
Tita sangat serius mendengar setiap ucapan maminya. Dia juga sambil berpikir positif setiap ucapan Linda, tentang pernikahan.
"Seandainya tita mau menikah muda, boleh sama mami"? tanya tita perlahan tapi serius.
Tita ingin tahu pendapat maminya secara langsung, boleh atau tidak tita menikah muda. Tapi jawaban Linda tidak mengatakan boleh atau tidak boleh, tapi penjelasan tentang hakikat pernikahan.
"ta, jodoh, rezeki dan maut itu hak otoritas Tuhan sayang. Tidak ada manusia yang berhak komplin selain menjalaninya dengan baik. Walaupun tita ingin nikah muda, tapi kalau Tuhan belum mengizinkan, maka pernikahan itu tidak akan terjadi, dan sebaliknya kalaupun tita belum siap atau ada persiapan menikah tapi kalau Tuhan bilang Tita akan menikah maka pasti akan terjadi sayang" ujar Linda bijak. Linda tidak menjawab boleh atau tidak supaya tita berpikir dulu dengan semua yang terjadi dalam hidup ini.
"jadi sebelum tita mengambil keputusan berdoalah nak, biar kamu dikasih kebijaksanaan untuk mengambil keputusan" ujar Linda lagi.
"Dan kalaupun nanti ada hal yang tidak sesuai dengan harapanmu, kamu harus bisa menerimanya dengan lapang dada" ucap Linda lagi
"baiklah mi, akan aku pikirkan, aku ingin istirahat dulu" ucap tita
"iya sayang" jawab Linda
Linda sangat terharu, ternyata anak gadisnya sudah besar bahkan sudah akan menikah. Dulu Linda membayangkan akan bersama tita kecil yang selalu bisa dia godain, dan tingkahnya sangat lucu. Tapi lihatlah sekarang, anak gadisnya sudah bicara tentang pernikahan disaat daddynya dan maminya sedang hancur berantakan.
Mengingat semua itu airmata Linda menetes di pipinya tanpa bisa di tahan lagi. Dia merasa gagal menjadi seorang ibu yang harusnya menjadi panutan buat anak gadisnya.
Linda hanya bisa mendoakan anak gadisnya supaya tetap bahagia dan penuh cinta dari handy. Lebih daripada itu sudah di luar kuasa Linda.
Sementara tita di dalam kamarnya kembali bingung harus jawab apa.
' masa iya aku menikah di usia muda' batinnya
'nanti gimana kalau aku gagal karena kak handy bosan' batin tita
Tapi kembali dia ingat kata - kata maminya tadi bahwa hidup pasti berubah. yang perlu dilakukan hanya kesiapan menghadapi semua perubahan itu, apakah itu perubahan positif atau perubahan negatif.
'berarti aku tidak harus menghindari pernikahan karena takut gagal, aku hanya perlu siap dengan segala sesuatu, ikhlas dengan segala sesuatunya, yang penting aku berusaha melakukan yang terbaik' batin tita lagi.
'ahhh daripada terus memikirkan itu, mendingan sekarang aku tidur deh, besok harus kerja lagi' batin tita
__ADS_1
Akhirnya tita langsung tidur di kasur empuknya. Mungkin karena dia capek juga sehingga begitu kena bantal dia langsung lelap.
Keesokan paginya tita bangun agak kesiangan. Sehingga handy datang menjemput tita baru mandi. Akhirnya tita hanya mandi bebek untuk berangkat kerja.
Setelah memakai bajunya, tita langsung keluar walaupun belum sisiran dan juga pakai bedak. Dia ingin beresin di depan aja.
"lho nak, kok masih berantakan begitu" tanya Linda yang sudah duduk sama handy divruang tengah.
"telat bangun mi" ucapnya tenang padahal sudah ada handy di sana. Tita memang bukanlah cewek yang jaim, dia tidak pernah pura - pura sempurna di mata handy.
"aduh Han, kamu harus nabung banyak sabar menghadapi gadisku ini" ujar Linda merendah. Dia sangat tahu anaknya masih sangat jauh dari kata wanita idaman.
"ngga apa - apa kak, aku sudah tahu sedikit banyak tentang tita, jadi biarkanlah dia tumbuh sesuai porsinya." tutur handy senyum.
Tita melangkah agak ke depan untuk sedikit dandan. Persisnya sih bukan dandan tapi hanya memakai bedak tipis. Benar saja diolesi bedak tipis doank wajah tita sudah terlihat cantik banget. Lalu tita mendekat ke maminya dengan sisir di tangan.
"mi tolong sanggulin mi rambutnya, soalnya harus di sanggul rapi" ucap tita sambil membelakangi maminya. Semua proses itu tak luput dari perhatian handy.
Karena dia sangat mencintai tita, maka bagi handy semua itu adalah hal yang manarik.
Hanya sekejap rambut tita sudah rapi. Dia terlihat seperti model yang mau berlenggak lenggok di atas catwalk. Linda aja sangat memuji kecantikan putrinya apalagi handy, dia sampai terpesona. Dan melihat cara Linda menggulung rambut tita handy sampai terpikir untuk belajar menggulung rambut, takut nantinya kalau tita kewalahan menggulung rambutnya.
"nah anak mami sudah cantikkan Han" ujar Linda ke arah handy untuk menggoda tita.
"iya" hanya itu yang bisa handy ucapkan. Dia sudah terpesona dengan kecantikan calon istrinya.
"mami" rengek tita dengan wajah merona
"kamu memang cantik kok sayang" puji Linda lagi. Lalu Linda mengajak mereka ke meja makan.
"ayo kalian sarapan dulu" ucap Linda
Tita langsung mengambil roti bakar dan susu yang di buatin maminya.
__ADS_1
Kembali hati handy menghangat melihat cara Linda merawat anaknya. Dia yakin tita mewariskan semua sifat baik maminya.
"kak handy cukup minum kopi sama roti, atau mau nasi goreng ngga"? tanya tita
"iya han , mau sarapan apa? " Linda ikut bertanya.
"sudah cukup ta, kakak ngga biasa sarapan berat, nanti siang tuh baru" ujar handy
"tita di bekalin apa sayang" tanya Linda lagi
"ngga usah kak, aku sudah suruh orang rumah nanti anterin makan siang aku sama tita" langsung potong handy
"kok nyuruh orang rumah segala anterin kak" tanya tita sambil ngunyah
"takutnya kamu di sana nanti makan makanan yang tidak sehat" ujar handy jujur. Dia memang sangat khawatir tita makan makanan yang asal - asalan. Tita harus makan yang sehat.
Linda dan tita saling tatap, tita memang sudah terbiasa di manja oleh handy tapi menurut Linda itu sudah berlebihan. Takutnya nanti tita tidak bisa memberikan feedback apa - apa untuk handy.
"Han, jangan terlalu di manja Titanya, dia tetap harus bisa sebagai wanita yang harus bertanggung jawab minimal untuk dirinya sendiri. walaupun belum bisa paling tidak harus berusaha" ucap Linda. Tita hanya tersenyum melihat dua orang yang mencintainya berdebat tentang dirinya.
"ngga di manja kok kak, cuma kebetulan aja aku juga ingin makanan rumah, makanya aku sekalian minta makanan buat tita" ujarnya
"ya sudah terserah kalianlah, berangkat gih, nanti telat" ujar Linda melihat susu dan sarapan tita sudah habis. Sementara handy langsung menyeruput kopinya sampai hampir kandas barulah mereka berangkat.
Handy langsung meraih tangan tita dan menggandengnya menuju mobil. Dia membukakan pintu untuk tita dulu baru dia naik dari sebelah yang pintunya di bukakan oleh pak Yanto.
Setelah itu barulah mereka berangkat menuju kantor.
"semoga mereka bahagia selamanya" gumam Linda sambil memandang mobil handy berlalu dari rumahnya.
Hallo guys
tetap hadir nih
__ADS_1
like, coment dan vote ya
Terimakasih🙏