
Tita masih menangis di sebelah handy dan berusaha ditenangkan oleh handy. Dia tidak ingin tita merasa sendirian. Dia juga tidak tega melihat tita sedih.
Sementara pak David dengan lemah dia melangkah ke arah pintu, dimana istrinya berdiri bersama valdo. Tanpa sungkan lagi pak David menjatuhkan dirinya di hadapan istrinya itu.
"tolong ampuni aku, kalian hukumlah aku, aku memang pantas mendapatkan hukuman karena kebodohanmu" ucapnya pelan tapi sudah hampir linglung ketika dia mau jongkok di hadapan ibu Linda.
"pak" ucap Dodi kaget melihat bosnya itu seperti tidak bisa menjaga keseimbangannya.
Dodi langsung membantu pak David untuk duduk di sofa lagi.
Linda belum beranjak masih diam di tempatnya.
Semua orang diam, sementara tita sekarang sudah di peluk oleh handy. Handy juga membimbing tita untuk duduk dulu begitu juga ibu Linda. Valdo membawanya untuk duduk dekat tita walaupun tita tetap di pegangin oleh handy.
"Sayang kamu tidak apa - apa kan" tanya Linda lembut ke arah putrinya, karena dia lihat putrinya itu habis menangis dan wajahnya sembab.
"ngga mi, aku hanya shock, tapi syukur ada kak handy" ucap tita menatap maminya sedih. Sementara David persis seperti terdakwa yang sedang di rundingkan hukumannya, hanya bisa menatap mereka sendu.
Melihat komunikasi ini pasti alot akhirnya handy mengambil inisiatif untuk mencoba mencairkan sedikit.
"Pak David, anda kan bilang tadi sudah siap dengan segala kemungkinan, dan sekarang sudah ada kak Linda juga disini, sebaiknya bapak bicaralah walaupun hasilnya tak semanis harapan" ujar handy mantap dan tegas.
"Saya hanya ingin minta maaf untuk kalian berdua. Sekalian aku mau bilang kalau tita perlu sesuatu bicaralah sama Dodi," ucap pak David
"Hehhh emank kita terlihat menyedihkan apa? mami masih bisa bikin kue untuk beli makan siang kami" cibir tita masih emosi.
"sayang, tenang dulu ya" potong Linda akhirnya. Handy juga makin mengeratkan pelukannya untuk tita.
"aku tahu kalian tidak akan butuh apa - apa lagi dariku, tapi aku tetap memerintahkan Dodi untuk mengirimnya buat kalian, setidaknya simpan dulu suatu saat siapa tahu perlu" ujar pak David pasrah.
"iya non tita, ibu Linda, ini kemarin saya sudah masukkan ke rekening non tita. maaf saya tidak kabari karena itu pesan pak David" ujar Dodi sambil membantu pak David yang sepertinya memang kurang fit.
Tita hanya melongo, berarti duit daddynya ada di rekeningnya.
__ADS_1
Ibu Linda beda lagi, Jujur di hatinya yang paling dalam Linda sangat ingin mengurus suaminya itu. Apalagi sekarang dia terlihat menyedihkan. Tapi biar bagaimana pun penderitaan yang dia lewati selama hampir dua tahun ini juga tidak akan bisa terhapus begitu saja. Apalagi anaknya tita yang paling menderita dan korban dalam masalah ini.
Linda semakin trenyuh ketika pak David malah harus di bantu oleh Dodi asistennya dari dulu.
"ohhh iya Lin, bawalah tita ke rumah di komplek PM , Dodi sudah mengurus semuannya, daripada kalian terus merepotkan pak handy, anggap aja itu pengganti rumah yang dulu diambil jal.ng itu dari kalian" ucap David hendak melangkah, tapi berbalik lagi sejenak.
"pak handy, terimakasih untuk hari ini, sudah bersedia menerima saya di kantormu, maaf membuat sedikit keributan tadi. sekali lagi saya minta maaf" ujar pak David tulus lalu dia hendak berlalu ke pintu. Hatinya sudah sangat hancur dan putus asa, anaknya satu - satunya bahkan belum bisa memaafkannya.
Sementara Linda yang nota bene masih menyimpan cinta itu di lubuk hatinya yang paling dalam, melihat penderitaan David dia sedikit tersentuh juga.
Apalagi sebentar lagi tita putrinya ingin menikah, bukankah harus ada wali di pernikahannya. Tidak mungkin Linda mengganti wali putrinya nanti. Paling tidak kasih David kesempatan untuk membuktikan penyesalannya. Toh itu semua termasuk cobaan dalam rumah tangga mereka juga, yang sudah hancur berantakan. Tapi jika Tuhan yang menyatukan siapa yang bisa melawan kehendak Tuhan.
"kenapa kamu baru minta maaf sekarang setelah semua kamu hancurkan mas" ucap Linda menatap langit - langit ruangan handy menyembunyikan air matanya.
"Aku baru mampu melawan rasa takutku sekarang, sehingga aku berani mengatakannya walaupun sudah siap dengan yang terpahit" ujar David jujur
"bahkan kamu sama sekali tidak berusaha meraih putrimu sendiri" ujar Linda
"kamu salah Lin, aku tidak meraih putriku karena aku merasa tak pantas, aku ini laki - laki dan Daddy paling buruk. Bahkan anakku sampai trauma bertemu denganku" ucap David menatap putrinya yang di peluk handy erat.
"sayang, maafkan Daddy ya, aku tidak minta kamu untuk menerimanya sekarang, tapi paling tidak jangan menyimpan dendam ya, aku ngga mau kamu jadi orang yang pendendam sepertiku" ucap handy lembut.
Tita terlihat masih diam, dia bingung, hatinya sekarang sedang kacau, sampai tidak bisa bicara dan berpikir apapun. Dia hanya menjatuhkan kepalanya di dada handy yang biasanya di bahu maminya, tapi sekarang sepertinya handy ingin mengambil alih itu dari pundak ibu Linda.
"sudah jangan di paksa Han, saya tidak mau tita terbeban. biarkan dia berpikir seperti berpikirnya dia sendiri" ucap Linda.
"maafkan aku nak, aku memang sangat buruk dan bodoh. aku bahkan susah memaafkan diriku sendiri apalagi kalian" ujar David sambil berlalu ke pintu ruangan handy.
Dodi langsung memegang handle pintu ruangan handy dan mempersilakan tuannya itu keluar. Tapi sebelum benar - benar keluar David masih bicara lagi.
"kalaupun kalian tidak menerima maafku tapi aku tetap akan minta maaf" ujar pak David lalu benar - benar keluar dari ruangan itu.
Setelah pak David keluar, Linda dan handy juga bergegas bangkit.
__ADS_1
"tita tidak apa - apa kan sayang" ucap Linda
"ngga apa - apa mi"
"ya sudah sayang, sekarang kamu pulang aja ya, dari tadi kamu sudah emosi pasti sangat lelah. Atau kamu mau istirahat di ruangan kakak" ucap handy tapi di potong sama Linda.
"tidak usah nak, di rumah aja ya. Kamu istirahat di rumah" bujuk Linda
"iya mi" tita pun melepaskan diri dari pelukan handy. Handy langsung bicara sama valdo.
"val, undur meetingku yang jam sekarang, aku ingin antar tita pulang dulu" ucapnya
"baik Han, tapi ini sedikit riskan Han karena suplier ini akan balik nanti malam ke negaranya" tutur valdo
"Tidak usah Han, biar aku yang bawa tita pulang, kami naik taxi " ucap Linda
"ohhh no, big no" langsung cegah handy
"ibu Linda, pak handy takkan biarkan tita naik taxi, tapi gimana kalau ibu Linda dan tita di antar pak Yanto Han, kita meeting naik mobilku" tutur valdo
Handy terlihat berpikir sejenak lalu menatap tita lagi. Sebenarnya dia ngga tega biarin tita sendiri saat seperti ini tapi meetingnya juga sangat penting, dan kebetulan memang ada kak Linda, handy masih sangat percaya sama ibu Linda. Kasih sayang dan kelembutannya malah banyak ditiru oleh handy dalam menghadapi tita.
"Tapi jangan biarin tita sendirian ya kak, nanti dia sedih terus" ujar handy
"iya han, aku tahu" jawab Linda.
Akhirnya tita dan Linda pulang ke rumah di antar pak Yanto, dan valdo mengambil tas dan barang - barang tita dari meja receptionist. Setelah mereka pulang barulah handy dan valdo buru - buru ke tempat pertemuan dengan kliennya.
Hallo sahabat setiaku semua
Pembaca setiaku
Dukung terus ya dengan like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏