
Handy merasa sedikit semangat, berarti tita juga sangat kehilangan kok kalau mereka tidak datang. Tapi mungkin tita kangen hanya kepada kakaknya atau yang dia anggap kakak. gimana caranya mengetahui perasaan tita ya, apakah dia cinta sama handy atau hanya menganggapnya kakak.
Valdo yang mungkin lebih pengalaman menghadapi cewek terlihat senang melihat tita cukup tenang berada di kantor handy. Untuk saat ini itu aja dulu, valdo akan mencari tahu perasaan tita perlahan dengan sering berdekatan tita begini.
Valdo lagi mencari cara gimana caranya agar tita berada di kantor dulu, supaya handy bisa semangat bekerja. Karena ngga bisa di pungkiri, kacaunya handy saat ini pasti pengaruh dari tidak bertemu tita beberapa hari. Dasar handy bucin akut sama ABG , sampe - sampe dia mengabaikan pekerjaan.
"cil, Lo jangan pulang dulu ya, nanti kita makan siang bersama, ini kami meeting sebentar" ujar valdo membujuk tita supaya tidak pulang dulu. Valdo tahu tita adalah semangat handy.
"ngga ah om, tita pulang aja kalau om valdo sama kak handy mau meeting, tita kan mau mutar - mutar dengan mobil baru" ujarnya senyum manja menunjukkan gigi putihnya dan hendak berdiri.
Hal itu membuat handy senyum sendiri di tempatnya berdiri. Hatinya menghangat melihat tita ada di hadapannya dan tersenyum manja begitu. Dan itupun tak luput dari perhatian valdo sang asisten.
"eeetttts jangan dulu donk, kamu tunggu aja di sini. kan kamu belum traktir kita untuk mobil barumu. masak ngga sabar sebentar doank, santai aja dulu di sini" ujar valdo sambil menunjuk sofa kantor handy yang mewah.
"tapi aku ngga punya duit" ujar tita, benar juga sih, setelah kedatangan mobilnya tita belum traktir mereka makan.
"gampang, entar gua talangin dulu, ntar kamu tinggal bayar aku" ujar valdo tetap semangat.
"besok aja deh, kasian mami kelamaan nunggu di bawah juga" ucap tita
"no harus hari ini, besok mungkin kami sibuk" cecar valdo sampai tita setuju.
"mami juga kasian, mereka ngga mau naik" ucap tita lagi.
"ohhh Bu Linda, gampang ntar aku yang ngomong" ujar valdo.
"ya sudah" jawab tita pasrah, karena dia ingat dia selalu bawa kartu ATM sih di dalam dompetnya. Semoga aja cukup untuk traktir om valdo sama kak handy.
Tita lalu duduk di sofa mewah ruangan handy lalu mengeluarkan semua isi tasnya. Ternyata benar disana ada ATM yang dibuatkan maminya untuk uang jajannya. Tapi tita kan ngga pernah jajan, sehingga semua uang jajannya masih utuh di dalam atmnya.
Tita mulai membuka handphonenya dan ingin bermain game.
Valdo keluar sebentar sekalian mau ngomong sama Bu Linda di bawah. Valdo sekalian memberikan waktu buat handy untuk mendekati tita.
Tita bangkit kembali dan mendekati meja handy. Jantung handy sudah deg - degan , apalagi tita tampak makin mendekat ke mejanya.
Tita lang sung mendekat ke samping handy.
__ADS_1
"kak handy, sambungin WiFi kantormu donk, aku mau main game, takutnya kuotaku habis" ucap tita sambil menunduk memberikan handphonenya kepada handy. Lagi - lagi jarak yang sangat dekat begini membuat handy deg - deg an.
"ohhhh, tinggal di isi ta, kalau habis kuotannya" ujar handy sambil menyambungkan WiFi itu juga.
"kan boros kak" ujar tita ngga mau kalah
"kamu tuh ya, mikirin ngirit terus"
"hehehe iya kak, kan sekarang aku butuh bensin. Oh iya kak, makasih ya kak mobilnya, kakak sampe ngeluarin duit banyak buat aku" ujar tita.
"ngga apa - apa ta, yang penting kamu senang" ujar handy
"ya jelas senanglah kak, masa sedih. tapi aku janji, suatu saat kalau aku sudah bekerja aku juga akan berikan apa yang bikin kak handy senang." ujar tita sok serius
Handy menatap tita yang sedang ngoceh itu dengan tenang. Hatinya selalu menghangat setiap melihat tita ngoceh dan ceria.
"kok kak handy menatap aku seperti itu sih" ucap tita
Handy tersenyum bahagia, apalagi melihat wajah tita saat serius begitu, kayanya gemesin banget. Ditambah wajah tita yang sangat cantik dan enak untuk dilihat, membuat hati handy makin meleleh.
Handy bersyukur tita tidak banyak keluar rumah karena home schooling, kalau sampe bisa sekolah umum handy yakin banyak cowok yang akan menggoda tita.
"ya, kenapa ta"?
"kak handy dari tadi bengong, mandangin tita. apa wajah tita cemong ya"? ujarnya sambil mengusap wajahnya.
Handy kembali senyum, ingin rasanya handy menciumi wajah itu sampai tita emosi lalu ngoceh dengan gayannya.
"ngga, siapa bilang wajahmu cemong. Wajahmu cantik, manis banget" ujar handy tulus.
"ihhh kak handy gombal" ujar tita ceplos, tapi sepintas dia ingat ucapan maminya, gimana kalau kak handy benar suka sama dia.
Tita jadi malu sendiri melihat handy masih menatapnya. Dia juga kikuk harus bersikap gimana, jujur dia takut kalau sampai handy ilfeel sama dia karena dia manja dan ngga mandiri.
Handy memberanikan diri meraih tangan tita, membuat tita gugup dan keringat dingin. Selama ini belum ada cowok yang pegang tangan tita, karena sudah dua tahun ini masa mudanya terkuras dengan masalah orang dewasa, yaitu perceraian kedua orang tuannya.
"ta, boleh kakak tanya sesuatu"? ujar handy yang juga gugup. Bagi handy mendingan dia menghadap pengusaha saingannya daripada berhadapan dengan cewek yang di cintainya.
__ADS_1
"hmmm, tanya apa kak" ucap tita dengan tangannya yang masih di pegang handy.
"itu...gimana ya"? ujar handy bingung juga cara mengutarakannya.
"itu.., itu maksudnya apa kak"? tita juga masih polos jelas bingung.
"anu .." handy makin gugup, sementara tita juga makin grogi dan nervous, apalagi mengingat ucapan maminya.
"ta..., kakak ngga pintar, kakak bingung, tapi kakak sayang sama tita"! ujar handy malu dan menunduk karena ngga berani melihat wajah tita, dia akhirnya seperti melepaskan beban segunung yang ada di pundaknya.
deg deg deg
Sementara tita jelas makin deg - degan mendengar ucapan handy tadi, walaupun dia belum paham seratus persen maksudnya, hanya saja dia sudah bisa tebak arahnya.
Tita masih terdiam tanpa bisa bicara untuk beberapa saat sampai handy mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah tita.
"tita jangan marah ya sama kak handy, kak handy juga ngga tahu kok bisa cinta sama tita, itu di luar kemampuan kak handy untuk mengendalikannya" ujar handy memberanikan diri menatap tita.
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya tita juga bicara sama handy dengan serius.
"maksud kak handy, kak handy cinta sama tita , sayang sama tita"? tanyanya polos
Handy tak sanggup menjawab, dia hanya mampu mengangguk dan kembali diam.
Tanpa dia duga tita malah memeluk lengan handy lalu menangis disana. handy jelas bingung kenapa tita malah menangis, kalau menolak ya ngomong aja kenapa menangis.
"tapi tita hanya bisa merepotkan kak handy dan nyusahin kak handy, tita ngga pantas untuk kak handy. Pasti banyak cewek mandiri yang pantas untuk kak handy." ucapnya sudah menangis.
"lho kok nangis ta" ucap handy sambil bangkit berdiri dan memeluk tita penuh kasih sayang. Perasaannya sangat bahagia bisa memeluk tita begini, tanpa jarak lagi. Tapi dia tidak ingin tita menangis apalagi di depannya.
Handy ingin tita selalu bahagia dan kalaupun ada sisi sedih biarlah tita lempar itu ke handy.
Hai semuannya
Dukung terus ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏