ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Kedatangan Nona Zelina


__ADS_3

Cika akhirnya mengklarifikasi dimedia sosial mengenai foto yang diunggahnya. Dia meminta maaf atas semua kesalahannya karena menyebarkan gosip yang tidak benar hingga merugikan Lara dan Carlos. Pemberitaanpun beralih pada simpati masyarakat luas pada Lara dan Carlos yang telah dirugikan. Kini Lara bisa hidup tenang dan damai lagi. Tidak ada wartawan yang mengejar-ngejarnya lagi.


Lara berangkat ke sanggar tari miliknya. Di dalam sanggar, ada seorang wanita berpakaian modis dan elegan duduk diteras sanggar itu. Lara berjalan menghampirinya.


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?"tanya Lara.


"Saya mau bertemu denganmu Lara"ucap Nona Zelina.


"Mau membicarakan hal apa?'tanya Lara.


"Saya kesini untuk sekedar mengobrol saja, Oya saya dengar kau hanya lulusan SMA ya"ucap Nona Zelina.


"Iya, memangnya kenapa?"tanya Lara.


"Kau beruntung bisa bertemu Gibran yang punya segalanya, heh. Aku juga dengar kau istri Alex, seorang nara pidana yang divonis hukuman mati atas laporan istrinya sendiri"ucap Nona Zelina.


"Sebenarnya Anda mau apa?"tanya Lara.


"Satu hal lagi, kau belum bercerai dengan Alex kan? menikah dengan Gibran karena kematian Alex. Sungguh, istri yang tak setia, memenjarakan suaminya dan menikah lagi dengan orang lain tanpa bercerai, memalukan"ucap Nona Zelina.


"Itu urusan saya, Anda tak perlu mengurusi urusan orang lain, bukannya Anda orang yang sibuk?"ucap Lara.


"Aku juga sudah cukup bicara untuk hari ini, selamat pagi"ucap Nona Zelina.


Nona Zelina pergi meninggalkan Lara. Dia tersenyum karena bisa membuat Lara memikirkan ucapannya.


Carlos baru sampai disanggar tari itu, dia melihat Lara sedang murung diteras sanggar itu. Dia menghampiri Lara.


"Lara kenapa?"tanya Carlos.


"Tidak apa-apa"ucap Lara.


"Dulu, ada seseorang yang bilang padaku, untuk menceritakan masalah kita pada orang lain biar beban kita berkurang dan permasalahan kita bisa diselesaikan"ucap Carlos.


"Carlos, jika masa lalu kita kelam apa akan terus diungkit dan menghantui masa yang akan datang"ucap Lara.


"Kalau aku, lupakan dan jangan didengar jika ada yang mengungkitnya, percuma hanya membuat kita sakit hati dan terus kepikiran. Sehingga masa depan kita jadi malah terganggu karena kita terus memikirkan masa lalu. Anggap saja masa lalu sebagai kenangan dan pembelajaran hidup supaya hidup kita lebih baik kedepannya"ucap Carlos.


"Kau benar, aku seharusnya semangat, ayo Carlos kita berlatih lagi. Ini latihan terakhir sebelum kau syuting"ucap Lara.


"Oke, semangat"ucap Carlos.


Akhirnya Lara dan Carlos kembali berlatih menari. Lara berpikir apa yang dikatakan Carlos benar. Dia tak seharusnya terus memikirkan masa lalu yang kelam itu.


************


Dianka dan Zion pergi ke mendaftarkan pernikahan mereka. Zion terus tersenyum karena Dianka sebentar lagi jadi miliknya. Dia ingin selalu bersama Dianka dan Dafa. Tak peduli seberapa banyak mereka akan bertengkar nantinya.


"Akhirnya kita mendaftarkan pernikahan kita, tinggal acara pernikahannya sayang"ucap Zion.


"Akhirnya sebentar lagi aku menjadikan musuhku teman ranjangku"ucap Dianka.

__ADS_1


"Hei, kau seharusnya senang musuhmu ini multitalenta, bisa jadi suamimu, ayah anakmu, bosmu, babumu, dan teman hangat diranjangmu" ucap Zion.


"Kau itu selalu pede dan sok. Aku bahkan tak yakin kau mahir diranjang"ucap Dianka.


"Apa kau mau membuktikannya, ayo sekarang juga aku siap sayang"ucap Zion.


"Zion kalau kau berani menyentuhku sebelum menikah, akan kupotong kaki dan tanganmu oke" ucap Dianka.


"Kejam sekali, aku hanya bercanda, ya kalau kau mau aku untung. Tapi tenang aku akan menunggu sampai menikah nanti dan saat itu tiba kau akan jadi mangsaku semalaman, tak ada satu bagianpun yang terlewatkan oke"ucap Zion.


"Cuci pikiran kotormu itu ditempat steam mobil biar kau tidak terus menerus berpikir seperti itu" ucap Dianka.


"Aku ini lelaki normal sayang, kau akan tahu nanti. Aku yakin nanti kau akan ketagihan dan tak ingin jauh dariku"ucap Zion.


"Hih"ucap Dianka kesal.


"Sayang beli es krim ditukang gerobak itu, kasihan kelihatan tak ada yang beli"ucap Zion.


Zion menarik lengan Dianka mengajaknya membeli es krim dipedagang kaki lima didepan kantor urusan agama itu.


"Bang es krimnya saya borong ya"ucap Zion.


"Memangnya untuk acara apa Tuan?"tanya Pak Odong penjual es krim itu.


"Nanti bagikan pada anak-anak dilapangan itu" ucap Zion menunjuk anak-anak yang bermain dilapangan depan kantor urusan agama.


"Oh, baik Tuan"ucap Pak Odong.


Pak Odong memberikan dua eskrim pada Zion. Kemudian Zion membayar semua es krim yang diborongnya. Dia berjalan ditepi jalan bersama Dianka sambil makan es krim itu.


"Zion, aku tak menyangka monster sepertimu bisa baik pada orang lain"ucap Dianka.


"Sayang kau tidak mengenalku sepenuhnya, nanti kau akan terpesona saat kharismaku terpancar jelas"ucap Zion.


"Apa kita akan jalan kaki terus, mobilmu dikantor urusan agama"tanya Dianka.


"Sekali-kali kita jalan kaki sayang, biar romantis" ucap Zion.


"Kakiku pegal kalau terus berjalan sampai rumah" ucap Dianka.


"Sengaja, biar kau minta gendong. Jadi aku bisa dapat pelukan sepanjang perjalanan pulang" ucap Zion.


"Otakmu modus banget ya"ucap Dianka.


"Biarin, kemarin kan aku sudah rugi jadi babumu seharian, sekali-kali aku boleh dong untung"ucap Zion.


Zion mengajak Dianka naik bus, mereka berdiri dibus itu karena tempat dipenuhi penumpang.


Zion terus berdiri didekat Dianka.


"Sayang kalau sedekat ini rasanya nyaman"ucap Zion.

__ADS_1


"Zion otakmu itu ya, jangan berpikir macam-macam"ucap Dianka.


"Hei, siapa yang berpikir macam-macam aku cuma memikirkan kita akan selalu berdekatan nanti saat menikah, jangan-jangan kau yang berpikir kotor ya"ucap Zion.


"Aku gak mungkin memikirkan hal kotor itu apalagi denganmu"ucap Dianka.


"Sudah akui saja kalau kau juga sama menginginkannya"ucap Zion.


"Zion kau memang tidak bisa diajak damai ya, kau selalu membuatku jengkel"ucap Dianka.


"Hei, aku sudah berusaha romantis tadi, tapi wanita kaku sepertimu memang susah diajak romantis"ucap Zion


Mereka jadi bertengkar didalam bus disaksikan para penumpang.


"Udah mba jangan mau kalah, saya follow biar seru"ucap Bang Jali.


"Ditunggu kemarahan yang lebih dramatis mba, next"ucap Neng Caca.


"Lebih update lagi mba bahasanya, biar kita yang ngelihatnya bisa menikmati jalan ceritanya"ucap Dadang.


"Aku like mba, biar makin panjang episodenya" ucap Lala.


Mereka malah jadi bahan tontonan para penumpang.


"Zion dari awal ya, aku itu ragu menikah denganmu yang mungkin saja hanya menjadikanku pelampiasan keinginanmu yang kotor itu"ucap Dianka.


"Masih untung ya, kau dicintai orang sepertiku, semua wanita menginginkan jadi pendampingku" ucap Zion.


"Oh, kalau begitu menikah sana dengan wanita-wanita itu"ucap Dianka.


"Oke, lihat saja mereka semua akan ku nikahi, kalau perlu satu lusin aku nikahi semua"ucap Zion.


"Mas, Mba, tolong dilanjutkan ditepi jalan saja drama kolosalnya. Kali aja disana dapet uang recehan yang lebih banyak"ucap Kenek bus itu.


Zion dan Dianka langsung berhenti berbicara kemudian mereka turun dari bus. Ternyata mereka turun ditempat yang salah.


"Ini semua salahmu ya Zion, lihat kita turun dimana coba"ucap Dianka.


"Wah seru, kita akan hilang lalu bertualang dan tidur bersama dihutan setelah itu kita semakin jatuh cinta dan...."ucap Zion.


Plaaaaak........


Dianka menampar pipi Zion yang sedang berpikir kotor.


"Makan tuh pikiran kotormu"ucap Dianka sambil berjalan meninggalkan Zion.


"Sayang tunggu, jangan marah. Besok kitakan menikah"ucap Zion.


"Menikah  saja sana sama sapi"ucap Dianka berteriak.


Zion terus berjalan menyusul Dianka. Mereka terus berdebat sepanjang jalan. Walau begitu Dianka tak sungguh-sungguh marah pada Zion.

__ADS_1


__ADS_2