
Handy sengaja membiarkan tita memesan makanan sesuai dengan seleranya.
Handy ingin tita merasa menjadi dirinya sendiri saat menikmati makanan kesukaannya.
Akhirnya sesuai rencana handy, tita memesan dua porsi mie goreng untuk mereka berdua. Dan begitu pesanan itu datang, handy langsung menarik kehadapan ya ke dua piring mie tersebut.
Dengan telaten, handy langsung membersihkan sayuran dari mie goreng tita. Setelah yakin bersih dari sayuran barulah handy memberikannya kepada tita.
Tita menerimanya dengan senang hati. Sebenarnya bukan karena tita tidak mau makan sayuran, tapi kalau sayuran dicampur dalam mie goreng dia kurang suka, dari dulu.
Benar kata kak Linda, tita terlihat sangat lahap makan mie gorengnya. Tita langsung bisa menghabiskan satu porsi bagiannya.
Setelah selesai makan mie goreng, mereka langsung ingin pulang. Tapi menunggu masakan yang mau di bungkus untuk Linda handy sengaja mengajak tita ke taman kecil resto tersebut.
"untuk apa kita ke sini kak" tanya tita, tapi memang tempai itu enak sih sejuk lagi.
"biar kamu bisa santai sebentar" ujar handy
"ohhhh"
Handy mengajak tita duduk di kursi yang ada di sana.
"ta, apa kamu tetap ingin bekerja" tanya handy serius
"iya kak, emank kenapa"?
"ngga kenapa - Napa, hanya saja hatiku ngga tenang melihat kamu kerja"
"kenapa kak, takut aku buat kesalahan ya"? tanya tita
"bukan itu ta"
"terus"
"aku takut kamu nanti ninggalin kakak" ucap handy lesu seperti anak ABG yang masih remaja. Sangat jauh dari seorang handy yang genius dan pimpinan perusahaan, serta pria kaya raya.
Cinta memang sangatlah unik, seperti handy yang karena rasa cintanya sama tita malah bisa takut dan menghilangkan kepintaran dan logikannya.
"kok kakak takut di tinggal, aku disana cari duit kak, bukan cari pacar. di kantor kak handy lagi" ujar tita lagi.
Handy sampe tidak tahu harus bicara apa lagi. Tita yang masih ABG aja masih bisa menggunakan logikannya, tapi kenapa handy tidak.
Handy bingung harus jawab, dia langsung bangkit dan mengajak tita berdiri, dan langsung memeluk erat tita. Ada sejuta makna dalam pelukannya, seolah - olah dia meyakinkan dirinya sendiri kalau tita itu benar hanya miliknya.
__ADS_1
"Ayo kita menikah" ucap handy masih memeluk tita
Tita yang masih dalam pelukan handy jelas bingung. Semua ini terlalu tiba - tiba. Bukannya dia tidak sayang sama handy, hanya saja dia bahkan belum pernah berpikir tentang pernikahan. Terus bagaimana dia akan menjawab handy.
Melihat tita tidak menjawab juga, handy makin mengeratkan pelukannya.
"aku ingin segera menikahi kamu ta, aku sangat mencintaimu dan aku ingin hanya aku yang boleh tempatmu bergantung" masih ucap handy sambil memeluk tita. Karena tita masih diam akhirnya handy mengurai pelukan mereka.
"kenapa ta, apa kamu tidak cinta sama kakak"? tanya handy was - was, takutnya jawaban tita tidak seperti yang dia harapkan. Dia belum siap dengan kata penolakan dari tita. Handy tidak ingin mendengar apapun dari tita selain mengatakan iya mau.
Handy menatap mata tita dan tita juga mencoba menatap mata handy, tapi akhirnya tita kalah. akhirnya dia menunduk. Tapi handy ngga putus akal, dia mengangkat dagu tita dan menciumnya lembut.
"aku hanya ingin kamu jadi bagian hidupku ta" ucapnya setelah melepaskan ciumannya.
Sementara tita makin kaku, antara ajakan tiba - tiba handy untuk menikah dan juga ciuman handy di bibirnya di areal terbuka begini secara tiba - tiba, semua mengejutkan tita. Nafasnya dan jantungnya belum bisa normal.
"ta..." ucap handy lagi lembut
"iya kak"
"bagaimana sayang"
"Baga...bagaimana apanya" tanya tita malah
Tita masih bingung. Dia bahkan belum terpikir.
"aku belum tahu bang , dan aku belum pernah memikirkannya, maafkan tita" ucapnya lagi
Handy mengerti posisi tita, dia tahu juga tita belum pernah berpikir pernikahan, tapi handy juga butuh jawaban, dia ingin sedikit egois kali ini, dia ingin tita hanya miliknya, bukan orang yang bebas lagi tanpa ikatan.
"ta, kakak tahu kakak sedikit egois, tapi kakak sangat sayang tita, sangat ingin tita hanya bergantung pada kakak" ujar handy serius.
"kak handy, bahkan sekarang aja tujuh puluh persen hidupku sudah tergantung sama kak handy" ucap tita karena memang begitu keadaannya.
"kakak tahu ta, tapi apa kamu tidak mau mencoba berpikir untuk berumah tangga sama kak handy ta"? tanya handy serius
"maaf kak selama ini memang belum, tapi..."? ucap tita ragu
"tapi kenapa ta"
"aku akan coba memikirkannya dulu kak" ujar tita serius.
Handy sangat bahagia mendengar jawaban tita. Handy berharap tita akan menjawab iya .
__ADS_1
"benar ta, benar kamu akan memikirkannya"?
"iya kak handy, tolong beri aku waktu"
"baiklah sayang, aku akan sangat sabar menunggumu." ujar handy lagi sambil.kembali memeluk erat tita.
Kemudian sambil bergandengan tangan mereka kembali memasuki resto untuk memesan makan untuk Linda dan susi.
Setelah pernyataan handy tadi tita sedikit terbeban, karena dia juga sayang sama handy. Dia tidak kebayang kalau yang jadi pacarnya adalah orang lain, yang belum mengerti tentang keluarganya atau yang belum tahu sifat - sifat asli tita.
Tapi jujur tita juga belum pernah berpikir untuk suatu pernikahan. Tita belum pernah mengimpikan suatu pernikahan yang seperti apa, karena belum pernah dia pikirkan sama sekali.
Sepanjang menunggu pesanan Linda tangan handy tetap menggandeng tita tanpa lepas. Dia tidak ingin calon istrinya itu dilirik oleh laki - laki lain. Bahkan kadang kalau ada laki - laki yang kebetulan lewat handy langsung membenamkan kepala tita di dadanya.
Tidak berapa lama pesanan mereka datang. Handy langsung membayarnya dan mereka berlalu dari sana. Bahkan hanya untuk membawa pesanan Linda handylah yang menenteng, dengan alasan tita cape hari pertama kerja.
Dalam mobil handy masih senang walaupun tita jadi sedikit pendiam tapi tita tetap terlihat ceria, jadi handy berpendapat tita hanya belum memikirkannya.
"Kak handy, emang kita bisa menikah kalau orang tua kita aja masih begitu, terutama aku" ucap tita sendu
Barulah handy sadar ternyata pacarnya ini sedang memikirkan keluarganya.
"ta, tidak ada hidup yang seluruhnya mudah dan sempurna. Kalau pak David dan kak Linda sekarang sedang jauh, ya kita tidak mungkin kan memaksa mereka bersatu, berarti kita egois donk" ucap handy lembut
"terus"
"biarkan mereka menentukan langkah mereka, karena pasti mereka juga sudah berpikiran matang. Aku yakin kak linda itu itu sangat bijak dalam mengambil keputusan" ujar handy memeluk tita
"tapi kalau kita menikah, pasti akan tinggal di rumah kak handy kan, Terus siapa teman mami" ujarnya
"ya ampun sayang, seperti kita akan pergi jauh aja. kita tetap di sini kok, kita kan bisa setiap hari ke rumah mami." tutur handy
Tita jelas bingung karena separuh hidupnya sehari - hari masih bergantung sama maminya.
Hallo guys
sory update lumayan lama
dukung terus ya
like, coment dan vote
Terimakasih🙏
__ADS_1