KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 10 BERDEBAT


__ADS_3

Mendengar ucapan orang yang di hadapannya, akhirnya tiga preman itu menyuruh salah satu temannya untuk memanggil atasan mereka yang sedang berada di belakang rumah itu.


Tidak berapa lama seorang pria tegap datang dengan wajah yang sok jagoan.


"ada apa ini" tanyanya tanpa rasa hormat


"kami mau bertemu ibu Linda" ucap pak Bastian berusaha santai


"ada keperluan apa" tanya nya pura - pura


"ada urusan yang harus saya urus dengan ibu Linda" ucap pak Bastian tak gentar.


"katakan saja kepada saya" ucapnya pede.


Pak Bastian dan valdo menatap remeh laki - laki itu membuat dia tersinggung.


"tidak bisa" ucap pak Bastian tegas


"kalau begitu tidak usah" ucapnya


"tapi ini sangat penting"


"kalau penting sampaikan" bentaknya.


Akhirnya pak Bastian malas berdebat dengan laki - laki yang bodoh ini, sudah jelas - jelas ketahuan berbohong masih sok jagoan.


Dia memberi kode kepada body guardnya empat orang. Keluarlah empat orang laki - laki yang terlihat biasa tapi memiliki senjata dan turun dari mobil mewah lagi di depan rumah sebelah.


Dari tadi mereka menunggu komando.


Di gertak begitu aja laki - laki ini sudah ciut ternyata. Padahal itu juga bukan pistol sungguhan hanya mainan yang menempel di tubuh mereka.


Dan di ujung gang terlihat Linda menundukkan kepala tita putrinya supaya tidak usah melihat itu semua.


"baik akan aku beritahu bosku" ucapnya akhirnya.


Pak Bastian tetap tenang lalu bertanya.


"siapa yang menggunakan jasa kalian" tanya pak Bastian menurunkan nada suaranya.


"nona Ica"


"kenapa tadi kamu bilang suruhan ibu Linda"


"kami hanya menjalankan perintah" ucap mereka.


"telepon Ica, untuk datang kesini" perintah pak Bastian. Dia yakin wanita itu tidak akan berani.


"katakan padanya seseorang sedang menunggunya di sini" ucap pak Bastian lagi.

__ADS_1


"tapi pak.." mereka ragu karena Ica sudah berpesan jangan menghubungi dia, nanti dia yang akan menghubungi mereka.


"telepon Ica atau kalian yang akan menanggung semua akibatnya, dan kalian ngga akan di bayar oleh Ica, karena keuangannya sudah di blokir" ucapnya menakuti.


Dasar orang bodoh, laki - laki tegap itu langsung ciut mendengar akan menanggung semua.


Akhirnya laki - laki itu langsung menghubungi nomor Ica. Tapi apa mau di kata nomor itu tidak bisa di hubungi membuat pak Bastian sok marah, padahal triknya doank untuk mendapatkan nomor itu.


Pak Bastian menyuruh valdo untuk menghubungi nomor itu dan nyambung. Ternyata Ica hanya memblock nomor itu doank untuk menghindari pak david tahu tentang rumah itu. Jadi sewaktu - waktu kalau pak David ke sini pasti dia pikir Linda yang menyuruh penjaga - penjaga itu.


Es Ica sangatlah licik tapi tidak mengerti hukum. Karena itu dia kurang sadar sewaktu - waktu keadaan bisa berbalik semua karena Linda adalah istri yang sah secara hukum.


Begitu sambungan telepon itu nyambung Ica langsung mengangkatnya dan valdo menatap pak Bastian seolah bertanya mau bilang apa.


Akhirnya pak Bastian meminta handphone itu dan dia yang bicara dengan Ica.


"selamat malam Bu Linda" ucapnya mengikuti rencana Ica.


"malam" jawabnya disana.


"boleh saya bertemu dengan ibu Linda sekarang, saya lawyer suami anda" pak Bastian sangat tenang. Ica bingung, tapi masih sok hebat.


"tapi sekarang saya ngga bisa" ucap Ica di sebrang.


"kenapa Bu, ini sangat urgent, tentang aset suami ibu, saya sudah di depan rumah ibu" ucap Bastian.


Ica masih bingung, tentang aset apa ya, sementara pak David ngga pernah cerita ke Ica tentang aset - aset. Paling dia hanya di beliin apa yang Ica minta dengan mudah.


"ibu sedang dimana, biar kami yang kesana" tanya pak Bastian sok polos.


Sekali lagi Ica yang belum mengerti dengan hukum merasa masih diatas angin, dia pikir hanya dengan cinta pak David yang sekarang dunia bisa jadi miliknya, bahkan pengacara ini juga pasti bisa dia kuasai.


"baiklah, kita bertemu di cafe Bintang, dekat rumah itu" ucap Ica santai. dia ngga tahu dalam bahaya.


"saran saya sih Bu, kita bertemu di rumah ibu aja, karena ini sangat private" ucap sang pengacara. Pak Bastian pikir ngapain ke cafe, takutnya buat keributan kecil.


"baiklah saya kesana sebentar" ucap Ica. Dia pikir toh kalau ada apa - apa orang suruhannya masih berjaga di rumah itu.


'punya nyali juga nih perempuan' batin pak Bastian.


Pak Bastian meminta valdo mengatur anak buah mereka supaya tidak terlihat, jadi hanya ada anak buah Ica yang sudah di sita handphonenya sama valdo.


Tidak berapa lama Ica menghubungi nomor yang di tangan valdo.


"Saya akan ke sana, kalian standbye di tempat"


"baik bos" balas valdo.


Pak Bastian, pak RT, serta sekretaris pak Bastian serta valdo menunggu di depan pintu gerbang rumah itu.

__ADS_1


Dan tidak berapa lama Ica datang bersama empat orang pria yang berbadan tegap.


"wowww cantik memang" batin pak Bastian


"selamat malam Bu Linda" sapa pak Bastian santai tanpa menoleh ke anak buahnya.


"selamat malam" sapanya gugup


"bisa kita bicara di dalam"? tanya pak Bastian


Sebenarnya sedikit ragu, karena Ica ngga tahu gimana posisi rumah itu dan dalamnya, kemarin berhasil dia kosongkan doank lalu dia kunci.


"tapi saya ngga bisa lama - lama"


"hanya sebentar Bu, kita di teras aja"


"baiklah" orang suruhan Ica langsung mengambil kunci yang Ica kasih dan membuka pintu gerbang itu.


Mereka masuk hanya berempat, pak Bastian, valdo dan pak RT. Sisanya menunggu di luar.


Begitu mereka masuk dan duduk di teras, pak Bastian langsung to the point aja, dia sudah muak dengan wanita didepannya ini, sangat licik.


"Begini Bu linda, pak David punya pinjaman yang sangat besar di bank kami, jadi kami ingin mengambil rumah ini jika pak David tidak bisa melunasi tunggakannya, sudah melebihi batas waktu Bu"? ujar pak Bastian bohong, tapi dia tidak takut karena dia juga tahu wanita ini hanya bermain licik, jadi harus di balas licik.


"maksudnya, suami saya ngutang" tanya Ica


"iya Bu" Wajah Ica langsung berubah entah seperti apa, yang pasti tidak sebahagia tadi.


"jadi begini ya pak, saya ini bukanlah Linda, jadi kalau mengenai hutang - piutang pak David jangan bilang ke saya, tagih aja ke istrinya" ucapnya santai


"lho jadi ibu bukan ibu Linda, tapi kenapa mereka bilang ibu Linda yang menyuruh mereka jaga rumah ini, ibu jangan main - main dengan hukum ya, apa yang ibu lakukan ini, dengan mengaku sebagai Linda sudah tindak pidana, saya akan proses ini, ibu tidak boleh bermain - main dengan hukum" ucap pak Bastian meninggi sok kaget, padahal dari tadi dia memang sudah tahu itu bukan ibu Linda.


"ahhhh kok jadi ribet sih hukum - hukum segala, ya sudah ambil aja rumah ini, kalau toh sudah tergadai" ucap Ica


"hehhhh ibu pikir semudah itu" Bastian mulai menunjukkan taringnya.


"terus"


"kita akan bertemu di pengadilan, karena ibu sudah memalsukan dokumen, sekarang saya minta identitas ibu" ucapnya tegas dan galak


Ica yang bodoh jelas aja takut, dia ngga pernah ngerti hukum, dia hanya pintar mencari laki - laki yang berduit saja untuk di mangsa.


"apa maumu" tanya Ica akhirnya, yang biasanya berakhir dengan melayani di tempat tidur. paling banter begitu.


"wow hebat tawarannya, pertama mana kunci rumah ini, kedua saya minta uang damai satu miliar, kalau tidak saya pastikan kamu akan masuk penjara karena menipu. Saya yakin orang sepertimu ngga kurang uang hanya kurang akhlak" ucap pak Bastian tenang.


Hai semua dukung terus ya


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2