KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 59 ITU KARMANYA


__ADS_3

Linda masih bengong di tempatnya berdiri, padahal mobil Dodi sudah tidak terlihat lagi. Jujur Linda jelas masih kepikiran sedikit dengan pak David, walaupun jujur dia juga sangat sakit hati. Ya ..tapi itulah hati, siapa yang bisa mengarahkan hati, kadang hati dan perbuatan tubuh kita malah bertolak belakang.


Linda akhirnya kembali masuk dan menemui valdo.


"apa dia sudah pulang Bu"? tanya valdo


"sudah val"


"kok bisa dia datang ke sini Bu, di suruh pak David ya"? cecar valdo.


"ngga val, Dodi ini sebenarnya hanya karyawan setia, tapi bukan berarti dia setuju dengan perilaku pak David" tutur Linda lagi.


"terus urusan apa dia kesini Bu, membuat handy sampai batalin meeting kami Bu" ucapnya lagi


"kok bisa"


"yahhh itu, bos handy tadi telepon tita, tapi ngga di angkat, telepon ibu Linda ngga di angkat juga, akhirnya aku telepon pak Amir, katanya ada tamu, tapi sepertinya non tita marah dan namanya pak Dodi" jelas valdo


"handy langsung khawatir lah terus langsung minta ke sini ngga perduli meeting lagi. Maklumlah bos lagi bucin." ujar valdo lagi membuat mereka berdua ketawa.


Sementara di dalam rumah, handy tidak pernah melepaskan pelukannya dari tita. Handy terus mengusap kepala wanita kesayangannya.


"sudah kamu jangan sedih lagi ya, aku tidak akan membiarkan siapapun membuatmu menangis lagi" tutur handy sambil mengecup pucuk kepala tita.


"ngapain sih mereka nongol lagi, padahal tita sudah berusaha menekan perasaan tita kak" ujar tita masih dengan nada sedih walaupun sudah tidak menangis lagi.


"mungkin tujuannya bukan begitu tita, apalagi Dodi itu kan asisten daddymu, mungkin niatnya baik, hanya saja dia tidak pelajari situasi" ujar handy


"aku sudah malas mendengar tentang Daddy kak, dia kan sudah membuangku, menyesal punya anak sepertiku, apa aku anak yang seburuk itu ya kak" ucap tita masih sendu, dan pernyataan tita itu membuat handy marah.


"siapa yang bilang kamu anak yang buruk. Kamu itu anak yang sangat baik ta, sangat beruntunglah orang yang memiliki anak sepertimu. Dan aku juga merasa sangat beruntung ta, bisa memiliki calon istri sehebat dan secantik kamu" ucap handy serius sambil menatap calon istrinya.


"serius kak" tanya tita gamang.


"iya ta, kamu itu sangat cantik dan hebat. Usiamu masih muda, tapi kamu bisa melewati semuannya. Jika kamu izinkan aku ingin di sampingmu selalu ta, untuk menyelesaikan masalahmu, aku ingin bersamamu turut serta dalam proses pendewasaan mu" ujar handy masih mengusap kepala calon istrinya.


Handy sekarang sangat posesif memang sama tita. Dia hanya ingin berbagi keseharian dan perkembangan tita dengan dirinya dan maminya. Selebihnya handy akan membatasi interaksi tita dengan orang lain apalagi laki - laki.


"sekarang kamu cuci muka terus kita kedepan lagi, aku ingin bicara dengan lelaki itu" ujar handy menatap tita sambil senyum kecil


"iya kak" ujar tita tanpa perlawanan lalu melangkah masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Handy sangat tidak suka tita yang seperti ini, tita yang dewasa. Handy lebih suka tita yang suka bikin greget dengan celotehannya dan juga bikin gemes dengan memutar bentuk bibirnya. Pokoknya handy suka tita yang biasanya, yang gaya remaja namun baik hati.


Tidak berapa lama tita sudah keluar dengan wajah yang sudah fresh, tanpa polesan bedak sedikitpun.


"nah begini donk, calon istriku sudah sangat segar. cantiknya masa depanku" goda handy membuat tita tersipu malu.


"kak handy ihhhh, tita lagi sedih juga" ucapnya sambil cemberut tapi ada seulas senyum di bibirnya.


"hahaha , wow calon istriku masih sedih, kirain sudah ngga! berarti aku gagal lagi donk ya. Terus harus gimana tuan putri biar tuan putri tidak sedih lagi" ucap handy dengan mimik lucu membuat tita merasa lucu, karena biasanya wajah handy adalah wajah serius.


"udah ah, kak handy bikin tita jadi ketawa aja, ngga lucu tau ngga? kak handy itu cocoknya memimpin meeting, semua diam" celoteh tita seperti biasanya. Dan itulah yang handy harapkan, tita berc-eloteh dan berkomentar dalam setiap pembicaraan.


"kalau begitu kita ke depan sekarang Yo" ajak handy sambil menggandeng tangan tita.


Ibu Linda dan valdo masih berbincang di depan ketika handy datang sama tita.


"ehhh putri mami, sini sayang" ujar Linda langsung ketika melihat handy menggandeng tita keluar mendekati mereka.


"om Dodi sudah pulang mi"


"sudah nak, sudah dari tadi." ujar Linda serius


"Dia ingin mengabari pak David sakit" ucap Linda, sehingga membuat mereka semua terdiam.


Tapi tidak lama, tita masih belum berdamai sehingga dia langsung berkomentar pedas.


"terus kenapa infoin ke kita, kita kan bukan siapa- siapanya lagi"


"tita sayang"


"alasan itu mi, aslinya dia sudah menyesal karena sudah di tinggal wanita itulah, terus nggada yang urus" ujar tita.


Semua diam, tidak ada yang komentar menanggapi ucapan tita. Karena sejujurnya apa yang tita ucapkan itu bisa saja benar.


Handy hanya mengusap lengan tita sebagai tanda supportnya untuk sang kekasih.


Sedangkan Linda tidak tahu mau bilang apa, kalau dia bilang itu tidak benar, salah, karena sejujurnya itulah yang terjadi.


Kalau dia dukung tita pun, tidak baik juga, nanti tita makin membenarkan sikapnya yang membenci daddynya.


"sudahlah ta, ngga usah di pikirin, mungkin maksud pak Dodi tadi baik, siapa tahu kita mau jenguk Daddy, yahhh tapi semua keputusan kan di tangan kita sayang" ujar Linda lembut.

__ADS_1


"ngga usah di jenguk mi, keenakan, nanti dia bilang mami minta balikan lagi" ucap tita masih pedas.


"ya, makanya seharusnya kamulah yang menjenguk daddymu nak" ujar Linda bijak.


"ogah" langsung jawab tita.


Tapi tidak ada juga yang menegur tita bicara begitu, karena mereka semua paham kenapa tita sampai segitu marahnya.


"itu karma buat dia mi" ujar tita lagi.


Handy hanya kembali mengusap lengan pacarnya, dia tahu gimana perasaan tita, jadi dia tidak mau untuk menghakimi tita.


"ya sudah ta, ngga usah di pikirin ya, nanti kita bicarakan lagi malam, kakak pergi dulu sebentar karena tadi kakak mau meeting" ujar handy


"ohhh iya kak, tita juga mau tidur siang ah, tita mau mager" ucapnya membuat handy senang.


"ya sudah bobo gih, kakak pergi dulu" ucap handy tapi masih berdiam di tempatnya, dia ingin melihat tita masuk dulu. Melihat itu ibu Linda langsung mengajak anaknya untuk masuk, sebab kalau tidak maka handy juga pasti tidak akan bergerak.


"ayo sayang mami temanin"


"oke mi" jawab tita sambil beranjak mengikuti maminya.


Setelah tita masuk handy dan valdo langsung naik mobilnya untuk pulang ke kantornya.


"val, Carikan alamat daddynya tita" perintah handy tidak bisa di bantah


"untuk apa bos"


"lakukan saja"


"baik boss" ujar valdo sambil ketawa.


Susah emank berhadapan dengan orang yang lagi bucin, batin valdo


Hai pembaca setiaku


Dukung terus donk


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2