KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 34 KEBERSAMAAN


__ADS_3

Begitulah sikap handy sekarang terhadap tita, sangat posesif . Tapi selama ini Linda dan tita mengartikan kebaikan handy karena ingin melindungi mereka dari pak David dan Ica selingkuhannya.


Sekarang tita sudah boleh keluar dari rumah tapi harus bersama handy atau valdo. Biasanya valdo hanya bertugas menjemput atau mengantar.


Waktu terus berjalan, sudah satu tahun tita dan maminya menempati rumah handy. Kak Linda sudah mempersiapkan lagi uang kontrakan untuk satu tahun ke depan. Sekarang Linda memang sudah lumayan banyak pesanan sehingga di rumah mereka sekarang sudah ada seorang art sekaligus bantu bikin kue kalau lagi rame.


Handy lebih fokus kepada menjaga tita kalau tuh bocil ingin keluar rumah.


Seperti hari ini, tita ternyata berulang tahun tapi handy dan valdo tidak ada yang tahu. Dan ibu Linda juga tidak pesan kue dari luar tapi dia buat spesial buat putri tercintanya.


Kak Linda merasa tidak enak terus merepotkan handy. Akhirnya dia juga ingin keluar bersama tita dan juga susi art mereka sekarang.


Linda hanya memberi kabar kepada handy kalau mereka mau ke mall, karena dia juga masih belum terlalu nyaman sebenarnya untuk keluar. Masih enggan bertemu teman - temannya dan juga masih enggan untuk di tanya oleh orang - orang yang dia kenal.


'han, kami sedang otw ke mall x' chat Linda kepada handy. Syukurnya handy sedang tidak meeting, dia hanya lagi berkutat dengan laptopnya di kantor begitu notifikasi pesan Linda masuk.


'apah ingin ke mall, tumben tiba - tiba' batin handy langsung telepon Linda.


"hallo Han"


"tumben tiba - tiba ingin ke mall kak" tanya handy dari sebrang


"iya han, hari ini aku ingin bersama tita seharian" ucap Linda


"tiap hari juga bersama" potong handy


"yahhh minimal aku ingin hari ini spesial buat dia Han, hari ini dia genap sembilan belas tahun" ujar Linda


jedarrrrr


'bocil ulang tahun aku ngga tahu, valdo gimana sih' batin handy menggerutu.


"terus mau ke mall mana"? tanya handy serius


"aku belum tahu Han, nanti terserah tita aja kayaknya sih ke mall xx"


"ya sudah, berarti naik taksi, gimana kalau tunggu sebentar biar aku suruh pak Yanto yang antar" saran handy


"ngga usah Han, naik taksi aja" ujar Linda


"ya sudah hati - hati kak, nanti kabarin aku sudah sampai dimana"?


"oke han, bye"


Handy langsung mematikan sambungan telepon itu dan berjalan setengah berlari ke ruangan valdo. valdo yang lagi mode serius jelas aja kaget.


"ada apa bro, ada yang urgent" tanya valdo melihat wajah sobatnya


"kenapa kamu ngga bilang hari ini tita ulang tahun" ujar handy dengan nada tinggi.


"tita ulang tahun" ulang valdo ambigu karena jujur dia juga tidak tahu sama sekali.

__ADS_1


"iya bodoh, kamu gimana sih"


"sory bro, itu aku emank kelewat tentang hal itu. Terus sekarang kamu mau di booking candle light dinner"? tanya valdo serius. Dia sudah tahu ini kesalahannya, kenapa tidak mencari tahu hal - hal yang penting dari orang - orang yang ada disekitar bosnya. Salah satunya ya ulang tahun begini.


"mana mungkin valdo, tita itu masih kecil, kegembiraannya dia itu masih seputar dunia remaja bukan candle light dinner" ujar handy sewot.


'benar juga' batin valdo


Valdo terlihat sedang berpikir apa yang cocok dilakukan untuk tita.


"bro, aku ada ide? gimana kalau kamu ajak dia ntar sore ke wahana kita" ujar valdo serius.


Handy memang memiliki lahan di pinggiran kota, yang memiliki hotel dan penginapan yang pemandangannya sangat bagus, apalagi dari sana sunset terlihat sangat indah. Sehingga dulu team perencanaan handy mengusulkan wahana sedikit memacu adrenalin seperti trampolin, naik kereta gantung atau arena permainan tornado dan banyak juga permainan lainnya.


'benar juga kata handy, tapi gimana ngomongnya' batin handy.


"ya sudah itu lihat nanti aja, sekarang kita ikuti mereka dulu sedang di mall xx"


"oke" ujar valdo tanpa bantahan.


Jadilah mereka berangkat menuju mall xx untuk menemui tita dan Linda. Dan benar aja ketika handy tiba mereka sedang milih - milih baju.


Handy langsung mendekati tita, dan sedikit mengagetkannya.


"hai" sapa handy


"om handy" teriak tita karena kaget membuat Linda dan susi menoleh ke arah mereka.


"Han, nyusul ke sini juga"? tanya Linda.


"masih lama belanjanya kak"? tanya handy


"sebenarnya ngga niat banget belanja sih Han, katanya dia ingin sehari ini hidupnya normal aja, ini dari tadi liat - liat doank" ujar Linda


"ohhh ya om handy ngga ngasih aku kado, aku ulang tahun lho" ucap tita sambil seperti biasa memutar bola matanya dan memanyunkan bibirnya.


"boleh ngga om tanya"? malah tanya balik handy


"yeee malah tanya - tanya seperti alamat" ucap tita asal. Sementara Linda hanya senyum melihat mereka, karena hal seperti ini sudah sering dia lihat.


"kamu bisa aja ta. Terus kamu mau kado apa"? tanya handy membuat mata tita langsung berbinar cerah.


"benaran om" tanyanya antusias


"hmmmm" handy sambil mengangguk meyakinkan.


"budgetnya berapa om"?


"terserah tita" ucap handy


"kalau gitu tita minta mobil deh" ucapnya asal tapi malah serius bagi handy. Selama ini memang tita belum punya mobil sendiri, padahal perempuan seusiannya pasti sudah ingin punya kendaraan sendiri.

__ADS_1


Linda juga hanya senyum karena menurut dia permintaan tita itu tidak masuk akal, dan tidak mungkin di kasih oleh handy.


"hmmmm, gimana ya"? ucap handy bukan karena dia keberatan tapi karena dia takut tita kelayapan sendiri.


"Ngga usah di pikirin Han, kalian sudah makan belum, ayo kita makan dulu" ajak Linda


"ya sudah kak, reservasi aja dulu restorannya, aku sama valdo pinjam tita dulu" ujar handy


"mau kemana? jangan lama- lama" ujar kak Linda


"asiap kak, ya sudah kakak belanja dulu"


Akhirnya handy benaran mengajak tita ke showroom mobil yang ada di mall itu. Dia langsung bertanya tita mau mobil apa?


Karyawan showroom itu langsung menawarkan produckt terbaru dan juga terlaris mereka.


Pilihan tita jatuh ke mobil warna merah yang agak kecil.


Handy langsung menyuruh valdo mengurus semuannya. Sementara handy langsung menarik tangan tita untuk duduk sambil menunggu valdo mengurus semuanya.


"benaran nih om" tanya tita belum percaya seratus persen sambil senyum sumringah.


"iya ya, tapi ingat kalau mau keluar tetap harus izin dulu, biar bisa ada yang menemanimu. om ngga mau kamu celaka. dan satu lagi syaratnya"? ujar handy menggantung


"apa itu om"


"jangan panggil aku om handy lagi, kayaknya aku merasa sangat tua" ucap handy serius


"terus panggil apa donk"


"terserah"


"apa ya"? gumam tita seperti berpikir.


"mas handy, kak handy, atau pak handy"


"pak handy lebih tua lagi tita" ujar handy lagi


"terus, kak handy gimana"? tanyanya polos


"ya sudah sedikit lebih ok"


"asyikkk, makasih kak handy" ucap tita sambil berlari ke pangkuan handy dan memeluk leher handy serta mencium pipinya.


deggg


Jantung handy seolah terpacu sangat cepat, tidak bisa di kendalikan.Dia terdiam melongo, ini lagi tita, dia ngga tahu ya kalau aku sangat tersiksa. batin handy


hai guys


author tetap minta dukungan ya

__ADS_1


like, coment dan vote


Terimakasih 🙏


__ADS_2