
Siang harinya handy kedatangan tamu Bastian dan anak buahnya serta valdo.
"selamat siang pak handy" sapa Bastian sambil menyalami handy dan diikuti oleh anak buahnya yang sudah membantu pak Bastian.
"gimana hasil kerja kalian"? tanya handy to the point setelah mereka semua duduk.
Linda dan tita juga masih berada di sana karena handy juga seolah - olah membiarkan mereka mendengar semuannya.
"wanita itu baru kasih separoh, katanya mereka belum mendapatkan uang lagi, tunggu suaminya memberikan lagi" ujar pak Bastian
"terus"
"ya kita kasih waktu tiga hari lagi, dengan catatan handphone dan identitasnya kita tahan, kita hanya melepaskan kartu ATM nya supaya dia bisa mendapatkan duitnya."
"terserah kalianlah, atur aja" ujar handy santai
"baik bos" kali ini valdo yang menimpali. "Tapi sepertinya ayah bos ingin menjual rumah tempat tinggal mereka sekarang"? lanjutnya.
"oh iya" handy sedikit kaget, karena dia tahu papinya sudah bangkrut dan satu - satunya yang dia miliki hanya rumah tempatnya tinggal sekarang.
"iya bos, mereka sangat kesulitan keuangan kalau menurut orang - orang kita. Mungkin pengaruh dari masalah Ica ini juga"! ujar valdo.
"pak Bastian, tolong aturkan pembelian rumah itu untukku, kalau valdo dia sudah tahu" ujar handy yakin.
"bapak yakin mau beli rumah itu" tanya Bastian lagi
"memangnya kenapa"?
"sepertinya rumah itu sedang di agunkan juga" ujar Bastian sesuai dengan penyelidikan orangnya saat menyelidiki harta Ica.
"apa wanita itu sudah tidak bekerja lagi untuk mengeruk uang laki - laki di luaran" tanya handy
"sepertinya dia sedang kurang fit, terlihat lesu" cerita pak Bastian
"huhhh aku pikir dia akan seksi seumur hidup, ternyata dia lebih cepat renta dari mamiku dulu" ucap handy asal.
__ADS_1
"kamu atur aja mekanisme pembeliannya, dan beresin ke pihak sana untuk mendapatkan surat yang di agunkan" ujar handy
"baik pak, tapi nanti mungkin bapak harus bertemu dengan pak Hadi atau ibu Laura" pak Bastian mengingatkan, karena selama ini handy paling tidak suka untuk bertemu papinya atau selingkuhannya.
"tidak masalah"
"baik pak , kalau begitu" ucap pak Bastian.
Sementara Linda dan tita tadinya hanya pendengar setia, tapi Linda juga sangat menyimak setiap pembicaraan itu. Dan dari tadi dia Mendengar pembicaraan handy dan pak bastian sepertinya dia merasa bahwa handy kenal atau pernah kenal dengan Ica.
"Han, pak Bastian, maaf dari tadi saya mendengar pembicaraan kalian dan sepertinya kalian sudah kenal dengan Ica sebelumnya." tanya Linda polos.
Bastian langsung melihat ke arah handy, tapi handy terlihat biasa aja. Dan dengan santai juga dia menjawab pertanyaan Linda.
"iya kak Linda, aku kenal dan benci banget dengan wanita bernama Laura. Dan kemarin setelah anak buahku menyelidiki tentang wanita bernama Ica, selingkuhan suamimu, ternyata malah anak dari Laura wanita perusak rumah tangga papiku. Dasar turunan sampah ya" ujar handy terlihat geram.
"jadi maksudmu, ibu dari wanita yang merebut suamiku adalah orang yang telah merebut ayahmu dari ibumu"? tanya Linda meyakinkan.
"hmmmm iya, hebatkan mereka, turunan perusak rumah tangga orang" ujar handy santai
"bahkan kak Linda tahu ngga, dari penyelidikan anak buahku di lapangan Ica itu ngga tahu siapa ayah biologisnya, jadi dia hanya akan memanggil ayah laki - laki yang sedang bersama mamanya." cerita handy seperti merasa lucu dan jijik.
Linda juga merasa seperti orang bodoh mengetahui kebenaran ini. Suaminya meninggalkannya demi wanita yang tidak jelas asal usulnya.
"Dan dia sudah menjadi wanita malam sejak usia lima belas tahun, hebat ngga"? ujar handy lagi.
"kenapa dunia begitu sempit ya Han" ujar Linda
"iya ya, kemarin entah dorongan dari mana aku ingin membantu kalian, sampai aku bela - belain membawa kalian hanya karena merasa kita senasib, dan ternyata orang yang kita benci satu turunan. melihat papiku dulu, aku yakin Ica ini juga pasti yang merayu pak David" jelas handy
"aku sudah tidak perduli Han, siapa yang merayu dan yang di rayu, yang pasti dia tidak bisa menjaga kepercayaan ku sehingga tak layak di pertahankan" ucap Linda yakin.
"iya sih" ujar handy juga setuju
"oh iya pak Bastian, apa Ica tahu kalau kemarin itu handy membantu saya untuk menghubungi bapa, dalam pengambil Alihan rumah itu"? tanya Linda serius
__ADS_1
"sepertinya sih dia ngga tahu Bu, yang dia tahu saya adalah pengacara ibu, cuma kemarin pak valdo ikut" ujar pak Bastian serius
"emank kenapa kak" tanya handy
"ngga Han, untuk saat ini aku malas berhubungan lagi dengan wanita itu, jadi aku malas kalau dia pikir kita bersekutu melawan keluarga mereka terus nanti dia malah mengincar aku dan tita. untuk sekarang aku memilih aman dulu, Aku memilih menjauh Han" ucapnya
"ohhhhh" handy seperti berpikir
"iya han, takutnya marahnya dia sama kamu malah di lampiaskan ke tita nantinya, kalau dia tahu kita saling berhubungan baik. Karena kamu kan susah di sentuh bahkan mungkin ngga bisa, takutnya dia mengancam kami" lanjut cerita Linda sesuai logika membuat handy dan juga yang di sana semua terdiam.
'Benar juga kata kak Linda, handy pasti bisa mengatasi wanita itu tapi bagaimana dengan Linda dan tita, yang sekarang sangat lemah dan ngga berdaya.' batin handy
"iya sih, apalagi suamimu masih dalam kekuasaannya" ucap handy yang di angguki oleh Linda.
"entah apa yang dia lakukan sama Daddy sampai Daddy bisa melupakan tita, padahal biasanya Daddy paling sayang sama tita" ucap tita yang dari tadi hanya mendengar obrolan mereka. Linda dan handy cukup kaget dengan ucapan tita, tapi tita kembali terlihat sedih dan menatap lurus ke depan, entah lihat apa.
"sayang, jangan sedih lagi, mungkin Daddy lagi khilaf doank terus emosi" ucap Linda berusaha menghibur.
"iya mi, wanita itu membuat Daddy selalu khilaf, sehingga sudah beberapa kali menyakiti hati tita, padahal tita hanya ingin Daddy tita , tidak ingin yang lain, apa tita salah ya mi, kalau tita ingin hanya tita anaknya Daddy, yang selalu Daddy manjakan" ucapnya sudah dengan tetesan air mata.
"ehhhh sudah nak, kok jadi nangis lagi. sudah ya, jangan nangis lagi sayang, jangan buat mami sedih ya" ucap Linda kembali sedih dan memeluk erat tita putrinya.
Handy dan pak Bastian sedikit kurang enak jadinya, membuat tita kembali teringat daddynya.
Tita mengusap airmatanya dan dia menatap maminya.
"iya ya mi, aku bodoh, aku menangisi laki - laki yang sudah membuangku dan mami demi wanita itu . mulai sekarang aku tidak akan memikirkan Daddy lagi, karena mami sudah cukup untukku" ucapnya membuat Linda terharu dan kembali memeluknya.
Linda sudah bertekad bahwa apapun yang terjadi dia harus membuat putrinya nyaman Sedaya mampunya.
Hai semua readers
jangan bosan ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏