KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 125 BERTEMU TEMAN


__ADS_3

Begitulah kebahagian dan suka duka yang handy alami selama tita istrinya hamil.


Kadang kecantikan istrinya membuatnya kewalahan untuk menahan hasratnya, apa lagi di awal - awal tita hamil. karena diawal - awal kehamilan kata dokter agak riskan untuk berhubungan suami istri.


Tapi karena cintanya kepada istri dan calon anaknya semua itu bisa di tahan oleh handy, Dia tidak menganggap itu beban walaupun berat, dan kadang dia harus bekerja keras di kamar mandi sendiri.


Justru yang membuat handy bingung kalau tita yang menginginkannya seperti kemarin.


Dia takut terjadi sesuatu dengan anaknya dan tita.


Akhirnya keesokan harinya sebelum berangkat kerja handy memutuskan untuk menemui tetangganya yang dokter itu. Dia ingin bicara berdua aja.


Tapi begitu handy membuat janji, ternyata si dokter sedang liburan dan dia merekomendasikan satu dokter obgyn yang temannya juga, namanya dr.mischa S.pog, dan sering di panggil dokter ica.


Siang harinya karena hari ini handy sudah tidak muntah, dan istrinya juga sudah tidak mual, tita memilih tinggal di rumah dan tidak lagi ikut ke kantor. Handy memang sengaja berangkat siang karena hari ini jadwalnya tidak terlalu penuh, karena valdo sudah mengatur jadwal handy selama tita hamil. Handy sudah berpesan kepada valdo bahwa dia hanya mau mengurus yang paling urgent, selebihnya itu urusan valdo dan ana sekretarisnya.


Sebelum sampai kantor handy menyempatkan diri bertemu dengan dokter Ica, karena tadi pagi mereka sudah sepakat ketemu di tempat praktek dokter Ica.


"pak Yanto, kita ke jalan ini dulu, ke klinik ini" ujar handy sambil menunjuk layar handphonenya.


"ohhh baik pak" jawab pak yanto hormat.


Dengan kecepatan sedang pak Yanto langsung menuju tempat praktek dokter Ica. Dan ternyata lumayan rame juga, sampai ada lumayan orang yang antri.


Begitu sampai di depan tempat praktek dokter Ica , pak Yanto membuka pintu mobil untuk handy. Handy sedikit grogi, karena ketempat begini hampir tidak pernah dia sendiri, selalu tinggal to the point, valdo yang atur semua.


Akhirnya handy mendekati cewek yang berbaju putih, yang sedang terlihat menulis itu.


"permisi, selamat siang, dokter mischanya ada"? tanya handy sopan, karena pada dasarnya handy bukan cowok arogan, hanya saja kalau sudah marah juga bisa jadi susah di kendalikan.


"ohhh ada pak, sudah bikin janji pak, dengan bapak siapa"? tanya suster itu sopan


"dengan handy"


'ternyata ribet juga mau bertanya - tanya begini' batin handy.


"baik pak, silahkan ditunggu sebentar" ujar suster itu lagi


"hmmm"

__ADS_1


Tidak berapa lama setelah menghubungi dokter Mischa, suster itu pun membawa handy ke ruangan dokter Mischa.


"silahkan pak" ujar suster itu setelah membuka pintu dari luar dan menutupnya kembali.


"terimakasih"


"silahkan duduk pak Han..." ucapan dokter Mischa terputus karena kaget melihat siapa yang datang kepadanya.


"kamu.." handy juga tidak kalah terkejut untuk sesaat, tapi hanya sesaat karena menit berikutnya dia sudah langsung sadar.


"kamu Caca kan, anak pengusaha itu" ucap handy sedikit menyinggung masa lalu. karena dulunya Caca adalah cewek yang sombong dan pilih - pilih teman.


"iya han, aku Caca, cewek sombong dulu." ucap dokter Caca tidak membela diri dan bangkit berdiri di tempatnya. Karena dia memang sadar banget kalau dia dulu sangat sombong dan menilai teman berdasarkan ekonomi orang tuannya.


Tapi itu dulu zamannya mereka masih di kampus. Sekarang dokter Caca sudah berubah bahkan mungkin 360 derajat, karena banyak hal yang sudah dia lalui dalam hidup. Dan yang paling menyakitkan adalah ketika dia tidak bisa mempertahankan rumah tangganya dan suaminya berselingkuh dengan wanita lain hingga punya anak.


Runtuh sudah kesombongan Caca waktu itu. Dia yang anak orang kaya, cantik banget bahkan jadi bintang di kampus, pintar tapi harus gagal dalam rumah tangga. Dan yang paling menyakitkan adalah rumah tangganya hancur karena orang ketiga yang bahkan tidak secantik dan sehebat dirinya.


Disitulah Caca bangkit dari keterpurukan dan mencoba berpikir realistis dan lebih baik dan lebih ikhlas. Nyatanya kecantikannya, kepintarannya, dan kekayaan orang tuannya tidak menjamin kebahagiaan Mischa yang dulu sering di panggil Caca.


"halloooo" ucap handy membuyarkan lamunan dokter Caca


"silahkan duduk" lanjutnya ramah.


"hmmmm" jawab handy hanya berdehem sambil duduk.


"terus, apa yang bisa aku bantu Han"? tanya dokter Ica lembut membuat handy jadi senyum sambil duduk kembali.


"bisa juga Lo ngomong manis" ucap handy lagi.


"iya han, hidup kan harus berubah, banyak hal kita alami, jadi kita haruslah siap dengan segala perubahan" jawab dokter Ica manis dan lembut.


"kayak bukan caca yang dulu, jadi aneh" sarkas handy.


"iya han, aku memang bukan caca yang dulu" ucapnya tetap lembut.


"oke, begitu aja dulu deh flash back masa lalu nya, sekarang ini aku ingin konsultasi sebenarnya, tapi ternyata dokter yang di rekomend Ira itu kamu, dia hanya bilang dokter Ica" tutur handy lagi.


"iya itu aku Han, tapi kita professional aja Han kalau di bidang pekerjaan. ini tentang apa" tanya dokter Ica to the point dan serius.

__ADS_1


Handy menarik nafas dalam - dalam dan di buang perlahan. Dia jadinya bingung mau bertanya. Tapi benar kata Caca, professional aja, ngapain kita sungkan kalau itu memang bidangnya.


"oke ca, aku to the point aja. Kamu tahu kan dari dulu aku ngga pintar kalau menyusun kata - kata." ucap handy sambil membenarkan posisi duduknya.


"oke Han, lanjut" balas Caca


"saat ini istriku sedang hamil muda, " ucap handy mengawali ceritanya, tapi terdiam sejenak.


"hmmmmm, terus"? tanya dokter ica lagi.


"awal - awal kehamilan dia sempat pingsan, sehingga dokter sarankan dia tidak boleh cape, dan dokter juga bilang aku harus mengurangi dulu berhubungan dengan istriku" tutur handy sambil melirik dokter Ica.


Tapi dokter Ica ternyata hanya mengangguk - angguk dengan cerita handy, tidak terlihat sungkan atau malu karena bicara tentang hubungan suami istri.


"terus" tanya dokter Ica lagi


"ini udah masuk trimester kedua kata dokter kemarin. Dan sekarang aku merasa kok istriku sepertinya ingin selalu aku sentuh, bahkan tidak jarang dia sampai ngambek dan menuduh aku yang tidak - tidak kalau aku tidak menyentuhnya. Makanya aku takut ca, normal ga istriku itu" tanya handy to the point.


Dokter Ica terlihat mengulum senyum mendengar cerita handy. Hal begini memang rata - rata dia dengar dari pasangan wanita yang sedang hamil.


"Han, istrimu itu sangat normal. Trimester kedua memang nafsu wanita hamil sangat meningkat, Bahkan benar kamu bilang, sering mereka ngambek kalau tidak di sentuh suaminya, karena pikiran dia suaminya malas menyentuhnya karena bentuk tubuhnya. Jadi sedikit ada rasa kurang percaya diri dengan perubahan bentuk tubuhnya, padahal malah ada laki - laki yang lebih suka tubuh istrinya ketika hamil" tutur dokter Ica jelas dan tegas.


"Jadi kemauan istrimu itu sangat normal. Dan satu lagi Han, berhubungan suami istri itu tidak dilarang hanya di kurangi. Kecuali kehamilan istrimu itu kehamilan beresiko. Tapi yang aku tangkap ceritamu kehamilan istrimu itu normal. Dan juga tolong di perhatikan posisi istri yang nyaman untuk berhubungan, supaya tidak sampai mengganggu sang janin yang dirahim ibunya." tutur dokter Ica lagi.


"jadi sebenarnya boleh berhubungan"? tanya handy antusias. Terlihat dokter Ica mengangguk.


"tapi aku takut istriku pingsan" ucap handy lesu


Dokter Ica tersenyum memandang handy temannya dahulu.


"Ternyata ada juga yang kamu takutkan ya Han" goda dokter Ica sambil senyum.


Hallo semuanya, saya up lagi ya


jangan bosan ya


Dukung terus dengan like, coment dan vote


Terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2