
Rahel pergi ke sebuah club malam. Dia bekerja disana sebagai OB. Rahel biasa bekerja apa saja yang penting hasil kerja kerasnya sendiri. Malam itu dia harus membersihkan sebuah ruangan VIP di club malam itu. Rahel membersihkan tempat itu. Baru selesai membersihkan, ada seseorang memasuki ruangan itu bersama anak buahnya.
Awalnya Rahel tak begitu memperhatikannya tapi saat dia hendak keluar tangannya ditahan lelaki itu.
"Wanita, susah payah aku mencarimu ternyata aku menemukanmu disini"ucap William.
"Eh....pria cabul, ketemu lagi"ucap Rahel.
"Ternyata kau ini selalu ada dimanapun ya"ucap William.
"Aku hanya OB, jadi lepaskan tanganmu nanti kotor"ucap Rahel.
"Melepasmu? bahkan aku belum juga membalasmu"ucap William.
"Aku rasa kita damai saja, aku teraktir makan kacang rebus mau?"tanya Rahel.
"Hei wanita kau tak punya selera, apa pantas kau mengajakku makan kacang rebus?"tanya William.
"Aku tak punya uang banyak sepertimu, uangku cukup untuk mengajakmu makan kacang rebus ditepi jalan"ucap Rahel.
"Kalau begitu kau harus melayaniku"ucap William.
"Apa? melayanimu?"ucap Rahel.
William menarik Rahel ke sofa diruang VIP itu.
Rahel tersudut oleh William yang mencengkramnya.
"Lepaskan aku pria cabul"ucap William.
"Buat aku puas"ucap William.
"Aku tidak mau"ucap Rahel.
"Nikmatilah"ucap William.
William mendekati wajah Rahel, dia menatap Rahel dari dekat.
"Hei kau tampan juga"ucap Rahel.
"Kenapa kau siap?"tanya William.
"Bukan itu, aku mau....."ucap Rahel.
Dug............
Rahel menendang sesuatu yang penting dalam hidup William.
"Aw.............."ucap William kesakitan.
Rahel membebaskan dirinya dari cengkraman William. Dia berdiri dan langsung berlari keluar ruangan itu tapi William mengejarnya. Rahel terus berlari hingga keluar club itu.
"Hah...hah....capek, dia masih mengejarku. Sial sekali nasibku malam ini harus bertemu dia lagi"ucap Rahel.
"Wanita, aku akan menangkapku"ucap William.
William terus berlari mengejar Rahel. Hingga saat menyebrang jalan, William terserempet mobil hingga dia terjatuh dijalan.
"Ih...dia kena jadi celaka, haruskah aku menolongnya?"ucap Rahel.
Rahel berbalik arah menghampiri William terjatuh dijalan, dia membantu William bangun dan memapahnya.
__ADS_1
"Kau kena karmakan, makanya jangan jahat jadi orang"ucap Rahel.
"Wanita, aku seperti ini karenamu"ucap William.
"Tadikan sudah ku bilang kita damai saja"ucap Rahel.
"Damai, enak saja, berikan kegadisanmu baru aku akan memaafkanmu"ucap William.
"Oh, kau mau aku buang ke jalan"ucap Rahel.
"Kau lihat aku sedang terluka, kau ingin menghabisi saat aku seperti ini"ucap Wiliam.
"Yasudah, aku akan mengobatimu dulu, kebetulan rumahku ada didekat sini"ucap Rahel.
Rahel membawa William pulang ke rumahnya. Dia membawa William masuk ke dalam rumah. Kebetulan ibunya sudah tidur jadi Rahel langsung membawa William masuk ke kamarnya. Dia membantu William berbaring diranjangnya.
"Pria cabul diamlah disini, aku akan mengambil obat luka dulu"ucap Rahel.
"Oke"ucap William.
Rahel keluar dari kamarnya, sementara itu William memperhatikan foto Rahel yang terpajang didinding.
"Dia cantik juga kalau feminim"ucap William.
Rahel masuk ke kamarnya membawa kotak P3K dan air diwadah beserta waslap.
"Sini ku basuh mukamu"ucap Rahel.
William bangun dan mendekati Rahel. Waslap itu dibasahi lalu dilapkan ke wajah William. Setelah itu dia membersihkan luka dikaki, tangan dan muka William, lalu mengobatinya dengan obat luka.
"Aw..........perih"ucap William.
"Kau bilang aku tidak boleh mengeluh?"ucap William.
"Iya, orang jahat biasanya kuat"ucap Rahel.
"Kau pikir aku ini robot"ucap William.
"Oya, kau lapar tidak?"tanya Rahel.
"Memang kalau aku lapar kenapa?"tanya William.
"Aku akan memasakkanmu sesuatu"ucap Rahel.
"Kalau begitu aku lapar, masak yang enak untukku"ucap William.
"Kau tamu tidak berhak memerintah"ucap Rahel.
"Aku lapar"ucap William.
"Baiklah, aku akan memasak, diamlah disini"ucap Rahel.
Rahel pergi ke dapur memasak untuk William. Dia membuatkan William nasi goreng yang lebih cepat dimasak. Setelah matang Rahel membawa nasi goreng itu ke kamarnya.
"Nih makanlah"ucap Rahel.
"Suapin"ucap William.
"Apa? manja sekali, penjahat dilarang manja"ucap Rahel.
"Kedua tanganku luka, jadi suapi aku"ucap William.
__ADS_1
"Merugikanku menolongmu"ucap Rahel.
"Jangan bawel cepatlah, aku lapar"ucap William.
"Benar-benar tamu tak tahu diri"ucap Rahel.
Rahel menyuapi William makan nasi goreng itu. William begitu menikmati nasi goreng buatan Rahel.
"Enak juga, kau pandai memasak"ucap William.
"Ini hanya nasi goreng biasa"ucap Rahel.
William memandang wajah Rahel.
"Kau mau makan atau mau memandangku?" tanya Rahel.
"Apa kau tak pernah berdandan?"tanya William.
"Geli sekali harus berdandan, aku sudah nyaman seperti ini, memangnya kenapa?"tanya Rahel.
"Lihat foto didinding kau feminim, cantik"ucap Wiliam.
"Itu foto saat Emakku menyuruhku datang ke pesta pernikahan temannya"ucap Rahel.
"Apa nasi gorengnya masih?"tanya William.
"Kau masih lapar? tidak kau merepotkanku"ucap Rahel.
"Wanita kau tahu siapa aku? aku bisa membuat hidupmu sengsara"ucap Wiliam.
"Menolong penjahat sepertimu tidak ada gunanya, justru menyusahkanku"ucap Rahel.
"Buatkan aku nasi goreng lagi"ucap William.
"Benar-benar menyesal menolongmu"ucap Rahel.
Rahel ke dapur memasak nasi goreng lagi untuk William. Setelah matang, dia membawa nasi goreng itu ke kamarnya.
"Nih nasi gorengnya Tuan"ucap Rahel.
"Bagus, kau memang harus memanggilku Tuan" ucap William.
"Suapin"ucap William.
"Tamu tak tahu diri"ucap Rahel.
"Cepatlah"ucap William.
Rahel menyuapi William makan nasi goreng itu hingga habis.
"Tidurlah kau sudah kenyangkan"ucap Rahel.
"Tidurlah diranjang denganku, aku butuh kehangatanmu malam ini"ucap Wiliam.
"Bisa gila lama-lama aku"ucap Rahel.
"Aku mau tidur lelah"ucap William.
"Tidurlah dan lupakan ucapan gilamu itu"ucap Rahel.
William tidur diranjang. Sementara Rahel tidur dikarpet dibawah ranjang. Saat Rahel tertidur pulas, William turun dari ranjang dan tidur disamping Rahel, dia memeluk Rahel dalam dekapannya kemudian dia tidur. Rahel tidak menyadari William tidur disampingnya dan memeluknya
__ADS_1