KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 74 KENCAN


__ADS_3

Tita akhirnya ikut mobil handy menuju rumahnya. Karena baru pertama kali kerja tita terlihat cape banget. walaupun tetap semangat terlihat wajah tita lelah.


"Kamu sepertinya cape banget ya" ucap handy mengusap rambut tita.


"ngga sih kak biasa aja" ucapnya asal, takut kalau dia bilang cape pasti besok handy melarangnya kerja.


"ya sudah tiduran aja sini, wajahmu sudah cape banget" ucap handy menarik kepala tita di pangkuannya.


Karena memang agak pegal, akhirnya tita nurut aja. Toh valdo juga sudah tahu kelakuan tita tiap hari. Tita merebahkan kepalanya di pangkuan handy sampai mereka tiba di rumah tita.


Begitu sampai tita bisa mendengar handy bilang valdo pulang aja, nanti baru jemput handy. Mobil tita yang di bawa pak Amir juga sudah ada di rumahnya.


Tita langsung bangun, berarti mereka sudah sampai rumah.


Handy kaget tita langsung duduk, dia berpikir bahwa tidur tita ke ganggu.


"kamu sudah bangun"?


"iya kak, sudah sampaikan"? tanya tita dengan suara serak.


"sudah ta, kita sudah sampai" ujar handy


Tanpa menunggu tita langsung membuka pintu mobil hendak keluar, tapi di tahan oleh handy.


"tunggu" ujarnya


Mau ngga mau tita harus menunggu handy bukain pintu untuknya. Barulah dia turun di bantu oleh handy. Sebenarnya agak lebay menurut tita, tapi handy sepertinya selalu menginginkan begitu.


Terlihat Linda sudah keluar dari rumah menyambut tita putrinya.


"hallo sayang, putri mami, gimana jadi karyawan training, pasti cape , iyakan"? tanya Linda beruntun sambil menyambut putrinya.


"biasa aja mi" ucapnya sambil melangkah masuk dan duduk di sofa


"kakinya pegal, sini mami pijitin" ujar Linda


"ngga usah mi, kan nanti bisa tita naikkan ke dinding" ucapnya


"makanya ngga usah kerja aja ta, kamu cape lho" ucap handy lagi dengan wajah khawatir.


"ngga apa - apa kak, aku ingin seperti mereka , kak handy bayangin ngga semua karyawan kak handy itu awal bekerja pasti begitu, pegal, karena belum terbiasa kak. apa kak handy perhatiin mereka semua"? ujar tita


"ya itu resiko mereka ta, mereka sudah di gaji" ujar handy


"sama kak, aku juga kan akan di gaji"?


"beda ta, kamu itu pacarku, calon istriku" ujar handy membuat Linda senyum - senyum.


"ya sudah, kalian jangan berdebat lagi. Kalian tidak ada yang salah, tita ga salah, handy juga ngga salah. Kalian hanya perlu menyatukan pendapat ya, mami masuk dulu" ujar Linda akhirnya.

__ADS_1


Tita dan handy mengikuti Linda masuk ruang makan rumah itu. Tapi karena tadi tita sudah berniat mentraktir maminya dan Susi makan di luar, tita langsung ingat.


"mi kita makan mie goreng yang di sana itu mi, tita sudah kangen banget" ujar tita


"kok tumben anak mami ngajakin keluar" tanya linda


"iya syukuran tita di terima kerja mi" ujar tita senyum sumringah.


"kan belum gajian sayang, nanti tunggu gajianlah" ujar Linda


"ngga apa - apa sekarang kak, aku yang traktir, nanti potong gaji tita" ujar handy senyum sambil menggoda tita.


"yahhh ngga apa - apa kak" ucap tita tetap semangat.


"tapi di atmku juga masih ada duitnya kok, gajiku bantu buat kue" ujar tita semangat.


"oh ya sudah, bagus deh, kamu mandi dulu gih, biar lebih segar" ujar handy lagi.


"bau asem ya kak"? tanya tita nyengir


"ngga sih" ujar handy malu sama Linda, takutnya dia keceplosan tubuhmu selalu wangi bagiku tita.


"sudah mandi sana, mami juga siap - siap" ujar Linda. Dia langsung masuk kamar dan berniat ganti baju. Tapi sepintas Linda berpikir, kalau handy pasti belum bicara sama tita, biarlah mereka pergi berdua supaya banyak waktu untuk bicara.


Akhirnya Linda keluar lagi dari kamarnya dan menemui handy di ruang keluarga. Saat Linda masuk handy sedang utak Atik handphonenya.


"iya kak"


"apa kamu sudah bicara sama tita"


"belum kak" ucap handy menggeleng.


"justru aku mau bicara malam ini" lanjut handy


"ohhh" Akhirnya Linda punya ide tidak jadi ikut , tunggu di rumah aja, tapi minta dibungkus satu porsi mie gorengnya.


"kenapa kak"


"kami tidak usah jadi ikut. kamu bicaralah sama tita, tapi tolong jangan buat dia sedih" ucap Linda


"pasti kak, akulah mungkin orang yang paling tidak mau tita sedih"


"ya sudah nanti aku yang ngomong sama tita" ucap Linda.


"iya kak" ujar handy senang. Dia akan pergi berdua sama tita.


Tidak berapa lama terlihat tita sudah keluar dengan celana panjang levisnya dan baju kaos street yang sangat pas di badannya, membuat tita terlihat makin cantik dan segar. Apalagi rambutnya di kuncir asal memperlihatkan kulit putih mulusnya.


"mami, lho kok mami belum ganti baju" tanya tita

__ADS_1


"kami sama Susi ngga bisa ikut sayang, kami harus buat pesanan, ngga enak sama langganan. Tapi mami tetap ingin mie gorengnya, nanti tolong bungkus satu porsi ya" ujar Linda bersemangat.


"Tita dan saya suka banget mie goreng itu Han, jadi pasti tita makan banyak." ucap Linda lagi ke arah handy.


"tapi kamu harus bekerja keras juga Han nanti"


"kenapa kak" tanya handy


"tita paling tidak suka daun bawangnya dan ngga mau juga menyingkirkannya. Disana tetap harus pake daun bawang" ujar Linda senyum lebar membuat tita malu.


"mami" ujar tita


"ngga apa - apa sayang, handy harus tahu kekurangan dan kelebihan mu" ucap Linda lagi


"iya kak. ngga apa - apa ta, kakak memang harus tahu semua ta" ucap handy semangat.


"udah, sana berangkat, anggap aja kalian kencan ta, tapi ingat bungkusin mami" ucap Linda lagi sambil senyum.


"oke mi"


Handy dan tita akhirnya jalan dengan mobil handy yang baru aja tiba. Handy sangat senang pergi berdua dengan tita. Handy mengusap rambut tita lembut, dia senang bisa melakukan itu. Berdekatan dengan tita begini membuat handy gampang nervous.


Handy lalu mengumpulkan rambut tita dan menarik semuannya ke belakang. Hati handy berdesir melihat kecantikan calon istrinya, tak bosan - bosan handy menatapnya tanpa tita sadari.


"kak, apa di kantor itu sering saling menjatuhkan" tanya tita tiba - tiba. Mungkin karena dia baru, tita merasa orang - orang di sana berusaha menjatuhkannya.


"ngga usah bahas kantor dulu sayang, besok aja itu" ujar handy menarik tita ke dalam pelukannya.


"iya kak" ucap tita nurut membuat handy langsung mencium pucuk kepala tita. Tidak sampai di situ handy juga mengecup bibir itu sekilas saat tita ingin bertanya lagi.


Akhirnya tita memilih diam dan ngga bertanya lagi sesaat.


Tidak berapa lama mereka tiba di tempat yang tita mau. Tita langsung melangkah masuk dengan pasti. Tita langsung mencari tempat yang pas.


Dan ketika mereka duduk pegawai resto itu sudah datang dengan lembaran menu.


"kakak mau apa" tanya tita sambil melihat handy yang ternyata sedang mengamatinya juga.


"terserah tita aja, kakak ikut aja" ucap handy tetap menatap calon istrinya lembut.


Hallo semua


Masih setia kan


Tetap dukung ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2