
Akhirnya handy dan tita makan rujaknya dengan sangat lahap. Baik handy dan tita, keduannya menikmati rujak itu.
Dan seperti janjinya tadi, handy akhirnya mengajak tita ke mall yang diinginkan oleh tita.
Walaupun sangat jauh dari kantor handy, dan daerahnya sangat macet, handy tidak berani lagi mengutarakan pendapatnya, dia takut salah lagi lalu istrinya ngambek lagi.
Handy hanya mengiyakan semua kemauan istrinya tanpa terkecuali. Walaupun di dalam perjalanan tita akhirnya tepar juga dan tidur pulas di pangkuan handy. Mungkin kekenyangan rujak tadi juga atau pengaruh hormon hamilnya, sepanjang jalan tita bisa tidur sangat pulas.
Tapi anehnya begitu mendekati mall itu tita bisa langsung ke bangun, dan tita langsung bersemangat untuk berbelanja. Padahal selama ini tita termasuk orang yang malas belanja, sangat beda dengan cewek - cewek lain yang seusianya. Bahkan keperluannya semua di siapin oleh ana sekretaris handy dan valdo.
Tita langsung turun begitu handy buka pintu di sebelah tita dari luar, dan handy mulai membantu istrinya itu untuk turun.
Begitu turun, tita dengan semangat empat lima langsung melangkah masuk mall besar itu. Dengan semangat handy mengikuti istrinya masuk ke dalam mall itu juga, karena dia benar - benar ingin menyenangkan hati istrinya.
Handy menuntun tita ke salah satu boutiq terkenal di mall itu, yang terkenal dengan kwalitas dan harganya yang tinggi. Tita semakin semangat begitu melihat pakaian yang ada disana, sebelum dia lihat harganya. Dan begitu dia lihat harganya, nongol deh jiwa iritnya dikit.
Tita tahu kalau boutiq ini terkenal mahal, tapi tidak menyangka akan semahal ini juga.
"kak handy mahal banget, ngga usah deh, sayang duitnya, mending nanti buat siap - siap lahiran" ujarnya agak berbisik di telinga handy. Ingin rasanya handy ketawa ngakak mendengar ucapan istrinya, tapi handy takut tita tersinggung. Soalnya sekarang isi hati tita gampang berubah, susah di tebak.
Akhirnya dia hanya bicara sok serius kepada istri manjanya itu, walaupun dalam hatinya dia ingin ketawa ngakak mendengar tita mengatakan bajunya itu mahal. Padahal tita beli ratusan potong pun handy tidak akan kehabisan uang dan handy tidak akan kekurangan uang.
"jangan khawatir ta, buat lahiran itu sudah ada, dan buat belanja kamu sekarang juga ada, terserah kamu mau beli apa aja, belanja sepuasnya" ujar handy serius.
Tita menatap handy serius lalu dia seperti berpikir.
"oh iya aku lupa, kalau suamiku orang kaya" ujar tita seperti baru sadar. Lalu dia meraih tangan handy lalu seperti memohon.
"aku mau beli baju hamil yang banyak" ucapnya menatap handy. Handy yang sedang menatap istrinya itu juga sangat gemes dengan tingkah tita. Ingin rasanya dia bungkam bibir istrinya itu sekarang dengan bibirnya.
"iya ta, belilah sebanyak yang kamu mau sayang" ujar handy lembut.
__ADS_1
Titapun langsung beraksi memilih baju yang ada di toko itu. Dalam hal belanja dan model yang update tita tidak perlu di ragukan. Walaupun dia tidak orang yang doyan belanja, tapi dia sangat tahu barang yang ok dan berkualitas.
Tita akhirnya memilih banyak baju dan juga sepatu. Seorang karyawan toko itu dengan setia memegang semua barang pilihan tita.
Setelah semua di bayar mereka pun keluar dari toko itu menuju toko yang lain. Hari ini benar - benar jiwa belanja istrinya sedang bangkit, handy aja sampai kewalahan membawa paper bagnya.
Setelah puas belanja tita sudah lapar. Mereka akhirnya masuk restoran yang di sukai oleh tita. Barulah setelah selesai makan, tita sudah kenyang lalu mereka ingin pulang.
Sepanjang perjalanan pulang, tita kembali tidur dengan pulas di pangkuan suaminya itu sambil handy mengusap - usap rambut istrinya itu.
Butuh waktu agak lama memang menuju rumahnya. Tapi handy tenang karena istrinya itu terus tidur daripada nanti dia pusing.
Begitu sampai rumah, handy langsung mengurus istrinya itu. Karena belum bangun akhirnya handy mengangkat tita masuk ke dalam.
"Tolong belanjaan nyonya taruh dulu di depan kamar saya" ujar handy kepada art yang tadi menyambut mereka.
"baik tuan"
Handy sendiri langsung mengangkat tubuh istrinya. Lalu perlahan dia bawa ke kamar mereka. Dan begitu sampai kamar handy meletakkan istrinya perlahan di kasur empuk mereka lalu membuka sepatu tepleknya.
"kak handy" ucapnya
"iya sayang, sudah bangun" tanya handy
"kita sudah di rumah ya"?
"iya sayang, kita sudah sampai rumah. Tadi kamu ketiduran jadi kakak angkat aja" ujar handy jujur.
Tita yang merasa badanya lengket langsung bangun dan ingin membersihkan diri ke kamar mandi.
"mau kemana ta, kamu mau apa" tanya handy
__ADS_1
"badanya lengket kak handy mau mandi" ucap tita manja. Lagi - lagi handy di buat kaget dengan perubahan tita. Tita memang manja tapi biasanya dia manjanya tidak lebay. Sedangkan sekarang ini, manjanya sedikit lebay menurut handy.
Melihat handy yang bengong dengan perubahannya, tita malah merasa kalau handy tidak ingin menolongnya ke kamar mandi.
"ya sudah, ngga usah" ujar tita langsung turun dengan sedikit gerakan kasar, membuat handy bertambah kaget dan langsung menahan istrinya itu.
"ehhhh ta, ta, tita sayang, jangan begitu donk sayang, kamu kan lagi hamil, kasian Dede bayinya, kalau maminya lari- lari begitu" ujar handy khawatir.
"iya aku lagi hamil, makanya badanya melar kan, makanya kak handy ngga mau bantu aku mandi. coba dulu aku ngga hamil, pasti kak handy dengan senang hati menemani aku mandi, iya kan"? ujar tita sudah berlinang air mata.
Handy sangat bingung dan frustrasi akhirnya.
'apa lagi ini' batinnya.
Dengan sisa kesabarannya handy mendekati istrinya itu.
"sayang ,siapa yang bilang aku ngga mau bantu kamu mandi, kakak tadi hanya heran lihat sikap kamu yang tiba - tiba marah itu" bujuk handy
"bohong, kak handy ngga sayang tita lagi kan" ucapnya sudah menangis membuat handy benar - benar frustasi.
"taaaa" teriaknya sambil menggaruk kepalanya. Niatnya untuk mengatakan bahwa pikiran tita itu salah. Hal ini malah membuat tita ketakutan lalu jongkok dilantai sambil menutup kupingnya dan sudah menangis sesenggukan.
"huk huk huk mami kak handy jahat, kak handy marahin tita juga" ucapnya dalam raungan tangisnya.
Handy baru sadar kalau dia sudah salah. Teriakannya malah membuat tita ketakutan dan kembali ke traumanya ketika dimarahi daddynya, dan sampai menangis sesenggukan. Padahal niat handy supaya tita dengar dia dulu, jangan menyimpulkan sendiri. Memang nadanya tadi agak panjang.
Dengan sigap handy berjongkok dan memeluk tubuh istrinya erat.
"sayang, tita sayang, maafin kak handy ya, maafin ya" ucapnya penuh rasa bersalah. Tita masih menangis pilu di pelukan handy dan handy bisa merasakan getaran tubuh istri kecilnya itu. Handy jadi merasa sangat bodoh dan bersalah. Handy jadi merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga emosi istrinya itu.
Hai my readers, jangan bosan ya guys
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏