ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Bingung dan Menangis


__ADS_3

Alex mengajak Lara joging santai disepanjang jalan raya. Dia ingin merasakan jadi orang biasa dan hidup normal seperti orang pada umumnya.


Sepanjang jalan Alex terus memegang tangan Lara. Tak lupa dia tersenyum pada orang yang menyapanya. Alex kini ingin berubah dan melupakan semua dendamnya. Dia ingin memulai hidup baru yang bahagia tanpa dendam dihatinya. Alex dan Lara duduk dikedai bubur ayam untuk sarapan.


"Sayang kamu mau bubur ayam pakai toping apa?"tanya Alex.


"Pakai ayam suwir dan bakso goreng aja"ucap Lara.


"Oke, minumnya mau apa?"tanya Alex.


"Aku mau teh hangat manis"ucap Lara.


"Aku pesankan dulu ya"ucap Alex.


Alex berdiri menuju ke kasir untuk memesan dan membayar bubur ayam itu. Saat dia sedang berdiri didepan kasir, diluar kedai ada dua anak kecil berpakaian compang camping sedang meminta sumbangan. Pemilik kedai itu langsung memarahi mereka.


"Hei gembel pergi dari kedaiku, bikin pelangganku jijik aja"ucap Pemilik kedai itu.


Mendengar itu Alex langsung menghampiri mereka.


"Pak Anda tidak seharusnya bersikap seperti itu pada anak kecil"ucap Alex.


"Mereka ini bisa bikin pengunjung kedai saya gak jadi beli karena jijik melihat mereka"ucap Pemilik kedai itu.


"Anda bilang apa tadi?....aku bahkan bisa membeli kedai ini, dengan suara sombongmu itu aku pastikan kedai ini akan ditutup jika kau masih sombong"ucap Alex dengan tatapan yang dingin dan menakutkan.


Pemilik kedai itu ketakutan hanya melihat tatapan Alex. Dari kantungnya Alex mengeluarkan dompet dan memberikan semua uang didompetnya untuk anak kecil itu.


"Belilah apapun untuk mengisi perutmu,tapi jangan beli dikedai ini"ucap Alex.


"Terimakasih Tuan, adikku memang lapar tapi aku tak punya uang, berharap ada sisa-sisa makanan untuk kami"ucap Anak itu.


Alex tersenyum pada anak itu, mereka pergi dari kedai itu setelah mendapatkan uang dari Alex.


Lara berdiri dibelakang Alex, melihat apa yang sudah dilakukan Alex untuk anak itu.Dia melihat Alex mulai berubah, tapi hatinya tidak bisa menghentikan dendam yang harus dibalas olehnya.


"Alex, ayo kita sarapan ditempat lain"ucap Lara.


"Iya sayang"ucap Alex.


Mereka berdua meninggalkan kedai bubur ayam itu. Alex mengajak Lara sarapan ditukang bubur ayam yang membawa gerobak. Mereka sarapan berdua sambil melihat mobil dan motor yang lulu lalang.


**********


Dianka sedang duduk ditepi kolam renang. William datang menghampirinya dengan membawa sekotak coklat dan bunga. Dianka tersenyum pada William yang menghampirinya.

__ADS_1


"Dianka ini untukmu"ucap William memberikan bunga dan sekotak coklat itu padanya.


"Coklat, kau tau aku suka coklat ini"ucap Dianka.


"Apa yang aku tidak tahu darimu"ucap William.


"Apa kau mau sarapan? aku tadi memasak untukmu"ucap Dianka.


"Aku ingin sarapan yang lain dulu"ucap William.


William menarik Dianka dan mencium pipinya.


Cup..........


Ciuman itu mendarat dipipi Dianka, sekejab Dianka terkejut dengan ciuman tiba-tiba itu.


"Dianka ayo sarapan, aku lapar sayang"ucap William.


Dianka semakin terkejut ketika William memanggilnya sayang. Tangannya digemgam William dan diajak masuk ke ruang makan bersamanya. William dan Dianka mulai sarapan.


Dianka penasaran dengan roti yang harus ada dipiring William setiap harinya.


"William, kenapa harus ada roti dipiringmu setiap hari?"tanya Dianka.


"Kau lupa Dianka, roti ini mengingatkanku padamu"ucap William.


"Seorang anak kecil kelaparan yang diberi roti oleh Tuan putri yang cantik"ucap William.


Dianka bingung dengan ucapan William tentang anak kecil dan Tuan putri.


"Dianka sayang kau tak usah bingung,ayo kita sarapan"ucap William.


Selesai sarapan William langsung membopong Dianka kembali ke kamarnya.


"William, turunkan aku. Malu dilihat oleh para pelayanmu"ucap Dianka.


"Kenapa harus malu? mereka tahu kau adalah ratuku dirumah ini"ucap William.


William membopong Dianka ke kamarnya.


Sampai dikamarnya William membaringkan Dianka diranjang.


"Dianka sayang aku ingin segera membuatmu jadi milikku"ucap William sambil menatap wajah cantik Dianka.


"William, aku....."ucap Dianka.

__ADS_1


Jari telunjuk William menutup bibir Dianka sehingga Dianka menghentikan ucapannya.


"Dianka sayang aku tak ingin mendengar penolakanmu, biarkan aku menunggu meskipun lama asal kau mau menikah denganku"ucap William.


Willian melepas jari telunjuknya dari bibir Dianka,


kemudian keluar dari kamar Dianka.


"Alex, haruskah aku menikah dengan William sementara aku mengandung anakmu.Gimana aku harus memberi tahu William tentang kehamilanku. Gimana kalau nanti bayi ini dalam bahaya?"ucap Dianka.


"Aku rindu padamu Alex meskipun kau sering menyakiti hatiku, tapi aku tak pernah bisa membencimu dari dulu. Cintaku tak pernah berubah untukmu"ucap Dianka sambil meneteskan air matanya.


***********


Lara menemui Ricard di Taman Kejora. Ternyata Ricard sudah menunggunya dikursi taman tersebut. Lara menghampiri Ricard dan duduk disampingnya. Mereka memulai pembicaraan.


"Ricard aku tahu kau sudah lama bersama Alex dan pasti sangat mengenal Dianka"ucap Lara.


"Apa yang ingin kau tahu dariku Nona Lara?"tanya Ricard.


"Apa hubunganku dengan Dianka sehingga kami sama-sama jadi mangsa Alex?"tanya Lara.


"Apa kau belum tahu, Dianka adalah anak Giorgio yang sebenarnya"ucap Ricard.


"Apa?......."ucap Lara kaget mendengar ucapan Ricard.


"Aku tidak tahu seperti apa ceritanya sampai kau dan Dianka bisa bertukar tempat, tapi yang jelas anak kandung Giorgio adalah Dianka dan kau bukan anak Giorgio"ucap Ricard.


"Jadi aku....aku bukan anak Giorgio?"ucap Lara.


"Ya benar"ucap Ricard.


"Perlakuan Alex selama ini padaku salah sasaran.


Harusnya Dianka yang menerima semua derita yang kurasakan ini, kenapa semuanya jadi begini?"ucap Lara sambil menangis.


"Aku harus segera pergi, bila ada yang ingin kau ketahui lagi hubungi aku lagi"ucap Ricard.


Ricard berdiri lalu berjalan meninggalkan Lara.


Lara masih duduk dikursi itu sambil menangis tersedu-sedu. Semua penghinaan yang ia dapatkan semua ini hanyalah salah sasaran.


"Kenapa semua ini harus ku alami? apa salahku?


hik...hik....hik....Alex pantas saja dia baik padaku akhir-akhir ini hik....hik.....hik......ternyata karena aku bukan anak Giorgio jadi kau merasa bersalah

__ADS_1


hik....hik.....hik....Jika aku anak Giorgio, mungkin sampai sekarang kau masih menyiksaku hik....hik....hik.....kebaikanmu itu karena rasa bersalahmu bukan karena kau mencintaiku hik....hik....hik.....aku benci padamu Alex hik....hik...hik.....kau tidak berubah karena cintamu padaku tapi karena rasa bersalahmu padaku hik.....hik....hik....."ucap Lara sambil menangis.


Tubuhnya lemas dan tak bertenaga mendengar semua kebenaran ini. Soalah semua beban diletakkan dipundaknya hingga dia tak mampu mengangkat beban itu.


__ADS_2