.
"Ini siapa saja sayang?"tanya Alex.
"Ini aku, kamu, Mahi......"ucap Lara seperti mengingat sesuatu.
"Kenapa sayang?"tanya Alex.
"Sayang siapa nama anak pertama kita?"tanya Lara.
"Mahira"ucap Alex.
"Iya maksudku tadi Mahira juga tinggal diistana bersama kita"ucap Lara
"Sayang Mahira pasti akan tinggal bersama kita"ucap Alex.
"Sayang dimana Mahira?"tanya Lara.
"Ada disuatu tempat, tapi nanti kita pasti bisa menemuinya"ucap Alex.
"Anak kita umurnya berapa tahun?"tanya Lara.
"Sekarang Mahira berusia 6 tahun"ucap Alex.
"Aku ingin bertemu dengannya"ucap Lara.
"Secepatnya kita akan bertemu dengannya"ucap Alex.
Setelah bermain pasir Alex mengajak Lara kembali ke penginapan tempat mereka menginap. Kebetulan penginapan itu tidak jauh dari pantai. Pemandangan pantai terlihat jelas dari penginapan itu. Alex dan Lara berdiri dibalkon penginapan itu menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi, suara ombak yang bergemuruh dan pemandangan pantai yang terlihat indah. Alex berdiri dibelakang Lara sambil memeluknya erat.
"Rasanya seperti bulan madu ya sayang"ucap Alex.
"Iya"ucap Lara.
"Apa kau senang?"tanya Alex.
__ADS_1
"Aku senang sekali apalagi perginya bersamamu" ucap Lara.
"I Love You"ucap Alex.
"I Love You Too"ucap Lara.
Alex membopong Lara masuk ke kamar dipenginapan itu. Dia membaringkan Lara diranjang yang empuk itu. Wajahnya menatap wajah Lara yang cantik itu. Alex mendekati wajah Lara dan menciumnya. Tak lama Alex melakukan pemanasan demi pemanasan dari satu tahap ke tahap lainnya. Lara sampai mengeluarkan suara indahnya karena cinta yang diberikan Alex padanya. Alex terus bergerak hingga menuju ke tahap lebih dalam dan akhirnya memiliki Lara kembali jadi miliknya seperti semula. Suasana pantai itu membuat keromantisan diantara keduanya terjalin mesra. Mereka sampai tak ingin menyudahinya lebih awal. Setelah berkali-kali dan terakhir menanam benih cinta akhirnya mereka mengakhirinya.
"Sayang sebentar lagi kita akan punya adik untuk Mahira"ucap Alex.
"Kau benar sayang, aku ingin segera punya bayi yang lucu seperti yang dipanti asuhan itu"ucap Lara.
"Aku akan selalu bersamamu menemani masa kehamilanmu kali ini"ucap Alex.
"Memangnya dulu kau tidak menemani masa kehamilanku?"tanya Lara.
"Dulu aku pergi jauh sayang, memperbaiki diri dan membangun bisnis baru agar kita bisa hidup bahagia dengan tenang"ucap Alex.
"Sayang kau tidak akan meninggalkanku seperti dulukan?"tanya Lara.
"Tidak sayang"ucap Alex..
Lara langsung memeluk Alex erat-erat.
"Makasih sayang"ucap Lara.
"Iya sayang"ucap Alex.
*************
William pergi ke sebuah pameran barang-barang antik. Dia berjalan diantara keramaian. Matanya terus melihat ke depan dengan tatan yang dingin.
Dia terus berjalan hingga tak sengaja menubruk seorang wanita yang membawa guci. Wanita itu berpenampilan tomboy, memakai celana sport, kemeja laki-laki dan topi, rambutnya dikucir dibelakang.
Pluuuuk.........teeeeek.....pyaaaaar..........
Guci itu terjatuh ke lantai sampai pecah berkeping-keping. Wanita itu langsung memarahi William.
"Nona itu kesalahanmu sendiri yang tidak melihat dengan benar"ucap William.
"Oh....kau ini bersalah tapi tidak mau minta maaf" ucap Rahel.
"Untuk apa aku minta maaf, jelas-jelas kau yang bodoh"ucap William.
"Apa kau bilang aku bodoh?"ucap Rahel.
"Iya kau bodoh"ucap William.
Rahel langsung berdiri dan menonjok William.
Dug
Bibir William sampai berdarah karena tonjokan itu.
"Rasain, itu pantas untuk lelaki tak tau diri sepertimu"ucap Rahel.
William lansung marah dan menarik Rahel ke pelukkannya.
"Wanita kau tahu aku ini seorang penjahat wanita" ucap William.
"Najis, jijik gue dengernya"ucap Rahel.
William langsung menarik kancing baju milik Rahel sampai kemeja itu terbuka lalu dia mencium Rahel sambil melakukan pemanasan kecil.
"Lepas kau gila"ucap Rahel langsung menendang sesuatu terpenting dalam hidup William.
Dug
"Aw.................."ucap William kesakitan dibagian penting itu.
"Rasain, makanya jangan cabul disembarangan tempat"ucap Rahel.
"Wanita, aku akan membuatmu menjerit diranjang sampai kau meminta maaf"ucap William sambil memegang bagian terpentingnya.
__ADS_1
"Siapa takut, paling ku tendang lagi tuh biar gak bisa dipakai baru tahu rasa"ucap Rahel.
"Jaga mulut manismu itu, aku akan memakannya sampai habis saat aku menangkapmu"ucap William.
"Kau saja kesakitan gitu gimana mau menangkapku, mimpi"ucap Rahel.
"Pengawal tangkap wanita ini"ucap William memanggil pengawalnya.
"Buset main pengawal aja, kabur deh"ucap Rahel.
Rahel langsung berlari dikejar pengawal William. Dia berlari secepat mungkin hingga pengawal William tak berhasil menangkapnya. Setelah Rahel berhasil kabur, pengawal William kembali menghadap William.
"Bos, wanita itu berhasil kabur"ucap Pengawal itu.
"Apa? sialan"ucap William.
"Apa perlu saya mencarinya lagi?"tanya Pengawal itu.
"Bawa beberapa temanmu cari wanita itu sampai dapat dan bawa padaku"ucap William.
"Baik Bos"ucap Pengawal itu.
Pengawal itu meninggalkan William dari tempat itu.
"Lihat saja wanita, kau akan menyesal berani sekali membuatku marah"ucap William.
William begitu marah pada wanita yang baru saja bertemu dengannya itu.
************
Nona Zelina bertamu ke rumah Gibran. Dia berusaha mendekati Ibu Yuliana dan Mahira.
Nona Zelina berharap dengan mendekati keluarga Gibran terlebih dahulu maka Gibran akan jatuh ke pelukannya.
"Bu saya membawa kue keju kesukaan ibu, ini spesial saya beli diluar negeri"ucap Nona Zelina.
"Terimakasih nak Zelina"ucap Ibu Yuliana.
"Oya Bu, Mahira mana?"tanya Nona Zelina.
"Dia ada diruang bermain dilantai atas"ucap Ibu Yuliana.
"Bolehkah saya menemaninya bermain sebentar?"tanya Nona Zelina.
"Boleh, mari saya antar menemui Mahira"ucap Ibu Yuliana.
"Baik Bu"ucap Nona Zelina.
Ibu Yuliana mengantar Nona Zelina ke ruang bermain dilantai atas. Sampai diruangan itu, Ibu Yuliana membiarkan Nona Zelina menemani Mahira main bersamanya sementara Ibu Yuliana kembali ke dapur untuk memasak makan siang.
Nona Zelina menghampiri Mahira yang asyik bermain barbie.
"Wah asyiknya main barbie"ucap Nona Zelina.
"Oh Tante ya"ucap Mahira.
"Boleh Tante ikut main?"tanya Nona Zelina.
"Boleh"ucap Mahira.
Nona Zelina akhirnya menemani Mahira main meskipun dia sebenarnya tidak suka anak kecil dan mainannya.
"Tante main barbie yang ini, kita masak-masakan" ucap Mahira memberikan sebuah barbie pada Nona Zelina.
"Iya sayang"ucap Nona Zelina menerima barbie itu.
"Kalau bukan demi bapaknya mana mungkin aku bermain seperti ini, membosankan"batin Nona Zelina.
"Ayo Tante mulai masak barbienya"ucap Mahira.
"Iya"ucap Nona Zelina.
Dengan terpaksa Nona Zelina menemani Mahira bermain demi mengambil hati ibu dan anak Gibran
__ADS_1