
Sementara handy dan tita yang ingin berangkat ke kantor ternyata teringat sesuatu yang ketinggalan. Handy tidak mungkin minta tolong valdo karena barang itu ada di kamar pribadinya dimana tidak ada yang boleh masuk kalau handy tidak ada.
"terus gimana Han" tanya valdo serius
"ya sudah val, kamu turun di depan, terus naik taxi aja ke kantor. Aku sama tita balik ke rumah dulu. kamu atur dulu izinnya tita" ujar handy akhirnya.
"oke, beres kalau izinnya tita" ucap valdo yakin
Akhirnya begitu tiba di pertigaan valdo turun dan naik taxi ke kantor. Sementara handy membawa tita dulu ke rumah besarnya.
Sepanjang perjalanan tita sudah melihat deretan rumah mewah di komplek itu. Tita sudah terpana dengan megahnya rumah yang ada disana, dan begitu juga ketika mobil berhenti di satu rumah yang sangat - sangat mewah menurut tita.
Begitu berhenti seorang penjaga di rumah handy langsung membuka pintu mobil untuk handy. Setelah itu handy membantu tita untuk turun lewat pintu yang di sebelah handy tadi. Tita di buat seperti ratu oleh handy. Entahlah, handy juga kadang bingung, dia yang sudah lama tidak percaya dengan perempuan bisa jatuh cinta sama tita. bahkan menurut handy semakin hari cintanya semakin tumbuh untuk tita. Bukan hanya nafsu tapi rasa yang hadir di hati handy untuk menjaga tita dan melindungi tita.
"ayo sayang kita masuk dulu" ujar handy menggandeng tita masuk. Tita sungguh kagum dengan rumah handy. Tita memang bukan berasal dari keluarga miskin juga tapi jelas rumah handy ini di luar ekspektasinya.
"iya kak" walaupun tita merasa kecil di banding handy tapi dia juga ngga merasa minder karena dia melihat handy bulan dari harta dan kekayaannya.
Begitu mereka sampai pintu utama, pintu itu sudah di buka oleh seorang laki - laki separoh baya yang dari dulu bekerja untuk handy, bahkan sudah menganggap handy seperti anaknya walaupun seharusnya majikannya.
"silahkan pak handy" ucapnya sambil menunduk
"siapin semua, aku belum mandi mau ke kantor" ujar handy
"baik pak"
Handy membawa tita keruang tamu rumahnya sementara dia mandi. Tapi begitu sampai disana handy tidak tega, pasti nanti tita jenuh. Akhirnya dia mengajak tita juga ke kamar pribadinya.
"ikut aku aja, nanti kamu bosan"
Tita yang masih bengong itupun mengikut aja dengan apa yang handy lakukan. Handy tetap menggandeng tangannya untuk naik ke lantai dua.
"rumahmu bagus banget kak"
"ini nanti rumah kita sayang" ujar handy menowel hidung tita, sementara tita biasa aja.
__ADS_1
"kamu suka ngga"? lanjut handy sambil melihat tita.
"aku ngga paham property, aku ikut aja" ujar tita biasa aja.
"rumah ini lantai tiga sayang, tapi lantai tiga hanya tempat olah raga sama kolam renang doang" tutur handy
"jadi rumah kakak ada kolam renangnya"? tanya tita polos
"iya ta, nanti kamu bisa berenang tiap hari" ujar handy sambil melangkah memasuki kamarnya.
Kembali tita kagum dengan kemewahan kamar handy sekejap, tapi hanya sebentar, berikutnya dia anggap biasa aja.
Begitu mereka masuk dua orang laki - laki baru keluar dari kamar handy.
"air mandi sudah siap tuan" ujar keduanya sambil melangkah mundur
"hmmmm"
"kak handy mau mandi disiapin sama mereka, manja" ujar tita mencebikkan bibirnya seperti biasa. Handy hanya tersenyum gemes melihat tingkah pacarnya itu apalagi kalau dia sudah memanyunkan bibirnya begitu.
"coba bikin lagi bibirnya itu sayang" ujar handy gemes
Handy sudah tidak tahan melihat tingkah tita itu, menggemaskan sekali menurutnya. Diapun langsung mendekati tita dan mendekatkan wajahnya ke wajah tita dari samping. Tita yang ingin menoleh ke samping akhirnya langsung berciuman dengan handy. Posisi mereka sangat pas untuk melakukan ciuman itu.
Handy yang tadinya niatnya adalah menggoda tita supaya tidak selalu nyerocos dan cerewet malah kebawa suasana. Handy bukannya menyudahi ciuman mereka malah memperdalam vi.man tersebut.
Tita yang tadinya kaget juga akhirnya tidak berontak atau menolak, tapi malah ikut arus mengikuti perlakuan handy. Dia malah ikut menyambut ci.man handy yang sampai membuatnya susah bernafas normal. Tita malah ikut memiringkan tubuhnya untuk mempermudah handy melanjutkan aksinya.
Handy semakin tidak terkendali, sekarang tangannya ikut mencari sesuatu yang di butuhkan sesuai nalurinya. Tapi karena tita menggunakan pakaian resmi karena untuk kerja tadinya, handy sedikit kewalahan. Tapi dasar handy sudah terbawa suasana dia tetap berusaha menggapai sesuatu itu walaupun tangannya harus masuk dari bawah kemeja tita.
Begitu usaha handy berhasil, bukan hanya handy yang kaget, tita bahkan seperti kena sengatan listrik sehingga terdiam dulu beberapa saat. Barulah setelah tangan handy mulai beraksi, tubuh tita juga ikut menggeliat karena merasakan sesuatu yang belum bisa dia jelaskan. Dia ngga tahu apa yang dia rasakan, tapi untuk menyudahinya pun sepertinya tita tidak ingin.
Melihat tita tidak melawan handy semakin bersemangat, sekarang bukan hanya satu tangannya yang masuk ke kemeja tita, tapi dia mengubah posisinya menjadi di belakang tita. Lalu dia memasukkan kedua tangannya ke dalam blouse itu.
Tita semakin geli tapi juga ada rasa yang membuatnya melayang, tita ngga bisa jelasin sama sekali. Tapi dia suka dengan apa yang handy lakukan karena ini pertama kali dia di sentuh oleh laki - laki.
__ADS_1
Berbeda dengan handy, dia semakin gila dan gila. Bahkan sekarang dia langsung aja menarik kemeja itu ke atas sampai bibirnya bisa menggapai mainannya tersebut. Setelah itu dia bagaikan seorang bayi besar yang sedang mengambil nutrisi makanan dari ibunya.
"kakk.." akhirnya keluar juga suara merdu tita yang merasa melayang akibat perlakuan handy. Suara tita memanggil namanya membuat handy semakin gila. Dan bagian inti tubuhnya sudah sangat sesak minta di tuntaskan.
Handy ingin mengulang hal serupa untuk bagian sebelahnya ketika handphonenya berdering.
sheet
Handy seperti baru sadar apa yang dia perbuat. Dia melihat tita yang tertunduk malu melihatnya.
"maafin aku sayang, aku ke bablasan, aku terbawa suasana" ujar handy meraih handphonenya dan membawanya ke dalam kamar mandi.
Ternyata telepon itu adalah dari valdo yang mengatakan jadwal hari ini di undur sampai besok karena kliennya sedang berduka.
Handy langsung menuntaskan semuannya di kamar mandi, setelah itu dia menemui tita di kamarnya. Tita terlihat malu dan hanya menunduk membuat handy takut tita berpikir yang tidak - tidak tentang dirinya.
Masih menggunakan jubah mandi, handy langsung menemui tita.
"maafin kakak ya ta, kakak tadi niatnya menggoda kamu sayang, tapi kakak ke bablasan, tapi kakak janji tidak akan mengulang lagi" ujar handy lembut sambil jongkok.
"hmmmm" ujar tita
"aku hanya takut, takut kita kebablasan, terus kakak tinggalin aku" ujar tita lagi mengingat kisah - kisah cerita novel.
"itu tidak akan terjadi sayang, aku tidak akan menodai hubungan kita, tapi kalau ci.man kayak tadi boleh ya" tanya handy karena dia lihat tita sedang bisa di ajak berkompromi.
Tita menatap handy lama lalu dia menunduk sambil menjawab handy.
"iya" ujarnya pelan.
Hallo semuanya
Merayakan seratus episode up double ya
selamat membaca dan tetap dukung
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏