
Alex masuk ke kamar bersama Dianka.Dianka hanya diam, dia takut Alex akan marah seperti tadi. Dia tidak mau membahayakan nasib Ibunya yang ada ditangan Alex. Dianka memandang Alex dihadapannya, Alex mengangkat tangannya.
Dianka menutup matanya, dia berpikir Alex akan menamparnya tapi ternyata tangan Alex mengelus rambut panjangnya.
"Mangsaku, jangan buat aku marah seperti tadi"ucap Alex.
"Aku tidak akan membuatmu marah lagi"ucap Dianka.
"Gantilah bajumu, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"ucap Alex.
Alex memberikan Dianka sebuah dress cantik yang dibelinya.
"Apa Alex akan menjualku lagi atau aku akan disuruh menemani rekan bisnisnya"ucap Dianka dalam hatinya.
"Aku mau ganti baju Alex, bisakah kau keluar dulu"
ucap Dianka.
"Kenapa harus keluar, aku bahkan sudah melihat semuanya Dianka"ucap Alex.
"Baiklah terserah kau saja Alex"ucap Dianka.
Tanpa basa basi Dianka melepas pakaiannya didepan Alex. Dianka tak punya rasa malu lagi setelah dia diperlakukan sebagai mangsa Alex.
"Apa kau puas melihatku seperti tak punya harga diri seperti ini"ucap Dianka.
"Kenapa mengeluh, bahkan aku sudah melihat setiap incinya"ucap Alex.
"Kau menyiksaku dan merendahkanku Alex, itupun kau belum puas"ucap Dianka.
"Dianka, kau mangsaku aku bisa melakukan apapun padamu, ingat itu"ucap Alex.
Dianka memakai dress cantik itu. Alex berdiri dibelakang Dianka lalu memakaikan Dianka sebuah kalung berlian dilehernya.
"Apa ini?"tanya Dianka.
"Supaya kau terlihat lebih cantik saat aku memperkenalkanku pada seorang klienku nanti"ucap Alex.
Dianka hanya diam, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Alex padanya nanti. Dianka begitu risih dengan dress yang dipakainya. Dia jarang mengenakan dress. Apalagi dress yang pendek.
"Sebenarnya aku tidak nyaman dengan dress ini tapi aku tak punya pilihan"ucap Dianka dalam hatinya.
Alex mengajak Dianka keluar dari rumah besar itu. Dianka duduk dikursi belakang mobil bersama Alex.
"Dianka ingat jangan kabur lagi seperti hari sebelumnya, kau akan menanggung akibatnya jika kau kabur lagi"ucap Alex.
"Aku sudah pasrah dengan yang akan kau lakukan padaku, jadi untuk apa aku kabur"ucap Dianka.
"Bagus, kau memang harus menuruti kemauanku sebagai mangsaku"ucap Alex.
"Lakukanlah apapun sesuka hatimu Alex, jika itu membuatmu senang dengan penderitaan yang ku rasakan saat ini"ucap Dianka.
"Ya, aku sangat senang saat kau menderita dan menderita"ucap Alex.
Dianka hanya memegang dress dipahanya dengan tangannya. Entah apa yang dirasakannya saat ini, orang yang dicintainya adalah orang yang menyakitinya.
Sampai disebuah gedung yang berada dipinggir pantai. Gedung itu terlihat sepi dari luar dan terkesan menakutkan.
"Dianka bukannya dulu kita pernah kesini, kau tentu tahu tempat ini seperti apa bukan?"ucap Alex.
__ADS_1
"Tempat ini? semua orang melakukan apapun sesuka hati mereka karena peraturan ditempat ini menggunakan hukum rimba, kenapa Alex mengajakku kesini? apa untuk urusan bisnis atau?
ucap Dianka dalam hatinya.
Alex menggandeng tangan Dianka memasuki gedung itu. Didalam gedung itu, berbagai macam kegiatan ada disitu seperti berjudi, bilyar,
prostitusi, panco, tinju, gulat dan area bebas mabuk.
Alex mengajak Dianka menemui Tuan Dien,
seorang bandar narkoba, Alex sedang bernegosiasi dengannya untuk urusan bisnisnya.
"Gimana Tuan Dien, apa Anda tertarik mengambil tawaran saya?"tanya Alex.
"Untuk harga, aku sudah cocok. Tapi apa tak ada bonus untukku? gadis disampingmu itu juga boleh untuk jadi bonusnya"ucap Tuan Dien.
"Tuan Dien, dia memang ku persiapkan untukmu, kau boleh membawanya"ucap Alex.
"Benar tebakanku, dia akan melakukan ini lagi padaku"ucap Dianka dalam hatinya.
"Cantik sekali, kemarilah aku ingin kau menuangkan aku minuman"ucap Tuan Dien.
"Heh Dianka, temani Tuan Dien, puaskan dia. Kau tidak ingin aku menghukummu lagikan"ucap Alex.
Tanpa bicara Dianka menghampiri Tuan Dien dan duduk disampingnya. Dianka melayani Tuan Dien dengan menuangkan minuman untuknya.
Alex meninggalkan Dianka bersama Tuan Dien.
Didalam ruangan itu hanya ada Dianka dan Tuan Dien. Dianka berpikir harus bisa mengelabuhi Tuan Dien. Dia meminta izin pada Tuan Dien untuk pergi ke toilet. Tuan Dien memberinya izin, Dianka pergi ke tempat para wanita malam berkumpul. Dia meminta sebuah obat tidur pada mereka. Salah satu wanita malam itu memberinya obat tidur. Kemudian Dianka kembali lagi ke ruangan itu.Dianka kembali menemani Tuan Dien minum, dia meletakkan obat tidur pada minumannya. Tak lama Tuan Dien tertidur lalu Dianka keluar dari ruangan itu.
"Untung saja ada seorang wanita malam yang punya obat tidur, kalau tidak aku takkan bisa melepaskan diriku dari lelaki hidung belang itu"ucap Dianka.
Saat dia sedang berjalan diantara keramaian orang dari berbagai kalangan, ada seorang gadis meminta tolong padanya.
Gadis itu memohon pada Dianka sampai dia menangis. Bajunya sudah robek sebagian. Dianka kasihan pada gadis itu.
"Apa yang terjadi padamu?"tanya Dianka.
"Aku mau di..."ucap Leni belum sempat meneruskan ada lima lelaki mengejarnya.
"Leni ayo kemarilah sayang"ucap Lelaki 1.
"Leni jangan nakal"ucap Lelaki 2.
"Leni cepat datang padaku"ucap Lelaki 3.
"Dia akan tetap bersamaku jadi tinggalkan dia" ucap Dianka.
"Gadis cantik apa kau juga ingin digilir sepertinya"
ucap Lelaki 4.
Tak lama berucap,Dianka langsung menendang lelaki itu hingga terjatuh.
Bruuuuuug...
"Aw...."ucap Lelaki 4.
"Ayo siapa lagi yang ingin mencoba"ucap Dianka.
__ADS_1
Keempat lelaki sisanya mengelilingi Dianka dan mulai memukulnya, Dianka berhasil menghindar dari setiap pukulan. Dia melompat dan mengeluarkan pistol dari dalam bajunya dan dengan satu gerakkan menembak keempat lelaki secara berurutan mengenai kaki mereka hingga terjatuh.
Dooor...doooor...doooor...doooor...
Bruuuuuug...
"Aw..."ucap Keempat Lelaki yang kakinya tertembak oleh pistol milik Dianka.
"Aku masih berbaik hati pada kalian hari ini, jika tidak pistol ini bisa bicara lebih dari itu"ucap Dianka.
Dianka mengajak Leni meninggalkan kelima lelaki itu dan keluar dari gedung itu. Dia dan Leni berjalan ditepi pantai.
"Terimakasih kau sudah menolongku"ucap Leni.
"Kenapa kau bisa ditempat seperti ini?"tanya Dianka.
"Aku dijual paman dan bibiku kesini untuk melayani kelima lelaki tadi"ucap Leni.
"Ayah dan Ibumu ada dimana? kenapa membiarkanmu dijual paman dan bibimu?"tanya Dianka.
"Aku yatim piatu sejak kecil, aku tinggal bersama paman dan bibiku, mereka menjualku karena merasa aku harus membalas budi pada mereka"ucap Leni.
"Sekarang kau mau kemana?"tanya Dianka.
"Tidak tahu, jika kembali bersama paman dan bibiku, mereka pasti akan menjualku lagi tapi jika tidak, aku mau tinggal dimana? aku tak punya uang"ucap Leni.
Dianka kasihan pada Leni, dia langsung melepas kalung pemberian Alex dan memberikannya pada Leni.
"Ambil ini dan jual untuk biaya hidupmu dan modal usaha. Jangan kembali pada paman dan bibimu, mereka jahat, tidak menutup kemungkinan akan menyakitimu lagi"ucap Dianka.
"Terimakasih, aku jadi merepotkanmu dua kali"
ucap Leni.
"Tidak masalah, aku harus kembali ke gedung itu.Selamat tinggal Leni, jaga dirimu"ucap Dianka.
Dianka kembali ke area gedung itu, baru masuk ke halaman gedung itu, Alex langsung menarik lengannya masuk ke dalam mobil.
"Dianka kau dari mana saja? aku mencarimu dari tadi. Kau membuat Tuan Dien tertidur, ternyata kau sangat pintar ya"ucap Alex.
"Aku hanya melindungi diriku dari penghinaan itu, Alex siksa aku sekarang tapi jangan jadikan aku bulan-bulanan lelaki hidung belang karena aku sedang ham..."ucap Dianka ragu memberitahu pada Alex kalau dia sedang hamil.
Dianka tak mungkin membiarkan lelaki hidung belang itu menyentuhnya, dia tak mau membahayakan bayi yang dikandungnya. Dia tak peduli jika nanti Alex menghukumnya.
Alex memperhatikan leher Dianka yang tidak lagi memakai kalung pemberiannya.
"Kemana kalung itu?"tanya Alex.
"Aku....mungkin terjatuh"ucap Dianka terpaksa berbohong.
"Dianka kau tak bisa menerima sedikit kebaikanku dan malah membuatku kesal padamu, aku akan menghukummu untuk itu"ucap Alex.
Alex langsung menyuruh supirnya keluar dari mobil dan mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. Dia bahkan sengaja menyetir mobilnya kekanan dan keliru terus menerus hingga Dianka tegang dan ketakutan.
"Alex kau ingin mati, hentikan!"ucap Dianka sambil berpegangan pada kursi mobil didepannya.
"Kita akan mati bersama Dianka, kau puas"ucap Alex.
"Alex hentikan"ucap Dianka.
__ADS_1
"Ha....ha....aku senang kau ketakutan setengah mati"ucap Alex.
Alex terus mengendarai seperti itu hingga sampai dirumah besar itu. Dianka sampai lemas saat keluar dari mobil Alex. Dia tak menyangka Alex menghukumnya dengan cara seperti itu.