KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 115 HAMIL


__ADS_3

Ketika ibu Linda mencari bantuan untuk mengangkat putrinya ke kasur, dokter Tia sudah tiba di rumah handy.


"maaf nyonya ada dokter Tia" ucap salah satu art handy yang tadi mengantar dokter Tia ke atas.


"ohhh tolong dok, tolong anak saya"' ibu Linda sudah sangat khawatir dan menangis.


"baiklah Bu, saya akan periksa. Yang lain tolong keluar semua ya, biar ibu ini aja yang disini, biar saya bisa periksa pasien" ucap sang dokter.


Semua art yang tadi membantu ibu Linda keluar dari kamar mewah handy dan tita. Ibu Linda langsung periksa tita dengan intens, terlihat ibu dokter kadang mengernyitkan keningnya sambil menggeser alatnya.


Sementara Handy, yang sudah kalut langsung meninggalkan meeting mereka sepihak. Dia hanya bilang istriku pingsan. Untungnya kliennya termasuk orang yang sayang istri sehingga dia bisa maklum dengan tindakan handy. Dia hanya minta secepatnya handy atur ulang jadwal tadi.


Valdo yang sudah melihat bosnya kalut jadi takut. Dia pun langsung mengikuti bosnya berlari, dan dia serahkan urusan ke ana sekretaris handy setelah lebih dulu mohon maaf, ini musibah. Dia hanya mengikuti tapi tidak bertanya lagi walaupun dia tidak tahu apa yang terjadi. dia hanya memerintah supir untuk langsung melaju ke rumah.


Setengah jam mereka tiba di rumah. Handy langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu valdo dan langsung berlari masuk dan naik ke kamar atas. Valdo juga berlari mengikuti dari belakang.


brakkkk


Handy membuka pintunya sangat kasar yang membuat semua orang kaget.


"sayang" ucapnya sambil mendekati tita yang masih belum siuman dan pucat. Terlihat sekali kalau handy sangat khawatir dan hancur melihat tita begitu pucat.


"istriku kenapa Tia" tanya handy ngga sabar melihat wajah istrinya pucat. airmata handy sudah menggenang di pelupuk matanya, katakanlah dia cengeng kalau itu menyangkut tita dia memang ngga kuat. Untuk saat ini tita adalah kekuatan sekaligus kelemahan handy.


"sayang, sayang" panggil handy ngga sabar menunggu jawaban dokter Tia.


Dokter Tia tersenyum melihat kegalauan handy, sedikit banyak dia tahu sih tentang handy yang susah jatuh cinta, sehingga begitu dia mencintai seseorang dia mungkin akan bucin sebucin - bucinnya.


"Han, istrimu tidak apa - apa, hanya saja kamu harus bawa dia ke rumah sakit, nanti saya buatkan rujukan dokter yang bagus" tutur dokter Tia sambil membereskan peralatannya.


"Jangan becanda Tia, kamu bilang tidak apa - apa tapi di rujuk ke rumah sakit" tanya handy mulai meninggi dan emosi.


Tia masih bicara santai sambil menatap ibu mertua handy dan handy juga secara bergantian, sepertinya mereka masih belum tahu kalau istri handy ini hamil.

__ADS_1


"Dia memang tidak apa - apa Bu, tapi dia sedang hamil muda" tutur Tia menatap ibu mertua handy membuat ibu Linda bangkit saking kagetnya dan menutup mulutnya dengan tangannya lalu duduk kembali sambil menitikkan air mata.


"apah"?


Ternyata anaknya pingsan pengaruh kehamilannya, padahal tadi dia sudah marah - marah sama handy. Dia jadi tidak enak sendiri sama menantunya itu.


Handy jangan ditanya, saking bahagiannya dia sampai menangis memeluk lengan tita. Dia tidak perduli dengan ucapan mertuannya tadi lagi.


"maafin aku ta, maafin aku sayang, aku kurang peka" ucapnya menangis penuh sesal. Tapi apapun itu sekarang yang terpenting istrinya hamil, dia akan menjadi seorang papi.


"Tia, terus kenapa istriku belum sadar Tia" tanya handy lagi ke dokter Tia yang siap keluar dari kamar itu.


"sebentar lagi dia pasti sadar Han, tunggu aja. Cuma ingat Han, wanita hamil itu tidak boleh stress dan banyak pikiran karena itu akan mempengaruhi janinmu di dalam rahimnya. Dia juga belum boleh cape. Dan yang pasti mood orang hamil itu sangat gampang berubah karena pengaruh hormon kehamilannya, jadi tolong lebih sabar menjaga moodnya supaya tetap baik", jelas dokter Tia detail


"pantas" ucap handy pelan


"pantas apa Han"


"hahahaha itulah yang namanya bawaan bayi Han, bahkan ada orang yang sangat benci sama ayahnya si bayi lho" ucap dokter Tia.


"ya sudah saya tinggal dulu Han, aku mau ke rumah sakit, ini aku rekomendasikan dokter obgyn yang bagus dan berpengalaman", ujar dokter Tia lagi.


"makasih Tia"


"sama - sama"


Akhirnya dokter Tia turun di antar oleh valdo.


Setelah dokter Tia keluar ibu Linda langsung minta maaf sama handy.


"Han, maafkan ucapanku tadi. Tadi aku sangat panik melihat tita sudah tergeletak disana dan wajahnya sangat pucat, dan aku pikir dia..." ucapan ibu Linda masih gantung ketika handy langsung menyela.


"iya kak, aku mengerti. Kalau aku diposisi kak mami juga aku pasti akan sangat panik" ucap handy lagi, lalu dia mendekat ke wajah istrinya.

__ADS_1


"Tapi ternyata aku dapat berkah sayang, kita akan punya anak" ucap handy di telinga tita, entah di dengar atau tidak yang penting handy udah ucapkan saking bahagiannya.


Handy dengan telaten mengusap - usap tangan istrinya itu. Tidak berapa lama valdo sudah bergabung lagi dengan mereka.


"selamat bro, selamat Bu Linda, ternyata akan tambah anggota keluarga baru" ucap valdo sumringah.


"iya val, aku akan punya anak, aku akan jadi Daddy" ucap handy bangga dengan satu tangan masih memegang tangan tita.


"iya bro, tadi itu lho sudah kaya kesetanan tahu ngga, aku aja sampai takut. entah gimana kabar meeting kita tadi" ujar valdo sambil senyum.


"kenapa tadi bukan kamu aja dulu yang handle val" tanya ibu Linda penuh sesal karena dia juga salah tadi terus telepon handy karena dia sangat marah sama handy.


"mana bisa Bu, gimana aku bisa biarin dia sendiri saat sudah begitu. Klo terjadi sesuatu sama dia aku juga yang nyesal. Sekalipun kadang ngeselin tapi dia sudah lebih dari kakak bagiku. Harta mah bisa di cari Bu"? ujar valdo serius. Ibu Linda hanya senyum mendengar penuturan valdo, dia jadi semakin yakin kalau menantunya ini orang baik.


"oh iya han, tadi kamu bilang handphone tita rusak" tanya ibu Linda akhirnya


"iya mi, aku hampir lupa, val tolong pesan beberapa type handphone dan segera kirim ke rumah. Kalau bisa satu jam ke depan sudah datang, biar tita jangan bosan, ambil yang paling update" ucap handy


"oke bro" valdo dengan cekatan menghubungi seller handphone langganan mereka dan juga langganan kantor mereka.


Ibu Linda yang melihat antusias menantunya merasa beruntung, karena handy sangat mencintai putrinya. Bahkan terlihat kalau handy lebih mementingkan kebahagiaan putrinya


"ennnghhhh" terdengar tita melenguh. Handy yang tadinya di samping kepala tita langsung berputar ke arah tita.


"sayang, tita, kamu sudah sadar ta" tanya handy


"hmmmm" ucap tita, lalu dia melirik ke berbagai arah dan dia menangkap kehadiran maminya.


Tetap dukungannya ya guys


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2