KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 36 TERSERAH DIA


__ADS_3

"iya kak, saya akan mendekati tita secara alami, dan tidak akan memaksa tita" ucap handy semangat. Setidaknya Linda tidak marah atau menganggap handy memanfaatkan keadaan.


"satu lagi, biarkan tita tetap dengan dunia remajanya, kasian dia kalau langsung masuk dunia orang dewasa sementara belum seharusnya begitu. Masalah saya dengan daddynya aja sudah pelajaran yang sangat komplit buat tita." ujar Linda lagi.


"iya kak"


"kalau boleh mundur lagi ke belakang kenapa kamu suka sama tita"? tanya Linda karena dia lihat kopi handy belum habis, biarlah mereka bicara sambil handy menghabiskan kopinya.


Handy yang tadinya sedang menyeruput kopinya langsung menaruhnya kembali.


Lalu dengan yakin dia ceritakan perasaannya kepada Linda.


"Dari awal saya lihat tita, saya sudah merasa bahwa dia cewek labil yang perlu di lindungi, apalagi dulu waktu di mall X itu. Saya merasa sedikit ngga tenang kalau belum tahu kabar kakak dan tita setiap hari. Mungkin sering memikirkan tita membuat saya kadang senyum sendiri kalau setiap mengingat kebiasaan tita, ya marahnya, cerewetnya belum lagi kalau dia sudah memutar bola matanya malas. semua selalu saya ingat sampai akhirnya valdo yang mengingatkan saya bahwa mungkin saya sudah jatuh cinta sama tita." ujar handy tenang dan jelas.


"kakak pernah ingat, kami datang ke rumah ini agak malam, itu karena saya mumet dengan semua kerjaan di kantor. Dan entah kenapa tempat yang saya ingat adalah rumah ini, dan melihat wajah tita yang bilang saya hanya ingin kopi gratis, membuat semua rasa mumet itu hilang seketika. Saya malah bahagia dan senang mendengar setiap cerewetnya tita" lanjutnya lagi.


"Dan terakhir memang saat kami nongkrong beberapa waktu lalu itu. Hatiku sangat panas ketika anak muda itu bilang tita cantik dan menarik. Kalau tidak ada tita di sana mungkin saya sudah pukul tuh cowok, saking hatiku panas" ujar handy terlihat sangat serius.


Linda hanya senyum kecil. Dia yang seorang wanita merasa bahwa handy memang benar - benar cinta sama tita, sampai dia sangat menjaga perasaan tita.


Semoga aja tita cocok dan merasa nyaman dengan handy, karena Linda takut tita hanya menganggap handy seorang kakak yang baik tapi tidak untuk pacaran.


Kalau dilihat dari kemapanan hidup handy, Linda sih ngga keberatan, karena anaknya nantinya akan hidup mapan. Sementara untuk hidup bahagia bukankah cinta suami istri tetap harus di uji seiring berjalannya waktu. Karena cinta waktu pacaran tidak bisa juga jadi jaminan akan kelangsungan cinta itu sampai tua, sampai maut memisahkan.


Buktinya cinta Linda dan David, yang dulu di juluki the best couple di kampus, buktinya di tahun ke delapan belas cinta itu robek dan hancur berkeping - keping seperti tidak ada lagi bentuk cinta itu sama sekali.


Jadi cinta waktu pacaran tidak bisa di jadikan jaminan untuk hari tua.


"Saya juga ngga nyangka kak, bisa - bisanya saya jatuh cinta sama bocah berumur belasan tahun, padahal banyak karyawan ataupun kolega saya yang cantik dan matang. Tapi kita kan tidak tahu kapan cinta itu tumbuh kak dan kepada siapa hati kita bergetar, yang bahkan kalau bersama tita aku bisa seperti orang yang kehabisan kosa kata" jelas handy lagi lalu diam sebentar.


"kak Linda ngga usah takut, aku pasti jaga tita lebih dari nyawaku" ucap handy berjanji.

__ADS_1


"baiklah, kakak percaya sama kamu, jangan sampai kepercayaan itu ternodai" ucap Linda seperti ultimatum.


"mamiiii" teriak tita dari pintu rumah.


"dari tadi cari mami ternyata di sini"! ucap tita ceriwis ke arah mami Linda. Linda hanya tersenyum dengan ulah anaknya, dia melirik handy yang terlihat jadi kikuk. Akhirnya Linda ingin membiarkan mereka berdua banyak waktu untuk bicara.


"sepertinya anak mami sudah segar nih habis mandi, sekarang mamilah yang mandi dulu, kamu temanin handy habisin kopinya" ujar Linda sambil beranjak masuk ke dalam.


Setelah Linda berlalu jantung handy kembali deg - degan, apalagi dengan tingkah tita yang selalu ceriwis dan sekarang dia tampil dengan baju tidur dengan celana hotpan yang waktu itu mereka beli di boutiq.


Jelas terlihat kecantikan tita yang sangat alami tanpa polesan apapun. Badannya putih mulus dan bodynya yang sangat pas dengan tingginya.


"kak handy, bajunya bagus kan, pilihan tita oke kan" ucapnya sambil mutar di hadapan handy seolah bocah yang sedang memperagakan baju barunya kepada orang tuanya.


Aroma tubuh tita yang segar jelas tambah mengganggu konsentrasi handy.


"bagus ngga? berikan coment anda di bawah ini" ucap tita sambil senyum seperti seorang Youtuber.


'Gila kamu handy, pemuda matang bisa se grogi ini sama bocah ingusan berumur belasan tahun' batin handy


Ternyata cobaan jantung handy tidak hanya sampai di situ, berikutnya dia lebih deg - degan lagi ketika tita mendekatkan wajahnya ke kuping handy sambil berbisik.


"Kak handy kalau tita mau belanja di boutiq itu temanin donk, biar dapat diskon, kan teman kak handy" bisiknya lembut


Bisikan tita dekat telinganya malah membuat handy makin deg - degan, apalagi jarak wajah tita yang sangat dekat ke daerah kupingnya, jelas ujian tersendiri buat handy.


'Ya ampun tita, kamu tahu ngga sih, dengan jarak begini aku sudah susah untuk bernafas' batin handy.


Handy seperti membantu untuk beberapa saat karena tahan nafas.


"nanti pakai duitku deh kak, aku kumpulin uang jajanku. Soalnya kemarin aku lihat bajunya bagus - bagus." ucap tita sudah agak menjauh dari handy, sehingga handy bisa bernafas lega.

__ADS_1


"kemarin kok ngga di ambil"? tanya handy serius.


"orang harganya mahal"


"sekarang mau di ambil" tanya handy membuat mata tita melotot.


"serius kak" ucap tita langsung lompat ke hadapan handy dan memegang kedua dengkul handy serta membungkuk dan mendongakkan wajahnya ke dekat dagu handy membuat jantung handy seakan mau lompat keluar.


'ya ampun tita, tolong jangan buat aku mati muda karena jantungan' batin handy kesal - kesal deg - degan.


"tapi ngga deh kak, nanti uang mami habis, hari ini uang mami sudah keluar banyak untuk menemaniku di ulang tahunku" ucap tita mundur seperti baru sadar. Akhirnya dia duduk agak jauh dari handy.


Handy yang baru bernafas lega akhirnya ingin ketawa melihat tita serius memikirkan uang. Padahal handy tidak pernah memperdulikan uang yang habis berapa untuk tita. Bahkan mungkin kalau tita minta satu villa mewah pun akan handy turuti, karena yang ada di pikiran handy saat ini adalah ingin melihat tita tersenyum bahagia.


"kalau kamu suka beli aja, nanti kakak yang bayar" ujar handy santai membuat tita spontan menoleh lagi sambil senyum.


"ahh kak handy jadi membuatku malu, kata mami ngga boleh manfaatin kebaikan orang kak" ucap tita polos


"kakak tulus ta, kalau kamu mau ayo kita beli" ujarnya hendak bangkit membawa gelas kopinya.


"ehhh jangan kak tita aja yang bawa gelasnya, kata mami ini tugas wanita" ucap tita sambil mengambil gelas itu dari tangan handy dan mengedipkan matanya membuat jantung handy susah di ajak kerjasama terus.


'ya ampun cil, kenapa aku selemah ini di hadapan kamu sih' batin handy.


Selamat pagi semua


Masih setia kan?


Dukung terus ya.


Like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2