
Handy masih melongo ketika tita masih berceloteh tentang mobilnya, yang nantinya dia pakai buat maminya belanja.
"sudah bro, besok atau lusa sudah tiba di rumah atau di kantor"?
ujar valdo yang telah mengurus surat - suratnya.
"cil Lo dah punya SIM belum" tanya valdo mengingat kemarin saat masalah daddynya usianya baru tujuh belas lebih sedikit. Mungkin belum sempat di uruslah keburu ada masalah.
"belum" tita menggeleng malu sambil senyum malu agak menunduk.
"terus gimana donk"
"nanti aku urus sama mami om" ucap tita ke arah valdo.
"sini identitasmu"
"ini" tita menyerahkan kartu pelajarnya karena dia juga belum sempat urus KTP , baru kartu pelajar.
"gila, KTP aja belum ada Lo, gimana kalau tiba - tiba Lo mau nikah" goda valdo.
"minta tolong om valdo urusin" ujar tita enteng sambil senyum.
"gila ya, ngga handy ngga Lo, ngerepotin" ujar valdo langsung berlalu menghubungi jasa yang biasa di gunakan kantor handy untuk mengurus segala sesuatu.
Tita hanya tersenyum melihat valdo yang menggerutu tapi tetap membantu.
"nah sekarang hadiah ulang tahunnya sudah, berarti waktunya kita makan" ucap handy berusaha santai walaupun jantungnya tetap tidak bisa di ajak kerja sama.
"berarti mobilnya nanti sudah bisa kita gunakan donk kak"
"tunggu besok atau dua hari lagi tita" ucap handy mengacak rambut tita. Mereka bangkit berjalan menuju restoran diikuti oleh valdo yang datang menyusul setengah berlari.
Begitu mereka masuk ruangan VIP restoran ternyata sudah ada Tini istri valdo bersama Linda.
"kok bisa di sini sayang" tanya valdo
"aku yang ajak val" ucap kak Linda.
"ayo tita sini sayang, mau makan apa kamu, terserah aja, hari ini aku yang traktir" ucap Linda.
Handy dan valdo langsung duduk berhadapan dengan Linda dan Tini istri valdo, sementara tita bingung mau duduk dimana.
"disini aja" ujar handy yang melihat kebingungan tita sambil menarik satu kursi ke sebelahnya.
Mulailah mereka memesan makanan sesuai dengan selera masing - masing. Semua benar - benar sesuai seleranya. Saat menunggu pesanan mereka tita pun berceloteh membanggakan hadiah ulang tahunnya.
"mami, mami tahu ngga kak handy kasih hadiah apa sama tita"? ujarnya manja.
"emank apa sayang" tanya Linda penasaran
"tadaaaaaa mobil ini" ucap tita sangat bahagia menunjukkan foto mobil pilihannya.
"tita" panggil Linda
__ADS_1
"iya mi"
"ngga boleh begitu sayang"
"tita ngga minta serius kok mi, tapi kak handy langsung kasih" ucapnya seperti biasa tanpa beban.
"jangan terlalu di manja Han, takut anaknya nanti lupa diri" ujar Linda lagi
"ngga apa - apa kak" ucap handy juga santai sambil melirik tita yang lagi sibuk selfie dan foto - foto makanan.
Linda tidak bisa bicara apa - apa lagi, karena handy sendiri sudah bilang tidak apa - apa. Tapi kenapa ya handy baik banget sama tita, bahkan posesifnya sama tita sedikit berlebihan menurut Linda.
'apa jangan - jangan handy mengincar putriku' batin Linda mulai kurang nyaman tapi berusaha dia sembunyikan.
Selama waktu makan itu hati Linda sedikit semakin curiga karena semakin di perhatikan semakin mencurigakan, bahkan cara pandang handy kepada tita sedikit berbeda menurut Linda.
Sementara tita putrinya sepertinya biasa aja, tanpa beban dan sudah kembali ceriwis.
'aku harus tanyakan ini nanti empat mata dengan handy' batin Linda.
Setelah selesai makan, akhirnya mereka semua langsung pulang karena sudah sore juga.
Begitu sampai rumah kontrakan Linda, tita langsung turun dan berlari masuk. Begitu juga susi art Linda sekarang.
"tita langsung mandi ya nak" ujar Linda takut anaknya langsung tidur seperti kebiasaannya.
"oke mi" teriaknya dari dekat kamar.
"iya kak" jawab handy manut. Sekarang handy bukan seperti seorang pimpinan yang sangat di segani, tapi seorang pemimpin yang terlalu bucin akut.
Mereka berjalan ke pintu samping dan hendak duduk di gajebo.
"mba Susi, tolong buatin handy kopi ya"
"iya Bu"
"terimakasih"
Setelah duduk berhadapan di gajebo itu, Linda mulai bertanya dengan sangat bijak.
"Han, boleh aku bertanya, tapi tolong kamu jawab dengan jujur, karena kejujuran jauh lebih baik daripada kepura - puraan" ucap Linda pelan tapi penuh makna.
"iya kak, mau tanya apa"?
"kenapa kamu kasih hadiah semahal itu untuk tita" tanya Linda lembut, membuat orang memang jadi grogi dan pasti sedikit ngga tega untuk bohong.
"apa ada yang salah kak" tanya balik handy
"salah sih ngga Han, terserah kamu karena itu hak kamu. Kakak hanya tidak ingin ke depannya itu jadi Boomerang buat tita" ucapnya masih lembut.
"tidak kak, itu tidak akan jadi Boomerang buat tita" ucap handy.
Saat itu Susi art Linda datang mengantarkan kopi buat handy.
__ADS_1
"apa kamu yakin Han, tidak ada maksud lain kan"? Linda memastikan kecurigaannya.
'apa ini waktunya aku cerita ke kak Linda mengenai perasaanku ya, toh suatu saat juga kak Linda akan tahu' batin handy bergejolak di dalam.
Handy menatap kak Linda untuk memastikan bahwa dia cukup berani untuk minta izin ke kak Linda untuk menjadikan tita calon istrinya.
Biasanya handy tidak pernah takut atau grogi berhadapan dengan siapapun, tapi berhadapan dengan Linda membuatnya ada rasa takut dan gugup.
"gimana Han"? tanya Linda sambil menaikkan sebelah alisnya karena handy belum kunjung menjawab.
"kak, kalau aku jujur apa kak Linda akan membenciku"? balik tanya handy.
"apa kejujuranmu berhubungan dengan aku dan tita" tanya Linda pelan, dan hanya dijawab dengan anggukan oleh handy.
Linda terlihat menarik nafas panjang lalu bicara lagi.
"ceritakanlah, aku tidak akan marah" ujar Linda tetap lembut walau dia belum tahu gambara kebohongan handy.
"aku mencintai tita kak" ucap handy pelan tapi cukup menggelegar di telinga Linda.
jedarrrrrrrr
'apa katanya, dia mencintai tita' gumam Linda langsung gelisah.
"maksudmu" tanya linda memperjelas, karena yang tadi dia bayangkan adalah handy akan mempermainkan tita, atau berniat buruk kepada tita, tapi ini terucap kata cinta dari bibirnya.
"maafkan aku kak, tadinya aku hanya berpikir ingin melindungi tita, karena kami senasib. Karena aku sudah lebih dulu mengalami apa yang dia alami. Tapi seiring waktu aku merasa aku butuh tita dan ingin selalu bersama tita. Dan beberapa waktu lalu aku baru tahu kalau aku sangat mencintai tita" ucapnya tenang
Linda masih terdiam, kosa katanya seolah habis untuk menjawab handy.
"kakak ingat waktu kita pertama keluar rumah dan makan di restoran, aku merasa sangat bahagia bisa membantu tita hanya untuk makan ikan, membuang duri ikannya, " ucap handy senyum kecil mengingat kejadian itu. Sementara Linda masih mendengarkan dengan seksama.
"lalu tita minta es krim dan nongkrong di taman sebentar. kami pun nongkrong lalu saya ada telepon sebentar sehingga saya berdiri tidak jauh dari hadapan tita. Lalu tita di godain dua laki - laki sebayanya membuat aku langsung marah dan urung - uringan. Dan aku bisa pastikan aku jatuh cinta sama tita," ucapnya pasti.
" tolong beri aku kesempatan untuk mendekati tita" mohonnya penuh harap.
"apa tita sudah tahu" tanya Linda lagi
"belum, aku belum berani ngomong" ujar handy seperti anak kecil.
Linda menarik nafas panjang, karena dia juga bingung harus menjawab apa,l semua ini adalah urusan putrinya.
"Baiklah, kamu boleh dekatin tita tapi jangan sampai membuatnya menderita. Satu lagi kalau nantinya tita tidak menerima cintamu tolong jangan benci dia, karena urusan hati tidak boleh di paksakan" ucap Linda
"baik kak" jawab handy sambil mengangguk lega karena sudah jujur kepada Linda.
Selamat pagi dunia
Apa kabar
Jangan lupa like, coment dan vote ya
Terimakasih🙏
__ADS_1