KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 76 SOLUSI


__ADS_3

Tita masih berpikir bolak balik membuat dia sedikit gelisah. Dan saking perhatiannya handy, dia bisa menangkap kegelisahan tita.


"kenapa ta, apa lagi yang kamu pikirkan, mendingan ngomong juga sama Abang, siapa tahu Abang bisa bantu" ujar handy dengan sabar.


"tita ngga apa - apa kak, hanya bingung kak" terlihat mulai sedih. Handy akhirnya mengurai pelukannya dan membiarkan tita duduk di jok mobil sesuai tempat duduknya, walaupun tangannya tetap berpegangan.


"bingung kenapa sayang" tanya handy lebih lembut karena dia melihat tita jadi agak sedih.


"Tita kan kalau ada beban susah tidur, nanti tita kalau sudah menikah dan ngga bisa tidur ngga bisa diusapin mami lagi donk" ucapnya sendu.


Semenjak kasus kedua orang tuannya memang tita sempat mengalami sudah tidur, walau masih ringan tapi itu seperti trauma kecil untuknya. Setiap malam jika tidak bisa tidur, Linda akan mengusap - usap punggungnya dengan sabar sambil cerita hal - hal lucu.


Handy merasa sangat salut sama ibu Linda, sampai anak gadisnya setergantung ini sama maminya itu bahkan hanya urusan tidur.


"nanti gantian sayang, kak handy yang usapin kalau tita ngga bisa tidur" ujar handy senang kalau tita mau dia usapin, dengan senang hati handy akan mengusapnya sampai tita tidur lagi.


"benar ya kak" ujar tita serius. Dasar tita gede badan doank, tapi cara berpikirnya belum sebanyak usianya, mungkin karena dia tidak pernah bergaul juga ditambah terakhir ini masalah perpisahan orang tuannya.


"iya sayang" ujar handy tetap lembut. Handy sangat sadar kalau calon istrinya ini belum dewasa sehingga harus sabar untuk memberi pengertian.


Tanpa terasa mereka sudah tiba di rumah tita, persisnya sih rumah handy yang di kontrak tita dan ibunya. Handy langsung turun dan membuka pintu mobil untuk tita. Handy juga masih membantu tita untuk turun dari mobil mewah handy.


"kalian sudah pulang"? sambut Linda baru keluar dari rumah.


"iya mi, ini pesanan mami" ucap tita sambil menyodorkan bungkusannya kepada maminya.


"oh iya, makasih sayang," ucap Linda sambil berbalik masuk diikuti tita dan handy. Tapi begitu sampai di dalam handy langsung mohon pamit ke Linda karena hari sudah malam, tita juga besok kerja.


"saya langsung pamit pulang aja kak, biar tita juga istirahat" ujar handy sopan


"ohhhh kamu langsung pulang"? tanya Linda


"iya kak, biar tita juga bisa istirahat" jawab handy sopan.

__ADS_1


"ta, kakak pulang dulu ya, besok berangkat bareng aja" ujar handy


"iya kak" tita hanya nurut. Tita mengikuti langkah handy keluar menuju mobilnya. Dia seperti biasa akan mengantar handy sampai mobilnya tak terlihat lagi.


Inilah salah satu yang handy selalu rindukan, tita selalu mengantarnya ke mobil sampai berlalu dari rumahnya. Ini tita tidak pernah di ajarin oleh siapapun, hanya saja dulu maminya selalu begitu kepada daddynya. Mungkin tita banyak juga meniru sikap keibuan maminya walaupun sifatnya masih manja.


Setelah mobil handy berlalu tita langsung masuk ke dalam dan langsung mandi dulu. Sementara maminya dan susi sedang menikmati mie goreng yang di bawa handy dan tita tadi.


Tidak berapa lama tita keluar dari kamar dengan wajah yang lebih segar dan fresh. Dia ingin menemui maminya tentang ajakan kak handy tadi.


"mi pesananya sudah selesai"? tanya tita


"sudah sayang"


"sus tolong buat packingan buat pesanan besok pagi itu ya, terus kamu boleh istirahat" ujar Linda kepada Susi yang membantu mereka.


"baik Bu"


Tita langsung duduk di hadapan maminya sambil memainkan tangannya di atas meja.


"mi, kak handy ngajakin tita nikah" ucap tita santai seolah itu bukan hal yang besar dalam hidupnya.


Linda pura - pura kaget, padahal dia sudah tahu sebelumnya. Sepanjang hari Linda malah sudah memikirkannya, memikirkan rencana buat anaknya ke depan dan juga apa yang harus mereka lakukan.


"terus kamu setujui" tanya Linda


"ngga mi, aku aja belum pernah berpikir untuk pernikahan. nanti kayak mami sama Daddy lagi" ujar tita serius.


"Ta, mami sih terserah tita sayang. tapi satu hal yang tita harus ingat, jangan bercermin dari kegagalan mami dan Daddy sayang" ucap Linda sangat bijak


"hidup berrumah tangga itu sama dengan sekolah ta, hanya saja tidak akan pernah ada ijazahnya. Tapi nanti akan selalu banyak ujian sayang, ujian yang bahkan kamu sendiri ngga bisa berbuat apa - apa selain pasrah dan berdoa dengan tulus ikhlas." nasehat Linda.


Tita masih diam mendengar penjelasan maminya, dia belum berkomentar apa - apa.

__ADS_1


"Dulu ketika mami tahu handy suka dan sayang sama tita, ada keraguan di hati mami. Benar ngga ya handy itu sayang sama tita, ataukah hanya karena kita lagi terpuruk terus dia kasian"? tutur Linda serius


"tapi semakin ke sini mami perhatikan, dia semakin cinta dan sayang sama tita, bahkan melebihi mami sayang sama tita." ujar maminya lagi


"iya sih mi, kak handy itu tuh ngga masalah tita childish dan manja, dia sabar banget ngajarin tita" ucap tita lagi


"makanya itu sayang, mami jadi sedikit tenang. Tapi ingat ta, kehidupan itu selalu berubah sayang, semua bisa berubah, jadi tita harus jadi wanita yang kuat ya, harus bisa ikhlas dan siap untuk semua situasi. Dan satu lagi nak kamu harus tetap berdoa karena doa adalah penyangga kita setiap waktu." ujar Linda lagi.


"terus tita harus bilang apa mi sama kak handy nanti" tanya tita


Linda menarik nafas panjang, dia bingung harus mulai darimana untuk memberi pengertian kepada putrinya ini tentang sebuah pernikahan.


"emanknya tita sudah siap belum menikah" tanya Linda hati - hati. Tita kembali menatap maminya lalu menjawab dengan tenang.


"ngga tahu mi" ujar tita polos


Linda menarik nafas panjang, putrinya ini memang masih polos. Dia sebagai ibu harus bisa memberi pengertian kepada putrinya ini.


"sayang, menikah itu menyatukan dua hati dari latar belakang yang berbeda. Untuk cocok sempurna pasti tidak mungkin juga, bahkan yang kembar aja masih ada perbedaan. Jadi di butuhkan ke ikhlaskan dan kesabaran yang penuh supaya bisa meredam ego kita ketika kita berbeda pendapat" ujar Linda pelan - pelan.


"tapi kesuksesan pernikahan itu juga bukan di tentukan usia saat menikah atau kesiapan untuk menikah, karena tantangan itu biasanya datang justru ketika kita sudah menikah. Dibutuhkan hati yang bersedia menurunkan ego demi kelanggengan pernikahan kita bersama" tutur Linda lagi.


Tita masih menatap maminya serius. Berarti usianya yang masih muda bukan penghalang juga untuk menikah. Dan sikapnya yang manja tidak masalah selagi kak handy bisa menerimanya. Tapi bisa aja berubah ketika ada tantangan, disinilah kita perlu menurunkan ego supaya bisa menyatukan pendapat lagi.


Dukung ya guys


like


coment


vote


happy reading

__ADS_1


terimakasih🙏


__ADS_2