ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA
Memasak Romantis


__ADS_3

Pagi itu Dianka sudah bangun memasak di dapur untuk sarapan. Dia tersenyum-senyum sambil memasak. Seperti orang yang sedang jatuh cinta, dia begitu bahagia. Zion menyusul Dianka ke dapur untuk membantunya. Dengan sengaja dia mengagetkan Dianka dari belakang.


"Da......."Zion mengagetkan Dianka.


"Aaa........"Dianka kaget.


"Zion kau ini ya pagi-pagi sudah membuatku kaget, apa tidak ada pekerjaan yang bisa kau kerjakan selain menggangguku"ucap Dianka.


"Hei, kau sudah biasa ku ganggu, jadi jangan merasa terbebani seperti itu. Justru karena itu kau jatuh cinta padaku"ucap Zion.


"Siapa juga yang jatuh cinta padamu, aku tarik lagi ya kata-kataku kemarin"ucap Dianka.


"Kau itu tak tahu malu ya, masa menarik kembali kata-katamu, dimana harga dirimu sebagai wanita"ucap Zion.


"Aku memang tak punya harga diri, lalu kenapa kau mau menikahi wanita yang tak punya harga diri sepertiku"ucap Dianka.


"Itu karena aku kasihan padamu, siapa yang akan menikahimu dan menjadi ayah Dafa nantinya kalau aku tak menikahimu"ucap Zion.


"Ada, Tomi mau menikahiku, bahkan dia sudah mengajakku menikah dari dulu"ucap Dianka.


"Tomi?...teganya kau menyebut lelaki lain didepan calon suamimu"ucap Zion.


"Habis kau bilang tadi tak ada yang akan menikahiku dan menjadi ayah Dafa, ya aku cuma mau memberitahumu saja kalau ada yang mau menikahiku dan menjadi ayah Dafa selain dirimu, paham. Jadi kau jangan sombong ya"ucap Dianka.


"Kau ini....."ucap Zion tetapi langsung ditutup mulutnya oleh Dianka.


"Sayang lebih baik bantu aku memasak dari pada kau habiskan tenagamu untuk mengoceh terus" ucap Dianka.


Zion menarik tangan Dianka hingga tubuhnya mendekat didadanya. Dia hendak mencium Dianka tapi ditahan oleh tangan Dianka.


"Sabar ya sayang, belum saatnya"ucap Dianka.


"Nanti kalau sudah saatnya aku akan menerkammu semalaman lihat saja nanti"ucap Zion.


"Oke, akan ku tunggu. Sekarang bantu aku mengupas bawang ya"ucap Dianka.


Dianka memberikan bawang itu untuk dikupas Zion.


"Satu bawang ini satu ciuman dimalam pertama kita nanti"ucap Zion.


"Siapa takut, ayo kerjakan semakin banyak, kau akan mendapatkan ciumanku semakin banyak, oke"ucap Dianka.


"Oke, lihat saja akan ku kupas semua bawang ini hingga habis"ucap Zion.


Zion mengupas bawang-bawang itu, baru mengupas tiga biji dia sudah berurai air mata.


"Kenapa?...kok cuma tiga biji, katanya mau dapat ciuman yang banyak. Udah nyerah, gak mau ciuman yang banyaknya"ucap Dianka.


"Hei, kenapa mengupas bawang seperti ini membuat mataku perih dan ingin menangis"ucap Zion.


"Itu karena kau banyak dosa, kau tahu kata orang bila mengupas bawang kau sampai menangis berarti sebentar lagi kau akan mati"ucap Dianka menakuti Zion.


"Kau meledekku, biar aku ketakutan iyakan"ucap Zion.

__ADS_1


"Aduh sayang, aku akan membawakan seikat bunga ke pemakamanmu tenang saja"ucap Dianka.


"Kau yakin ingin aku mati, nanti kau akan menangisi ku seumur hidupmu"ucap Zion.


"Ngapain, aku tinggal nyari calon suami baru" ucap Dianka.


"Tadi malam sudah ku bilang kita akan bertengkar lagi, jadi sebaiknya kita secepatnya menikah karena kau akan berubah pikiran lagi setiap bertengkar denganku"ucap Zion.


Dianka mendekati Zion dan menatap matanya.


"Kau sedang apa? kau mau menghipnotis ku agarĀ  membatalkan pernikahan kita, jangan harap. Aku takkan pernah menyerah, kau harus tetap jadi ini istriku"ucap Zion.


"Zion kalau kau ngoceh begini aku makin cinta" ucap Dianka.


"Dianka kau tahu aku mencintaimu terlepas dari pertengkaran yang selalu kita lakukan"ucap Zion.


Mereka saling mendekatkan wajah untuk berciuman tapi Ibu Terry keburu datang ke dapur.


"Zion, Dianka, kalian sedang memasak?"tanya Ibu Terry.


Mereka tidak jadi berciuman dan malu ketika Ibu Terry memanggil mereka.


"Ee....itu Ma, Zion sedang mengupas bawang, iyakan sayang"ucap Zion.


"Iya Ma, Dianka juga sedang memasak untuk sarapan"ucap Dianka.


"Suami istri memang harus bekerjasama seperti ini, biar rumah tangga kalian harmonis"ucap Ibu Terry.


Dianka kembali memasak untuk sarapan dibantu Zion yang hanya mencuci sayuran dan memotongnya. Zion sesekali mencolek pinggang Dianka karena gemas. Mereka bahagia meski melakukan hal kecil itu bersama.


***********


Lara berangkat ke sanggar tari miliknya dengan mengendarai mobilnya. Diperjalanan dia memikirkan gosip yang sudah menyebar itu. Dia mulai merasa hidupnya jadi konsumsi publik. Selain itu setiap orang menilainya ini itu tanpa tahu yang sebenarnya. Sampai didepan jalan sanggar tari miliknya, ternyata wartawan sudah berkumpul didepan pintu gerbang sanggar tarinya. Lara tidak bisa membawa mobilnya masuk ke dalam sanggar tari itu. Dia terpaksa memarkirkan mobilnya diparkiran umum didekat sanggar tari miliknya. Setelah itu dia turun, Lara menuju ke pintu gerbang sanggar tari miliknya. Saat wartawan melihat Lara datang, mereka menghampiri Lara dan mengerumuninya.


"Nona Lara benarkah Anda memiliki hubungan khusus dengan Carlos?"tanya wartawan 1.


"Nona Lara katanya Anda sudah bersuami?"tanya wartawan 2.


"Nona Lara bagaimana kelanjutan hubungan Anda dan Carlos?"tanya Wartawan 3.


"Nona Lara ada yang bilang, Carlos adalah selingkuhan Anda?"tanya wartawan 4.


Lara hanya diam, tetapi para wartawan terus mendesaknya dan memepet tubuhnya hingga dia kesulitan bergerak. Carlos datang dan menarik tangan Lara pergi dari kerumunan wartawan itu.


Para wartawan langsung memfoto mereka saat Carlos memegang tangan Lara. Carlos membawa lari Lara masuk ke sanggar tari itu supaya wartawan tidak lagi mengerumuni Lara. Lalu satpam menutup pintu gerbang itu saat Carlos dan Lara masuk ke dalam sanggar tari itu. Kemudian mereka duduk diteras sanggar tari itu sambil berbincang.


"Lara maafkan aku ya, ini pasti karena aku artis kau jadi terbawa-bawa"ucap Carlos.


"Tidak, kau tidak bersalah Carlos, ini karena ada orang yang sengaja menyebarkan foto kita berdua saat ditoko kue itu"ucap Lara.


"Aku berpikir seperti itu juga, ini berawal dari toko kue itu. Pasti suamimu tak nyaman dengan gosip yang menyebar luas ini"ucap Carlos.


"Suamiku tidak apa-apa, hanya saja anggapan miring yang beredar luas itu menyudutkan kita"ucap Lara.

__ADS_1


"Kau benar, aku saja sampai dituduh pebinor" ucap Carlos.


"Aku juga dituduh istri yang selingkuh"ucap Lara.


"Kita mungkin sebaiknya klarifikasi didepan media pers supaya semuanya clear"ucap Carlos.


"Ide bagus, hanya saja kita juga harus punya bukti yang kuat untuk menjelaskan semuanya kalau itu kesalahfahaman saja"ucap Lara.


"Benar juga, jika kita klarifikasi tanpa bukti sama saja omong kosong, berarti kita harus membuktikan kalau foto itu tidak benar"ucap Carlos.


"Setelah suamiku kembali dari luar kota, dia akan membantuku menemukan orang yang sudah memfoto kita dan menyebarluaskan dengan tak bertanggungjawab"ucap Lara.


"Aku juga akan mencari pelakunya, biar bagaimanapun dia juga sudah merugikanku, beberapa kontrak iklanku dibatalkan karena gosip ini"ucap Carlos.


"Semoga masalah ini cepat selesai dan kita bisa hidup normal lagi"ucap Lara.


"Ya itu juga harapanku"ucap Carlos.


"Ayo berlatih menari"ucap Lara.


"Ayo, akan ku tunjukkan kemampuanku yang sekarang"ucap Carlos.


"Bagus jadi aku tak perlu mengkhawatirkanmu lagi untuk bisa menari dengan baik"ucap Lara.


Lara kembali menari bersama Carlos. Dia mengajari Carlos menari sampai dia hafal dan benar dengan gerakan tarinya.


************


Gibran sedang sarapan diruang makan divilla itu. Nona Zelina menghampirinya dan ikut duduk sarapan diruang makan itu. Dia memperhatikan Gibran yang cuek dan dingin padanya. Nona Zelina penasaran kenapa dia begitu tertutup padanya.


"Apakah Anda begitu mencintai istri Anda?"tanya Nona Zelina.


"Haruskah aku jawab?"tanya Gibran.


"Saya hanya ingin ngobrol santai dengan Anda sebagai seorang teman saja"ucap Nona Zelina.


"Aku memang sangat mencintai istriku, dia cinta pertama dan terakhirku"ucap Gibran.


"Sungguh beruntung dia dicintai sedalam itu oleh Anda"ucap Nona Zelina.


"Sayalah yang beruntung dicintai istri saya, dia wanita yang baik hati dan selalu membuat saya bahagia saat berada disisinya"ucap Gibran.


"Apa Anda sangat percaya pada istri Anda?"tanya Nona Zelina.


"Tentu, tidak ada keraguan untuk itu"ucap Gibran.


"Pagi ini ada berita kalau istri Anda berpegangan tangan dengan Carlos dan mereka jalan sambil berpegangan tangan memasuki sanggar tari milik istri Anda"ucap Nona Zelina.


"Itu hanya gosip murahan, siapapun bisa membuat sebuah gosip untuk siapapun, bukan hanya untuk artis, bahkan orang biasa seperti kita juga bisa"ucap Gibran.


"Manusia terkadang bisa berubah kapanpun, semoga kepercayaan Anda itu benar"ucap Nona Zelina lalu meninggalkan meja makan itu.


Nona Zelina berharap Gibran bisa membuka hatinya untuknya, karena dia merasa dialah yang pantas mendampingi Gibran.

__ADS_1


__ADS_2