
Dianka langsung mengigit tangan Alex yang memegang tangannya
"Aw..."ucap Alex kesakitan tangannya digigit Dianka.
Dianka melepas gigitannya setelah Alex kesakitan dan tangannya berdarah.
"Dianka,kau mulai berani melawanku.Kau tahu Ibumu bersamaku"ucap Alex.
".........."Dianka langsung terdiam.
Alex berdiri dan menarik lengan Dianka keluar dari kamar itu.Dia memasukkan Dianka ke dalam mobilnya.Alex membawa Dianka pergi ke suatu tempat.
Sampai disebuah rumah besar,Alex menarik lengan Dianka turun dari mobil itu.Alex dan Dianka masuk ke dalam rumah besar itu,mereka masuk ke ruangan khusus berkumpul dirumah besar itu.Didalam ruangan itu sudah banyak kenalan Alex sedang bermain game taruhan.Alex langsung menjadikan Dianka taruhannya.
"Wah Alex kau yakin menjadikan gadis cantik ini taruhannya"ucap Mike.
"Dia sangat cantik tak sabar ingin mendapatkannya sebagai hadiah"ucap Dion.
"Aku yang akan memenangkan game ini"ucap Firdaus.
"Kau tau permainan ini seperti apakan Alex,jika diantara kita semua ada yang menang gadis cantik ini akan jadi budak untuk pemenang"ucap Moris.
"Aku setuju,mari bermain"ucap Alex.
Dianka berdiri diantara lima lelaki yang sedang bermain game. Dia hanya diam dan berdiri menunggu mereka semua main game. Tiba-tiba Moris menghampiri Dianka untuk menciumnya. Tangan Moris baru mau memegang pipi langsung ditangkap Dianka dan dicengkram sekuat tenaga.
"Aw..."ucap Moris.
Setelah Moris kesakitan, Dianka melepas tangannya.
"Alex kau membawa ular kesini, dia mematukkku"
ucap Moris.
Alex langsung menghampiri Dianka danĀ mengancamnya.
"Dianka ikuti permainan ini atau kau tahu apa yang akan terjadi pada Ibumu"ucap Alex.
"............"Dianka hanya diam.
"Kau senang aku direndahkan lelaki itu?" ucap Dianka.
"Kalau kau tak bisa bersikap manis, tanggung akibatnya" ucap Alex.
Alex kembali duduk sedangkan Moris mendekati Dianka dan mengancamnya.
"Gadis cantik, saat kau jadi budakku nanti, akan kubuat kau merengek diranjangku"ucap Moris.
Mereka semua melanjutkan permainan game itu. Setelah berkali-kali permainan itu dijalankan sampai pada level terakhir, Alex menyudahi permainan itu. Dia mengaku kalah, dan berdiri menghampiri Dianka. Dia membisikkan sesuatu pada Dianka.
"Dianka jika kau bisa keluar dari sini dengan selamat kau hebat"ucap Alex.
Alex keluar dari ruangan itu meninggalkan Dianka yang jadi bahan taruhan.
Dion memenangkan level terakhir.Dia senang sekali dan berbicara pada rekan lainnya.
"Aku akan membaginya bersama kalian,mari kita bermain bersama pasti akan menyenangkan"
ucap Dion.
__ADS_1
"Oke"ucap Moris,Firdaus dan Mike.
Keempat lelaki itu mengelilingi Dianka dan hendak memperkosanya beramai-ramai.Dianka langsung menghajar mereka dengan pukulan dan tendangan.Mereka berusaha melawan Dianka bersama-sama.Dianka menghindar dan mencoba mencari celah untuk menumbangkan mereka.Dianka lari dari ruangan itu mereka mengejar Dianka.Dianka mengambil sebuah pedang yang terpajang didinding.Dianka melawan mereka dengan pedang itu.
Sriiiiiit...sriiiiiit...sriiiiiit...sriiiiiit...
Dianka mengenai semua lengan dan kaki keempat laki-laki itu.
"Aku akan membunuh kalian jika berani mendekat"ucap Dianka.
Dianka keluar dari ruangan itu,banyak penjaga keamanan dirumah itu,Dianka ditembaki.
Dor...dor...
Dianka berusaha menghindar diantara tiang bangunan.
"Aku harus melumpuhkan salah satu dari mereka dan mengambil pistolnya"ucap Dianka.
Dianka berlari keluar dari persembunyiannya ditiang bangunan,dia mengambil resiko dengan ditembaki dia coba menghindar dan berlari ke arah lelaki yang berdiri tak jauh darinya. Dia menghajar lelaki yang ada didekatnya. Dia mengambil pistol miliknya.
Dia mulai menyerang balik dan menembak para penjaga keamanan itu.
Dor...dor...dor...
Akhirnya dia melumpuhkan para penjaga keamanan itu, kaki dan tangan para penjaga itu tertembak. Dianka keluar dari rumah besar itu. Diluar Alex sudah menunggunya dan menarik Dianka ke dalam mobilnya.
"Alex kau mau apa,setelah kau jadikan aku taruhanmu?"ucap Dianka.
"Tentu aku akan memberimu hadiah setelah kau menyelesaikan permainan itu untukku.Aku tahu kau akan bisa keluar dari tempat itu,jangan melawan keinginanku Dianka jika kau ingin Ibumu hidup"ucap Alex.
Alex membawa Dianka ke sebuah padang ilalang.
Dianka langsung teringat masa kecilnya bersama Alex.Air matanya menetes mengingat kenangan demi kenangan dimasa lalunya.
"Aku takkan pernah melupakan kenangan itu,kau yang dulu hangat,ceria,selalu sayang padaku.Kau bahkan sering menggendongku dipunggungmu.Kau memetikkanku bunga,kita berlari-lari mengejar layangan jatuh,bermain kelereng dan memancing ikan bersama.Semua itu indah tapi tinggal kenangan kini yang tersisa hanya dendam dan pembalasan hik...hik...."ucap Dianka sambil menangis.
"Aku sudah tidak peduli akan hal itu lagi bagiku kau sekarang hanyalah mainan untukku membalas semua dendamku padamu"ucap Alex.
Diamkan langsung memukul-mukul dada Alex.
"Bunuh aku ditempat kenangan kita ini,biar aku pergi dengan tenang karena aku melihatmu terakhir kalinya sebelum aku pergi untuk selamanya"ucap Dianka.
"Ha...ha....semudah itukah aku akan melepasmu Dianka"ucap Alex.
Dianka langsung berlutut didepan kaki Alex.
"Kau ingin aku jadi mayat hidup yang selamanya menderita dan jadi mainanmu seumur hidupmu,lalu kau ingin aku meminta belas kasih mu untuk membunuhku,benarkan?"tanya Dianka.
"Kau pintar,itu memang mauku"ucap Alex.
Dianka langsung menangis,hatinya begitu sakit dengan semua dendam yang terus menghantuinya.
Seakan hidupnya hanya dipenuhi dendam dan pembalasan.
**********
Alex pulang ke rumah besarnya yang ditempati Lara.Dia mau masuk ke kamarnya,Lara sudah ada didepan pintu saat Alex membuka pintu kamarnya.Lara memperhatikan Alex yang tidak memakai kemeja dalamnya hanya mengenakan jasnya.
"Alex sepertinya kau habis bersenang-senang diluar ya"ucap Lara.
__ADS_1
"Sayang belum tidur,aku baru saja mau mengajakmu makan malam"ucap Alex.
"Kau tak usah berlagak manis padaku,aku tidak ingin makan malam bersamamu"ucap Lara.
"Aku mandi dulu,nanti baru kita bicara ya"ucap Alex.
Alex pergi ke toilet,Lara mengambil baju yang dikenakan Alex dan memeriksanya.Dia mencari sesuatu yang mungkin tersimpan disalah satu saku dibajunya.Hanya ada handphone disaku jas miliknya.
"Handphonenya memakai password,gimana aku membukanya.Dia pasti menyimpan sesuatu dihandphone ini"ucap Lara.
"Aku coba dulu dengan beberapa sandi"ucap Lara sambil memasukkan beberapa sandi.
"Masih belum bisa,dia benar-benar merahasiakan semuanya dariku.Apa aku harus bersikap manis padanya"ucap Lara.
Alex keluar dari toilet,Lara berusaha bersikap manis pada Alex.
"Alex apa kau lelah,aku akan membuatkanmu minuman jahe madu supaya kau bertenaga kembali"ucap Lara.
"Beneran sayang?......aku mau"ucap Alex.
Lara keluar dari kamarnya membuatkan minuman jahe madu untuk Alex,setelah selesai dia kembali ke kamarnya memberikan minuman jahe madu itu pada Alex.
"Terimakasih sayang"ucap Alex meminum minuman itu.
Lara langsung duduk dipangkuan Alex setelah dia meminum minuman itu dan bermanja-manja padanya.
"Alex maafkan kata-kata kasarku padamu ya,aku sudah melihat semua usahamu padaku"ucap Lara.
"Sayang gimana kita makan malam romantis" ucap Alex.
"Baiklah ide bagus"ucap Lara.
Alex menutup mata Lara dengan sehelai kain.
Dia membawa Lara ke atap rumah besarnya.Disana sudah tersedia tempat makan yang dihiasi bunga-bunga dan lampu-lampu kecil yang menyala disekeliling tempat makan itu.
Sampai ditempat itu Alex melepas penutup mata Lara.
"Sayang apa kau suka?"tanya Alex.
"Aku suka sayang"ucap Lara.
Alex mengajak Lara duduk dan mulai memakan menu makanan yang sudah disiapkan Alex.
Selesai makan Alex memberi surprise untuk Lara.
Proooook...
Alex menepuk tangannya sekali dan bermunculan kembang api berwarna warni diatas rumah besar itu.
Lara langsung takjub melihat kembang api yang begitu banyak dan berwarna warni diatasnya.
Kembang api terakhir pernyataan cinta Alex pada Lara, "l Love You Lara"(tulisan kembang api terakhir itu).
Alex langsung membawa seikat bunga dan memberikan pada Lara.
"Lara,aku mencintaimu,maukah kau menemaniku seumur hidupku?"tanya Alex.
"Iya Alex,aku akan menemanimu seumur hidupmu"ucap Lara.
__ADS_1
"Seumur hidupmu membusuk dipenjara Alex"ucap Lara dalam hatinya.
Alex langsung mencium bibir cantik Lara sambil memeluk tubuh Lara ke dalam pelukannya.