
Zion membawa Dianka ke sebuah hotel yang sudah dibooking. Dia terus membopong Dianka dari turun dari mobil sampai ke kamar hotel. Dianka hanya tersenyum tipis malu-malu. Jantungnya terus berdebar tak karuan saat berdekatan dengan Zion. Zion menurunkan Dianka tepat didepan ranjang kamar hotel.
"Zion aku mau mandi ya, tadi aku lari-lari, bau keringat"ucap Dianka mencari alasan karena dia grogi.
"Aku takkan melepaskanmu lagi, kalau perlu kita mandi bersama"ucap Zion.
"Apa kita mandi bersama?"tanya Dianka.
"Kenapa?.....kita ini sudah jadi suami istri, hal seperti itu wajarkan dilakukan"ucap Zion.
Dianka berkali-kali menelan ludahnya, dia masih malu jika melakukan hal yang intim bersama Zion yang selama ini musuhnya.
"Zion bukankah kita ini musuh, apa iya musuh mandi bersama"ucap Dianka.
Zion langsung memeluk Dianka dalam dekapannya.
"Dianka musuhmu ini akan jadi patnermu dalam segala hal, jadi menurutlah padaku"ucap Zion.
"Zion"ucap Dianka.
Zion langsung mencium bibir cantik Dianka. Dianka menikmati ciuman penuh cinta dan kelembutan dari Zion. Mereka berdua mulai merajut cinta dimalam pertama pernikahan. Zion yang sudah mahir membuat Dianka merasa nyaman dan terbuai cinta yang diberikan Zion.
"Zion"ucap Dianka.
"Tenang sayang, aku akan membuatmu lebih nyaman" ucap Zion.
Dianka hanya mengangguk seolah mempercayakan semuanya pada Zion. Tangannya terus memegang wajah Zion. Dia memandang suaminya yang tampan itu.
"Zion aku....."ucap Dianka.
"Kau sukakan sayang?" tanya Zion.
Dianka mengangguk. Awalnya dia sedikit takut karena ini pertama kali setelah sekian tahun dia tak pernah lagi melakukan hal romantis itu.
"Dianka malam ini kau sangat cantik, aku senang kau mau bersamaku dan jadi milikku"ucap Zion.
Dianka hanya mengangguk. Zion terus melakukannya tanpa lelah padahal entah sudah ke berapa kali dia melakukannya seperti tak ada lelahnya.
"Zion aku lelah"ucap Dianka.
"Sebentar lagi sayang"ucap Zion.
"Kau ini dari tadi tak ada lelahnya, aku ini bukan robot"ucap Dianka.
"Tiga putaran lagi"ucap Zion.
"Apa?....kau memang monster tak punya lelah" ucap Dianka.
"Betinaku menurutlah, kalau tidak aku akan menerkammu sampai berjam-jam lagi"ucap Zion.
"Aku menyesal memberimu ini"ucap Dianka.
"Benarkah?....dari tadi kau bersuara indah tuh"ucap Zion.
"Kau ini, tahu begini, aku tadi kabur saja"ucap Dianka.
"Hei, kau ini sudah jadi milikku, jadi jangan banyak omong, awas saja kau berani tergoda dengan Alex, aku lebih tampan dan perkasa dari dia, lihat saja kau masih ra......"ucap Zion.
__ADS_1
Plaaaaak............
"Aw..."ucap Zion kesakitan saat Dianka menamparnya.
"Kau ini masa malam pertama sudah kejam begini, baru dimulai aku sudah teraniaya"ucap Zion.
"Sayang tolong dijaga ya mulut pedasmu, ini malam pertama"ucap Dianka.
"Lihat saja aku akan menerkammu lebih lama" ucap Zion.
"Zion...Zion...ampun"ucap Dianka kegelian karena Zion menyerangnya.
"Kau menyerah tidak? minta maaflah padaku, aku ini Bosmu dimanapun termasuk saat seperti ini, kau mau aku tak memberikan hal romantis ini lagi"ucap Zion.
"Kau ini selalu ditaktor, aku menyerah, lelah berdebat denganmu disaat aku sudah kelelahan seperti ini"ucap Dianka.
"Pilihan yang benar, kau memang tak bisa mengelak dari cengkraman ku"ucap Zion.
"Hih"ucap Dianka kesal.
"Hei wajahmu jangan ditekuk, manislah seperti tadi"ucap Zion.
"Gulanya sudah habis"ucap Dianka.
"Kalau begitu beli lagi"ucap Zion.
"Uangnya gak ada"ucap Dianka.
"Kalau begitu aku akan memberimu uang"ucap Zion.
"Tokonya jauh malas"ucap Dianka.
Dianka hanya diam karena kesal. Zion meraih pipinya dan menatap mata Dianka.
"Sayang jangan marah, aku akan berhenti jika kau memang lelah"ucap Zion.
Zion menyudahinya meski dia masih ingin. Dia berbaring disamping Dianka dan memeluknya.
Dianka merasa kasihan pada Zion, akhirnya dia bangun dan bergantian memulainya.
"Sayang aku makin cinta kalau begini"ucap Zion.
Akhirnya mereka berdua tidur diranjang, beristirahat karena kelelahan.
***********
Lara pergi ke sebuah taman bunga untuk bertemu temannya. Sudah lama Lara tak bertemu temannya dulu saat masih jadi penari latar. Dia duduk dikursi dekat pohon ditaman bunga itu. Tiba-tiba seorang lelaki menghampirinya. Dia langsung duduk disamping Lara. Lelaki itu mengenakan topi, kaca mata dan masker.
"Lama tak bertemu"ucap Alex.
"Maaf Anda bicara apa?"tanya Lara agak aneh dengan orang disampingnya.
"Lama tak bertemu Lara, kau sudah lupa aku" ucap Alex.
"Siapa ya? maaf aku tidak mengenal Anda, bisakah Anda membuka masker itu? mungkin saya akan mengenalinya"ucap Lara.
Alex membuka masker yang dipakainya. Lara kaget saat melihat wajah Alex, dia yakin lelaki ini bukan Zion tapi Alex.
__ADS_1
"A.....Alex"ucap Lara sedikit takut.
"Kenapa?.....kau harusnya senang bertemu denganku"ucap Alex.
"Tidak....tidak mungkin.....kau......"ucap Lara ketakutan.
"Sudah mati"ucap Alex.
Lara langsung berdiri dan secepatnya meninggalkan Alex, dia terus berjalan secepat mungkin. Alex terus membuntutinya, Lara sampai berlari dan tak sengaja menabrak Carlos.
Dug...............
"Lara"ucap Carlos.
"Carlos"ucap Lara.
"Ada apa?...kau seperti ketakutan, apa ada yang mengganggumu?"tanya Carlos.
"Itu....itu.....dia"ucap Lara menunjuk ke belakangnya tanpa menoleh ke belakangnya.
Carlos melihat ke arah yang tunjuk Lara tapi tak ada seorangpun dibelakang Lara.
"Mana?.....memang ada apa?"tanya Carlos.
Lara heran Carlos seperti tak melihat apapun, akhirnya dia sendiri coba untuk menoleh ke belakang tapi ternyata tak ada siapapun dibelakangnya.
"Tadi dia ada disitu"ucap Lara.
"Dia siapa?"tanya Carlos.
Lara bingung harus menjawab apa pada Carlos.
"Tidak, bukan apa-apa"ucap Lara.
"Oya kau ada ditaman ini untuk apa?"tanya Carlos.
"Untuk bertemu temanku"ucap Lara.
"Oh begitu"ucap Carlos.
"Kau sendiri untuk apa disini?"tanya Lara.
"Aku ingin menghirup udara segar sambil joging ringan"ucap Carlos.
Tak lama handphone Lara berbunyi, sebuah pesan masuk ke handphonenya. Lara langsung membaca pesan itu.
"Sepertinya temanku tak jadi datang, dia ada urusan mendadak"ucap Lara.
"Apa kau bawa mobil?"tanya Carlos.
"Tidak, tadi kebetulan aku naik taksi, mobilku sedang diservis dibengkel"ucap Lara.
"Kalau begitu biar ku antar kau pulang ke rumah"ucap Carlos.
Lara berpikir keras, dia takut Alex akan muncul lagi.
"Baiklah, terimakasih sebelumnya ya Carlos"ucap Lara.
__ADS_1
"Oke, tidak masalah"ucap Carlos.
Carlos akhirnya mengantarkan Lara pulang ke rumahnya. Lara tak habis pikir kenapa Alex masih hidup. Dia takut Alex akan balas dendam lagi. Kehidupannya yang sudah bahagia bisa terancam dengan kembalinya Alex.