ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Alex Digigit Ular


__ADS_3

Lara sedang menyirami bunga ditaman dekat halaman rumahnya.Pagi itu udara terasa sejuk dan segar.Sinar matahari terasa hangat dikulit.


Dengan senyuman cantiknya Lara menyiram setiap bunga ditaman itu.Selesai menyerami bunga Lara merapikan letak pot bunga sesuai jenis bunganya.Alex menghampiri Lara dengan membawa setangkai bunga mawar merah yang baru dipetiknya untuk Lara.


"Lara setangkai bunga yang cantik untuk sayangku yang cantik"ucap Alex.


"Bunga mawar merah indah tapi ketika durinya menusuk jari-jari menggoreskan luka yang berdarah, sama halnya dengan hidupku yang indah seperti bunga mawar tapi ternyata penuh duri yang membuat aku terluka sampai berdarah"


ucap Lara.


"Lara,aku tak akan memberimu mawar yang berduri,aku akan membuang durinya sehingga tanganmu takkan terluka hingga berdarah"ucap Alex.


"Alex untuk apa kau kemari?"tanya Lara.


"Untuk bersamamu dipagi hari yang cerah ini sayang"ucap Alex.


Lara mengacuhkan Alex,dia tetap menata pot-pot bunga itu.Tapi malah Alex membantunya menata pot-pot bunga itu.


"Untuk apa kau membantuku,ini bukan pekerjaanmu Alex"ucap Lara.


"Aku hanya ingin membantu istriku tersayang" ucap Alex.


"Bukan disitu pot bunga mawar putihnya tapi disebelah kanan sesuai jenis bunganya"ucap Lara.


"Baik sayang,aku akan meletakkannya disebelah kanan,gimana sudah betulkan?"tanya Alex.


Lara hanya diam dan melanjutkan memindahkan pot bunga itu.Saat dia menarik pot bunga itu,ada ular sanca hendak mematuk kakinya tapi dihalangi oleh Alex,sehingga ular sanca itu malah mematuk Alex.


"Aw..."ucap Alex kesakitan.


"Alex kau tidak apa-apa?"tanya Lara.


"........."Alex hanya diam memegang kakinya.


Lara ketakutan melihat Alex kesakitan.Dia memapah Alex dan mengajaknya ke rumah sakit.


Rumah Sakit Florenza


Sampai dirumah sakit Lara memapah Alex yang sudah terlihat pucat,Lara menangis melihat Alex tak bicara satu katapun.Alex dibawa langsung menuju UGD.Dia langsung mendapatkan pertolongan dari petugas kesehatan.

__ADS_1


Setelah diobati Alex dibawa ke ruang rawat inap.


Lara menemaninya,dia mencemaskan kondisi Alex yang dari tadi belum sadarkan diri.


"Alex jangan membuatku berbelas kasih padamu,aku takut akan menggoyahkan niat awalku untuk balas dendam padamu.Kenapa kau tadi menolongku?seharusnya akulah yang sekarang berbaring diranjang itu"ucap Lara.


Alex sedang berbaring diranjang ruang rawat inap itu.Lara duduk disamping ranjang itu sambil memegang tangan Alex,dia cemas dengan keadaan Alex.Dia sampai tertidur disamping ranjang Alex sambil terus memegang tangannya.Tak lama Alex mulai sadarkan diri, melihat Lara sampai tidur menungguinya.Dia melihat Lara terus memegang tangannya.


"Lara ternyata kau mulai peduli padaku,semoga secepatnya kau memaafkanku dan mau menerimaku sebagai suamimu"ucap Alex.


Tak lama Lara terbangun dan melihat Alex sudah sadarkan diri.Alex langsung mencium bibir cantik Lara.Lara berusaha melepasnya tapi Alex semakin intens mencium dengan penuh lembutan dan kemesraan.


"Sayang terimakasih sudah menungguku dari tadi"ucap Alex setelah melepas ciumannya.


"Aku hanya tidak ingin berhutang budi padamu"


ucap Lara.


"Dari tadi kau memegang tanganku"ucap


Alex.


Lara kaget dengan ucapan Alex,apa yang dikatakannya memang benar,tadi Lara memegang tangan Alex dan juga mencemaskannya.Alex senang melihat Lara mulai peduli padanya.


Ricard masuk ke area kolam renang dirumah besar William.Dia mau melaporkan informasi pada Bos William.William sedang berenang dikolam renang itu.Saat dia berenang ke tepi kolam renang,Ricard menghampirinya.


"Bos,aku bawa informasi penting"ucap Ricard.


"Informasi apa?"tanya William.


"Alex membohongi Dianka tentang Ibunya.Ibu Laura sudah meninggal saat dimarkas Tengkorak Berdarah tapi Alex memalsukan informasi itu demi menawan Dianka agar menurut padanya"ucap Ricard.


"Informasi yang menarik,aku tak sabar membawa Dianka kembali ke tanganku.Sepertinya usahaku takkan sia-sia.Terus cari informasi lagi untukku"ucap William.


"Baik Boss"ucap Ricard lalu meninggalkan tempat itu.


William tersenyum bahagia saat mendengar kabar itu.Dia senang,sebentar lagi Dianka akan menjadi miliknya.Tidak ada alasan lagi Dianka bertahan bersama Alex.


**********

__ADS_1


Dianka masih berdiam diri diranjang itu.Dia tak biasa keluar dari kamar itu.Rasanya kebebasannya telah terpasung oleh Alex.Dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauannya.


Dianka mengelus perutnya yang terdapat benih telah ditanam Alex padanya.


"Anakku haruskah kita hidup seperti ini selamanya.Maafkan ibu tak mampu memberitahu ayahmu kalau kau ada.Gimana jika kau dalam bahaya bila ibu memberi tahu keberadaanmu padanya.Ibu berharap kau kuat didalam rahimku,kita akan melewati semua ini bersama-sama"ucap Dianka.


Jack kembali ke kamar Dianka membawa berbagai makanan untuknya.Dianka tidak tahu Jack bisa keluar masuk rumah itu padahal Alex telah menguncinya.


"Tuan putri coba lihat aku bawa apa?"tanya Jack.


"Kau bawa bawa banyak makanan Jack"ucap Dianka.


"Ini semua untukmu,kau harus makan semuanya agar kau tetap sehat dan kuat"ucap Jack.


Jack duduk disamping Dianka.Dia mulai menyuapi Dianka.Selesai makan Jack membuka rantai yang terpasang dikaki dan tangan Dianka.


"Jack bagaimana bisa kau masuk ke rumah ini dan membuka rantai ini?"tanya Dianka.


"Aku ini pangeran berkuda putih yang akan menyelamatkanmu nanti Tuan putri"ucap Jack.


"Terimakasih,hampir setiap hari kau membawakanku makananan,aku tidak tahu masih hidup atau tidak jika kau tidak ada"ucap Dianka.


"Karena aku Pangeranmu Tuan Putri"ucap Jack.


"Kenapa kau selalu memanggilku seperti itu?"tanya Dianka.


"Karena kau memang Tuan putri dihatiku"ucap Jack.


"Kau pintar bercanda Jack,tapi kau baik,aku tidak tahu membalasmu dengan apa?"tanya Dianka.


"Menikahlah denganku Tuan putri"ucap Jack sambil mendekati bibir Dianka untuk menciumnya.


"Jack maaf,kita baru bertemu"ucap Dianka sambil menghindari ciuman itu.


"Kita sudah pernah bertemu Dianka,apa perlu aku buka kaca mata dan topiku mungkin kau ingat aku"ucap Jack.


"Tidak usah,aku tidak mau mengganggu privasimu.Mingkin aku akan coba mengingat,siapa tahu aku lupa kita pernah bertemu"ucap Dianka.


"Besok aku akan mengunjungimu lagi"ucap Jack meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Jack akhirnya pergi meninggalkan Dianka.


Tinggal Dianka sendirian dikamar itu,hanya saja kini rantainya sudah dilepas Jack.


__ADS_2