
Handy dan valdo saling pandang mendengar cerita mang Ujang mantan supir tita. Dalam hati handy berpikir suatu saat akan merekrut pak Ujang untuk jadi supir tita, kalau memang tita ingin.
"Pak David, saya to the point aja" ucap handy mulai bicara berkharisma seperti menghadapi pengusaha.
Pak David masih menunggu kelanjutan ucapan handy, karena jujur dia ngga bisa tebak arah pembicaraan mereka ini.
"Saya tahu tita putri bapak, siapapun tidak bisa menyangkal itu. Tapi asal bapak tahu, untuk sekarang ini setiap bertemu bapak tita pasti ujungnya sedih dan menangis. Dan saya tidak suka itu, saya tidak mau kalau tita menangis lagi. Jadi tolong anda pertimbangkan untuk bertemu tita dalam saat - saat sekarang ini, karena mungkin luka itu masih belum sembuh total" ujarnya pedas
"dia putriku" ucap David ngga terima
"saya tahu, saya tahu, saya tidak menyangkal itu. Apa dari tadi aku bilang dia bukan putrimu? ngga kan? tapi lihat endingnya setelah ketemu anda, dia akan drop lagi, histeris lagi, apa anda suka setiap hari dia murung, bolak balik memikirkan hal yang sama. Memang masalah bukan untuk di hindari tapi mungkin bisa sedikit anda ulur waktunya." ujar handy mulai gusar juga.
Mendengar itu hati David sedikit ngilu, memang dia akui menemui tita saat ini hanya menambah luka di hatinya.
"saya akan cari cara saya sendiri untuk dekati anak saya, anda tidak berhak ikut campur"
"baiklah lakukan itu sesuka bapak, tapi ingat jangan sampai tita menangis lagi, karena aku tidak akan terima " ucap handy tegas
"siapa anda melarang saya mendekati anak saya" ucap David lagi
"saya mencintai tita, dia wanita yang saya cintai, dan anda jangan lupa bagaimana anda menyakiti hati putri anda" tutur handy jelas dan tegas.
David terdiam mendengar pengakuan handy. Ternyata gadis kecilnya sudah mengerti cinta, dan laki - laki yang dia cintai pengusaha sukses sekelas handy. Putri manjanya sekarang sudah punya tempat bersandar ternyata.
Pantas aja handy selalu menolong mereka. Tapi David ngga mau berbangga dulu, takutnya handy hanya ingin mempermainkan putrinya.
"apa tujuan anda mendekati tita putri saya" tanya David Langsung ke handy tanpa Tedeng Aling - Aling kata orang bijak.
"untuk menjadikannya istri" jawab handy singkat.
Jawaban handy yang langsung itu juga membuat David terdiam, dia sudah putus kamus mau tanya apa. Karena ending dari suatu hubungan percintaan jelaslah pasti pernikahan.
"apa kamu serius" tanya David akhirnya melunak.
__ADS_1
"apa saya terlihat becanda"? balik tanya handy
"tidak, maksudku bukan begitu. Kamu pengusaha sukses, kenapa bisa suka sama tita. Saya tahu anak saya banyak kekurangan, bahkan masih seperti kanal - kanal dan manja" ujar david
"saya ngga tahu, yang pasti saya suka sama tita, cinta sama tita. Dan saya akan melindungi dia dari siapapun yang membuatnya menangis.Mengenai tita yang manja dan ngga mandiri, justru itulah yang aku suka dari dia, kemanjaannya" ujar handy senyum kecil membayangkan wajah tita kalau sudah kumat manjanya dan childisnya.
David diam karena dia sendiri sadar dengan semua ucapan handy tapi merasa gagal melindungi putrinya, malah dialah yang buat putrinya sakit hati dan menangis.
"Tita itu sangat manja, apa anda siap dengan anak seperti itu"? tanya David lagi
"saya sudah tahu sedikit banyak sifat tita dari lama, anda tidak perlu khawatir dan memberitahu saya" jelas handy sedikit melunak juga. Biar bagaimana pun David adalah daddynya tita calon mertuannya. Dia tetap harus bersikap sopan.
Kembali David terdiam.
"baiklah, kami pamit dulu, saya hanya tidak ingin tita menangis, jadi tolong anda pikir lagi kalau mau menemui mereka" ujar handy lagi.
David berusaha untuk bangkit dari duduknya dan mendekati handy.
"kalau kamu mencintai tita tolong jaga putri saya dengan baik, karena saya sudah gagal menjaganya" pesan David sedih.
Dia masih diam mematung di tempatnya, ketika David kembali bicara.
"bawalah mang Ujang ini untuk jadi supir tita, biar aku yang bayar setiap bulan" ucap pak David tulus.
Handy bisa melihat pak David sangat tulus, sehingga dia menjawab dengan lebih lembut.
"kenapa pak David bilang ke saya, ke Napa ngga langsung bilang ke tita"? ujar handy.
"kalau hanya urusan bayarannya saya juga masih bisa membayar apapun untuk tita" lanjut ujar handy masih diam di tempatnya.
Pak David mencoba mendekati handy lebih dekat lagi di bantu mang Ujang.
"kamu tahu aku pernah salah, dan aku yakin kamu tahu seberapa sakitnya hati tita dan Linda dengan pengkhianatanku, tapi aku sudah menyesal, sangat menyesal" ujar pak David terlihat makin sedih.
__ADS_1
"aku memang tidak pantas di maafkan, tapi paling tidak aku masih ingin memberikan sesuatu yang berguna untuk putriku. Tolong jangan bilang tita dan Linda, kalau boleh tahu berapa nomor rekening putriku sekarang"? tanya pak David serius.
Handy jadi bingung, di satu sisi dia kasian sama pak David dan disisi lain tita juga pacarnya, dia ngga mau tita kacau merasa di bohongi masih menerima duit dari daddynya karena kalau bicara tentang daddynya aja tita sepertinya sudah sangat malas.
Pak David semakin berusaha mendekat dan meraih tangan handy.
"tolonglah saya, anggap aja ini permintaan maaf seorang pendosa seperti saya. Saya janji tidak akan mengganggu mereka lagi dari dekat, saya hanya akan melihatnya dari jauh, tapi tolong izinkan saya membiayai hidup mereka tanpa mereka tahu" ujar David tulus.
"kamu benar, setiap aku mendekat pasti akan mengingatkan tita dan linda tentang pengkhianatanku, mengungkit rasa sakit mereka, jadi aku akan pergi jauh dari hidup mereka" ujar david lagi
Handy merasa trenyuh juga melihat David akhirnya. Biar bagaimanapun setiap orang pernah bersalah. Lalu apa kabar pak Hadi ayahnya handy, kenapa handy tidak pernah memaafkannya, apakah hati pak Hadi pernah seperti isi hati pak David ini sekarang. Sangat menyesal dengan semua perbuatannya.
Melihat handy menatap menerawang pak David mulai merasa pesimis, karena dia pikir handy enggan menolongnya padahal handy sendiri sedang mengingat ayahnya.
"pak David, aku rasa sekarang ini kak Linda dan tita belum butuh biaya itu. Apalagi tita sudah selesai home schooling. jadi biaya mereka sudah lebih ringan. " ujar handy tumben juga bicara panjang hari ini.
"tapi aku tetap ingin kasih putriku biaya hidup" ujar pak David sangat memohon
"baiklah pak, valdo berikan rekening bank tita" perintah handy ke asistennya
"baik bos"
"terimakasih pak handy" ujar David berbinar
"sama - sama pak"
Benarkah segitu bersyukurnya pak David bisa memberikan uang belanja kepada putrinya. Apakah hal yang sama pernah di alami oleh papinya tapi tidak ketemu handy.
Hallo guys
dukungannya donk ya
like, coment dan vote
__ADS_1
Terimakasih🙏