
Tanpa terasa pernikahan mereka bisa di bilang tinggal menghitung jam. Hari ini sudah tidak pergi ke kantor tapi disarankan tidak usah bertemu tita juga karena tita harus perawatan khusus.
Jelas ini membuat handy uring - uringan, dia yang selalu ingin di dekat tita malah dibatasi ketemu tita, Dia ingin bertemu tita sekarang juga, tapi ketika dia telepon katanya tita sedang perawatan dan ngga bisa di ganggu, begitulah sampai sore hari tiba.
Handy ingin langsung ke rumah tita yang baru tapi ngga di bolehin juga sama satpam dengan alasan tita sedang tidak di rumah.
Handy jelas jadi uring - uringan, untungnya ada kak Linda yang super lembut, dia di temui oleh kak Linda yang selalu bicara dengan lemah lembut membuat hati handy sedikit tenang
"Han, besok kan kalian sudah menikah, jadi kalian ketemu besok aja ya, biar ada kesannya, besok biar kamu pangling melihat tita atuh" ucap Linda senyum lembut.
Mau tidak mau akhirnya handy mengalah, dia mana ada celah untuk uring - uringan sama Linda.
"tapi boleh lah ya kak aku telepon dia" tanya handy memohon seperti anak kecil. Tapi walaupun bersikap selalu lembut ternyata Linda kokoh juga dalam ucapan, tidak gampang terpengaruh.
"besok aja ya, sekarang mendingan kamu pulang, mempersiapkan diri untuk besok, biar besok jangan sampai ada kesalahan han" ujar Linda lagi
Akhirnya handy pulang ke kediamannya, yang telah ada beberapa persiapan di sana juga, karena malam ini mereka sudah cek in di hotel tempat pernikahan dan resepsinya besok. Papinya handy juga sudah tinggal di rumahnya dari kemarin demi menyambut pernikahan handy. Dan ini semua adalah permintaan tita, supaya di hari H mereka nanti semua keluarga hadir dan turut bahagia.
Sementara ibu Linda tak kalah antusias, ini adalah pernikahan putrinya satu - satunya dan diharapkan sekali seumur hidup. Tidak ada alasan baginya untuk tidak bersemangat. Dia harus membuat pernikahan anaknya menjadi moment manis dalam hidup anaknya selamanya. Walaupun Linda masih belum bisa menerima pak David kembali tapi demi pernikahan putrinya ibu Linda dan pak David berusaha menyatukan visi mereka untuk kelancaran acara tita.
Pak David juga memanfaatkan keadaan yang ada untuk kembali mengambil hati anak dan istrinya. Mereka benar - benar membaur seperti keluarga yang sangat utuh. Dan pak David seolah - olah menikmati keadaan ini, keadaan dimana anak dan istrinya tersenyum bersama.
__ADS_1
Keesokan harinya tita sudah di make over oleh team yang telah di tentukan oleh handy jauh - jauh hari. Tita tampak anggun Dengan balutan kebaya putih tulang dan juga bawahan batik modern, membuat tita semakin cantik. Siapa pun yang melihat tita hari ini pastilah mengatakan kalau tita itu sangat cantik. Tanpa di rias aja wajah tita sudah cantik apalagi ditambah dengan sentuhan make up, jelas itu membuatnya semakin cantik dan bikin pangling.
Sementara di tempat lain di hotel, handy juga sudah diurus dan di dandani oleh orang dengan team yang berbeda.
Handy terlihat makin gagah dan dewasa dengan tampilannya hari ini. Handy sudah tidak sabar ingin ketemu calon istrinya tita. Handy sudah bisa membayangkan dari kemarin nantinya dia akan setiap hari dengan tita, bahkan baru bangun tidur sekalipun.
Ketika jam menunjukkan pukul sembilan pagi rombongan handy sudah stand bye di lokasi pernikahan, sementara tidak berapa lama tita dan rombongan juga sudah tiba di hotel mewah milik teman handy. Disana sudah di sulap untuk menjadi tempat pesta mewah walaupun dengan undangan terbatas karena tita kurang suka yang terlalu boros. Undangan handy dan pak David terbatas untuk kalangan atas saja jadi tidak banyak.
Ketika rombongan tita datang, langsung disambut rombongan handy yang sudah terlebih dahulu tiba di tempat ini, karena sejak kemarin mereka sudah tinggal dan menginap di hotel ini.
Mata handy sampai tidak berkedip ketika melihat tita yang diapit oleh Daddy David dan maminya Linda. Lalu pak David mengantarkan putrinya sampai ke altar depan, sampai disambut Handi disana dengan senyum kebahagiaan yang tiada Tara.
Dengan semangat handy menuntun istrinya untuk duduk dan menatapnya mesra sambil menunggu mereka mengucapkan janji suci sehidup semati.
Dan akhirnya mereka
S A H
Handy mengecup kening istrinya di depan semua tamu undangan dan para saksi. Setelah itu mereka menyalami orang tua mereka satu persatu.
Dan tibalah waktunya bagi tita untuk pamit kepada orang tuannya. Tidak bisa di pungkiri memang tita menjadi sangat melow ketika ibu Linda juga memberikan banyak wejangan untuk putri tunggalnya.
__ADS_1
"Jadilah istri yang baik dan berbakti ya sayang untuk handy, utamakan lah suamimu karena sekarang dialah yang bertanggung jawab dengan dirimu" ujar ibu Linda yang sudah menangis sejak tadi. Ibu Linda sangat terharu bisa melihat putrinya ini menikah dengan orang yang bertanggung jawab dan baik juga.
"iya mi" ucap tita dengan airmata yang tumpah ruah. Tita semakin memeluk erat maminya seolah dia akan pergi jauh, padahal masih dalam satu kota hanya pisah rumah doank.
"mami masih tetap ada untuk tita kan"? malah tanya tita ke maminya disela - sela Isak tangisnya, karena dia takut maminya langsung melepaskannya aja kepada handy.
Linda mengusap kepala dan punggung anaknya lembut.
"iya nak, mami selalu ada untuk kamu sampai kapan pun, tapi kamu harus lebih patuh pada suamimu sekarang, karena kamu sudah harus dewasa harus bisa menjadi ratu di rumah tanggamu" ujar ibu Linda senyum tapi airmata menetes. Perasaan baru kemarin ibu Linda mengantar jemput tita sekolah tapi sekarang anaknya ini sudah di bawa orang, hatinya sangat sedih, tapi ini adalah yang seharusnya, biar bagaimanapun seorang anak perempuan akan pergi mengikuti suaminya dan meninggalkan orang tuannya.
"tapi tita bisa ngga ya mi"? ucapnya lagi membuat siapapun terharu.
"kamu pasti bisa sayang, mami tahu putri mami sangat hebat, luar biasa, kamu harus bisa, jangan bosan untuk belajar dan jangan bosan untuk merubah diri ya nak" tutur Linda lembut.
"iya mi" ucap tita masih menangis. Handy yang menyaksikan kedekatan tita dengan maminya ikut terharu. Apalagi handy paling tidak bisa melihat tita menangis sedih begitu, hatinya pasti ikut merasa sedih sekali. Tapi kali ini dia membiarkan tita menumpahkan tangisnya di pelukan maminya, karena yang handy tahu wanita memang paling sedih ketika mau menikah dan mengikuti suaminya.
Sementara pak David yang ada di samping ibu Linda juga ikut terharu dengan interaksi antara anak dan istrinya. Pak David jadi kebayang dulu waktu David meninggalkan mereka berdua, mungkin beginilah keadaannya, mereka sering menangis bersama dan berpelukan erat. Dan sekarang anak gadisnya sudah akan di bawa oleh suaminya, pastilah Linda sangat sedih dan terharu.
Hai pembaca yang tetap setia
Jangan bosan - bosan dengan jempolnya ya
__ADS_1
like, coment dan vote
Terimakasih🙏