
"aku sangat mencintai kamu ta, aku ingin selalu bersamamu, semuanya tentang kamu, aku ingin kamu jadi istriku, masa depanku" ucap handy entah dia dapat kamus dari mana dan juga keberanian dari mana. Yang pasti dia ingin selalu bersama tita.
"tapi tita..." tita belum bisa menjawab, jelas ini terlalu cepat. Disamping dia dan handy belum lama pacaran walaupun sudah lama saling kenal, dia juga masih trauma dengan pernikahan kedua orang tuannya.
Handy sepertinya bisa membaca keraguan tita, sehingga dia langsung meyakinkan tita lagi.
"ta, pernikahan itu hanya satu proses hidup kita yang pastinya akan kita lalui. Mengenai sukses atau gagalnya pernikahan itu sendiri, jelas bukan karena usia atau perbedaan tapi sudah keputusan Tuhan, mungkin karena ego dari mereka yang tidak mau di tekan sedikit saja. Egonya mengatakan dia layak berbuat salah tapi pasangan tidak boleh salah." tutur handy
"dan mungkin itulah tita kak, orang yang egonya tinggi" ucap tita
"hahhhhhh" handy menarik nafas panjang.
"aku tahu ta, kamu sebenarnya orang baik, kamu sekarang sedikit ego karena kamu masih ada kepahitan masa lalu orang tua kita. Kamu tidak perlu berusaha berubah, semua akan berubah seiringnya waktu. Kamu tidak perlu sangat mencintaiku karena cintaku sudah sangat banyak untuk keluarga kita nanti" tutur handy dengan bahasa yang sedikit berat di cerna oleh tita.
Tapi walaupun begitu tita juga tidak meminta penjelasan kepada handy, karena menurut dia tidak perlu memahami hal yang berat yang
memang belum mampu dia pahami. Tita terlalu yakin bahwa niat handy itu pasti baik, walaupun belum seluruhnya bisa dia pahami.
Tita masih diam seribu bahasa. Dia belum bisa mengatakan apapun, karena hatinya juga blank, tidak tahu harus jawab apa atau bertanya apa. yang jelas dia bingung.
"Ta, aku ngga minta kamu jadi orang lain, cukup jadi diri kamu sendiri dan tetap setia di sampingku. Jangan sampai ada orang ketiga. Karena kalau itu terjadi aku pasti akan mati atau dia yang mati" ujar handy
Tita masih terdiam mendengarkan handy, mengenai itu tita sudah tahu dari maminya. Ibu Linda pernah menasehati tita suatu sore, dia mengatakan bahwa orang seperti handy itu biasanya sangat penyayang kalau dia sudah menemukan orang yang dia cintai. Tapi dia akan bisa gila sekejap bila dia dikhianati, tutur maminya waktu itu.
__ADS_1
"jadi bagaimana sayang" tanya handy sambil menatap mata tita. Handy sudah tidak tahan melihat wajah tita yang sedang menatapnya juga.
Perlahan handy mendekatkan wajahnya ke wajah tita. Tita sudah tidak berusaha menghindar atau menolak, dia bahkan juga masih tetap menatap handy. Bahkan sampai bibir mereka bertemu barulah tita menutup matanya.
Handy ******* bibir tita perlahan, walaupun kalau mengikuti nalurinya dia akan langsung mencium tita dengan rakusnya, tapi handy selalu mengutamakan kenyamanan tita dan perasaan tita. Melihat tita juga menikmati ci.mannya, membuat handy sedikit lebih berani lagi, dengan memegang kepala belakang tita supaya mereka sama - sama menikmatinya.
Semakin lama ciuman itu semakin terbawa suasana, handy semakin kurang bisa mengendalikan diri karena tita juga seolah tidak ada perlawanan. Mungkin tita masih kurang paham resiko dari ciuman mereka bisa membuat handy lupa diri nantinya, atau memang tita juga terlalu menikmati sentuhan handy. Untung saja handy segera sadar, dia langsung menyudahi ciuman mereka jangan sampai dia tidak bisa mengendalikan diri nantinya.
"maaf, saya terlalu terbawa suasana" ucap handy lembut. Tita masih agak menunduk dengan wajahnya bersemu merah, mungkin dia malu karena dia menikmati sentuhan dan ciuman handy tadi. Maklumlah anak seusia tita adalah usia yang sangat gampang terbawa suasana.
Handy mengangkat dagu tita untuk melihatnya lagi.
"ta , kamu mau kan sayang kita segera menikah." tanya handy serius sambil menatap mata tita. Entah dorongan darimana, ataukah tita sudah yakin untuk menikah, yang pasti perlahan tapi pasti tita menganggukkan kepalanya.
"ini benaran kan sayang, coba cubit aku, cubit pipiku" ujar handy senyum sambil menarik tangan tita ke pipinya. Tawa handy tak berhenti di bibirnya.
"cubit aku ta, aku ngga mimpi kan"? tanyanya lagi masih belum yakin.
Tita malah hanya bengong melihat sikap handy. Dia seperti melihat handy dari sisi yang berbeda. Apa benar segitu bahagiannya dia aku mau menikah dengannya, batin tita.
"ta, terimakasih sayang, terimakasih, aku pasti akan membahagiakan kamu. Aku ngga perduli kamu mencintaiku sebesar apa, yang pasti aku sangat dan sangat mencintaimu, dan cukuplah cintaku yang besar ini untuk rumah tangga kita, asal jangan ada orang ketiga" ujar handy bahagia. Handy langsung memeluk tubuh tita makin erat.
Setelah mengurai pelukannya, handy kembali menatap tita, tapi wajah tita agak sendu.
__ADS_1
"sayang, kenapa? kenapa kamu sedih, kamu menyesal"? tanya handy takut dan ngga mau melihat tita sedih seperti ini.
"tapi nanti jangan selingkuh ya kak, kalau kakak ngga mau tita lagi bilang aja samaku dan mami, jangan selingkuh, sakit kak kalau diselingkuhin, korbannya pasti anak kita nantinya" ucap tita sambil airmata menetes.
Handy kembali memeluk erat tita, dia tidak menyangka kalau tita masih berpikir seperti itu. Mana mungkin handy menyakiti tita yang sangat dia cintai tanpa alasan. Mungkin kalau handy mencintai tita karena cantik bisa aja berubah suatu saat ketika kecantikan tita mulai memudar. Tapi ini handy mencintai tita tulus tanpa alasan, dia hanya ingin tita bahagia selalu. Dan handy sangat yakin dia bisa membahagiakan tita, tanpa tita harus berubah karena menurut handy semua yang tita punya sudah handy terima dan sukai.
"itu tidak akan terjadi sayang, tapi aku juga minta satu hal, jangan sampai ada orang ketiga di rumah tangga kita, itu memang menyakitkan anak - anak kita" ucap handy yakin.
"kamu boleh melakukan apa saja sayang, apa saja yang penting jangan mempermalukan suami dan jangan ada cinta lain" ucap handy lebih tegas
"iya tita janji kak" ucapnya dengan mengangkat tangannya dengan dua jari membentuk huruf v sambil menatap mata handy.
"terimakasih sayang" ucap bari lagi sambil menciumi pipi dan semua wajah tita. Handy merasa menjadi laki - laki yang paling bahagia sekarang, laki - laki yang paling beruntung. Tiada puasnya dia memeluk dan mencium wajah tita sambil mengucap kata - kata manisnya.
Tita juga bahagia melihat handy antusias, walaupun dia belum tahu konsekwensi dari keputusannya barusan. Yang dia tahu dia akan menikah dengan handy yang kaya raya. Maminya tidak akan lagi cape memikirkan masa depannya karena sudah bersama dengan orang yang tepat.
Hallo sobatku semua, pembaca setiaku
Jangan bosan ya
Dukung terus karya ini
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏