KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 79 TENANG DULU


__ADS_3

"oh iya bilang aja kami dari kantor pak David dari kantor KEENAN." ujar Dodi


Ketika temannya masih menghubungi handy, tita beringsut ke belakang. Tapi pergerakannya itu dilihat jelas oleh David membuat hatinya kembali teriris. Putri yang dulu selalu dia manjakan, sekarang memandangnya seperti jijik atau seperti takut. David bisa melihat ketidak nyamanan tita menghadapi mereka, tapi dia kangen banget dengan putrinya itu. Dia masih ingin berbicara dengan putrinya itu, sekalipun marah - marah, bagi David ngga masalah, yang penting tita mau bicara sama dia.


"silahkan pak, mari saya antar" ucap receptionist teman tita itu.


"maaf mba, kalau bisa biar dia aja yang mengantar kami. Anda bilang dia anak baru, bukankah ini pelajaran buat dia juga" ujar Dodi yang masih tetap ingin non Titanya bicara dengan bosnya.


Tita bisa merasakan kalau Dodi sedang berusaha menyatukannya dengan daddynya. Tapi tita belum siap, hatinya sedang kacau dan terguncang, antara senang, sedih dan benci ketika melihat daddynya.


"kenapa anda sangat memaksa saya untuk mengantar anda, kenapa? teman saya sudah mau mengantar anda, kurang apa lagi" ujar tita dengan suara keras membuat teman - temannya kaget dan marah sama tita. Pasalnya ini tamu, kalau tamunya lapor ke pimpinan mereka semua akan kena marah dan bisa di pecat. Mereka tentu tidak tahu cerita di balik ekspresi mereka bertiga.


"tita" ucap ketiga temannya berbarengan dengan wajah marah. Mereka ngga nyangka tita seberani itu sama tamu, dan itu termasuk tidak sopan. Dan bisa menjatuhkan nama baik perusahaan.


Dodi jadi merasa bersalah juga ketika tita jadi di marahi oleh teman - temannya. Dia jadi bingung harus bagaimana, karena jelas tita melakukan itu karena ulah daddynya dulu.


Sementara pak Keenan yang melihat putrinya di marahi di depan matanya jelas tidak terima sebenarnya juga. Dia ingin memarahi mereka bertiga tapi mana mungkin juga, dan lagi langsung di tahan pak Dodi


Tapi mereka bertiga belum sadar juga dengan keadaan yang sebenarnya. Mereka masih tetap minta maaf atas nama perusahaan. Dan yang paling senior akhirnya mengajak mereka untuk di antar keruangan pak handy.


Sementara valdo tadi yang mendapat telepon akan kedatangan pak David langsung bergegas turun ke bawah untuk menemui mereka, valdo yakin tita pasti tidak nyaman. Dan yang paling utama handy pasti marah kalau membiarkan tita dalam masalah.


"ada apa ini" tanya valdo kalem dan sambil melirik tita yang agak di belakang dan apa itu, menangis. Ini pasti akan jadi masalah buat valdo. Karena handy jelas tidak mau melihat tita sedih apalagi sampai menangis.


"maaf pak valdo, ada sedikit masalah. Tadi tita karyawan baru ini melakukan suatu kesalahan besar" tutur yang paling senior di sana sambil agak membungkuk ke arah valdo dan kedua tamu tersebut. Sementara David dan Dodi masih terdiam di tempatnya.


Dengan gaya pemimpinnya valdo harus mengamankan tita dulu. Masalah lain nanti bisa menyusul apalagi tamunya adalah pak David pasti bisa di beri penjelasan.


"Tita ikut keruangan saya, dan pak David, pak Dodi mari silahkan di antar ke ruangan pak handy" ujar valdo. David Keenan dan Dodi akhirnya berlalu bersama seorang receptionist itu, sementara valdo juga membawa tita ke ruangannya. Mereka melangkah bersama menuju lift, Valdo berpikir harus menjauhkan tita dulu dari teamnya.


Sejujurnya valdo takut juga bawa tita keruangannya, takutnya tambah runyam urusannya karena handy cemburu. Akhirnya valdo berpikir mereka ke ruangan handy saja bersama pak David. Nanti tita bisa nunggu di ruangan khusus handy atau di ruangan ana sekretaris handy.

__ADS_1


"Kamu kembali aja bekerja, biar pak Keenan dan pak Dodi aku yang antar ke ruangan pak handy" ujar valdo kepada receptionist tadi.


"baik pak" akhirnya dia kembali ke ruangan bawah sementara mereka menuju ruangan handy.Sepanjang naik lift hati tita sangat kacau dan matanya sembab.


"pak valdo" sapa sekretaris handy


"pak Keenan ini tamunya pak handy" ujar valdo karena mereka belum bikin janji karena urusan pribadi.


"baik pak, silahkan" ucap sekretarisnya


"ta, sebaiknya kamu tunggu di ruangan saya dulu ya" ujar valdo lembut sambil menyuruh sekretaris handy untuk menemani tita.


"tolong temani dia dulu di ruangan saya" perintah valdo ke ana


"aku takut pak handy nanti marah kalau melihat kamu begini" ujar valdo lagi


"iya om" ujar tita akhirnya, padahal dari tadi di bawah dia tidak bicara sama sekali. Dia langsung melangkah keluar diikuti sekretaris handy dan membawanya keruangan valdo di sebelah ruangan handy.


"ayo pak David dan pak Dodi, silahkan" ucap valdo sopan.


"terimakasih"


"Pak handy ada pak David sama pak Dodi" ucap valdo begitu mereka masuk


"Tita mana" langsung tanya handy karena dia melihat dari cctv tadi perdebatan di bawah di meja receptionist sampai tita berjalan mundur ke belakang temannya dan valdo memanggilnya.


"Dia aman di ruangan saya sama Ana" ujar valdo


"dia pasti shock" ujar handy


"iya pak, makanya saya suruh menenangkan diri dulu" ujar valdo

__ADS_1


Handy menarik nafas panjang lalu menyuruh pak David dan pak Dodi untuk duduk di sofa ruangannya.


"ada apa pak David" tanya handy to the point karena pikirannya sudah sama tita, takutnya tita masih sedih dan menangis.


"maaf pak handy, kalau kedatangan kami sedikit mengganggu kenyamanan di kantor pak handy" ujar pak Dodi asisten pak David.


"mungkin kalau masalah biasa, bagi saya tidak masalah pak, siapapun bisa salah dan melakukan kesalahan, tapi kalau membuat tita menangis saya tidak pernah suka, harap itu anda catat" ujar handy tegas


"maaf pak, kami ngga tahu kalau non tita sekarang kerja di sini" jawab Dodi jujur


"berarti anda tidak cari tahu sama sekali tentang tita, yang katanya putri dari bos Anda" ujar handy keras. Dia sudah geram dari tadi gara - gara mereka tita jadi menangis. Kalau bukan karena daddynya tita handy mungkin sudah mengusir mereka.


Dodi masih diam tak berkutik begitu juga pak David.


"maafkan saya pak handy, sekali lagi" ujar David akhirnya


"baiklah, terus sekarang ada apa ini, saya tidak bisa membiarkan tita lama menangis kalau melihat anda masih di kantor saya" ujar handy lagi.


"sekali lagi maaf pak, sepertinya situasinya tidak pas, karena tita malah tambah marah sekarang. Tadinya aku ingin bicara tentang usahaku ke tita lewat anda, tapi lain kali aja" ujar pak David akhirnya terlihat sangat sedih.


Entah kenapa melihat pak David di hantui rasa bersalah handy sedikit tidak tega.


"baiklah saya akan coba bujuk tita dulu, kalau dia mau ketemu anda, silahkan anda bicarakan, tapi kalau dia tidak mau anda jangan marah. Saya tidak mau bohong sama tita" ujar handy akhirnya. Dia bangkit langsung menuju ruangan valdo.


Terlihat tita duduk sambil termenung dan meneteskan airmata di pipinya. Terlihat ana juga mencoba menghiburnya membuat hati handy sangat sedih dan ingin menangis juga melihat tita menangis.


Hallo semua, tetap setia ya


like, coment dan vote


Terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2