
Valdo langsung memberikan makanan yang mereka beli tadi di foodcourt mal itu.
"maaf ya, kami tidak tahu selera kakak , jadi pesan seadanya aja" ujar handy
Linda kembali terharu, ditengah masalah yang menderanya, masih ada orang baik yang mau mengerti dia. Memahaminya dan membantunya, serta perduli padanya bahkan urusan yang tidak penting tapi urgent, urusan perut.
"terimakasih sudah di perdulikan, saya sangat terharu" ucapnya lagi.
"tidak usah sungkan kak, kan aku sudah bilang anggap aja aku adikmu, jadi jangan sungkan - sungkan" ucap handy yakin.
"terimakasih" ucapnya seiring dengan tita yang menggeliat di pangkuan maminya.
Sejenak dia melihat kiri dan kanan serta keadaan sekitarnya.
"mami" ucap tita
"kamu sudah bangun sayang" ucap Linda dan menaikkan kepala putrinya dari pangkuannya.
"hmmmmm iya mi" tita sudah terlihat duduk lebih tenang dekat maminya.
"kita makan dulu Yo nak, tadi mas - mas itu beliin kita makanan dari foodcourt, temanin mami ya" bujuknya supaya anaknya mau makan lagi walaupun sedikit.
"iya mi" tita memang terlihat jauh lebih tenang berkat kelembutan maminya.
"ya sudah makan di dalam aja kak, di meja makan sana, bersih kok, tiap dua hari ada kok yang bersihin" ucap handy lagi.
Linda dan tita terlihat bangkit menuju meja makan rumah itu, mereka memang sudah terbiasa dengan rumah mewah hanya saja ini rumah orang.
Saat mereka makan di dalam, handy dan valdo naik ke lantai dua rumah itu dan menuju balkon.
"apa yang akan kamu lakukan dulu" tanya valdo kepada bosnya itu.
"aku juga masih bingung val, di mulai darimana. Tapi yang pasti kamu kita harus tolong mereka. suruh orang kita selidiki Ica si p.lakor itu." tutur handy sambil terlihat berpikir serius.
"Setelah itu kita harus rebut dulu rumah mereka dan juga barang - barang pribadi mereka yang ada di rumah itu" ucap handy serius.
"itu aja dulu, nanti langkah berikutnya kita sesuaikan dengan keadaan." ucap handy serius menatap valdo .
"gimana menurutmu" tanyanya ke valdo.
"saya setuju, tapi gimana cara merebut rumah itu"? tanya valdo.
Handy terlihat berpikir lagi dan membenarkan duduknya.
"kamu hubungi aja team lawyer kita, nanti tagihannya ambil dari rekening pribadi saya. Mungkin sedikit harus curang, karena kecurangan harus kita curangi lagi, ini dunia nyata" ucap handy
"iya benar Han, orang seperti mereka tidak akan bisa di ajak bicara dari hati" tambah valdo juga.
"sambungkan saya ke Bastian" perintah handy
Tanpa menjawab lagi valdo langsung mencari kontak team lawyer mereka itu.
dddrrttt dddrrttt dddrrttt
__ADS_1
"hallo, selamat sore pak"
"sore pak bas, ini pak handy mau bicara"
"ohhh oke pak valdo"
Sejenak terdiam karena valdo sedang menyerahkan handphone ke tangan handy.
"hallo pak Bastian" sapa handy
"sore pak handy, tumben sore begini telepon, ada hal penting yang harus di lakukan"
"hmmmm, sangat penting dan urgent"
"apa yang harus saya lakukan"
"kita ketemu di rumah lama saya, sekarang"
"baik pak handy"
Sambungan telepon itupun putus, dan handy sedikit lega karena mereka akan bergerak lebih cepat.
Sementara valdo juga langsung bergerak cepat meminta orang - orang mereka menyelidiki Ica atau Monica, yang menjadi pelakor dalam rumah tangga Linda.
Sambil menunggu team lawyer datang, handy dan valdo turun lagi menemui mereka di meja makan.
"apa sudah selesai makanya" tanya handy ramah.
"sudah Han, apa boleh anakku ingin berendam sebentar katanya, menghilangkan sedikit mumet pikirannya, tadi dia lihat kamar mandi bawah itu" tunjuk Linda ke kamar ruang tamu.
"bisa de, bisa. bagusnya aku panggil kamu apa ya, tita, adek atau bocil" tanya handy menggoda tita yang masih labil itu.
"terserah" tita tetap jutek. Tidak gampang emang untuk mendapatkan rasa percaya, apa lagi orang itu masih baru kecewa.
"ya sudah aku panggil tita bocil ya" goda handy lagi.
"terserah" kembali tita memonyongkan bibirnya.
"hehehe" mereka semua akhirnya tertawa kecil.
"oh iya tita kamu dan mamimu untuk sementara, tinggallah di rumah ini dulu, ini rumah lama aku. kalian aman di sini karena pengamanan komplek ini sangat bagus." ucap handy.
Tita terlihat menoleh ke maminya seolah minta penjelasan.
"ngga apa - apa ya sayang, sampai kita bisa mendapatkan rumah kita kembali terus nanti kita jual, baru kita pindah entah kemana kamu suka" bujuk Linda kepada putrinya. Linda harus menjaga perasaan putrinya yang sekarang sangat rapuh.
Tita akhirnya mengangguk melihat permohonan maminya. Dia juga tidak tega menyakiti hati maminya, karena sekarang pasti maminya sedang banyak beban.
"tapi apa benar mereka mau bantu kita mi, takutnya mereka orang suruhan Daddy lagi membunuh kita pelan - pelan" ucap tita tanpa ragu menatap valdo yang melotot kepadanya dan juga handy yang senyum.
Handy mengerti ketakutan tita, tapi dia abaikan itu, biarlah waktu nanti yang menjawab semuannya.
"oh iya val, tadi paper bagnya mana" tanya handy kepada asistennya mengalihkan.
__ADS_1
"ohhh iya lupa kan, gara - gara tita bocil nih" valdo langsung telepon pak yanto.
"pak, tolong bawa kesini paper bag yang di dalam mobil"
"baik pak"
Tidak berapa lama pak Yanto datang membawa beberapa paper bag yang berisi pakaian wanita.
"ini pak valdo, paper bagnya" ucap sang supir
"oke pak"
valdo mengambil paper bag itu dari tangan pak Yanto.
"ini tita pakaian buat ganti sementara, sampai ada yang bisa ambil barang kalian dari rumah itu, kita lagi usahakan biar rumah kalian bisa kembali" tutur handy tegas dan jelas.
Tita terlihat sangat bersemangat demi mendengar rumahnya kembali. Berarti mereka tidak perlu nanti nompang di rumah orang lagi.
"emank benar mi" tanya tita
"semoga ya sayang, semoga handy dan valdo bisa membantu kita supaya kita tidak perlu terlunta - lunta lagi" ucap Linda berlinang air mata lagi.
"amin" ucap mereka semua.
Baru aja tita melihat - lihat isi paperbag itu, terdengar pak Amir datang dan memberitahu ada tamu bernama pak Bastian.
"ohhh Bastian sudah datang, langsung suruh masuk aja pak, tunggu di ruang tamu", ucap valdo kepada pak Amir.
"Baik pak"
"oh iya kak Linda dan tita, ayo kita temui pengacara ini, yang akan membantu kalian merebut rumah itu kembali, dan juga hak - hak kalian yang lainnya" ucap handy dengan pasti.
"ohhh benar?, tapi saya ngga sanggup bayar pengacara Han"? ucap Linda akhirnya dengan lesu.
"tenang aja, temanku ini tidak matre, kalau dia lihat benar - benar perlu bantuan, dia tidak akan terima bayaran, tenang aja" ujar handy lagi.
Walaupun sedikit ragu, Linda dan tita mengikuti langkah handy dan valdo juga.
"selamat malam pak handy"
"malam pak Bastian, silahkan duduk" ucap handy sopan mempersilahkan tamunya duduk.
"to the point saja, apa yang bisa saya lakukan" tanya Bastian langsung.
"oke, sudah sore juga" ucap handy tegas seperti urusan kerjaan.
"aku perkenalkan, mereka Linda dan tita anaknya, rumah mereka diambil seorang wanita bernama Ica atau Monica selingkuhan daddynya, tolong bantu mereka, mereka sekarang tidak punya apa - apa karena dikuras daddynya dan pelakor itu" jelas handy
Bastian terlihat menatap Linda dan tita bergantian, mungkin bertanya dalam hatinya, apa hubungan handy dengan mereka.
Hai semua
Dukung terus ya
__ADS_1
like, coment dan vote.
Terimakasih🙏