KAKAKKU MERTUAKU

KAKAKKU MERTUAKU
PART 121 MENIKMATI


__ADS_3

Melihat suaminya sampai lemas, hati tita juga merasa kasian, tapi mau bagaimana juga titapun ngga bisa berbuat apa - apa.


"ayo kak handy, kakak mandi dulu biar segar" ujar tita yang melihat suaminya masih dengan piyama tidur, lalu meraih tangannya dan menggandengnya masuk kamar.


"tolong buatin kak handy jeruk hangat bi" ujar tita kepada bibi emak


"baik non" ujar bibi itu yang masih selalu memanggil nyonya mudanya itu non, karena memang masih kecil.


Tanpa perlawanan handy hanya menurut saja, dalam hati handy berpikir tumben hari ini istrinya sangat santai dan fresh, tidak muntah - muntah lagi. Sebenarnya sih handy senang, istrinya tidak muntah - muntah lagi, berarti istrinya tidak perlu tersiksa untuk mengeluarkan semua isi perutnya.


Tita menuntun suaminya masuk kamar mereka. Tita juga merasa heran, kenapa sekarang malah dia yang menuntun suaminya. Tapi melihat suaminya itu lemas membuat tita kasian juga melihatnya.


Handy langsung masuk kamar mandi, sementara tita langsung mulai menyiapkan pakaian kantor handy. Sudah beberapa hari tita tidak melakukan hal ini, karena biasanya pagi tita masih mual dan muntah. Tapi hari ini memang berbeda, tita sangat bahagia dan ceria, tidak pakai acara mual dan muntah.


Sementara Handy yang sudah selesai mandi sedikit terlihat segar. Tita dengan ceria langsung mengambil baju untuk kerja buat suaminya yang tadi sudah dia siapkan. Handy langsung menerima dengan senang hati dan tak lupa memberikan kecupan kecil di kening istrinya ketika mendekat kepadanya.


Melihat pakaian suaminya yang keren tita jadi ingat dia ingin ganti baju juga, karena sekarang dia masih menggunakan kaos kebesaran milik handy.


Setelah menyerahkan pakaian handy, tita juga kembali mandi, karena tadi dia sudah gerah selama berada di luar. Tita hanya mandi dengan singkat, karena tadi pagi sebenarnya dia sudah mandi.


Setelah mandi tita menggunakan dress cantik di atas lutut, Dress yang di beli handy di boutiq mahal temannya, membuat tita semakin terlihat imut dan lucu, apalagi dengan sedikit polesan bedak di wajahnya.


Melihat tita sangat cantik pagi ini dengan dress barunya, handy terlihat sangat bahagia. Mereka turun bersama ke meja makan untuk sarapan. Kembali handy pakai sedikit drama, dia sedang tidak selera makan, mungkin karena masuk angin, sementara tita makan sangat lahap.


Setelah selesai sarapan seperti biasa handy berangkat ke kantor dan tita akan bersantai entah di ruang keluarga atau di teras. Handy berangkat kerja dengan kebiasaan baru sekarang, harus cium perut istrinya dulu baru jalan.


Baru aja hendak cium perut istrinya, sepertinya handy mulai mual, dia ingin muntah.


"kalau ngga kuat kerja ngga usah di paksakan kak" ujar tita akhirnya khawatir juga.


"ngga, ngga apa - apa sayang, yang penting kalian senang. Jangan rewel ya nak, kasian mami" ujar handy di perut istrinya yang masih rata


"iya Daddy" jawab tita meniru suara anak kecil


Akhirnya handy berangkat bersama valdo dan pak yanto. Baru aja keluar dari pintu gerbang rumahnya handy sudah mual dan muntah - muntah. Mau ngga mau pak Yanto akhirnya minggir dulu, untuk membiarkan tuannya turun untuk muntah.


Melihat tuannya mual dan muntah terus valdo pun berinisiatif membawa tuannya ke rumah sakit. Valdo tidak mau terjadi sesuatu dengan handy, karena jujur selama ini handy termasuk orang yang jarang sakit dan selalu menjaga pola hidup sehat.


"bro, sebaiknya kita ke rumah sakit ya sekarang" ujar valdo sambil membantu handy bangkit berdiri.

__ADS_1


"iya deh, perutku benar - benar ngga enak" ucap handy terbata - bata.


"tapi anehnya val, pagi ini istriku tidak mual lho sama sekali" lanjutnya masih dengan tampang lemas dan suara berat.


"oh iya" ujar valdo heran.


Valdo baru tahu cerita ini karena tadi pagi dia datang dan langsung ke ruang kerja handy untuk menyiapkan keperluan dan berkas handy ke kantor.


"apa jangan - jangan ini karena anakku ngga ingin maminya tersiksa ya" ujar handy lemah. Terlihat valdo jadi berpikir sebentar.


"oh iya bro, kemarin istrimu itu kan minta selalu dekat kamu, dan sekarang jangan - jangan kamu minta dekat istrimu" ujar valdo sambil menerawang seperti bertanya pada diri sendiri.


Deg


Handy juga seperti baru sadar, iya mungkin aja dekat dengan istrinya bisa meredakan rasa mualnya.


"pak Yanto, kita balik ke rumah lagi jemput nyonya" ujar valdo tanpa minta persetujuan handy.


Akhirnya pak Yanto melajukan mobil untuk mencari arah putar balik ke rumah. Dan benar saja mendekati rumah mereka, handy merasa sedikit tenang perutnya, tidak bergejolak lagi.


Sementara valdo sudah langsung telepon bibi emak untuk menyampaikan kepada nyonya mereka untuk bersiap - siap, karena tuan akan menjemputnya untuk ke rumah sakit.


"emanknya tuan kenapa bi"? tanyanya khawatir


"saya juga kurang faham nyonya, tadi tuan valdo yang telepon" ucapnya sambil membungkuk.


Tanpa berpikir panjang tita yang selalu membawa handphonenya langsung telepon suaminya.


dddrrttt dddrrttt dddrrttt


"hallo"


"hallo kak, kak handy masih sakit"?


"iya ta, mual terus, kamu ikut ya sayang ke rumah sakit" ujar handy lemas


"iya kak, iya kak" jawab tita langsung


"ok"

__ADS_1


"kakak di rumah sakit mana" tanya tita baru sadar


"belum tahu"


"lho kok" tita sedikit heran


"liat nanti sayang, yang penting kami sedang menuju rumah jemput kamu" ucap handy, barulah tita paham berarti dia ke rumah sakit sama suaminya, bukan menyusul suaminya itu.


Tita mengambil tas yang pernah di belikan handy dengan harga sangat mahal, versi tita. Entah kenapa sekarang bumilnya sangat perduli kecantikan dan ingin terlihat anggun.


Begitu tita keluar dari kamar, mobil handy juga sudah memasuki pekarangan. Dasarnya tita masih bocil, melihat mobil handy datang dia langsung berlari kecil, membuat handy yang sedang lemas harus teriak.


"jangan lari tita sayang" ucap handy masih lemas.


"oh maaf kak, lupa" ucap tita tanpa dosa.


'aduh dasar ya istriku masih bocah memang, malah aku yang sangat khawatir' batin handy


Tita langsung duduk di samping handy seperti biasa, dia mengusap perut istrinya itu. Sepanjang jalan ke rumah sakit handy sama sekali tidak mual, membuat valdo senyum - senyum di depan.


"gila anak loe bro, ngerjain Lo segitunya. Lihat sekarang, mana ada dia merengek" ujar valdo maksudnya merengek handy muntah.


Handy seperti di sadarkan kembali dari keterpanaannya kepada istrinya.


"iya ya val, sekarang malah tenang" ujar handy melirik istrinya.


"anak kalian itu kayaknya bakalan sangat manja deh, kalian sangat saling ketergantungan" ucap valdo lagi.


"iyalah om valdo, namanya juga anak, ya dekat ayah ibunya lah" ujar tita santai


"iya val, kalau ini memang bawaan anak gue, gue akan menikmatinya val, dan suatu saat gue berpikir bolak balik untuk menyakiti hati anak gue nanti." ujar handy dengan mimik serius.


Hallo readers setiaku


Apa kabar kalian semua


Jangan bosan - bosan ya


tetap dukung, like, coment dan vote ya

__ADS_1


Terimakasih🙏


__ADS_2