
...Happy readings...
Akhirnya pak David mohon diri dari rumah Linda, dia langsung naik mobilnya yang di dalamnya ada Dodi.
Linda masih menatap punggung suaminya itu sampai punggungnya menghilang di balik pintu mobil.
Sebenarnya ada kerinduan yang dalam untukmpak David, walaupun hatinya pernah sangat berdarah - darah oleh ulah pak David, tapi melihat pak David yang di hukum oleh rasa bersalahnya sendiri membuat ibu Linda merasa trenyuh dan tidak tega.
Ingin rasanya dia berteriak memanggil suaminya itu kembali dan mengatakan bahwa dia sudah memaafkan kesalahannya asal dia bertobat benar dan jangan mengulang lagi. Tapi sekejap berikutnya Linda ingat dengan tita putrinya, orang yang paling terluka dengan pengkhianatan David.
Mengingat itu kembali Linda dilanda bingung, karena kedua orang yang dia sayangi.
"tetaplah berjuang meraih hati tita mas, karena aku yakin sekeras - kerasnya batu akan luluh kalau terus di tetesin air" gumam Linda lalu dia melangkah masuk.
Sementara tita dan handy siang ini bekerja seperti biasa, dan handy tetap mengawasi dia dari cctv yang khusus di sambungkan ke handphonenya.
Tadi pagi tita sedikit ngambek karena handy telat menjemputnya, sehingga tita sudah ingin naik taxi aja. Dan drama ngambek itu masih ke bawa sampai ke perjalanan, karena tita masih memasang wajah cemberut, tapi justru hal itu membuat handy gemes.
"sudah donk ta, tadi aku kebelet makanya lama di kamar mandi" bujuk handy , padahal sejujurnya gara - gara dia ke apartemen pak David untuk minta restu.
"tapi akukan jadi telat, malu kak. kemarin bikin masalah, sekarang datang telat, mereka pasti akan bully aku deh" ujar tita lagi dengan mimik sedih. Padahal untuk apa di pikirkan coba, dia pacar pimpinan, otw jadi nyonya besar di perusahaan. Tapi itulah tita dia tetap ingin tanggung jawab seperti karyawan yang lainnya.
Karena merasa tidak bisa lagi membujuk tita, habis kamus sudah, tita masih terus ngomel akhirnya handy pura - pura sakit perut lagi.
"aduhhh valdo perutku mules lagi nih, perih banget valdo" ucap handy dengan wajah meringis membuat tita mau ngga mau jadi fokus ke handy lagi.
"kak handy, masih sakit perut, ya sudah kita ke dokter dulu deh kak" ujar tita langsung gugup melihat handy meringis. Sementara valdo masih bingung sampai dia dapat kode kedipan mata dari bosnya itu, berarti bosnya hanya pura - pura.
"waduhh gimana ya pak" ujar valdo seolah ikut bingung.
__ADS_1
"aduh , aduhhh" ujar handy masih meringis.
Tita sampai panik, tanpa sadar dia mengelus perut handy dan mengusap punggungnya. Handy sangat menikmati elusan tangan tita membuat dia makin pura - pura meringis.
"kak handy belum sarapan kali" tanya tita jadi lembut tidak ngomel lagi. Dia terlihat sangat khawatir membuat hati handy sangat hangat, ternyata tita sekhawatir itu kalau aku sakit, batin handy.
"iya ta, tadi belum sarapan, apa kita sarapan dulu bos" tanya valdo pura - pura.
"ngga usah val, nanti tita tambah telat" ujar handy sok mementingkan kerjaan tita.
"ngga apa - apa kak handy, kita sarapan dulu, biarin aja, nanti kalau mereka bully aku hadapi aja mereka. Aku kan punya backing kak valdo ceritanya" ujar tita mengalah membuat handy bertepuk hore.
"om valdo kita ke restoran dululah, biar kak handy sarapan dulu" ujar tita lagi
"oke, pak Yanto kita ke restoran dulu" ujar valdo. Akhirnya tidak berapa lama mereka ketemu restoran mewah yang sering di datangi oleh handy.
Tapi sebelum turun valdo yang mengerti maksud tuannya untuk berduaan sama tita akhirnya mencari cara untuk meninggalkan mereka berdua.
"ohhh iya om ngga apa - apa" ujar tita yakin valdo bisa mengatasi semua masalah.
Akhirnya tita menggandeng tangan handy untuk masuk ke restoran, terlihat handy mengedipkan matanya ke valdo sebagai ucapan terimakasih.
Valdo paham dengan karakter handy, jadi dia juga cukup tahu tentang yang di inginkan bosnya itu.
Tanpa buang waktu valdo mengetikkan sesuatu di handphonenya dan di kirim ke handy.
"bonus gua"
Dan dibalas oleh handy dengan kata" ok"
__ADS_1
Begitulah memang handy dengan valdo, kadang bos dan atasan, kadang juga mereka sebagai teman dan kadang juga saling meledek. Tapi satu sama lain di antara mereka sudah mengerti karakter masing - masing.
Akhirnya handy dan tita bisa sarapan bersama di restoran mewah. Jelas handy sangat bahagia, bahkan dia dengan penuh kebahagiaan menikmati di suapi dan di perhatikan oleh tita.
Ternyata biarpun cuek dan masih labil, tita sangat perhatian kalau melihat orang yang sakit. Tita malah ngga membiarkan handy makan sendiri dan minum sendiri. Tita juga meminta teh hangat untuk minumnya handy, dengan alasan biar perutnya hangat. Tita benar - benar memanjakan handy pagi ini.
Setelah selesai sarapan, handy pura - pura sudah sedikit baikan. Dia tidak lagi mengeluh dan meringis. Dia kasian juga melihat tita khawatirin dirinya dari tadi.
Tidak berapa lama mereka sudah di jemput oleh pak Yanto dan valdo. Tita jelas sudah terlambat, tapi ternyata tadi valdo sudah bicara dengan atasan tita dengan alasan di tengah jalan tita sakit perut dan atasan tita juga sudah maklum.
Sudah sangat siang tita baru bergabung dengan teman - teman kerjanya. Dia harus pura - pura ngga kepikiran dengan keterlambatannya, dia harus memanfaatkan kekuasaan valdo.
Setelah tita bekerja valdo dan handy masuk ke ruangan handy.
"gila Lo ya, ngerjain tita segitunya" ucap valdo
"hahahaha tadinya aku ngga pingin begitu bro, cuma begitu dia perduli samaku segitunya, aku jadi pengen liat sampai dimana dia perduli kalau aku sakit" ujar handy senyum - senyum.
"dan hasilnya sungguh luar biasa bro, dia sampai ngga perduli kerjaannya yang biasanya dia bangga - banggakan. Berarti gua sangat berharga buat dia bro" ujar handy bangga.
"Dasar Lo bucin, melibatkan gua lagi tiba - tiba ngomong gitu Lo di mobil, ide dari mana lo" ujar valdo pura - pura sewot.
Handy jadi ketawa ngakak mendengar ucapan valdo. Dia memang udah tahu kalau tadi itu valdo sangat gemes sama handy, tapi dia nggada pilihan, harus mengikuti sandiwara handy daripada handy nanti uring - uringan di kantor.
"udah gue bilang tadinya ngga niat begitu, tapi karena Titanya cuekin gue ya gua cari perhatian dengan pura - pura sakit, ehhhh ternyata tita langsung khawatir, ya gua lanjutin aja dong, enak sih diperhatikan" ujar handy masih senyum - senyum.
Hallo semua dukung terus ya
jangan bosan - bosan dengan karyaku ini
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏