KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 93 KETEMU PAPI


__ADS_3

Setelah selesai makan siang , valdo kembali mengantar tita ke tempat kerjanya ke bawah. valdo melakukan itu supaya jangan sampai ada karyawan yang berani membully tita karena di anggap kurang professional dan hanya mengandalkan kecantikannya. Biar bagaimanapun tita ingin mandiri valdo tidak mau kecolongan yang akan memacu amarah handy.


Sore harinya sebelum pulang kerja handy yang sedang di luar kantor sudah kirim chat ke tita untuk menunggunya pulang.


Sehingga ketika jam kerja berakhir, tita masih santai mengemasi barang - barangnya. Dan teman - temannya mulai meninggalkan kantor satu persatu. Tita masih menunggu chat dari handy balasan chat yang dia kirim tadi. Dia kirim chat menanyakan handy masih lama ngga? bagusnya dia menunggu dimana?


Tapi bukannya menjawab pertanyaan tita handy malah membalas chat tita dengan menyuruhnya menunggu sampai dia datang dan mereka akan ke rumah lama tita.


Akhirnya tita hanya bisa menjawab " ok"


Benar aja, tidak berapa lama mobil handy memasuki lobby kantor. Tapi jelas tita tidak mau naik di situ. Akhirnya mobil handy kembali mengikutinya sampai halte depan, dan disanalah tita baru mau naik ke mobil handy.


Begitu tita masuk mobil, handy yang gemes dengan pacarnya langsung merangkul pundaknya.


"maaf ya sayang agak telat jemput tuan putri" ujar handy mencoba becanda. Padahal dia tadi meninggalkan meeting yang belum rampung.


"kok nggada kak valdo kak"? tanya tita karena biasanya valdo dan handy itu jarang terpisahkan kalau urusan kantor.


"dia yang meneruskan meetingnya sayang" jawabnya santai


"jadi kak handy ninggalin meeting tadi" tanya tita jadi ngga enak


"ngga apa - apa, tinggal masalah mekanismenya doang, yang intinya sudah di putuskan" ujar handy tetap senyum.


"ohhh" tita manggut - manggut


"apa sekarang kita langsung ke rumah lamamu" tanya handy sambil menatap tita, rasanya tiada pernah bosan handy menatap wajah cantik tita. Tidak di pungkiri memang kecantikan tita membuatnya disenangi banyak orang dan kadang itu Boomerang buat handy, karena dia harus menahan geram kala melihat cowok lain menatap tita tanpa kedip.


"ohhh terserah kak handy aja" ucapnya


Akhirnya mobil handy melaju menuju rumah lama tita. Sedikit rumah itu mengalami perubahan karena sekarang sudah tidak ada lagi bunga - bunga di halaman depannya.


Setelah turun dari mobil, tita memandangi sekitar rumah itu beberapa saat. Belum banyak yang berubah walaupun memang tidak seperti dulu lagi. Lalu dia mengikuti langkah handy masuk ke dalam rumahnya.


Dan ketika handy dan tita masuk, terlihat pak Hadi keluar dari dalam rumah untuk menemui mereka.


Pak Hadi sekejap mematung di tempatnya, bibirnya sampai kelu untuk bicara karena kerinduannya kepada putranya itu. Tapi sebagai tuan rumah dia akhirnya menyapa mereka juga.


"kalian datang ke sini" tanyanya terbata


"hmmmm" jawab handy cuek


"apa kabar pak" tanya tita sopan sambil menyalami pak Hadi.


"kabar bapak baik nak" ucap pak Hadi senyum kecil

__ADS_1


"ayo silahkan duduk" ujarnya sambil masuk ke dalam.


Handy dan tita duduk di teras rumah itu, rumahnya sangat sejuk.


Tita bingung mau gimana, mau ambil minum ini rumah di huni laki - laki takutnya perabotnya ngga lengkap, sementara diam aja mereka butuh minum.


"kenapa ta"


"ka handy mau minum ga"? tanya tita


"ohhh kamu mau minum, sebentar" ucap handy langsung telepon pak Yanto supirnya untuk ke super market terdekat.


Bersamaan dengan itu pak Hadi muncul dengan beberapa botol air mineral di tangannya.


"silahkan di minum nak" ucapnya memandang tita, dia belum punya nyali untuk menatap putranya sendiri.


"makasih pak, bapak di sini tinggal sendiri"? tanya tita


"tidak nak, sama Iwan, orang yang baik menjaga bapak" ujar pak Hadi. Padahal Iwan itu adalah orang yang di suruh oleh valdo untuk menjaga pak Hadi karena takut terjadi sesuatu. Dan itu semua di bayar oleh handy tanpa sepengetahuan papinya.


"ohhhhh"


"Dulu ini rumah kami pak, makanya saya sangat kangen rumah ini. beruntunglah bapak masih bisa mengontrak rumah ini. Dulu rumah ini di penuhi kemesraan dan keceriaan pak" ujar tita dengan ekspresi mulai sedikit sendu.


Pak Hadi menatap tita lalu bertanya karena penasaran.


Tita terlihat tertawa sumbang sambil melihat ke atas.


"bukan di kontrakan pak tapi kami jual sama seorang pengusaha, dan sejujurnya dia tidak butuh rumah ini, dia hanya buat investasi, sementara kami harus jual mendesak waktu itu" tutur tita dengan mata yang sudah menggenang air, tinggal menunggu tumpah nya. Sementara handy masih hanya mendengarkan saja tidak ikut nimbrung.


"orang tuamu bangkrut" tanya pak Hadi lembut. Pak Hadi merasa bahwa tita bukan orang yang sombong dan sok jaim, sehingga dia merasa handy memang sangat beruntung dapat gadis ini.


"tidak pak" jawab tita sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"terus"


"daddyku memilih selingkuhannya dan membuangku sama mami" ujar tita lembut tapi sangat jelas dan menggelegar di telinga pak Hadi.


jedarrrrrrr


'ternyata anak ini adalah anak korban broken home.'


'ternyata papinya juga pernah salah berselingkuh sepertiku, berarti benar yang handy bilang waktu itu anak laura penghancur hidup orang lain juga' batin pak Hadi penuh penyesalan.


' Lalu apakah dia sudah tahu juga masa laluku sebagai papinya handy'?

__ADS_1


'sepertinya tidak mungkin kalau handy tidak cerita kepada tita' batin pak Hadi.


Sementara tita mulai meneteskan airmata sambil memandangi semua sudut rumahnya. Dia sangat sedih mengingat kenangan masa lalunya.


Lain halnya dengan pak Hadi yang masih bengong dengan semua ucapan tita, tita malah seperti kembali ke masa kecilnya. Airmatanya sudah menetes mungkin tanpa dia sadari.


Melihat tita meneteskan airmata, handy langsung bertindak.


"hei kok kamu malah nangis sayang, kamu masih ingin rumah ini"? tanya handy


Perlahan tita menatap handy lembut dengan air mata yang masih menetes.


"bohong kalau aku bilang aku tidak apa - apa kak, tujuh belas tahun aku hidup dan tumbuh di rumah ini, bercanda di sini dan kadang menanam bunga sama mami di sana" ujar tita sambil menghapus air matanya di bantu oleh handy juga lalu mengecup pucuk kepala tita.


"tapi semua sudah berlalu kak, semua sudah berubah, tidak ada lagi canda tawa penuh cinta, yang ada tinggal benci dan sakit hati" ujar tita. Handy langsung berdiri dan memeluk kepala tita.


"jangan menangis lagi, aku kan sudah bilang jangan menangis lagi, nanti aku lupa diri dan menghancurkan semuannya" ujar handy membuat pak Hadi terkesiap.


'apa maksud handy menghancurkan semuannya, mungkin maksudnya anaknya laura' batin pak Hadi, tapi dia tidak berani bertanya karena takut menyinggung putranya.


"iya kak" ucap tita perlahan.


"kamu bilang mau melihat rumahmu, tapi malah menangis, kita pulang ajalah" ujar handy masih mengusap punggung tita.


'berarti mereka ke sini bukan untuk menemui ku, tapi karena tita kangen rumahnya' batin pak hadi sedih.


"iya kak aku tidak nangis lagi" ucap tita pelan dan mengajak handy duduk.


"Kak, apa kak handy ngga bilang bapak kita mau menikah"? tanya tita di depan pak Hadi juga.


'ohhhh jadi handy sudah mau menikah' batin pak Hadi


"untuk apa ta, dia sudah membuangku, aku mau ngapain juga dia ngga perduli" ujar handy lagi


Pak Hadi terlihat menangis menatap putranya.


"Handy, papi memang bukan contoh bapak dan suami yang baik, dan ngga perlu di contoh , jadi saya berharap jadilah kamu suami dan bapak yang baik kelak, karena yang paling sakit dalam hidup adalah ketika anak kita sendiri menolak kehadiran kita karena kesalahan kita. Penyesalan kita tidak bisa mengubah segalanya nak" ucapnya menunduk mbuat suasana tambah kaku.


Hallo semua pembaca setiaku


Jangan bosan ya


dukung terus karya ini


like, coment dan vote

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2